“May Allah grant me better. Better taqwa. Better character. Better health. Better than what I had and lost in all aspects of life. And the best of the Hereafter.”
— Ameen (via striving-souls)

pixel skylines
No title available
sheepfilms
todays bird
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n
noise dept.
KIROKAZE

blake kathryn
Sweet Seals For You, Always
Keni
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Misplaced Lens Cap
Fai_Ryy
almost home
will byers stan first human second
No title available

Kiana Khansmith
I'd rather be in outer space 🛸

seen from Türkiye

seen from Türkiye

seen from Hong Kong SAR China
seen from Canada
seen from Kuwait
seen from Latvia

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye

seen from Saudi Arabia
seen from France
seen from Brazil
seen from Iraq

seen from France
seen from Pakistan
seen from France
seen from Ecuador
seen from United States
@ummuuwais-ia
“May Allah grant me better. Better taqwa. Better character. Better health. Better than what I had and lost in all aspects of life. And the best of the Hereafter.”
— Ameen (via striving-souls)
عسى قلبك الجميل أن يجد السلام في ما قدر الله لك في الواقع ، هذا هو الأفضل لك
May your beautiful heart find peace in what Allāh has destined for you. In reality, it is what’s best for you. ♡
Allah knows.. Fullfil your role and release control..
Time doesn’t feel the same anymore.
“Whoever sets tawheed in his heart, it will remove everything other than Allah from his heart with regards to love.”
— Ibn Rajab (rahimullah)
Dan lagi-lagi aku teramat iri kepada mereka yang keberadaannya tak ada lagi di dunia, namun kebermanfaatannya masih terasa bagi banyak orang.
Maa syaa Allah
Dan semoga suatu hari nanti ketika Allah memanggil juga diri ini untuk pulang, tersisa banyak kebermanfaatan sebagai bekal amal jariyah. Aamiin.
- khadijah1998 (Makassar, 15 November 2021)
Berdoalah sebelum tidur menutup mata, karena doamu sebelum tidur adalah akumulasi dari syukur, khawatir, dan penyesalan hari ini. Syukur masih bisa menjalani hidup hari ini, khawatir jika ternyata ini adalah waktu terakhirmu di dunia lalu terbangun dengan tumpukan pertanyaan kubur, dan penyesalan tersebab ada hati yang kamu sakiti hari ini lalu ia tidak memberimu maaf.
Saat kamu bangun dari tidurmu dan masih bisa membaca tulisan ini, jangan lupa ucapkan Alhamdulilah. Karena tidak semua orang yang tidur tadi malam, bisa bangun pagi dengan membuka mata, atau mungkin sudah berpindah menuju tempat persinggahan terakhirnya.
- @jndmmsyhd
Setiap kejadian seperti cara Allaah ingin menyampaikan pembelajaran baik, bahwa ada hal-hal di luar kuasa kita untuk mengaturnya. Seberapa keraspun upaya kita. Selelah apapun ikhtiar yang sudah dilakukan. Saat-saat dimana kita hanya bisa menyerahkan segala sesuatunya kepada Allaah. Dengan terus melangitkan doa, diiringi prasangka baik kita. Bahwa Allaah akan memberikan yang terbaik, dengan cara yang barangkali tak pernah kita bayangkan bagaimana Allaah akan mengaturnya. Meminta agar Allaah memperbaiki dan mencukupi apa-apa yang masih menjadi kekurangan. Allaah Maha Kuasa, dan kita bersyukur dimampukan menyadari untuk memilih berserah kepada Allaah.
H-6 Menuju hari yang dinanti, Menyapa Mentari 🌻
Catatan : Kabar dan Ruang
Jika sampai padamu sebuah kabar buruk tentang seseorang, siapkan ruang hati bahwa di dalam dirinya juga ada kebaikan yang kamu tidak mengetahuinya, mungkin dia sengaja menyembunyikannya, dan membiarkannya agar hanya dia dan Alloh saja yang tau.
Pun bila datang padamu sebuah berita baik tentang seseorang, siapkan ruang hati bahwa dia pun juga manusia bukan sosok yang sempurna. Yang Alloh menutupi keburukannya sehingga tidak tercium olehmu baunya, menjadikanmu tidak menaruh harapan besar padanya dan tidak bergantung pada manusia
Belajar bahwa kebenaran dan kesempurnaan mutlak hanya milikNya.
Dan untuk semua badai yang sedang datang atau nanti, sertakan “Insyaalloh, fiihi khair” agar hatimu menancap bahwa semuanya akan baik-baik saja tersebab ada yang Maha besar lagi Maha menolong.
@jndmmsyhd
لاحول ولا قوة إلا بالله
Bismillah
(#21012017)
Istri yang paling beruntung adalah dia yang dikaruniai Allah seorang suami yang penyabar dan penyayang, penuh kehangatan dan kelembutan, suka menolong dan berhati tulus. Jika dia pergi istri merindukan, jika dia ada istri ingin terus berdekatan.
-Dr.Abdul Malik Al Qasim-
📷 syimanadhillah
[#UntukUwais]
Bismillah. Jumat Oktober 2 tahun lalu, sebulan lebih awal dari perkiraan manusia. Alhamdulillah Uwais bertemu dengan dunia. Dunia yang telah lebih dahulu ummi dan abi tinggali. Dunia tempat kita mencari bekal untuk akhirat kelak. Semoga Allah Subhanahu wata'ala selalu menjaga dan memberikan taufik hidayahNya kepada kita. Aamiin
Kehamilan saat itu merupakan suatu proses perenungan ummi tentang banyak hal. Ummi dan abi hanya berusaha semampu kami untuk selalu pasrah dan ikhtiar menyerahkan segalanya lillahita'ala. Beberapa dokter meragukan tumbuh kembangmu dalam rahim ummi namun Ar Razak berkehendak lain. Alhamdulillah Dia selalu memberikanmu kekuatan dan kesehatan hingga hari ini. Maha besar Allah dengan kebaikanNya segalanya menjadi indah.
Uwais anak ummi yang kuat dan baik budi, terima kasih telah hadir didalam kehidupan ummi dan abi. Ummi bersyukur diamanahkan Allah untuk menjagamu. Ingatlah selalu "hari ini adalah hariku", karena di tiap hari kita Allah subhanahu wata'ala akan selalu ada. Berikanlah yang terbaik hanya untuk-Nya. Jangan pernah berhenti untuk bersyukur pada Allah yang telah memberikan kita kehidupan ini. Tunduk dan taatilah Allah selalu. Jangan pernah tinggal kan sholat karena sehebat apapun dirimu jika tak solat semua itu percuma. Selalu bersemangatlah dalam beribadah sesuai tuntunan Al Qur'an dan Sunnah nabi Muhammad salallahu'alaihiwasalam. Semoga Ummi dan Abi dapat membimbingmu dengan baik. Aamiin
Ibnu Abbas radiyallahu anhu berkata ada 7 indikator kebahagiaan, salah satunya Al-auladul abrar yaitu anak yang shalih dan shalihah. Sungguh berbahagiannya ummi dan abi jika kelak Uwais menjadi anak yang dapat mengangkat derajat ummi dan abi di dunia dan akhirat karena menjadi anak shalih yang selalu mendoakan dan menyejukan hati kami. Aamiin
Semoga ummi abi pun dapat membawakan kabar gembira itu sebagai seorang anak kepada orang tua kami. Nenek Engkong Jiddah dan Kakeknya Uwais. Aamiin.
(Rabu pagi pekan terakhir Oktober 2019)
Yang mencintaimu
UMMU UWAIS ABDURRAHMAN
Bismillah. Salah satu buku favorit Uwais. Buku ini amat sangat recommended . Mengajarkan tauhid yang amat sangat penting d tanamkan pada anak sedini mungkin 🌸 .. masyaAllah barakallah
rose mood
Huntington Library, Los Angeles
Cantik bangeet :")
[#untukuwais] Bismillah. Teman kecil cantik d sudut ruma kita. Ini salah satu spot favorit Uwais. Ais suka sekali berdiri didepan teman kecil ini sambil nunjuk nunjuk dan cerita dengan sangat antusias. Iyaaaa… Uwais beneran cerita tapi dengan bahasa ya belum sepenuhnya Ummi dan Abi pahami hihi. Tapi MasyaAllah malah bikin makin gemasssh. Peluuk eraat!
Alhamdulillah tiap harinya dihadiahkan Allah perkembangan buah hati sholeh penyejuk hati. Haru? Sangat!! My qurota'ayun, jazakallah khayr ya Nak. Semoga Uwais Ummi dan Abi selalu dilimpahkan kebahagian dan keberkahan. Semoga Allah selalu melindungi dan meridhoi kelurga kecil kita. Aamiin. Uhibbukum fillah yaa Zaujy wa Uwais 🍀
Ummu Uwais
“kalau sudah tidak sendiri, ada yang berubah tentang perpindahan dan jarak. pergi bukanlah pergi jika dengannya. pulang bukanlah pulang jika tanpanya. rumah adalah di mana saja–jika bersamanya.”
—
kata mereka rumah adalah di mana hati kita berada. kalau sudah tidak sendiri, hati kita bertukar tempat dengan hatinya. rumah kita adalah di mana ia berada.
kalau sudah tidak sendiri, sedikit saja jarak bisa begitu menganggu rindu. namun sebanyak apapun jarak tidak ada artinya, sebab hati kita aman ada bersamanya.
Ich vermisse dich mein liebes Andi 🌸 .. [ldm]
21 Januari 2017
You are my du'a which come true 🏡
Raising A Mindful Family #2 (End)
Tulisan ini adalah lanjutan review International Islamic Parenting Seminar dengan judul “Raising A Mindful Family” yang dilaksanakan di Bandung, 3 Februari 2018. Seluruh materi yang dituliskan kembali disini disampaikan oleh Dr. Mohamed Rida Beshir, seorang Islamic Marriage and Parenting Expert yang berasal dari Canada yang juga merupakan co-author dari buku best seller berjudul “Parenting Skills: Based on The Qur’an and Sunnah”. Sebagai penghubung antara materi satu ke materi yang lainnya, hadir juga Ustadz Adriano Rusfi, seorang Psikolog yang juga founder dari Majelis Luqmanul Hakim. Tulisan pertama dapat di baca di link berikut ini.
Sebelumnya, mohon maaf untuk kalimat-kalimat berbahasa Inggris yang saya pertahankan sebagaimana materi diberikan, karena khawatir ada pemaknaan yang hilang atau kurang lengkap jika semua ditranslasi ke dalam bahasa Indonesia. Enjoy reading, happy learning!
Saya pernah mendapat nasehat dari seorang guru bahwa investasi terbesar yang dapat kita berikan bagi kehidupan kita adalah belajar dan ilmu pengetahuan. Beliau juga berpesan bahwa setiap waktu dan kesempatan yang kita luangkan untuk menuntut ilmu karena Allah adalah bentuk perjuangan untuk dapat menjalankan ibadah yang benar: ilmu sebelum amal. Setali tiga uang dengan hal tersebut, kemarin Mr. Rida menyampaikan bentuk investasi besar lainnya yang dapat kita lakukan,
“Nurturing and parenting our children are biggest invesment in life, our road to Jannah.”
Road to Jannah, ternyata sebesar dan sejauh itulah pentingnya investasi dunia akhirat ini, yang tentunya perlu kita siapkan sejak jauh-jauh hari. Masih ingat kunci kesepuluh pada tulisan sebelumnya, kan? Yup, pre-marital education. Jadi, meski belum menjalankan amanah Allah untuk mengasuh, penting juga bagi kita untuk mempersiapkan ilmu untuk amanah tersebut, sejak jauh-jauh hari.
Terdapat 5 komponen utama dalam Excellent Parenting. Apa sajakah itu?
Komponen yang pertama adalah visi, yaitu tujuan jangka panjang. Berkaitan dengan ini, saya jadi ingat Ibu Elly Risman pernah menyampaikan, “Main bola saja ada tujuannya, ada gawangnya, masa mengasuh anak tidak ada tujuannya?” Nah, ternyata, sebaik-baik visi kita bagi anak-anak kelak adalah aspire them to be like generation of the Prophet’s companion, yang kualitasnya adalah proud to be Muslim, have self confidence, dan juga strong in belief in Allah. Selain itu, anak-anak juga perlu loved and accepted by parents sehingga bisa menunjang mereka untuk bisa capable and highly skilled dan menjadi critical thinker dalam kehidupannya.
Untuk bisa memiliki visi yang benar dalam menjalankan pengasuhan, terdapat beberapa pengetahuan dasar yang perlu kita ketahui, yaitu Islamic knowledge in general (Al-Qur’an and Sunnah), Islamic Characters, pengetahuan tentang perkembangan anak baik dari segi fisik, intelektual, sosial, maupun emosional, dan yang tak kalah penting adalah Islamic Parenting Principles.
Termasuk di dalam Islamic Parenting Principles yaitu, parenting is a shared responsibility. Ya, parenting tidak bisa hanya dilakukan oleh ibu saja atau ayah saja, tapi harus oleh keduanya. Nah, ustadz Adriano Rusfi mengatakan bahwa yang seringkali menjadi masalah dalam hal ini adalah perempuan lebih giat belajar dan mempersiapkan dari pada laki-laki. Tapi, kita tetap bisa memilih sikap terbaik, yaitu berprasangka baik kepada Allah. Prinsip lainnya adalah link the child to his creator, anger management, dan menciptakan atmosfer keluarga yang positif dan sehat, yaitu dengan memberikan contoh-contoh positif kepada anak-anak.
Komponen yang kedua adalah knowledge atau ilmu pengetahuan. Hal ini menjadi logis dan masuk akal karena sebagai seorang muslim, we have to do anything based on knowledge. Sambil menunggu Allah memberi rezeki berupa pernikahan dan keluarga, belajar saja dulu, karena dengan belajar berarti bahwa kita sedang berupaya untuk dapat menjalankan ibadah dengan benar. Iqra or read is the best wiring of knowledge. Tapi, haruskah hanya dengan membaca buku? Tidak, karena arti membaca disini bisa sangat sangat luas, termasuk membaca hikmah yang Allah hadirkan dalam kehidupan kita.
Komponen yang ketiga adalah willingness to change. Bagaimana caranya? Yaitu dengan self-search dan self-improvement karena tantangan zaman hari ini dan hari-hari berikutnya akan semakin menantang sehingga kita tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama yang digunakan oleh orangtua kita dalam mengasuh kita dulu.
Komponen yang keempat adalah membentuk positive and healty family atmosphere yang berkaitan dengan kualitas-kualitas yang harus kita miliki kelak ketika menjadi orangtua, yaitu
building relationship, understand our children, willing to gain knowledge, active and nurture the fitra in them, be friend to the, reason up and explain wisdom, and make sure that your Islamic life is not miserable.
Hmm, kualitas terakhir itu cukup bikin mikir, ya! Sedih juga, mengingat kehidupan berislam kita (eh saya maksudnya) yang mungkin masih miserable. Semoga Allah mampukan kita untuk menjadi muslim yang selalu menjadi lebih baik setiap harinya.
Komponen yang terakhir adalah wisdom atau kebijaksanaan. Saya baru menyadari bahwa ternyata ada kekeliruan-kekeliruan dalam wisdom ini setelah Mr. Rida memberi penjelasan mengenai lack of wisdom, seperti contohnya picking your fights, making halal become difficult and haram become easy, living unfulfilled dream through our teen, using all inherited methods of Tarbiyah, and blind imitation. Wow, sedikit banyak hal tersebut terjadi pada kita atau sekitar kita, bukan?
Sebaliknya, kebijaksanaan ini dapat dilakukan dengan meng-install konsep-konsep penting kepada anak-anak kita, yaitu bahwa,
Allah is our creator and He loves us. Rasulullah is our role model. Our real home is in the hereafter. Allah is with us all the time, He always supporting and watching. We are accountable for actions and the use of our sense. And, you have to be keen about what is good for you.
Alhamdulillah. Sekian review dari Raising A Mindful Family yang bisa saya tuliskan, mohon maaf untuk setiap keterbatasan atau bahasa Inggris saya yang masih berantakan. Semoga setiap upaya kita dalam belajar, mempersiapkan, dan memperbaiki semua hal terkait kehidupan keluarga bisa menjadi nilai ibadah yang dibicarakan-Nya bersama malaikat-malaikat pencatat amal kebaikan. Sampai jumpa di review-review belajar selanjutnya. Baarakallahu fiik :)
PS: Untuk membaca artikel-artikel lain tentang pranikah dan parenting, klik disini dan disini.
_____
Picture Source: Pexels