Kayaknya tanpa aku ..kamu tetap bisa hidup
sheepfilms
he wasn't even looking at me and he found me
$LAYYYTER
Stranger Things

JVL

No title available

tannertan36
Lint Roller? I Barely Know Her

#extradirty
d e v o n
Monterey Bay Aquarium
Mike Driver
No title available

Janaina Medeiros
cherry valley forever

roma★

Origami Around

titsay
h
will byers stan first human second
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from United States

seen from Türkiye
seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Iraq

seen from Bangladesh
seen from Türkiye

seen from Bangladesh

seen from Belgium

seen from Paraguay
seen from Türkiye

seen from United Kingdom
@ummutrioabdullah
Kayaknya tanpa aku ..kamu tetap bisa hidup
Nikah Muda ala Gen Milenial
Usia 23 tahun, di jamanku itu sudah termasuk nikah muda.
Tanpa pacaran, tiba-tiba menikah.
Kagetnya? Luar biasa 😄
Pernah suatu hari ke Tanah Abang beli baju koko buat Lebaran.
Pedagangnya nyeletuk,
“Buat pacarnya yang ini ya, Mbak?”
Kami cuma ketawa… dalam hati: ini suami saya, Pak 😂
Ternyata menikah muda nggak sesederhana yang dibayangkan.
Ujian awal datang bertubi-tubi.
Beda kota, beda kebiasaan, beda tradisi.
Dan saat celah terbuka, godaan datang lebih dahsyat.
Masalah demi masalah sering tak menemukan solusi.
Bukan karena tak mau selesai,
tapi karena sudut pandang yang selalu berbeda.
Ujungnya? Diam. Memendam.
Yang pelan-pelan berubah jadi bom waktu.
Sampai akhirnya belajar lagi:
legowo, ridho, menurunkan ego.
Pelan-pelan, ritme itu mulai dipahami.
Bukan karena badainya hilang,
tapi karena kami belajar mengemudi bersama.
Kelak, jika anak-anakku ingin menikah muda,
mereka harus diajak ngobrol panjang × lebar × tinggi.
Bukan untuk menakuti,
tapi untuk mitigasi badai di dalamnya.
Alhamdulillah, perjalanan ini masih berjalan.
Semoga sampai jannah.
Karena semakin lama perjalanan,
tak ada jaminan badai reda.
Yang bisa diupayakan hanya satu:
kapal yang makin kokoh,
agar apa pun di depan sana
bisa dilewati demi tujuan akhirnya.
Aamiin. 🤍
Pagi Berjalan Seperti Biasa
Hari ini pagi berjalan seperti biasanya
Menyulam tiap detik dalam senyap dan tawa
Ada cucian yang menanti, bekal yang harus siap
Ada tangisan kecil, dan peluk yang hangat
Ayah bersiap dengan langkah yang sunyi
Ibu menyeka sisa kantuk di sudut mata
Anak-anak tumbuh tanpa jeda
Tiba-tiba mereka sudah bisa bicara
Waktu berlari tanpa suara
Kadang kita tak sadar, sudah jauh melangkah
Tak semua rencana berjalan sempurna
Ada tangis, ada tawa, ada lelah yang tak sempat disapa
Ingin rasanya memutar ulang
Membenahi yang dulu pernah salah
Namun Allah berbisik lembut dalam firman-Nya:
"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah..."
(QS. Az-Zumar: 53)
Di setiap letih yang tak terucap
Ada doa yang menggantung di langit harap
"Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan..."
(QS. Ghafir: 60)
Dan kami tahu...
Tak ada tempat bersandar yang lebih setia
Selain Engkau, ya Rabb, sebaik-baiknya penjaga
Kesempurnaan yang dituntut itu terkadang melukai lebih dalam dari yang pernah terucap.
Namun aku belajar menunduk, menyandarkan hati pada Rabb-ku yang Maha Tahu segala lelahku.
Aku tak lagi memaksa diri menjadi sempurna di matamu, karena aku hanya ingin sempurna dalam taat pada-Nya.
Biar air mata ini menjadi saksi bahwa aku selalu mencoba sekuat hati, meski tak selalu mampu memenuhi segala harapmu.
Aku pasrahkan semua pada Allah, Dia yang membolak-balikkan hati, Dia yang tahu betapa aku ingin menjadi hamba yang sabar, istri yang tabah, dan ibu yang baik meski tak selalu sempurna.
Biarlah Allah yang menilai, karena pada akhirnya, aku hanya ingin pulang dalam ridha-Nya.
Pagi ini seperti biasa, aku menyusuri jalanan sambil mengantar anak-anak ke sekolah.
Lalu lintas ramai, klakson bersahutan,
tapi di sela-sela itu semua... ada sunyi yang tiba-tiba datang.
Sunyi yang entah kenapa terasa menenangkan.
Dalam perjalanan pulang, aku termenung.
Tiba-tiba terlintas di kepala
hidup ini, kayak kita bernafas.
Apa yang perlu diambil, ya diambil.
Apa yang perlu dilepas, ya dilepas.
Kadang kita terlalu sibuk menggenggam banyak hal:
pekerjaan, ekspektasi, rasa khawatir, bahkan kenangan.
Padahal, makin digenggam erat, makin sesak.
Melepas itu bukan berarti kalah,
tapi memberi ruang untuk diri sendiri untuk bernapas.
Dan aku sadar,
hidup bukan soal menambah terus,
tapi soal tahu kapan cukup.
Seperti nafas:
masuk seperlunya, keluar seperlunya.
Nggak perlu dipaksa. Nggak perlu ditahan.
Mungkin itulah pelajaran kecil hari ini.
Lewat rutinitas sederhana, lewat jalanan yang itu-itu saja,
aku diingatkan lagi—
untuk hidup lebih pelan, lebih sadar, dan lebih ikhlas.
Siapa sangka, ternyata banyak hal bisa dipelajari
dari perjalanan pagi dan tarikan nafas yang tenang
Yuk kita coba ambil nafas dan keluarkan
Nikmati dan syukuri
Hikmah Dikelilingi Laki-Laki
Aku seorang ibu. Dulu, tumbuh besar di tengah empat bersaudara perempuan. Rumah kami penuh warna lembut, cerita manis, dan canda khas perempuan. Rasanya, dunia kami saat itu dipenuhi kelembutan dan kehangatan.
Kini, Allah membalikkan suasana. Setelah menikah, aku justru dikelilingi laki-laki—suami dan tiga anak lelaki. Kadang aku duduk sendiri dan bertanya dalam hati, "Apa hikmahnya ya? Kenapa aku dipilih untuk menjadi satu-satunya perempuan di tengah lautan cinta laki-laki ini?"
Lalu pelan-pelan, jawabannya datang dalam keseharian...
Mungkin Allah ingin aku menjadi madrasah pertama bagi para calon pemimpin.
Mungkin Allah ingin aku belajar tentang kesabaran dengan cara yang berbeda—dari tumpukan mainan mobil, suara gaduh, hingga pelukan hangat penuh energi.
Mungkin Allah ingin aku lebih dekat kepada-Nya, agar aku kuat membesarkan anak-anak lelaki yang kelak menjadi pelindung, bukan hanya bagiku, tapi juga bagi orang lain.
Ternyata, menjadi satu-satunya perempuan di rumah bukanlah kesepian.
Ini adalah anugerah.
Karena di sekitarku tumbuh laki-laki yang insyaAllah belajar mencintai, menghormati, dan melindungi perempuan—bermula dariku, ibunya.
Dan di setiap pelukanku, dalam setiap doa malamku, aku mohon kepada Allah:
“Ya Rabb, jadikan mereka laki-laki yang lembut hatinya, kuat imannya, dan lapang tanggung jawabnya.”
Karena di akhir hari, aku percaya...
Tak ada kebetulan dalam skenario Allah.
Dan menjadi satu-satunya perempuan di tengah para lelaki ini—adalah amanah, sekaligus bentuk cinta-Nya yang istimewa.
Setiap jiwa punya lelahnya sendiri.
Ada yang memendam dalam diam, ada yang meledak dalam luka.
Kita boleh marah karena kita manusia.
Tapi ingat, api tak pernah memilih apa yang dibakarnya.
Bisa jadi yang hangus justru yang paling kita cinta.
Kita boleh sabar karena itu adalah kekuatan.
Namun sabar yang tertahan tanpa ruang, bisa menyiksa diam-diam.
Maka istighfar...
Lepaskan penat itu kepada Sang Maha Mendengar.
Karena, sadar atau tidak,
Energi yang kita bawa, dirasakan oleh jiwa-jiwa di sekitar kita.
Anak yang masih suci, pasangan yang setia,
Mereka membaca hatimu lewat bahasa yang tak terucap.
Berhati-hatilah.
Lelahmu bukan dosa,
Tapi cara menyikapinya, bisa jadi pahalanatau luka
"Sekolah, Ridho, dan Kompetisi Sunyi Seorang Ibu"
Dalam memilih sekolah untuk anak, tidak ada satu jawaban yang mutlak benar. Ada yang memilih menyekolahkan anak ke institusi formal, ada pula yang memilih jalur homeschooling. Keduanya bukan perlombaan, bukan tentang siapa paling pintar memilih. Tapi tentang siapa paling sadar akan amanah dan realita kehidupannya.
Aku belajar bahwa dalam setiap pilihan besar, ridho suami adalah cahaya penuntun. Bukan karena aku tak mampu memutuskan, tapi karena aku tahu, ketika langkahku dalam naungan restunya—Allah pun memberi berkah yang luas.
Homeschooling itu indah, tapi tidak mudah. Sekolah formal itu praktis, tapi tetap perlu keterlibatan. Keduanya sama-sama butuh cinta, sabar, dan kesediaan belajar dari jatuh-bangun prosesnya.
Menjadi ibu bukanlah kompetisi dengan ibu lain. Ini adalah perlombaan sunyi… dengan diriku sendiri. Tentang seberapa tenang aku mengelola hariku, sekuat apa aku menjaga mulutku saat lelah, dan seikhlas apa aku melayani rumah dan mendidik anak sebagai ibadah.
Setiap hari adalah perjuangan. Tapi juga ladang pahala yang luas.
Karena aku tahu, di ujung lelah ini… ada senyum kecil yang tumbuh dari didikan tangan ibunya.
Semoga Allah ridho ❤️
Suara Sendu Seorang Ibu
Ada suara yang tak terdengar,
namun menggema di hati anaknya
itulah suara ibu,
lirih, lembut, penuh doa.
Ia bicara lewat hembusan napas,
saat menyelimuti malam anaknya,
atau lewat air mata yang diam-diam jatuh
di tikar sajadah.
Suara ibu bukan hanya kata,
tapi detak cemas di tengah malam,
bisik pelan agar demam reda atau zikir lirih saat dunia tak ramah.
Kadang ia menahan,
semua sendu yang ingin pecah,
agar senyumnya tetap teduh
bagi yang memanggilnya “ibu”.
Suara itu,
tak akan kau temukan di bising dunia,
karena ia bersemayam
di sela pelukan,
dan dalam doa yang tak pernah putus
Bangkit Dalam Ridha-Nya
Aku pernah jatuh,
hingga dunia terasa menutup langit,
namun Tuhanku tak pernah jauh,
Ia dekat, lebih dekat dari luka yang menjerit.
Dalam gelap, kupanjatkan doa,
bukan agar duka lenyap seketika,
tapi agar hatiku teguh menerima,
bahwa setiap takdir, ada cinta-Nya di sana.
Air mata jadi saksi,
bahwa hamba ini pernah rapuh,
namun iman menuntunku berdiri,
karena hidup bukan hanya tentang keluh.
Aku bukan hamba yang sempurna,
tapi aku ingin terus mencoba,
menghitung nikmat di sela derita,
dan mengucap Alhamdulillah, meski tertatih langkahnya.
Karena aku tahu,
setiap kesulitan ada jalan,
dan sebaik-baik tempat kembali—
adalah sujud, penuh harap dalam ampunan.
Keajaiban Jemari Kecil
Jemari kecil itu menggenggam tanganku,
seakan berkata, "Aku percaya padamu."
Di sana, kutemukan kekuatan yang lembut,
dan cinta yang tak bisa diukur waktu.
Dalam genggaman mungil itu,
ada dunia yang baru,
ada harapan yang tumbuh,
dan ibu yang jatuh cinta untuk kedua kalipadamu.
@ummutrioabdullah
Sejak menjadi ibu
Lelah itu akan selalu menjadi temanmu
Anehnya tak terlihat, tapi mengalir,
dari peluh yang diam, dari lelah yang kau simpan.
Engkau bukan sekadar sosok,
kau adalah rumah bagi hidup yang baru tumbuh.
Dalam sunyi malam,
kau nyalakan cahaya dari matamu yang kantuk.
Dalam tangis bayi,
kau beri pelukan yang menjelma ketenangan.
Tenagamu bukan hanya pada tangan yang bekerja,
tapi pada hati yang tak pernah lelah mencinta.
Kau beri segalanya,
bahkan saat tak ada yang tersisa.
Dari napasmu, anakmu belajar bertahan.
Dari sabarmu, anakmu mengenal kekuatan.
Dan dari cintamu,
anakmu tahu bahwa dunia ini masih punya harapan
Kau tau kusebut apa itu ?
"ENERGI SI IBU"
Yang ingin membuat hidupmu lebih lama ----anak
Yang ingin membuat hidupmu lbh cepat ---- suami
Kebanyakan problematik istri dan ibu hari ini...
Apapun kalo tujuannya Allah smua terasa lbh ringan
Mau lbh lama atau lbh cepat didunia ini
Krn mmg dunia tempatnya bersedih, kecewa
Yuk para bunda tetap semangat.. Anak dan suamimu titipan yg kelak akan kau pertanggung jawabkan
Orang itu kdg suka lupa bahwa kebutuhan rohani kita itu lbh bnyak drpda kebutuhan jasadi ..anda bs makan sehari sekali,tp lihat klo kebutuhan rohani kita Allah suruh 5x sehari solat.. itu isyarat apa kebutuhan rohani kita harus lbh dipenuhi drpd kebutuhan jasadi kita.knp? Krn itu kunci kebahagiaan hidup..
Itu gunanya beragama..
(Ustad Nuruddin )
KONSEP
Beberapa hri lalu agak sedikit dikagetkan dgn obrolan bareng Alta ... Satu waktu dia bilang ... Umik , aku mau jd kristen aja (deeggh kaget tapi tetap tenang)
Lho,emg kenapa kok adek pingin jd agama kristen? Skg emg agamanya apa??? Tanyaku padanya...
Islam umik,,agamaku islam sekarang..
Tp aku mau kristen soalnya aku tu pingin main salju trs ada santa claus yg kasih hadiah naik kereta rusa ...(Nyengir dalam hati)
Adek tau informasi itu darimana?? Tanyaku pelan..
Itu aku liat roma diana umik(salah satu yutuber cilik di LN)
Ooh gtu.. emg seru gtu ya dek kliatannya main salju trs ada bapak2 tua santa claus yang kasih kado ..
"Iya umik seru bgt aku juga mau bgtu.... "
Terus mulai mengevaluasi diri,, konsep beragama untuk anak dbawah 7 tahun mmg benar.... Mahabah .. (tentang kecintaan,tentang kesenangan)
Mereka blm tau makna "Kebenaran"
Maka benarlah Rasulullah mengenalkan islam melalui pintu Rahmat kepada anak2 dibawh 7 tahun...
Tidak boleh "dipaksa" solat, hnya dikenalkan dan diajak terus
Menaiki orang solatpun ditgu smpai si anak puas ..Masyaa Allah Teladan terbaik
Maka konsep dbuat mencintai dlu lalu membuat ank tertarik itu salah satu konsep naturalisasi dlm mengenal islam.. bukan dipaksakan (Astaghfirullah al adzim wa atubu ilaih maafkan hamba kadang yg kurang sabar)
Anak akan lahap belajar ttg islam itu sendiri
Si anak bungsu...
Yg selalu diberikan apapun terbaik oleh si ortu
Si anak bungsu yg tdk tau kapan bs membalas jasa kedua ortu
Kata mereka cukup abdikan diri buat keluarga mu
Insyaa Allah itu ckup menjadikan pahala bagiku (ortu)
Semoga Allah beri lebih waktu 🥹
Tp jika waktuku sudah hampir berlalu,, setidaknya aku sudah berusaha jd istri dan ibu versi terbaik semampuku
Titip doa dan rindu buat mereka selalu..
Org yg plg rela berkorban untukku❤️
Kebiasaan buang sampah nih rasanya susah sekali terbangun ya.. sampe greget bgt waktu nganterin anak2 sekolah ..seorang ibu dr atas motor membuang botol minum werrrrr dipinggir jalan... Lain waktu ngeliat anak SD makan jajanan abis tu werr buang sampah lg ditepi jalan..
Suatu waktu main di salah satu taman ikan .. tempatnya enak teduh... Ehhh tp kok banyak bekas botol air yg mengambang dtepi tepi kolam ikan 🥺 ganggu pemandangan nya bukan main ... Sekilas ngeliatin abanya mungutin sampah satu2 ... Jadi bersih2 sampah akhirnya..tp gak masalah .. anak2 melihat proses pembelajaran bahwa gk mesti sampah dia saja yg mjd tgg jawab nya.. sampah orglain pun ttp bs kita pungut dan menjadikan itu pemberat timbangan amal baik..
Bergeraklah dimulai dr diri sendiri,lingkungan dan akhirnya menjadi kebiasaan..
Kebaikan itu mendatangkan kebaikan lain ..sama halnya dengan keburukan yg satu jg akan mendatangkan keburukan yg lain ..
Ayokk bangun kesadaran buang atau simpan sampah ditempatnya..