Implementing a Resolution in 2018 Volume 1
Hello! Sekarang bulan februari nih, yang katanya sih bulan penuh cinta *ceunaah hmm... dan kepada siapakah cinta mu berlabuh? Ciye.
Sekarang sudah memasuki tahun 2018 apakah anda sudah memformulasikan resolusi tahun ini? Nah sekarang. Kamu mau ngga jadi pendamping resolusi saya di tahun 2018 ini?
*heeuh, kumaha maneh we ian kiw ah :)))))))
Pembaca yang saya hormati, pasti anda memiliki resolusi masing-masing pada tahun 2018 ini, begitu pun dengan saya. Semoga resolusi yang kita rencanakan untuk tahun ini bisa terealisasikan dan mendapa rahmat serta ridhoNya. Aamiin...
Salah satu resolusi tahun ini bagi saya yaitu meningkatan ketepatan waktu dalam beribadah sholat wajib dan memperbanyak sholat sunnah. Saya akui di awal memang perlu memaksakan untuk membangun niat dan juga tekad. Terkadang masih terlena dengan perihal konten karagok, sakedeng deui, kela can beres, keur anteng dihareup laptop, ker anteng ngobrol jeung si dia *kiw dan konten-konten procrastination lainnya. Tapi kalau tidak mengupayakan, mungkin akan sulit untuk mendapat hidayahNya. Selain itu perlu ditanamkan suatu keyakinan kepada Allah bahwa setiap kesulitan ada kemudahan dan keyakinan kepada Allah bahwa Allah akan memberikan jalan bagi hambaNya yang ingin berusaha mendapat ridhoNya dan rahmatNya. Jangan putus asa terhadap rahmat Allah :)))))))
Disini sebenarnya saya sebagai penulis ingin mengajak anda agar lebih mengutamakan perihal sholat. Sebenarnya banyak hal yang diutamakan dalam perihal ukhrowi, namun dalam penulisan ini kita batasi pada salah satu rukun islam, yaitu sholat.
Kenapa sholat? Karena sholat merupakan pondasi agama islam, salah satu hal yang membuktikan identias seorang muslim, salah satu pintu menuju surga dan sholat merupakan perintah dari Allah SWT.
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang rukuk.” (Al-Baqarah: 43)
“Maka apabila kamu telah menyelesaikan sholat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah sholat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (An-Nisa’: 103)
“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Qur’an) dan dirikanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (sholat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Ankabut :45)
Suatu hal yang unik dari hidayah itu sendiri, adalah ketika hadir dan menetap dalam hati sehingga engkau selalu membutuhkannya setiap saat dan setiap waktu dan timbul rasa rindu karena hidayah tersebut, yang melebihi dari rasa rindu terhadap si dia yang belum jelas statusnya. Ehem. Eh, loh, ko? Ah jadi melenceng gini.
Sebuah rindu yang sangat romantis, sebuah rindu yang terlampiaskan dengan tepat, sebuah rindu yang terselip suatu kasih sayang dunia dan akhirat.
Rindu kepadaNya.
Karena rindu kepadaNya adalah setinggi-tingginya rindu.
Ada suatu titik ketika sang hati ini benar-benar membutuhkan dermaga untuk berlabuh setelah mengarungi samudra kehidupan ini. Ada suatu titik ketika hati ini benar-benar membutuhkan mercusuar untuk mengembalikan navigasi kehidupan yang telah kehilangan arah. Ada suatu titik ketika hati ini membutuhkan sang pembimbing, yang pada akhirnya semua itu bermuara hanya kepada Allah SWT.
“Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al-Baqarah: 214)
”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al-Baqarah: 153)
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (Asy-Syarh: 5-6).
“Dan pada sebagian malam hari bersholat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra’: 79)
Adalah suatu ketenangan dan kedamaian ketika berduaan denganNya berkomunikasi denganNya melalui sholat dan berdoa. Nah, waktu yang paling menengakan dan damai itu pada waktu 1/3 malam.
Semoga dengan penulisan ini dan hidayah yang telah kita upayakan dapat membimbing kita untuk senantiasa istiqomah. Insyaallah dengan memperbaiki hubungan kita dengan Allah, apapun urusannya di dunia ini akan diperbaiki juga.
Mengenai resolusi yang sedang kita upayakan sekarang, hal tersebut tidak luput dari keterlibatan Sang Maha Mengatur, Maha Pemberi Rezeki, Maha Pembuka Rahmat Maha Pengasih dan Maha Penyayang, Allah SWT. Segala puji bagi Allah. Karena Allah lah yang mengatur serta menciptakan jalan kehidupan kita dan sudah tertera dalam lauh mahfuzh. Jadi alangkah lebih baik, jika kita mengupayakan resolusi tersebut disertai dengan mengharap ridhoNya, senantiasa berbiadah kepadaNya, menjauhi laranganNya dan mendekati perintahNya dan senantiasa bersyukur bahwa Allah telah membawa kita sampai sejauh ini.
Jadi sekarang, mengenai resolusi 2018 ini, saya pun terus berusaha untuk menepatinya, meskipun masih terlena dengan konten procrastination. Tapi seperti yang saya tulis sebelumnya di awal paragraf, “kalau tidak mengupayakan, mungkin akan sangat sulit untuk mendapat hidayahNya”. Jadi, bagaimana bila kita mencoba untuk menguatkan tekad dan mengintenfiskan ibadah sholat kita? Mulai secara bertahap untuk menepati shalat wajib, diikuti dengan shalat sunnah, membaca Al-Quran dan diiringi juga dengan doa agar senantiasa istiqomah. Aamiin...
Sholat sukrul wudhu 2
Sholat tahajjud 11
Baca Al-Quran
*berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul masjid 2
Sholat qobla subuh 2
Sholat subuh 2
Sholat sukrul wudhu 2
*Berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul masjid 2
Sholat Dhuha 4
Sholat sukrul wudhu 2
*Berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul masjid 2
Sholat sunnah qobla dzuhur 4
Sholat dzuhur 4
Sholat sunnah bada dzuhur 2
Sholat sukrul wudhu 2
*Berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul masjid 2
Sholat Ashar 4
Sholat sukrul wudhu 2
*Berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul masjid 2
Sholat magrib 3
Sholat sunnah bada magrib 2
Baca Al-Quran
Sholat sukrul wudhu 2
*Berangkat ke mesjid
Sholat tahiyatul mesjid 2
Sholat isya 4
Sholat bada isya 2
Total : 68 rakaat
Diatas merupakan formula yang saya buat, masih banyak lagi ibadah-ibadah yang belum dicantukan, apabila pembaca memiliki saran dan masukan, silahkan. Semoga tulisan ini dan saran serta masukan dari anda dapat saling menguatkan satu sama lain untuk senantiasa istiqomah.
Akhir kalimat, terimakasih sudah membaca tulisan ini, mohon maaf apabila ada kesalahan atau kekaliruan yang kurang berkenan. Semoga kita senantiasa Istiqomah. Aamiin.

















