Dear love, my Haruma Miura,
Life is hard, ya. Of course you know it, all too well. I know, I know, you didn't even know my existence, tapi aku berharap aku ada disana malam itu. Kita bisa berbicara tentang hal lain yang ingin kamu bicarakan. Tentang afterlife, tentang pilihan-pilihan dalam hidup, tentang jiwa, tentang kesepian. Apapun, apapun aku akan mendengarkannya. Aku berharap aku ada disana malam itu.
I really wish you were happy now, crossing that rainbow bridge to heaven. I wish it was really your choice to end this all, to end all pain, to be happy. Aku bukan ingin mencampuri urusanmu, tapi aku ingin kamu tahu, ada orang-orang seperti aku yang bahkan kamu tak tahu. Kamu telah menyentuh kehidupanku dan menemaniku bertumbuh sejak remaja, hingga saat ini. Aku berterimakasih dan aku berharap aku ada disana malam itu.
I still cannot believe all this, deep down I really wish that this was all just somekind of bad dream, I will awake next morning and you were still there. But it was not, was it? Hatiku hancur mendengar berita tentangmu kemarin. Saat ini aku sedang berusaha sangat keras untuk tidak menangis lagi. Aku ingin kamu bahagia. Seperti bahagianya aku tahun lalu, di stasiun kereta di Tokyo, Stasiun Ueno, aku melihatmu di dalam layar. Haruma Miura X Paul Smith. Aku menarik suamiku dan menunjukan padanya, kami berdua berdua berhenti dan menatap layar itu sambil tersenyum, kamu tampak sangat keren. Kami berterimakasih dan aku berharap aku ada disana malam itu.
Rest in peace, love. I will always pray for you. Again, I will never thanked you enough for giving me so much happiness and joy throughout my life. Aku yakin kamu sudah bahagia sekarang, tapi aku masih tetap berharap aku ada disana malam itu.
Love you.
Rest in Peace,
Haruma Miura (1990 - 2020)












