Beberapa pekan ini cukup melelahkan. Prasangkaku, bahwa menjadi rumah untuk tempatnya pulang itu berat, benar adanya.
Belum benar-benar ada di sisinya, belum benar-benar menjadi rumah untuknya, sudah cukup menguras tenaga dan pikiran. Bahkan beberapa hari lalu, aku sempat ingin menyerah.
Jika ini adalah sebuah arena latihan, yang memang sedang Allah siapkan untuk masa depanku. Entah bersama dengannya atau dengan yang lain, mudah-mudahan Allah mampukan.
Suasana hatinya memancarkan sebuah kebahagiaan saat didepanku. Entah, lagi lagi ini mungkin hanya prasangku saja. Atau mungkin, justru rona bahagia itu datang dari diriku sendiri yang terlalu bahagia saat di depannya?
Bukan dia yang memberi banyak harapan, ini mungkin lagi lagi hanya prasangkaku saja padanya. Dia terlalu baik, terlalu sempurna untuk tidak di mau.
Oh tidak, dia manusia biasa. Tentu memiliki banyak kekurangan. Namun, satu kelebihannya mampu menutupi segala kurangnya.
Ah ini mata, memang harus di didik lebih keras lagi. Agar dia mau bekerja sama dengan hati dan pikiran. Agar tidak lagi mudah terbawa suasana.
Dia baik, tapi bisa jadi memang dia baik ke semua orang.
Baiklah, dengan segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan. Aku akan mencoba berdamao dengan hatiku terlebih dahulu, agar mata dan pikiranku juga mampu ikut berdamai dengan keadaan.
Kalo quotes di web seriesnya B3 production bilangnya "Jika mencintai terlalu jauh bagi aku dan kamu, maka biarkanlah aku mengagumimu dalam diamku"
Semoga Allah mampukan aku, semoga Allah melindungi hati dan jiwaku dalam ketaatan. Semoga Allah mampukan menjaga cinta ini tetap dalam koridorNya.
Allah jaga dia dalam setiap perjalanannya menujuMu. Jagakan dia agar tetap menjadi menyenangkan seperti dia hari ini. Siapapun yang kelak menami perjuangannya, semoga aku mampu menerima segala ketetapnMu yang tentu itulah yang terbaik, untukku dan untuk dia dari Mu.
Engkau, sebagaimana dengan prasangka hambaMu.
Maka semoga, Prasangku terhadapnya tidak salah. Semoga benar, keberadaanku sekarang berada disini, adalah arena yang sengaja Engkau ciptakan, agar aku siap menjadi pendamping terbaik bagi sosok lelaki yang memang sudah Engkau ciptakan sebagai tulang punggungku.