Semua akan kalah oleh waktu. Jangan percaya pada jabatan, harta benda, kekuasaan atau kecerdasaan. Sebab tiada satupun yang abadi. Kecuali kehidupan setelah kematian. Maka tebarkanlah kebermanfaatan disekelilingmu
Sabtu kemarin bagai sajak yang teduh. Kala pandangan menatap tepian dermaga. Buih lautan kota kokura-Fukuoka, melambai sejuk di pelupuk mata. Kita bersama seorang negarawan muda. Mas Mezi namanya. Bercengkrama sembari memindah mimbar yg semula terpajang di tengah ke sudut ruangan. Mendekorasi ‘room pray’ yg nampak seperti ruangan kelas biasa. Oleh 'guide comitee’ yg menunjukkan tempat, Kelas kecil yg masih terjejer kursi dan meja itu adalah tempat yg disiapkan menyelanggarakan ibadah sholat dhuhur.
“I’m sorry sir, we are a moslem, we need an empty room. not like this” protes mas mezi kepada panitia.
“…but only this room that we have sir..We really sorry” jawab pantia bermata sipit dengan sedikit bimbang.
…
“Karena muslim yg akan memakai tempat ini utk sholat berjamaah banyak, bolehkah kami menatanya??. Pinta dia kepada panitia yg membuat akhirnya ruang ini leluasa kami ubah sesuai keinginan.
Sembari menanti jamaah lain. Alumnus IPDN yang merupakan kandidat doktor itu, mengajak saya memandang lebih jauh ke arah pegunungan di penghujung lautan.
"Bahwa Jepang ini hanya negara yg kecil dan memiliki SDA terbatas daripada Indonesia.” Membuka obrolan
“Tapi bisa semaju ini adalah hal yg luar biasa loh dit”
“Kamu sudah pernah beli air mineral kan di Convenience Store?”
Saya mengangguk
“Coba bayangkan air mineral yang berukuran sedang saja sampai di hargai semahal itu, hampir 4 kali lipat dari harga air mineral di Indonesia”
“Artinya benar2 sangat menghargai SDA mereka”
“Jepang tidak hanya kaya, bahkan Jepang adalah negara yang sejahtera. Dengan harga segitu masyarakatnya bisa menjangkau”
“Saya tidak habis pikir, bagaimana dengan kekayaan itu mereka yg lantas datang ke Indonesia tidak merasakan seperti berada di surga dunia??”
“Dengan keindahan wisata alamnya, dengan kuliner yg melimpah, dengan kecantikan gadis2 berwajah orientalnya dan terpenting lagi adalah harganya yg sangat murah”
“Mereka bisa benar2 menguasai Indonesia dengan perusahaan besarnya”
Hening….🍃🍁
Sempat terpikirkan sejenak, memang jika konversikan ke satuan rupiah air botolan rasanya cukup menguras kantong. Bahkan pocari sw*at dalam vending machine dihargai ¥300 (Kurs Rp. 1 = ¥129) lantas menjadikannya minuman yg mewah disini. Saya jadi teringat pesan ketua PPI disini. Jangan suka mengkorversi harga ke satuan rupiah kalau ke LN. Jatuhnya pasti mahal.
“Mas Mezi, saya pernah baca juga. memang pemerintah Jepang punya penghargaan dan apresiasi yang tinggi terhadap produk dalam negeri. Mulai fasilitas sampai modal semua dibantu” timpal saya
“iyaa. Bahkan masyarakat Jepang itu kata temen sya yg tinggal disini sudah teredukasi dit. Jadinya masyarakat lebih memilih produk lokal demi kepentingan ekonomi nasional mereka. Jadi semurah apapun produk asing itu tidak boleh dibeli dan harus tetap memilih produk lokal sejenis meski harganya lebih mahal” mas mezi menambahkan
Sembari melanjutkan pembicaraan.
Sayup-sayup sepasang langkah terdengar. Orang itu masuk sambil mengawasi sekeliling. Bersiap membuka sepatu menunaikan wudhu.
Pandangan kami saling berpautan padanya, ia menoleh
“Mau sholat Jamaah?. Saya ambil wudhu sebentar ya mas” katanya.
Kami mempersilahkan..
Anak itu menggunakan pakaian yg necis untuk acara sesantai hari ini. Berjas dan berdasi. Padahal ketentuan dreescode hari ini casual without tie. Pun begitu ia tetap meninggalkan kesan intelektual. Dasi dan jas berbahan ia tanggalkan untuk di taruh d atas meja kelas. Menuju westafel.
“Itu adik yang ingin saya kenalkan ke kamu dit,
Saya kenalan tadi pagi. Anaknya hebat. Lulusan UGM dan punya hak paten sendiri”
Saya hanya terdiam.
Seketika ia kembali, kami berkenalan singkat dan segera menunaikan sholat dhuhur jamak qasar takdhim. Anak muda kecil berkacamata itu berdiri sejajar dengan saya.
Selepas sholat, tentu ia tak luput dari ajakan sesi diskusi santai di pinggir jendela kaca yang menghadap laut kyushu.
“Jepang memang orang"nya sangat detil, sampai hal2 yang berbau bungkusan makanan menjadi perhatian utama bagi mereka” Ujar anak itu dengan semangat.
“Coba ingat waktu 'coffee break’ tadi, kebanyakan orang Indonesia pasti agak kesulitan membuka snack yang tersedia. Mereka membuka layaknya di Indonesia dengan memegang kemasan depan dan mengapit kemasan belakang untuk ditariknya dan jelas itu tidak akan berhasil”
“Ehh, ternyata di ujung bungkusannya udah ada tulisan 'buka disini’ yang pas ditarik..wahh gampang banget”
Mas Mezi yang kandidat doktor itu pun tak mau kalah bercerita kekagumannya terhadap Jepang..
“Yang paling menarik perhatian, kalau saya disini juga kamar mandinya”
“Selalu bersih dan nampak kering”.
“Padahal, tidak ada cleaning service yg berdiri mematung depannya. di Indonesia, Kamar mandi yg kering dan bersih itu di mall atau bandara. Nahh, kan di depannya mondar-mandir tuh cleaning servicenya”
“Ini mas, salah satu penyebabnya Jepang dalam meteril bangunan kamar mandinya pakai ubin yang lebih cepat kering kalau terkena air” anak UGM itu menjawab.
“Bahkan plafon2 bangunan di Jepang hampir semuanya telah terdesain dengan alat penyiram air otomatis yg bekerja saat mendeteksi asap” lanjutnya
“Iyaa ya..jadi makanya disini gak boleh merokok sembarangan. Apalagi di dalam ruangan.” Mas mezi menimpali
“Lapisan tembok/plester disini semua dipoles agar lebih kuat dan tahan dari retakan saat gempa. makanya kalau kita kita lihat temboknya sangat beda teksturnya dibandingkan tembok2 di negara Indonesia ya” tambah anak UGM itu lagi.
“Kalau di Indonesia sementara masih dalam tahap pengembangan. Jadi masih belum ada yang menggunakan. Itu yang sedang saya pelahari sekarang..Tentang nanoteknologi”
“Kadang saya dan teman2 dari Nano club, sering dapat project kerjasama penelitian dengan perusahaan2 Jepang. Jadi, sedikit tahu bagaimana penggunaan teknologi yang level nano disini”
“wahh, kalau karyamu yang dapat hak paten itu bagaimana yaa? Tanya saya..
Ia lantas menjelaskan dengan penuh semangat. Sambil terkagum2 saya sampai lupa apa yang disampaikan anak ini. Intinya di usia yg 22 tahun itu ia telah banyak melakukan riset yang bahkan sampai diajak kerjasama oleh Tokodai (Tokyo Institute of Technology). Kampus yang seperti ITB kalau di Indonesia.
Masnya dari MITI yaa. Tanya ia saat melihat tulisan jaket yg sengaja saya pakai untuk menunjukkan identitas saya. Saya dari NCM (Nano Center Indonesia). Ketuanya.
"Iyaa, saya dari MITI Klaster Mahasiswa..kenal MITI dari mana??
Saya yang menyambut pertanyaannya, sedikit bergumam akan kehebatan sosok penerus bangsa ini. Lalu pembicaraan kita terus berlanjut. Sampai pada sebuah pertanyaan.
"Kalau di MITI KM sekarang sedang sibuk riset apa..??”
Pertanyaan yang begitu berat. Mengingat hampir separuh perjalanan di MITI KM saya masih belum pernah memegang sesuatu yg berkaitan dengan riset. Pertanyaan itu sedikit memutar waktu saya, bagaimana pernah saya di tanya oleh adik di binwil.
“Mas kok kerja kita di MITI KM gak berbeda dengan organisasi2 lainnya ya..? Kita sebatas hanya menjalankan proker. Sampai teman2 saya sering tanya. Sudah jadi ilmuwan apa di MITI KM? Sudah riset bareng doktor siapa di MITI KM?” Karena memang dari namanya kita seakan berada
Sambil menuruni tangga ke lantai bawah, sejenak pemandangan tepi laut membuyarkan lamunan itu. Yang juga membuat saya harus menjawab segera pertanyaannya.
“Ya… yang pasti sekarang MITI KM sedang berkontribusi untuk Indonesia” jawab saya diplomatis
“Wahh, benar tuhh..” bela mas mezi seakan menebak pikiran saya.
“Apapun yang tejadi dengan Indonesia, Bagaimanapun kondisinya. Sekarang kita jadikan pengalaman yang di dapat di negeri ini. Sebagai inspirasi. Sebagai pelajaran saat kita kembali ke Indonesia. Untuk membangun Indonesia nanti..” jawabnya sambil menutup diskusi yang panjang itu.
Tanpa sanggup berkata lagi..pandangan saya terus pada lautan hibiki yang merona biru.
Bersemai cahaya mentari sore di atas kyushu.
Lalu tersadar lebih dalam..Ternyata..
Ahh, ternyata saya kecil sekali untuk Indonesia dalam kontribusi
Inilah 5 Cara Mudah Ke Luar Negeri Untuk Mahasiswa
Melanjutkan tulisan aye yang dimuat dan terpampang dengan rapihnya di http://mjr-sjs.net/meretas-jalan-menggapai-impian/
Nih saya mau cerita lagi tentang tren para kawula muda jaman milenium. Yosh, apalagi kalau bukan KEPO-in sesuatu. Kalau nggak ‘know every particular object‘ itu yaa madesu*, nggak kekinian b-g-t, cemeen, kurang hitz, dan pasti bawaannya bikin baper** melulu. Kata Pak Guru, pada dasarnya kepo itu bagus buat kite-kite nih, biar tambah pinter. Apalagi kepoin yang banyak manfaatnya dan bergizi buat otak. Asal jangan berlebihan aja sih keponya. Kenapa?? Yaa, Nenek bilang itu berbahaya. Emang kenapa bahaya?? Yaa, ntar jadinya sotoy. Apaan tuh sotoy?? Au ah, kepo deh.
Namanya udah jadi mahasiswa itu pasti tingkat keponya tinggi, tahu dunia sekitar aja nggak cukup. Maunya tahu yang lebih dan lebih lagi. Pernah tahu serial ‘Attack On Titan’? Di situ diceritain perjuangan manusia buat nembus batas kehidupan di dalam tembok beton. Atau, pernah nonton ‘The Hunger Games‘, ‘Divergent‘, ‘The Maze Runner‘ dll.? Semuanya menggambarkan perjuangan untuk mendapatkan kehidupan yang menurut mereka jauh lebih baik di luar sana. So, kepo is OK. Apalagi kepo tentang negara lain yang ada di luar Indonesia. Pasti kebayang kan pengen ke sana. Travelling, hunting foto, nyobain kuliner, dan berbagai alasan yang membuat kita pengen merasakan sedikit waktu untuk bisa berada di sana. Buat para single, mungkin jodoh kamu yang udah disiapin oleh Tuhan, ternyata bertemunya di sana. Bisa jadi kan?
Jadi, bepergian ke luar negeri (LN) itu banyak asyiknya. Baca tulisan pertama saya di atas buat intronya. Buat kamu mahasiswa, rasanya “life is flat” jika kamu nggak bisa memanfaatkan fasilitas kampus untuk bepergian ke luar negeri dengan gratis. Daripada sedih bin dongkol liat teman-teman bisa travelling aje gile ke LN sambil upload-upload foto narsis sampe bikin ngiler, mending cari tahu rahasia-rahasia yang membuat mereka bisa sampe ke sana. Check it Out!
1. Ikut Kompetisi Internasional
Sudah banyak kawan-kawan kita yang memanfaatkan kompetisi internasional untuk menunjukkan bermacam kelebihan dan tingkat intelegensi, dengan berajang di luar Indonesia. Bidangnya bermacam-macam, ada olahraga, sains, public speaking, seni, dan lainnya. Hasilnya bisa dibilang sungguh sangat membanggakan. Melihat kibaran merah putih di negara lain, merupakan pengalaman yang pastinya sangat menakjubkan. Bahkan cara ini (ikutan kompetisi internasional), sudah biasa dilakukan oleh adik-adik kita di tingkat SMP hingga SMA, yang menjadi perwakilan dalam Olimpiade Sains Nasional Tingkat Internasional. So, manfaatkanlah jejaring, alumni, dan semua media yang bisa diakses di kampus kita. Barangkali ada selembar atau dua lembar kompetisi yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Tidak ada salahnya untuk ikut kan? Sst.., biasanya pihak kampus akan memberikan uang saku dan reward atas kontribusi kamu membawa harum nama kampusmu di LN.
2. Ikut Program Internship
Pengen sekalian merasakan hidup di LN? Biasanya kampus-kampus internasional membuka program Short Internship yang mengizinkan mahasiswa asing untuk ikut dalam program perkuliahan/laboratorium dalam waktu satu hingga tiga bulan. Akomodasi yang diberikan pun cukup baik, seperti tiket PP, free meals, dan penginapan low cost. Manfaatkan ketua jurusan/program studi kamu untuk tahu lebih banyak mengenai hubungan dengan kampus-kampus LN dan akses info dari web-home campus mereka, terkait program internship. Kamu juga bisa menghubungi profesor yang namanya biasa tercantum di website kampus tersebut, untuk menggali info tentang internship. Meskipun ada tantangan pada website yang berbahasa asing (Bahasa Inggris, Jepang, dsb.). Untuk ini, kamu bisa meminta sedikit bantuan pada Google Translate untuk mangalih bahasakan website tersebut.
3. Ikut Exchange Student Program
Pernah tahu JENESYS, ASEAN Community Forum, Harvard Youth Community dll.? Itu adalah sebagian kecil dari program Student Exchange (pertukaran pelajar) yang biasanya menjadi magnet bagi para mahasiswa, untuk bisa mendapatkan peluang berwisata ke LN secara cuma-cuma. Paket tawaran yang diberikan pun menggiurkan, mulai dari tiket penerbangan PP, biaya konsumsi, biaya transportasi, penginapan, dan bonus jalan-jalan ke berbagai obyek wisata, dan itu semua sekali lagi, cuma-cuma bro! Tetapi tugas untuk para delegasi tetap ada, biasanya berupa presentasi, diskusi atau debat. Tentu saja peserta yang dipilih adalah lagi-lagi mahasiswa.Manfaatkan akun-akun line penyedia layanan seperti Campus Corner, Spirit for Indonesa, iCampuss, dll., yang rutin memberikan informasi terkait pertukaran pelajar. Siapkan paspor dan pelajari cara memperoleh VISA, agar jika kesempatan datang, kamu bisa lebih siap. Pengalaman, ketersediaan paspor, dan CV*** yang oke, adalah poin-poin penting jika kamu ingin mengikuti program pertukaran pelajar tersebut.
4. Ikut Konferensi Internasional
Sudah pernah buka heysuccess.com, www.conferencealerts.com?? Coba sejenak ketikkan alamat tersebut di web browser kalian daaan.. VOILA!! Banyak informasi tentang konferensi internasional dengan bidang yang sangat lengkap, yang bisa kamu ikuti. Selain bisa memilih tema konferensi, kamu juga bisa mendapatkan pilihan konferensi yang fully funded atau partial funded. Sehingga kamu tak perlu repot-repot lagi memikirkan biaya publikasi ilmiah yang biasanya merogoh kocek cukup dalam. Ya, konferensi internasional adalah cara selanjutnya yang bisa kamu coba untuk bepergian ke LN. Kamu “tinggal” men-submit paper, hasil penelitian, skripsi, atau tugas kuliah yang relevan sebagai syarat untuk berpartisipasi. Tentunya cara ini diperuntukkan bagi kamu yang telah memiliki nilai speaking cukup dan nggak tersendat-sendat. Sebab, kamu harus mampu mempresentasikan hasil studi kamu ke audiens yang rata-rata tidak paham Bahasa Indonesia. Berani menerima tantangan ini?? Kamu bisa mengajak dosen-dosen kamu untuk menjadi pembimbing dan tim penyusun sekaligus. Konferensi ini adalah cara paling populer buat kamu yang bercita-cita menjadi akademisi. Dan support kampus bisa dibilang cukup besar untuk hal ini. Sebab di beberapa kampus, ada yang menggunakan kebijakan: ‘pernah mengikuti konferensi’ sebagai pengganti nilai tugas akhir a.k.a. skripsi. Wanna join?
5. Bergabung dengan Internasional Community atau Volunteer
Buat kamu yang berjiwa sosial, aktif di kemasyarakatan, banyak lho program relawan-relawan yang bersifat internasional, dan bisa diikuti. Ada Hands! Program, Unicef, AISEC, dll. Tiap komunitas memiliki misi yang berbeda. Kamu bisa menyesuaikan dengan minat dan passionkamu. Ada yang fokus di bidang kebencanaan, sosial masyarakat, anak – anak, dll. Yang namanya relawan pasti tidak dibayar, sebab keberadaan mereka sungguh tak ternilai harganya (ciee..). Dengan mengikuti program ini, kamu bisa menambah jejaring dan memperkuat kemampuan komunikasi dalam bahasa asing. Cobalah sesekali mampir di International Officeyang ada di kampus kamu. Manfaatkan keberadaan mereka untuk bertanya tentang tawaran program sejenis.Selain itu, jika kamu berminat menambah skill dengan cara menimba ilmu ke LN melalui pendidikan lanjut, kamu bisa update page HLN MITI KM dan ikuti program bimbingan online Youth Connection. Ada juga beberapa konsultan studi ke LN yang populer yaitu Indonesia Mengglobal, HotCourses, Sahabat Beasiswa dan Pemburu Beasiswa.
+++ [Bonus] Social media is the window of the world now. Manfaatkan dunia dalam genggamanmu buat cari tahu info seputar kegiatan ke LN, entah dalam rangka kompetisi, conference, volunteering, atau undian bonus paket ke luar negeri (ups, yang pasti macem 3 poin sebelumnya aja yaaa..).
Jika niat dan usahanya udah di-OK-in sama Tuhan, pasti akan ada jalan untuk menghirup bedanya udara di dunia luar nusantara. So, jangan pernah matikan mimpimu keliling dunia, meskipun sudah berulang kali rebah gagal. Bisa jadi langkahmu sudah 5cm lagi dari tanah LN itu.
Sekali lagi, terus update page HLN MITI KM, untuk dapatkan artikel-artikel menarik seputar LN. Tunggu program dari Tim HLN, yang akan mendampingi kamu untuk bantu mewujudkan cita-cita anak bangsa ke LN.
Jangan hanya diam di rumah, dunia luar itu indah kawan :)
Inilah yang membuat Habibie menjadi seorang insinyur hebat
“Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang”.
“Pergilah kau, kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang” -
- (Imam Asy-Syafi’i)
Malam minggu selalu ada cerita terbaik didalamnya. Begitulah nikmat terasa, pada orang – orang yang senantiasa bersyukur, setidaknya syair tersebut tertuang jelas pada surat Cinta-Nya (QS. 14:7).
Setelah menutup agenda rutin Tim Hubungan Luar Negeri MITI KM 2015. Dilanjutkan meeting online dengan mantan presiden kampus yang inspiratif. Saya Bagai melihat sayap pada mereka. Pada sayap kebebasan, yang membantu menerbangkan orang menatap ke dunia luar. Hal tersebut memberikan angin berbeda di malam itu.
Bergegaslah saya membuka email HLN MITI KM 2015. Lantas membuka sheet google yang memuat pendaftar Youth Connection (Baca: YC) dan mulai tertegunlah saya, pada baris-baris lembar halaman yang terus di scroll kebawah. Jumlah data masuk dan orang – orang yang daftar.
“Sesungguhnya di atas langit selalu ada langit”
Orang – orang hebat itu sebagian besar punya cita – cita seperti dalam sebuah kalimat Uthlubul ‘ilma walaw bishshiin,“Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Cina”.
Terlalu banyak tafsir yang membuat saya tak berani menyebut ini sebuah hadist. Kata mutiara sajalah kalau boleh berani. Tentang makna sebuah perjalanan menuntut ilmu. Ke negeri yang nun jauh disana. Dari semenanjung arab hingga belahan bumi bagian timur. Melewati jalur sutra menembus daratan Persia dan India, atau dengan berlayar mulai lautan Arabia, melintasi samudra hindia dan lepas landas di laut china selatan. Sebegitu Jauhkah??
Setelah melirik satu – satu dari hampir 1000 orang pendaftar, saya ingin merinci para pendaftar dari bumi brawijaya, kampus aye tercinta gan. memang tidak lebih dari 100 orang. Tapi siapa yang mendaftar cukup mengenyitkan dahi.
Hampir sebagian besar ternyata berjuluk “Mahasiswa Berprestasi” orang-orang yang hampir saya kenal, namun tak sedikitpun saya mampu memasuki dunianya. Lantas bergumam lirih, seperti pada kalimat2 berkutip diatas. Tiap membaca motivation letter mereka, Why to study abroad?? Ternyata orang besar selalu punya impian yang besar.
Yuhuuu…Kuliah ke Luar negeri!
Global village alias kampung global, adalah istilah yang tak asing lagi di telinga kita. Dunia semakin mengecil. Jika zaman dulu nenek atau buyut kita pergi haji ke Arab Saudi membutuhkan waktu berbulan – bulan, sekarang cukup sekian jam saja. Kalau dulu bertualang ke negeri lain rasanya begitu jauh dan hanya orang – orang berduit saja yang bisa travelling, Sekarang dengan munculnya maskapai yang mengusung budget flight, kita dapat pergi ke beberapa negara dengan harga tiket miring.
Apalagi soal pendidikan. Sekolah di luar negeri bukan lagi mimpi di siang bolong. Sejak era 50-an, beberapa lembaga donor pemberi beasiswa (contohnya proyek Chevening Scholarship) telah masuk ke Indonesia dan berjasa menyekolahkan orang – orang hebat semisal DR. Habibie, Dr. Amien Rais, Dr. Dien Syamsudin, dan lain – lain. Sejak nenek moyang kita pun sebenarnya sudah ada kesempatan melanjutkan pendidikan ke luar negeri dengan di biayai atau dengan kata lain gratis. Masih ingatkah kita kisah Raden Ajeng Kartini yang mendapat kesempatan untuk sekolah di Belanda? Namun Kartini menyerahkan kesempatan tersebut pada Haji Agus Salim karena kultur saat itu belum memberikan ruang bagi perempuan untuk bersekolah setinggi – tingginya.
Kenapa harus kuliah ke luar negeri?
Kuliah di luar negeri, artinya harus siap dengan segala ‘keterasingan’. Bagi sebagian orang, keterasingan adalah bentuk penjajahan. Berat rasanya harus keluar dari comfort zone yang membuat kita lupa diri akan visi dan misi hidup. Namun, bagi orang bermental pejuang, keterasingan adalah amunisi menuju kesuksesan baru. Bukankah sebuah kesuksesan jika bisa menaklukan rasa keterasingan menjadi pemahaman yang menyegarkan?. Maksud “paham” di sini adalah kamu berhasil menguasai bahasa setempat, menyelesaikan studi, mengumpulkan teman asing sebanyak – banyaknya untuk jejaring masa depan, dan seterusnya. Lantas bilamana kantong pas – pasan, tapi semangat belajar ke luar negeri begitu menggebu?
Jawabannya sederhana Perlu diketahui di seluruh dunia, dengan jumlah negara lebih dari 200 negara, ada ratusan beasiswa yang ditawarkan, hampir setiap harinya!. Silahkan telusuri informasi tentang beasiswa yang kamu inginkan di berbagai situs yang disediakan oleh Google. Mengunjungi web MITI mahasiswa dan mengikuti program yang disediakan Tim International affairs (program YC) boleh juga. Begitu banyak jalan menuju Roma. Jadi tak ada kata “impossible” untuk sebuah perjalanan jauh menjadi nexgen leadership. Semua akan selalu “possible” untuk menjadi habibie2 selanjutnya.
Berburu kesuksesan di masa depan itu butuh persiapan yang panjang. Maka jadilah orang yang mempersiapkan segalanya lebih awal. Jangan sampai kesempatan datang di saat kesiapan tak sedia.Mengikuti program Youth Connection juga merupakan sebuah bentuk persiapan. bertemu tak langsung dengan mereka yang telah lebih dahulu menapaki daratan eropa, di sini di ajarkan banyak hal tentangg makna hidup oleh seorang Ustadz berjuluk “sensei’ yang senantiasa berbagi di ruang tasqif, mendapat asupan pengetahuan baru dari ilmuwan hebat Indonesia.
Semoga kita kelak menjadi bagian dari catatan emas di lembar peradaban manusia.
Pada sebuah lautan yang terhampar luas,
Di sela celupan jari ke air yang kau tarik,
adalah tanda ilmu yang manusia punya,
dan di sekelilingmu adalah lautan ilmu yang Allah punya
[Indonesia Juara] 2016 dan tahun genap. Hari panjang penuh juang dan iring2an doa. Hari dimana kita berlari peluh dan bergegas lelah demi kembali ke atas. meng-asa badai yg datang dengan #bersemangat. Kita jatuh sambil tetap tersenyum. Kini Ia beri kesempatan lagi, turun ke meja2 konferens, tampil di podium2 intelek. Dan langit menjadi saksi atas firmanNya, "Sungguh bersama kesulitan pasti ada kemudahan" [94:6] Hingga kebaikan pun senantiasa terus bersemi. Kitakyushu, Japan (at University of Kitakyushu)
Fukuoka pagi hari. Mendung dengan iring2an semangat dari Wada Kouji ~Butterfly (ost. Digimon). ..Mugendai na yume no ato no nanimo nai yo no naka ja Sou sa itoshii omoi mo makesou ni naru kedo Stay shigachi na imeeji darake no tayorinai tsubasa demo Kitto toberu sa on my love.. at Kitakyushu City (北九州市) – View on Path.
[Conan Edogawa Style] Jadi ceritanya baru sampai dari perjalanan menuju gerbang Fukuoka. Melintasi selat yang membelah panjang perfektur bagian selatan dan jadi terngiang keberadaan digimon serial animasi favorit yg tak kunjung muncul dari tepian laut dibawah 😁. Lalu perlahan kita menyusuri skyhigh, mengawasi sekitar yg bergerak cepat tanpa sapaan. Oleh hujan deras yg mengucap selamat pada kedatangan, menjadikan kita berhenti sejenak. Tetiba sirine patroli berbunyi, pasti ada kasus yang terjadi di sekitar. Dan insting detektif mulai membara. Sebentar lagi si sherlock Holmes datang. Bersama kelompok detektif cilik. Namun sang detektif sedang menikmati sapaan hujan di gemerlap malam. #Konbanwa #Fukuoka #Kitakyushu #Kokura #Station #Japan #2016 (at Kitakyushu-shi, Fukuoka, Japan)
[Konspirasi Langit] Kita tidak pernah tahu, episode apa yang akan di turunkan langit pada bumi esok, lusa atau bahkan hari ini. Yang jelas, apabila waktu berganti kata menjadi kemarin, disitulah kita sadar ada perjalanan hidup yang telah di atur oleh penguasa semesta. Para Langitan. Lekat pandangan kita pada langit pagi hari. Dan tokyo menyambut dengan senyuman ramah. Senandung "hyori ittai" seraya bergema di udara. #japan #2016 #tokyo #internationals #airport #haneda #story #begin (at 羽田空港 Tokyo International Airport (Haneda Airport))
Kalau tak pernah merasakan sakitnya perjuangan, maka takkan ada namanya kemenangan hebat. Percayalah sakit dan terjatuh itu adalah tanda kalau impianmu sebentar lagi akan terwujud. #Onestepcloser #2016 (at Wisma Kalla,DR.Ratulangi Makassar)
September, means that time will come soon.. “Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain”. (QS. Al Insyirah: 7). #spirit #makassar #pagi #hari
Dan waktu terus membuat cerita, begitu cepat. hingga tersadar kita telah berada bersama orang-orang hebat. Yang memberi pelajaran ttg kehidupan dan makna mengejar sebuah cita. With CEO kaoslecek.com @elmojuanara, Chairman of Center for Islamic Economic Studies (CIES) FEB UB @resiotirtasanjaya, vice chairman of CIES FEB UB @rifaldimajid. Tetap semangatt ✊ (at Brawijaya University)
Sejenak kita perlu menepi. Memandang langit dr arah yg berbeda. Hilir membelai pinus mengundang angin. Menjadi pembawa berita gembira. Pada tiap kesempatan melewati hari esok. Agar lebih bersemangat. “sebuah bangsa tidak akan kehilangan sosok pemimpin selama pemudanya sering bertualang di hutan,gunung, dan lautan.” ― Henry Dunant Location: Coban Talun, Malang. #shootermag #ink361 #ig_photooftheday #inspirationcultmag #500px #vscofilm #livefolkindonesia #folkindonesia #folkgreen #pendakiindonesia #nikonphotography #reco_ig #traveler #explorejatim #exploremalang #id_pendaki #instanusantara #trip #edutrip