what happens to you?!
dirt enthusiast
cherry valley forever
đȘŒ
Cosimo Galluzzi
Three Goblin Art

No title available

No title available
we're not kids anymore.

Andulka
One Nice Bug Per Day

⣠Chile in a Photography âŁ
RMH
YOU ARE THE REASON

Janaina Medeiros
Game of Thrones Daily
Aqua Utopiaïœæ”·ăźćșă§èšæ¶ă玥ă
taylor price

blake kathryn
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
sheepfilms
seen from TĂŒrkiye
seen from Australia

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Singapore
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Denmark

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Singapore
seen from Sweden

seen from Singapore
seen from United States
seen from United States

seen from United States
@varaco
what happens to you?!
saya nggak pernah serajin ini nelepon Ibu. bisa tiga sampai empat kali sehari. meskipun saya lagi di Bogor dan tinggal di rumah Ibu, adaa saja yang bikin saya nelepon Ibu saat kami sedang tidak bersama. apalagi, karena saya jarang sekali punya kesempatan untuk ngobrol panjang lebar dengan mas yunus, dan saya memahami diri, saya membutuhkan teman bicara.
kata orang, kita memang akan benar-benar merasakan kasih sayang orangtua kita ketika kita sendiri (akan) menjadi orang tua. dan begitulah, setiap hari semacam adaa saja sesuatu yang membukakan mata sayaâbetapa Ayah dan Ibu sangat menyayangi saya (dan semua anak-anaknya).
saya teringat kembali saat-saat saya remaja, saya sering menentang orangtua. mulai dari pilihan-pilihan yang sederhana seperti makan apa hari ini sampai dengan urusan yang lebih besar seperti di mana saya akan bersekolah. tidak jarang di dalam hati saya berucap, ânanti kalau aku jadi orang tua, aku nggak mau mendidik anak-anakku dengan cara seperti Ayah dan Ibu mendidik aku.â betapa dangkalnya saya dengan begitu banyak ketidaktahuan diri saya ketika itu. betapa durhakanya.
semakin saya besar, semakin beragam orang-orang yang saya temukan dan yang saya temui. semakin lama, hujatan-hujatan semasa remaja itu menjadi terbalik sendiri. betapa kini saya bersyukur telah dididik dengan cara seperti Ayah dan Ibu mendidik. betapa kini ada banyak sekali kenikmatan dan kemudahan yang saya dapatkan. kalau ada orang yang tanya bagaimana caranya saya bisa menjadi seperti yang sekarang, jawabannya tidak pernah lain daripada karena didikan dan doa Ayah Ibu. saya adalah saya karena mereka.
beberapa waktu yang lalu saya sedang menunggu giliran periksa kandungan. di sebelah saya, duduk seorang Ibu yang kandungannya lebih tua daripada saya, bersama anak perempuannya yang kira-kira masih SD piyik. sang anak membercandai ibunya, âmamah jeleek, mamah jahaat.â
mendengar itu, sang ibu mencium pipi anaknya, lalu meraih tangan anaknya dan meletakkan tangan kecil itu di perut, âmbak sebentar lagi punya adek loh. dulu, mbak juga kayak adek, ada di sini.â
seketika saya ingin menangis karena banyak hal. kalau saya jadi sang ibu, mungkin saya akan bilang, ânak, kamu nggak tau aja perjuangan ibu ngelahirin kamu. masak ibu dibilang jahat.â
tapi tidak ada ibu di dunia yang begitu. dan saat itu pulalah, saya terbayang kata-kata menyakitkan yang saya lontarkan kepada Ibu, sengaja ataupun tidak. Ibu pasti sudah memaafkan saya, tetapi tetap saja saya begitu berdosa karena telah menyakitinya.
selebihnya sekarang, setiap saya memiliki kesempatan untuk berada di jalan selagi malam, saya selalu mengusap-usap perut sambil mendongak ke atas, âNak, semoga hatimu sebening bintang di langit.â
entah darimana dan bagaimana, bagi saya bintang di langit itu bening. tidak ada hal lain yang saya doakan untuk Kakak, kecuali kesehatannya, kebaikannya, keimanannya, kesholeh(ah)annya. sambil terbayang pula oleh saya, bagaimana Ayah dan Ibu juga selalu mendoakan saya.
saya harus jadi manusia bermanfaat, sebab Ayah dan Ibu mendoakan saya demikian. saya harus jadi istri yang sholehah, ibu yang sholehah, anak yang sholehah, sebab Ayah dan Ibu mendoakan saya demikian. saya harus bersyukur dan berbahagia, sebab Ayah dan Ibu mendoakan saya demikian.
dan saya harus berusaha menjadi jawaban doa-doa mereka yang begitu menyayangi saya.
banyak anak muda yang nggak sadar kalau dalam 5 tahun pertama mereka bekerja, sebenarnya mereka sedang belajar tapi dibayar. masih muda kok sedikit-sedikit berhitung gajinya berapa, sedikit-sedikit tanya fasilitasnya apa saja. sayang sekali kalau anak muda bekerja untuk uang semata, padahal bekerja itu juga banyak ilmunya.
pesan dari generasi sebelum kita. (via prawitamutia)
Suatu hari kamu akan mengerti tentang mensyukuri doa. Bahwa perihal doa bukan tentang bagaimana dan kapan akan Allaah kabulkan melainkan kita yang terus menerus dimampukan untuk berbincang dengan Allaah dalam doa doa. Ada rasa cukup yang entah bagaimana mengungkapkannya dengan kata kata, yang pasti ada rasa yang begitu menenangkan hati kala mampu berbincang mesra dengan Allaah, mengutarakan semua yang ada di dalam hati hanya pada Allaah. Setelahnya, hanya ingin berserah. Terserah Allaah saja mau bagaimana.
(via menyapamentari)
Kenapa harus sekhawatir itu? Kayak kamu ngga punya Allah aja.
Ngomong sama cermin. (via farhahits)
âYou are very important. If you werenât, then you would not be here. You matter. If you tap into your potential, you are among the best of all creation. You are the one that if you mention Allah, He mentions you among His highest angels - Gabriel, and Michael - He is mentioning you to them. The scholars say if you could hear the scratch of the pen as it writes your name, you would die from ecstasy. Then, who are you? You are very special. When you realize how important you are, you will then realize why you will be judged. You have a purpose. You have importance. You will be judged based on how you used the gifts Allah has given you. Most people live their whole life without knowing themselves. To know yourself, is to know God.
Dr. ÊżUmar FarĆ«q ÊżAbd-AllÄh (via theconsciousmuslim)
to know yourself is to know God.
Being honest may not get you a lot of friends, but itâll always get you the right ones.
(via motivated-mindset)
melegakan
dek ute, adik saya yang perempuan, senang sekali bertanya tentang kehidupan saya atau tentang apapun. lebih dari kadang-kadang, saya menjawab ala kadarâentah karena menganggap sesuatu itu tak seberapa penting atau karena tidak ingin dikepoin, âya gitu dehâŠâ
setelah itu, adik saya selalu protes, âmbak, kenapa sih kalau ditanya jawabnya males? seakan-akan orang tuh nggak akan ngerti kalau mbak ngejelasin.â
saya juga pernah dinasehati hal serupa oleh Ibu sampai-sampai Ibu bilang, âmbak kalau ditanya sama orang tua, jawabnya harus niat. kamu ngerti nggak, waktu kecil kamu tanya âitu apaâ dan Ibu jawab âitu gelasâ sampai seratus kali?â
hari ini saya ngobrol seru dengan mas yunus tentang fenomena yang sangat aneh saat ini: kita lebih mudah percaya dengan orang asing di dunia maya daripada dengan orang asing di dunia nyata. kita lebih mau berbagi dengan orang asing di dunia maya daripada orang asing di dunia nyata. adakah cara kita berkomunikasi dengan orang-orang terdekat kita juga terpengaruhi oleh hal ini?
misalnya, ada teman saya yang hobi sekali berbagi kisah hidup lewat akun sosial media (seperti saya yang senang bercerita di Tumblr ini). suatu hari, ia memposting foto yang menunjukkan dirinya sedang terbaring di rumah sakit. namun anehnya, saat ditanya âkamu sakit apa? dirawat di mana?â jawabannya adalah ânggak papa, ah gitu ajaâ. fenomena ini terjadi pada banyak orangâtermasuk diri saya sendiri, yaitu senang kode-kodean di sosial media tetapi malas ketika ditanya-tanya, tidak ingin pagar privasinya dilewati.
misalnya yang lain, sekarang kalau kita diajak ngobrol orang asing di kereta atau bis, kita cenderung curiga ketimbang senang karena mendapat teman. kalau kita punya tetangga yang senang banget mampir-mampir dan tanya kita lagi apa di rumah, kita cenderung merasa terganggu daripada merasa diperhatikan.
kata mas yunus, pada dasarnya kita bukan tidak percaya kepada orang asing di dunia nyata, melainkan kita lebih percaya dan lebih senang berbicara dengan orang yang kita anggap satu frekuensi dengan kita, kita anggap âsekufuâ. saya jadi teringat dengan protesan dek ute: saya sering malas menanggapinya karena dia merasa bahwa saya menganggapnya âtidak akan mengertiâ.
jeger. ini jadi geledek buat saya. awal-awalnya sih saya cuek, tapi kini saya sadar betapa komunikasi yang melegakan sangatlah penting. dalam hubungan apapun dan dengan siapapun: dengan orang tua dan saudara, dengan pasangan, dengan anak, dengan tetangga, dengan teman, dengan rekan kerja, dengan pelanggan.
yang melegakan adalahâ âmbak, Ibu minta tolong kunciin pintu.â maka kita tidak cukup jika hanya mengunci pintu. kita perlu bilang, âiya Bu, aku kunciin pintunya,â sambil mengonfirmasi apa permintaan orang yang minta tolong. lalu mengunci pintu. lalu melapor lagi, âBu, pintunya udah mbak kunciin.â kalau hanya mengerjakan, pasti sang ibu tidurnya tak tenangâtak tau pintunya sudah benar dikunci atau belum.
and thatâs all it!
sadar nggak sadar, perilaku sederhana kita dalam berkomunikasi seperti ini bisa mengubah banyak sekali hal, termasuk bagaimana kita dipercaya oleh orang, bagaimana karir kita bertumbuh, bagaimana dagangan kita laku, bagaimana rezeki kita mudah datangnya. jaman sekarang, apalagi yang bisa membuat diri kita âterjualâ selain kepercayaan?
boleh jadi waktu kita sangat berharga. boleh jadi kehidupan kita begitu kompleks sampai-sampai rasanya tidak akan ada yang mengerti. boleh jadi kita memang lebih pintar, lebih sibuk, lebih penting, lebih segala-galanya. dan sangat boleh kita tidak menjawab pertanyaan karena tak ingin wilayah pribadi kita dilangkahi.
tapi kita tetap harus menjadi orang yang melegakan (orang lain)âapalagi bagi mereka yang berada di lingkaran terdekat kita. ingat kan jaman dulu senang ngelencer pulang sekolah dan dicari-cari orang tua? yang mereka inginkan hanyalah kabar bahwa kita baik-baik saja. legakan orang lain, itu prinsipnya.
coba tengok deh ke sebelah-sebelah, ke luar sana. ternyata orang-orang yang paling bisa dipercaya adalah orang-orang yang tidak hanya memang jujur dan bisa dipercaya, tetapi juga orang-orang yang selalu menunjukkan bahwa dirinya bisa dipercaya. nggak heran, orang-orang yang melegakan ini lebih cepat bertumbuhnya daripada yang ala-ala.
mereka yang paling penting dalam hidup kita belum tentu adalah orang-orang yang paling bisa mengerti kita. tetapi pada akhirnya, merekalah tempat kita pulang ketika benar-benar tidak adaâyang mengerti kita.
Whereever you are, you are one with the clouds and one with the sun and the stars you see. You are one with everything. That is more true than I can say, and more true than you can hear.
Shunryu Suzuki (via thecalminside)
yes!
Siapa Org pertama menemukan telepon ? Jawab nya : Alexander Graham Bell .. NahâŠkalau org pertama tulis bismillah siapa ? Kasihan kalau anak- anak kita tanya kepada Ibu/bapakâŠbisa jawab enggak ? simpan catatan ini ya. Mari kita kenali Islam !
30 ORANG YANG PERTAMA DALAM ISLAM âââââââââââ 1. Orang yang pertama menulis Bismillah : Nabi Sulaiman AS. 2. Orang yang pertama minum air zamzam : Nabi Ismail AS. 3. Orang yang pertama berkhitan : Nabi Ibrahim AS 4. Orang yang pertama diberikan pakaian pada hari qiamat : Nabi Ibrahim AS. 5. Orang yang pertama dipanggil oleh Allah pada hari qiamat : Nabi Adam AS. 6. Orang yang pertama mengerjakan sa'i antara Safa &Marwah : Sayyidatina Hajar 7. Orang yang pertama dibangkitkan pada hari qiamat : Nabi Muhammad SAW. 8. Orang yang pertama menjadi Khalifah Islam : Abu Bakar As Siddiq RA. 9. Orang yang pertama menggunakan Kalender Hijriyyah : Umar bin Al-Khattab 10. Orang yang pertama meletakkan Jabatan khalifah dalam Islam : Hasan bin Ali RA. 11. Orang yang pertama menyusukan Nabi Muhammad SAW : Thuwaibah RA. 12. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan lelaki : Haris bin Abi Halah 13. Orang yang pertama syahid dalam Islam dari kalangan wanita : Sumayyah binti Khabbat 14. Orang yang pertama menulis hadis di dalam kitab / lembaran : Abdullah bin Amru bin Al-Ash 15. Orang yang pertama memanah dalam perjuangan fisabilillah : Saad bin Abi Waqqas 16. Orang yang pertama menjadi muazzin dan menyerukan adzan: Bilal bin Rabah 17. Orang yang pertama sembahyang dengan Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib 18. Orang yang pertama membuat mimbar masjid Nabi SAW : Tamim Ad-dary 19. Orang yang pertama menghunus pedang dalam perjuangan fisabilillah : Zubair bin Al- Awwam 20. Orang yang pertama menulis sejarah Nabi Muhammad SAW : Ibban bin Othman bin Affan 21. Orang yang pertama beriman dengan Nabi SAW : Khadijah bt Khuwailid. 22. Orang yang pertama menggagas usul fiqh : Imam Syafi'i RH. 23. Orang yang pertama membina penjara dalam Islam: Ali bin Abi Tholib 24. Orang yang pertama menjadi raja dalam Islam : Muawiyah bin Abi Sufyan 25. Orang yang pertama membuat perpustakaan umum: Harun Ar-Rasyid 26. Orang yang pertama mengadakan baitulmal : Umar bin Khattab 27. Orang yang pertama menghafal Al-Qur'an setelah Rasulullah SAW : Ali bin Abi Tholib 28. Orang yang pertama membangun menara di Masjidil Haram Mekah: Khalifah Abu Ja'far Al-Mansur 29. Orang yang pertama digelar Al-Muqry : Mus'ab bin Umair 30. Orang yang pertama masuk ke dalam syurga : Nabi Muhammad SAW.
Pesan moral !
Rugilah klo tidak SHARE sebab ini 1 peluang dakwah yg MUDAH.Mari kenali Islam kita secara utuh âŠ
#berbagiilmu
universi-tea: Having the right study space can be the difference between putting your work off until the last minute and actually wanting to work. Here are some tips on how to create your perfect study space, no desk required. pick a spot  If you already have a desk, then this may already be done for you. If not, look around for somewhere that has good lighting (natural is a bonus!) and is in an area thatâs not too busy or loud. It doesnât have to be big â it could be a corner, or even your bed. pick a desk Now that youâve found a spot, you need either a desk or some sort of other surface to work on. My favorites: (ordered from most expensive to least) Desks: Lots of storage (Ikea) â Bamboo (ikea) â Glass (walmart) Lap Desks: Comfortable  â Compact find some storage Color-coordinated organizers (pencil cups, paper trays, etc) Drawer organizers Pencil cup (set of three) - design one and two Hanging folders Storage box Basket Cork boxes (set of four) decorate your space Cork board Chalkboard decal Calendar printables (free) Quote printables & more (free) Even more quote printables (make your own too!) Floral prints City prints Tons more prints Hang pictures, notes, and your own artwork! Plants (real or fake) Your favorite books String lights Banners/pendents Postcards or letters from friends inspo - my favorite spaces chalkboard by @katherinehenson calendars and cactus by @mymidnightlatte pink prints by @limestyle fresh flowers by @eviepeeveylemonsqueezy prints and pictures by @studyyoustud storage goals by @secretdiaryofamedstudent plants plants plants by @hanniestudies more hohohoho đ simply your perfection.
âSome days I hate myself so much that I donât speak, just so I donât have to endure the sound of my own voice.â
Muted |  Nikita Gill (via aboonoor) Setuju sama ini. But, i dun know why i speak too much and enthusiast when i talking about you. Question for myself.
âIndeed, your prayer for him (another Muslim) is a prayer for yourself in reality.â
Imam Ghazali, Ihyaâ âUloom ad-Deen 2/186 (via aboonoor) keep praying and sparking each other. Night is one of the âbestâ time to pray. đ Oh ya, aku nggak salah kan kalau aku selalu meyebutmu dalam doa ku. Bukan apa apa cuma menjalankan perintah Imam Ghazali. đđ - 07.07 p.m. WIB, Indonesia
Just a photo about water reflection. So are we, we need to reflect on our practice in the past year to next year. "Do not reply the same mistake." Simple, but very meaningfull words. But, you should know, i am not the perfections just already the best. "Haters gonna hate" -Taylor Swift fr someone in somewhere.
Would I be able to hear this signs in other part of the earth? this often. Except, in this blessed place, "kota santri". Of course, i would have missed this. -05.50 p.m. WIB, Indonesia.
The holy Al- Qur'an, Al Kahf. Just one of the many benefits.
Assalamualaikum, Hijab is the best attire from Allah has choosen to his muslimah in this holy earth. Hijab is beauty, friendly, unity, modesty. Happy friday and keep istiqoma in your blessed way, ukhti! đđ Sincerely, your sister from another faraway. đ