Lelaki dan perempuan (2)
Lelaki dan perempuan begitu berbeda dalam segala sisi. Lelaki hadir dengan palung penuh nalar dalam memberikan perasaan dan perempuan hadir membawa perasaan yang seringkali tanpa takaran.
Lelaki berawal membawa harapan. Perempuan berujung meminta kepastian. Lelaki takut, tidak bisa membahagiakan. Perempuan takut, tidak cukup menjadi satu-satunya.
Namun, mungkinkah pada satu titik temu, seluruh arah pikiran dan perasaan yang saling berlawanan antara lelaki dan perempuan itu melebur, menyatu, lalu saling mengisi? Mungkinkah?
Suatu hari nanti, janganlah sederhana dalam dirimu, menjadi rumit hingga kusut hanya karena kehilangan jati diri ketika berusaha mensejajarkan langkah dengan seseorang yang bahkan tidak berniat sejajar langkah denganmu.
Suatu hari nanti, janganlah menghabiskan tenaga dan perasaan untuk mengupayakan seseorang yang bahkan tidak bersedia saling memahami dan menerima dirimu seutuhnya.
Suatu hari nanti, janganlah meminta pengertian dari seseorang yang bahkan tidak ingin tahu dimana saja letak luka dalam jiwamu dan tidak peduli terhadap badai-badai hidupmu.
Suatu hari nanti, janganlah mengemis perasaan pada seseorang yang bahkan tidak mempersilahkanmu masuk dengan rela ke dalam ruang hatinya.
Sungguh, janganlah merugikan diri sendiri, waktu, tenaga dan perasaanmu hanya untuk seseorang yang sudah jelas sedari awal hanya bisa menawarimu kekecewaan. Bukalah matamu, belajarlah dari kisah-kisah lalu. Takarlah harapmu pada tempatnya.
Bukankah kau ingin dicintai dengan cara berharga? Maka carilah seseorang yang memandangmu dengan mata hatinya, bahwa kau bernilai dan mesti dijaga.
Maka carilah seseorang, yang dirinya adalah rumah pulang untukmu yang selalu terbuka tanpa perlu kau mengetuk, menghamba—memaksa meminta.
Maka carilah seseorang yang tulus tinggal di sisimu karena ia mencintai Tuhan, maka ia mengasihimu dengan segenap penghormatan.
Semoga melangkah ke jalan yang benar, dan tepat. Karena benar saja tidak cukup, harus tepat agar tidak terputar-putar di tempat yang salah. Ke arah yang benar. Benar-benar tepat. Benar sesuai kebutuhan, juga inginmu. Benar akan sampai atau hanya sekedar pembenaranmu saja? Segera sadar dengan kebenaran di depan mata. -Mbak Dinisuciyanti
Kini lelaki dan perempuan itu, sedang melakukan perjalanan panjang. Bukan hanya soal garis lurus dan sedikit tikungan, namun mereka akan dihadapkan pada banyak persimpangan dan kemungkinan. Lalu, hanya yang setujuan yang akan saling bertahan dan hanya yang saling meyakini yang akan mampu selamat dalam kebenaran.
Semoga segala tanya dalam diri lelaki dan perempuan itu kan temukan jawab pada tepat waktu, dan segala tunggu dalam benak mereka akan berujung pada temu yang satu, tanpa setitik noda pun meragu.
Kontemplasi, 14 Mei 2022 07.40














