Menunjuk diri
Dari sekian banyak manusia yang aku temui dengan segala kekurangannya yang tempak, tetap saja yang paling pantas aku nasihati adalah diriku sendiri.
will byers stan first human second
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
wallacepolsom
Three Goblin Art
I'd rather be in outer space 🛸

Andulka

Love Begins
Monterey Bay Aquarium
🪼
NASA

No title available
styofa doing anything
taylor price

titsay

izzy's playlists!
we're not kids anymore.

No title available
hello vonnie
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

seen from United Kingdom
seen from Finland

seen from Chile
seen from Colombia

seen from Malaysia

seen from Argentina
seen from United States

seen from South Korea
seen from France
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from India

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Spain

seen from Russia
seen from Germany
seen from Kenya
seen from Spain
seen from Spain
@yustikaalawiah
Menunjuk diri
Dari sekian banyak manusia yang aku temui dengan segala kekurangannya yang tempak, tetap saja yang paling pantas aku nasihati adalah diriku sendiri.
BELAHAN JIWA
Memasuki fase menjadi seorang ibu ternyata butuh adaptasi yang cukup membutuhkan proses panjang bahkan mungkin selamanya. Ya, karena setiap waktu kita masih harus terus belajar dengan manusia yang diistilahkan "belahan jiwa".
Setelah menjadi ibu aku baru bisa benar-benar mampu memaknai kata belahan jiwa itu. Case sederhananya ya ketika anak sakit rasanya kita ikutan sakit bahkan mungkin lebih sakit ketika melihat ia kesakitan, masih akan terus menyalahkan diri sendiri mengenai penyebab anak sakit adalah ketidaktahuan sang ibu mengenai bagaimana seharusnya menjaga kesehatan anak.
Perjalanan panjang. Saat masih kecil kita memastikan tumbuh kembangnya baik dan sesuai yang seharusnya, menginjak remaja kita masih harus bisa memastikan bahwa ia berjalan di kehidupan pergaulan remaja yang baik dan tentunya makin sulit kita mengawasinya mengingat ia yang semakin ingin mengatur dirinya sendiri. Pun saat menginjak dewasa kita masih khawatir dengan problema kehidupan yang anak kita alami, apakah ia mampu menjalaninya atau ia bahkan kepayahan. Ya, Seorang ibu akan masih ikut merasakan apa yang anaknya rasakan.
Namun yang hanya bisa dilakukan dan akan tetap dilakukan seorang ibu adalah mendoakannya setiap waktu dengan harapan yang kuat meminta agar ia mendapatkan yang terbaik di garis kehidupannya🤍
Ternyata memberi asupan yang berkualitas itu bukan hanya untuk perut, tapi juga untuk semua anggota tubuh kita, termasuk otak/pikiran kan? Jika salah satunya tidak terpenuhi, ternyata hak tubuh yang lainnya masih akan terus meminta.
Cobain setiap hari kita usahakan punya kebiasaan membaca, melihat atau mendengarkan sesuatu yang baik untuk mengisi otak kita atau memenuhi hak pikiran kita, bahkan jika perlu renungkan dan pikirkan baik-baik.
Hal itu bisa jadi bahan bakar untuk kemudian menghasilkan aksi-aksi yang berkesinambungan. Misalnya, akan lebih terarah dalam menentukan aktivitas harian, akan lebih bijak dalam mengambil keputusan-keputusan dari yang kecil sampai yang besar, dan bisa berkomunikasi dengan baik termasuk bisa mengelola respon ketika ada hal yang bikin kita ga enak.
Yuk cobaa:)
Sama
Kita punya sisi kehidupan yang sangat tipis satu dengan yang lainnya.
Apa yang kita alami sangat mungkin dialami juga dengan orang lain di sekitar kita, hanya mungkin waktunya saja yang berbeda.
Menjadi bijak adalah keharusan dan empati menjadi bagian yang penting untuk memahami roda hidup ini.
Barangkali ia yang tertawa di depanmu, ia yang juga menangis tadi malam. Sama sepertimu yang juga pandai dan lihai menyembunyikan luka.
Barangkali ia yang menangis hari ini, juga ia yang mendapat kebahagiaan esok harinya.
Hati kita perlu dilatih untuk tidak dulu merasa paling kasihan pada diri sendiri sebab melihat ia yang berbahagia dan mempertanyakan kenapa aku tak kunjung mendapatakan kebahagiaan?karena siapa yang tau apa yang ia alami sebelum dan setelahnya. Pun saat melihat yang sedang terluka jangan dulu merasa iba dan sangat prihatin, karena mungkin beberapa hari kedepan ia yang paling bahagia.
Tugas hati hanya berusaha untuk melihatnya sebagai manusia yang punya roda kehidupan yang sama. Sama- sama akan merasakan sedih dan bahagia. Pasti.
Dan yang paling penting, mensyukuri apa yang sedang kita jalani adalah bagian dari menghargai perjalanan hidup kita sendiri yang penuh warna dan berdinamika.
Menjalani
Hari-hari kita seperti cuaca. Terkadang hari kita cerah, redup, pun mendung. Tidak bisa dipastikan secara akurat apakah besok hari kita cerah, meski malamnya kita baik-baik saja. Seperti cuaca, kita juga ga bisa memprediksi besok apakah akan cerah atau justru mendung lalu hujan.
Dengan semua keadaan yang kita hadapi, kita tetap harus menjalaninya, sebaik yang kita bisa. Hari ini mendung semoga saja besok hari kita cerah. Kita perlu menunda reaksi agar ketika hari ini mendung kita tak lantas murung berlebihan karena selalu ada harapan untuk esok hari.
Sesekali mungkin kita bisa nikmati kegelisahan hati, kesedihan yang mendalam, cemas, dan rasa kelabu yang menyelimuti hati. Hanya untuk sementara sebagai luapan hati yang butub di validasi bahwa kita sedang tidak baik-baik aja. Setelahnya kita jalani hari kita dengan baik.
Besok kita masih punya harapan baik, insyaallah.
Sederhana
Pagi ini pakpikpek ngerjain tugas domestik, lelah iyaa pasti, tapi setelah lihat anak makannya lahap suami juga lahap rasanya terbayarkan, impas dan yang tersisa hanya senyum senyum hehe. Mandiin anak yang penuh dengan drama tapi setelahnya ia memeluk dan tampilannya bersih dan rapi, rasanya aku ingin mengulanginya lagi dan lagi.
Ternyata setelah jadi ibu menemukan kebahagiaan setiap hari itu ya bisa dibilang cukup mudah dan sederhana. Ada sosok yang paliiing bergantung dengan aku setiap harinya, kayak merasa paling penting gitu lho wkwk.
Sehat selalu sumber bahagiaku 🤍
Anak lagi aktif-aktifnya kesana kemari dan kita kadang suka ngeluh ga mau ngejar ngejarnya gitu kann..
Coba deh yang malas olahraga, jadiin moment ini kesempatan buat kita olahraga, jadi ga ngeluh ngeluh lagi, isi pikirannya kalo kitatuu lagi olahraga hehe
fisik sehat, mental juga cukup bisa dikendalikan deh, dan yang utama anak kita amannn
Cara aku memulai hari supaya produktif seharian, dimulai dariii
Bangun lebih awal (waktu subuh), kebetulan toddlerku tidurnya rutin jam 7 malam dan bangun jam 04.30 cmiww, udah siap memulai hari banget ga tuuuh bareng ibuu.
Sholat subuh lanjut dzikir pagi dan baca quran (sedapetnya aja soalnya ditempelin toddler) memulai hari dengan baik, maka besar kemungkinan sepanjang hari mood kita baik.
Menyiapkan sarapan, usahakan anak bayi terbiasa sarapan pagi supaya ga rewel dan anteng main setelahnya, jadi ibu juga bisa sambil sarapan dan skincarean hehe
Baca buku, dengerin youtube yang menginspirasi, liat konten edukasi, atau baca artikel. Hal tersebut bisa bikin mood kita jadi bagus soalnya udah ada ilmu yang masuk ke hati dan otak.
Melanjutkan aktivitas harian dan niatkan semuanya hanya untuk Allah. Menjalani peran sebagai ibu itu ibadah yang paling gampang gampang sulit. maka perlu ilmu ya buu. semangat!
Kecerdasan sosial pertama seorang anak dimulai dari hubungannya dengan orang tua. Interaksi dengan orang tua adalah hubungan paling pertama yang anak alami di awal kehidupannya.
Hubungan pertamanya ini yang akan berpengaruh, memberikan pemahaman untuk ia menjalin hubungan sosial dengan sekitarnya. Dari hubungan pertamanya ini ia mengenal dirinya, manusia lainnya, dan apa-apa yang ada di sekitarnya.
Maka sebagai orang tua, mari kita usahakan hubungan pertamanya ini memberikan pemahaman untuk anak bahwa ia berharga, kebutuhannya merasa tercukupi, aman dan terlindungi, ia merasa diterima dengan baik.
Hal baik yang diterima anak dari orang tua akan sangat mudah ia melakukan hal baik juga pada yang lainnya.
Kepada temannya, kepada relasinya, kepada rekan kerjanya, bahkan kepada suami/istrinya, lalu kepada anak-anaknya.
Dampak yang sangat panjang. Butuh usaha lebih untuk membangun hubungan yang baik dengan anak sejak awal kehidupannya.
Semoga Allah mampukan kita, Allah bersamai dalam setiap proses mendidik amanah dari-Nya.
Keadaan apapun yang sedang di jalani, itulah takdir terbik yang harus di terima. Tentunya bersyukur dengan sepenuhnya 🤍
Menjadi ibu rumah tangga ini mungkin adalah jalan yang sepi… Jalan yang membuat kita menghabiskan waktu bersama hanya sedikit orang di dalamnya. Tak dilihat, tak terlihat.
Jalan yang tak banyak bisa kita bagikan ceritanya. Karena apa yang dikerjakan di keseharian kita ini tak begitu menarik, bukan hal baru, bukan hal menakjubkan dan spektakuler.
Jalan yang tak menjadikan kita terlihat menawan, mengagumkan, apalagi terpandang di mata manusia.
Ini adalah jalan yang tidak tertebak. Akan seperti apa alur dan tantangannya. Tak ada anak tangga menuju puncaknya. Bukan jalan yang jelas akan berakhir dimana dan mencapai apa. Bukan jalan yang hadiah atas achievement-nya kita dapatkan dalam bentuk nyata dan selalu sepadan.
Menjadi ibu rumah tangga ini adalah jalan yang sangat biasa, sederhana. Yang bahkan bagi banyak orang, terlalu sayang menghabiskan sisa hidup disini sedangkan kita bisa mengambil jalan lain yang nampaknya lebih bersinar dan menjanjikan. Ada banyak jalan lain yang lebih membawa kita pada ketinggian, pengakuan, penghargaan.
“Mengapa mengambil jalan sepi dan sederhana ini?”
Karena kita tau dan yakini bahwa di jalan inilah kita dibutuhkan, di jalan sepi inilah tangan-tangan mungil dan wajah polos milik anak-anak kita membutuhkan kehadiran penuh dan kesungguhan dedikasi kita.
Di jalan menjadi ibu rumah tangga inilah peran yang Allah bagikan untuk kita. Di jalan sepi dan sederhana inilah kita mengambil bagian untuk mendidik para hamba Allah untuk kelak jika sudah tiba waktunya, mereka akan menjalani kewajiban dan tujuan hidupnya dengan kesiapan, tanggung jawab, dan rasa cinta. Di jalan inilah kita membangun peradaban dari dalam bilik rumah-rumah kita.
Tak apa jika akhirnya tak mendapat dunia. Biarlah.. Karena ia sementara saja. Tak apa jika akhirnya tak ada yang memandang dan memperhitungkan kita. Karena kita tau kita sedang membangun yang jauh lebih berharga daripada karir atau apresiasi manusia. Yaitu surga di dalam rumah kita.
Ini memang sepi dan sederhana. Tapi jika kita ikhlas karena-Nya Insya Allah, balasannya akan melebihi seluruh yang berharga di dunia.
Membangun cinta pada suami setiap hari. Memberikan kasih sayang penuh pada dirinya. Suami adalah prioritas utama dalam teras kehidupanku saat ini, sebagai titah dari Allah untuk taat pada suami selama hal ahsan yang dia perintahkan, maka sebab hal itu aku berharap Ridho Allah pun akan kudapat.
Terimakasih suamiku sayang, sudah memberikan hari-hari yang penuh ketenangan dan kebahagiaan. Meski kadang ada kerikil kerikil kekecewaan, tapi kerikil itu tidak mengganggu perjalanan kita. Aa Selalu memperhatikan perasaanku sekecil apapun ketidakenakan yang aku rasakan. Selalu maaf yang kamu katakan saat aku merajuk. Aku bersyukur dimilikimu.
Melihatmu tersenyum, pun saat tertidur lelap. Selalu ku gumamkan doa, semoga selalu dalam penjagaan terbaik-Nya. Maafin aku yaa belum bisa jadi istri yang ideal buat kamu. Tapi aku bakal terus belajar setiap harinya:)
#28HariMenjadiIstri
Yustika
Pedoman hidup yang sering dilupakan:
1. Siapa yang memperbaiki batinnya, pasti Allah perbaiki lahirnya.
2. Siapa yang memperbaiki hubungannya dengan Allah, pasti Allah perbaiki hubungannya dengan manusia.
3. Siapa yang beramal untuk akhiratnya, pasti Allah cukupkan kebutuhan-kebutuhan dunianya.
(Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Ar-Risalah At-Tabuklyyah)
Doa
Memintalah. Meminta pada penciptamu tidak akan membuatmu hina. Justru kau mulia 🤍
Rezeki itu sumbernya dari Allah..
Maka mulai dari prosesnya sampai mendapatkannya pastikan sesuai arahan dan pengaturan agama-Nya. Maka mudah bagi Allah memberikan apa yang kamu pinta, selama kamu mendekati sumbernya.
Apapun keadaan yang kita hadapi, Allah lah tempat kita melarikan diri.. adukan.. apapunn. pertolongan pertama yang akan kita dapatkan adalah ketenangan.
Dari banyak kejadian dalam hidup seharusnya bisa paham bahwa setiap masalah, manusia pasti memilikinya. Setiap orang punya beban mereka masing-masing. Ketika ditanya, siapa yang paling berbahagia di dunia ini, mungkin jawabannya kita ga bisa tahu. Karena takaran bahagia dalam diri itu letaknya pada makna cukup; bersyukur.
Sehingga perbandingan bahagia atau engganya seseorang, itu ga bisa dibandingin. Sebeban atau engganya hidup manusia juga ga bisa dibandingin. Satu diri manusia, ia memiliki takdirnya sendiri. Ya nyatanya manusia engga diciptakan untuk memperebutkan satu takdir dengan manusia lainnya. Melainkan punya pilihan masing-masing, yang arahnya berbeda walau mungkin searah. Nyatanya, kita hidup dengan mengejar takdir diri masing-masing.
Kita sama, tetapi berbeda.
Jadi menurut aku engga ada hak siapapun itu untuk membandingkan satu manusia dengan manusia lainnya. Hidup di dunia terlalu lucu kalo nyatanya hidup dijalani hanya untuk memperlihatkan siapa yang paling dari siapa, seolah hidup cuman tentang perbandingan.