Derap langkah gadis kecil terhenti di depan kelasnya, melihat ke langit yg sudah menurunkan airnya. Sejenak dia ragu tetap melangkah pulang atau menunggu hingga berhenti.
Sesekali berfikir termenung sambil melirik teman2nya yg sudah bersiap siap mengeluarkan payung atau jas hujan milik masing-masing. Satu persatu temannya mulai melangkahkan kaki untuk pulang kerumahnya, gadis itu tidak bawa payung hanya kantong kresek hitam untuk yg dia bawa utk melindungi buku pelajarannya ahh lebih tepatnya dia tidak menyukai membawa payung, buat apa bikin repot begitu jalan pikirnya. Sungguh jalan fikir yg berbeda dari anak kebanyakan.
Lalu tangannya dia dekatkan pada tetesan air hujan, dingin tapi sepertinya menyejukkan, lama kelamaan dengan kumpulan tetesan air hujan yg ada di tangan dia basuhkan ke muka mungilnya, ahh segar sekali jadi seperti ini rasanya air hujan, gadis itu bergumam dalam hati. Sepertinya hujan belum menampakkan rasa bosannya untuk tetap mengguyur bumi, gadis itu berfikir bahwa dia harus cepat sampai rumah dia tidak mau dimarahi ibunya karena pulang telat.
Secepat kilat dia memasukkan semua buku dan sepatu ke dalam kresek hitam yg sudah dia persiapkan. Setelah semua masuk ke dalam kresek tsb lalu kakinya perlahan mulai melangkah, dingiiiin sekalii tapi aku suka ucapnya riang. Dan gadis kecil itu berlari menerobos hujan yg masih deras sambil sesekali menyapa temannya yg bertemu di jalan, dia kelelahan akhirnya dia memutuskan utk berjalan santai sambil menikmati suasana hujan di depannya sesekali dia mengambil napas dalam-dalam lalu dibuangnya, hmmm segar sekali, wangi tanah yg terkena hujan juga menenangkan, ucap gadis kecil itu.
Kemudian gadis kecil tiba-tiba berteriak heyyy akuuu sukaaaa mandiii hujaaaaannn, terimaaa kasih yaaa sudah membuat aku bahagia. Lalu dia lanjutkan perjalanan pulang ke rumahnya dengan berjalan sambil menari kecil dan menyanyi lagu hujan ciptaan Ibu Soed itu.
Assalamualaikuuuuummmmm ucapnya dengan lantang ketika tiba di rumah, ibu gadis kecil itu mendengar suara anaknya pulang lalu dijawab Waalaikumsalaam, kok basah kuyup begini pulangnya, kenapa tidak menunggu hujannya reda dulu baru pulang, cepat taruh tasmu lalu ke kamar mandi basuh dulu pake air biasa yaa ibu masak air hangat dulu . Gadis kecil itu hanya mengangguk dan nyengir sambil memperlihatkan deretan giginya yg rapi lalu dia berjalan ke kamar mandi untuk membasuh dirinya. Ibunya hanya geleng-geleng kepala melihat anaknya.
Sudah mandi dengan air hangat sudah dibaluri dengan minyak kayu putih sudah wangi baju sudah diganti dengan piyama, gadis kecil itu lalu duduk di ruang tamu sambil memandang ke arah luar, di depan rumahnya ada lapangan bola tapi tidak terlalu besar seperti ukuran lapangan futsal kira-kira. Dilihatnya beberapa anak laki-laki asik bermain bola dibawah guyuran hujan, hemm mereka juga menikmatinya ternyata ucap pelan gadis kecil itu, tapi ucapannya masih di dengar ibunya, menikmati apa memangnya, hmm? Ibu bertanya pada anak gadisnya, ituuu mereka yg sedang bermain bola juga menikmati hujan yg turun sama seperti aku buuu, ohhh ituuu ibu sekedarnya menjawab sambil menyodorkan teh manis hangat kesukaan anak gadisnya, makasiiih ibuu teh manisnya ucap gadis kecil itu, ibu hanya tersenyum lalu sambil memandang arah yg sama dengan anak gadisnya.
Tadi kenapa kamu mandi hujan? Memangnya tidak bawa payung ke sekolah? Ibu tiba2 bertanya, habisnya kalo menunggu hujan reda lamaa buu, aku takut kelamaan disekolah teman2 yg lain juga sudah pulang ya walaupun mereka bawa payung atau jas hujan, ucapnya lalu gadis kecilnya menjawab lagi aku tidak bawa payung karena aku memang sengaja tidak bawa buuu, ehhh kenapa sengaja gak bawa, kan kamu jadi basah kuyup begitu kalo nanti demam gimana ibu dengan susah payah menahan rasa kesalnya bagaimana tidak anak gadisnya malah sengaja tidak membawa payung dan memilih mandi hujan. Ibuuu percaya deh aku gak demam, lagipula tadi ibu sudah buatkan air hangat untukku mandi dan setelahnya ibu buatkan aku teh manis hangat penuuu cintaa jadi aku yakin aku gak demam, lagipulaa aku suka hujaan buu, airnya segaar sekaliii, dingin dingin empuuuk, teruuus pas air hujannya jatuh di tanahhhh langsung terciumm aromaa wangiiii yg menenangkan yahh pokoknya gitu deh buu gak bisa dijelasin gimana senengnya aku sama hujan.
Ibu gadis ini hanya tersenyum mendengarkan anaknya bicara gayanya seperti sudah remaja sekali dia, pikir ibunya. Ya ya ya tapi jangan terlalu sering mandi hujan ya sekarang kondisi badanmu lagi fit jadi tidak masalah mandi hujan, kalau lagi tidak fit ibu tidak izinin kamu kayak tadi lagi, kamu kalau lagi demam suka baweeellll , weeeeekkk ucap ibunya sambil meledek anak gadisnya itu. Ihhh ibuuuuu mah gituuu ujung2nya ledekin akuu kan, udah ahh sanaa aku mau nikmatin pemandangan hujaann, hush hush ibuu sana masak aja di dapur okeeeyyy jawab gadis kecil itu sambil memajukan bibirnya sepanjang 5cm, ibu hanya tertawa dan berkata siap tuan puteri perintah dilaksanakan lalu berjalan ke dapur sambil mengacak-ngacak rambut anaknya dan melanjutkan pekerjaan yg tertunda di dapur tadi.
Gadis kecil itu berkata aku bahagia melihat hujan yg turun dengan deras karena aku bisa mencium bau tanah, menari ,dan main airnya yg sejuk dan menyegarkan.
Ibu gadis kecil itu juga berkata tetaplah menjadi pribadi seperti itu nak, pribadi yg sederhana yg bisa melihat sisi bahagia dari sebuah hujan.
-aella-
















