Kesulitan
sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kesulitan lain-nya
taylor price
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Game of Thrones Daily
Sweet Seals For You, Always
ojovivo
Today's Document

izzy's playlists!
I'd rather be in outer space 🛸

No title available
art blog(derogatory)
todays bird
Mike Driver

PR's Tumblrdome

tannertan36
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
No title available
YOU ARE THE REASON

Love Begins
Cosimo Galluzzi

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Ireland
seen from United States
seen from Australia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from South Korea

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Canada
seen from Denmark
@aguspalbeno
Kesulitan
sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kesulitan lain-nya
Hal Sederhana Bernama Empati..
Kadang seseorang bercerita bukan karena dia merasa paling menderita, tapi karena dia sedang kelelahan memikulnya sendirian. Curhat bukan perlombaan tentang siapa yang paling berat bebannya, bukan tentang siapa yang punya banyak masalah dan capek.
Setiap orang membawa luka dengan ukuran dan bentuknya sendiri. Orang yang curhat, dia tidak meminta validasi tapi dia hanya butuh pendengar. Butuh sandaran untuk berkeluh kesah dan butuh sandaran untuk bercerita.
Mengatakan, "Jangan lebay dehh, bukan hanya kamu yang susah dan banyak masalah, masih banyak orang lain juga lebih susah daripada kamu."
Rasanya kalimat itu mengandung minim empati terhadap lawan bicara. Malah tidak membuat rasa sakit menjadi lebih ringan, hanya membuatnya terasa lebih sepi dan membandingkan penderitaan.
Mendengarkan tidak selalu berarti setuju dan berempati tidak berarti membenarkan semuanya. Terkadang, didengar saja sudah cukup untuk membuat seseorang bernapas sedikit lebih lega.
Kalau seseorang curhat, biasanya dia tidak minta solusi, tidak minta dibandingkan, hanya ingin didengar dan dimengerti.
Kalau memang tidak sanggup mendengarkan, katakan saja dengan jujur tapi masih ada rasa simpati. Contoh: "itsoke, saya dengar kok, tapi jujur saya tidak punya energi buat tanggapin banyak, maaf yaa" atau "Saya mungkin tidak bisa bantu banyak, tapi saya dengerin kok." 🥲
Karena tidak semua cerita ingin dijawab. Ada yang hanya ingin didengar, ditemani sebentar dan dipahami tanpa harus dijelaskan panjang-panjang.
Kadang, empati sudah lebih dari cukup. 🥹
🍁🌼🌊
---TAKALAR KOTA || JUMAT, 06 FEBRUARI 2026. Pukul: 21.55 WITA---
Yang Retak Bukan Perasaan, Tapi Cara Kita Bicara..
Tidak semua konflik berakar dari kebencian. Sebagian justru tumbuh pelan dari kata-kata yang tak selesai, nada yang disalahartikan dan kelelahan yang tak sempat dijelaskan.
Sering kali kita mengira seseorang menjauh karena tak peduli, padahal mungkin ia hanya tak tahu bagaimana harus menjelaskan isi kepalanya atau kita merasa diserang, padahal yang datang hanyalah pesan yang gagal dipahami dengan utuh. Aku belajar bahwa banyak masalah membesar bukan karena niat buruk, melainkan karena komunikasi yang terpotong di tengah jalan. Kita mendengar untuk menjawab, bukan untuk mengerti. Kita bereaksi sebelum benar-benar memahami.
Andai lebih banyak ruang untuk bertanya? lebih sedikit asumsi dan lebih banyak keinginan untuk mendengar tanpa bersiap membela diri, mungkin tak semua hubungan harus retak.
Karena kadang, yang rusak bukan perasaannya melainkan cara kita menyampaikannya.
Barangkali tidak semua harus diselesaikan hari ini. Kadang, memahami perlahan sudah cukup untuk tidak saling menyakiti.
Kalaupun masih ada jarak, semoga suatu saat kita bisa belajar menjembataninya dengan pelan.
🍁🌼🌊
---TAKALAR KOTA || Selasa, 03 Februari 2026. Pukul: 14.43 WITA---
Ada masa ketika jiwa yang pernah berbinar perlahan meredup. Ada waktu saat semangat yang dulu menyala, kini memilih diam. Ada fase ketika senyum masih terlukis, tapi mata tak lagi bercahaya.
Semua ada masanya. Bukan karena ia menyerah, tapi karena keadaan tak lagi sama. Bukan karena ia lemah, tapi karena lelah menata harapan seorang diri.
Lalu ia belajar diam. Bukan untuk menghilang, melainkan untuk menjaga hati agar tak kembali terluka oleh fantasi yang terlalu jauh berlari di pikirannya.
Dan dalam diam itu, ia mulai paham: tenang pun adalah bentuk kekuatan, dan istirahat bukan tanda kalah, melainkan cara Allah mengajarkan jeda.
Semoga tenang jiwa yang sedang berjuang dalam diam. Semoga Allah lapangkan dada yang lelah menahan. Dan semoga hati yang hari ini terasa berat, perlahan Allah ringankan dengan yakin bahwa ia tidak pernah sendirian, Allah selalu membersamai.
Tetaplah di sini, di dekatku, dalam jarak yang paling aman untukmu.
Sama halnya dengan dua pohon yang tumbuh berdampingan. Mereka tidak akan pernah saling membelit dahan, sebab mereka tahu bahwa pertumbuhan membutuhkan cahaya yang tak terhalang.
Di sini, di antara spasi dan titik ini, aku belajar sebuah kebenaran sederhana: Bahwa cara terbaik untuk menjaga sesuatu agar tetap hidup, terkadang adalah dengan tidak menyentuhnya.
Prediksi kejadian
hari ini Jumat tanggal 28 November 2025.
Saya prediksi akan terjadi hal yg tidak aku ceritakan disini, kejadian bulan mei 2026.
Me and u
Setiap kita punya masalah, kita tidak punya cara menghindar dan kita hanya punya cara menerima dan memperbaiki.
Itu namanya cobaan
Entah masalah internal atau external diri atau psycologi, atau selainnya.
Entah faktor nya karna kesalahanku atau ia datang tanpa kesalahanku, hakekatnya itu takdir.
Sadar Gak Sadar
Ada orang yang merasa baik-baik saja meski berkali-kali membuat orang lain menghela napas karena orang ini tidak punya sense of urgency, atau terlalu menyepelekan banyak hal, atau tidak berasa bertanggungjawab dengan kekacauan yang dilakukanya.
Kehidupan tetap berjalan semestinya. Ombak tetap meyapa bibir pantai, awan teap berarak ke mana angin membawanya, pohon tetap meninggi atau sebagian meggugurkan daunnya. Begitupun manusia tetap bernapas, mengunyah makanan, merasa ngantuk kemudian ngopi, kerja setiap pagi meski gajinya tidak seberapa.
Kehidupan memang tetap berjalan. Tapi, orang yang seringkali meyepelekan banyak hal sedikit banyak mengubah alur kehidupan. Merasa tidak bersalah hingga tidak berbenah, megubah sedikit alur kehidupan lebih lambat.
Lebih bahaya lagi jika ini dialami oleh orang yang punya kepentingan, punya peran strategis di masyarakat, atau yg justru menggerakkan perubahan, "penyakit" tidak merasa bersalah ini bahaya. Sadar gak sadar orang begini punya andil besar dengan alur hidup orang lain.
Contoh, orang yang bau badan. Alih-alih berbenah justru dia kebal dengan wanginya sendiri. Temannya enggan untuk berdiskusi padahal banyak hal yang perlu diputuskan. Atau orang yang membuang sampah sembarangan. Cepat atau lambat (tentu tidak bisa ditangani tim Pandawara) membuat lingkungan sekitarnya kena dampaknya. Entah banjir, atau serbuan bakteri yang membuat kita menanyakan kok batuk-pilek-radang tenggorokan ini awet banget ya?
Sadar gak sadar orang yang gak sadar diri ini sangat berpengaruh dengan kehidupan kita yang serba ngepas ini.
Jangan melawan Tuhan.
Menyesali yang telah lewat dan mengkhawatirkan yang akan datang. Entah kalian bagaimana, namun diriku seringkali dihantui bisikan itu.
Bisikan seperti "Kenapa dulu aku melakukan hal ini; mungkin kalau dulu begini, hari ini akan berbeda; dengan keadaan seperti ini, kedepannya akan gimana ya?"
Hingga dalam sebuah perjumpaan, seorang kawan berucap "Bahkan setelah berabad lamanya, bumi dan matahari tetap setia pada garis edarnya, apalagi cuma manusia. Jangan melawan Tuhan, sungguh semua sudah berjalan sebagaimana mestinya."
Karena memang begitu adanya, yang sudah berlalu tidak akan berubah, yang akan datang tidak akan kita tahu bagaimana bentuknya. Setiap detik penuh akan kejutan dan rahasia, dan semua itu merupakan mahakarya Sang Pencipta alam semesta.
Contohlah hari ini. Pada detik tulisan ini dibuat, aku sedang menempuh perjalanan untuk takziah teman seangkatan istri yang akan dikuburkan pagi hari ini. Teringat kemarin sore kami masih haha-hihi, siapa sangka menjelang maghrib kami akan mendapat kabar duka dan akan mengambil perjalanan untuk takziah ini.
Almarhumah adalah teman sebaya, seumuran. Meninggal karena sakit, yang saya sendiri (sebagai orang kesehatan) heran bahwa penyakit itu ternyata bisa mengakibatkan kematian.
Pada akhirnya, tak ada satupun manusia yang tahu apa yang akan terjadi pada dirinya, bahkan 1 detik di masa depan.
Bermuhasabah akan yang lalu itu perlu, berambisi akan masa depan itu penting. Tapi bersyukur atas apa yang terjadi hari ini adalah wajib.
Maka cukuplah porsi kita untuk berusaha, lalu rela terhadap apa yang akan Allah hadiahkan atas usaha kita. Janganlah kita melawan Tuhan, karena sesuatu terjadi sesuai dengan jalan takdirnya.
Mari menghikmahi masa lalu, berusaha menggapai masa depan, dengan tetap menghidupi hari ini.
Wallahua'lambishawab~
Berhentilah terus-menerus merasa harus menjelaskan segalanya. Mengapa kamu memilih jalan ini. Mengapa kamu menolak sesuatu. Mengapa kamu berubah pikiran, atau tak lagi sama seperti dulu.
Kamu tidak hidup untuk membuktikan dirimu kepada semua orang. Tidak semua orang berhak atas penjelasan, dan tidak semua penjelasan akan membuat mereka mengerti.
Sering kali, ketika kamu memaksa diri menjelaskan keputusan-keputusanmu, itu bukan tentang membuat orang lain paham. Tapi karena, tanpa sadar, kamu merasa perlu izin untuk hidup sesuai caramu sendiri.
Padahal kamu tak perlu izin itu.
Kamu tak perlu meyakinkan siapa pun bahwa pilihanmu benar. Kamu tak harus membela dirimu dari opini yang tak pernah kamu minta. Mereka yang benar-benar peduli, akan bertanya dengan hati, bukan dengan curiga. Dan mereka yang terus mempertanyakanmu, mungkin memang tak pernah benar-benar berniat memahami.
Jadi… hematlah energimu.
Biarkan mereka berpikir apa pun yang mereka mau. Kamu punya hak untuk menjaga hal-hal yang hanya kamu dan Tuhan yang tahu. Kamu tidak egois karena memilih diam. Tidak sombong karena tidak menjelaskan.
Kamu hanya sedang menjaga ruang yang terlalu sering diacak-acak oleh ekspektasi orang lain.
Percayalah, ketika kamu berhenti menjelaskan, kamu akan merasa lebih ringan. Saat kamu berhenti mencari pengertian dari luar, kamu akan menemukan kedamaian di dalam. Kamu akan sadar: kamu cukup, bahkan ketika tak semua orang paham caramu bertumbuh.
Maka berdirilah tenang di jalanmu. Pilihlah hidup yang selaras dengan hatimu, bukan sekadar yang masuk akal bagi orang lain.
Karena ini hidupmu, bukan panggung untuk semua orang bersorak—atau menghakimi.
Dan kamu tidak perlu memberi alasan untuk tetap jadi dirimu sendiri.
ᴺᵒᵇᵒᵈʸ'ˢ ˢᵒⁿ
ᴺᵒᵇᵒᵈʸ'ˢ ᵈᵃᵘᵍʰᵗᵉʳ
@songs-of-venus
Hubungan
“Hubungan seharusnya didasari oleh empat prinsip: menghormati, memahami, menerima dan menghargai.”
— Mahatma Gandhi
Jangan;
Jangan denganku, sebab aku pernah ditinggal seseorang demi orang lain yg menurutnya lebih baik dariku, artinya aku tak cukup baik dan banyak kurangnya.
Jangan, jangan denganku, sebab aku pernah gagal membuat seseorang bangga memilikiku, artinya aku tak punya apapun yang bisa dibanggakan.
Jangan, jangan denganku, sebab pengorbananku pernah disepelekan dan setiaku diabaikan, artinya aku tak cukup setia dan berarti baginya.
Temukan dan pilihlah dia yang tak pernah mengalami yang aku rasakan ini, sebab aku mencoba cukup bahagia dengan hidupku kini.
Pada segala yang berlalu, aku ingin melepaskan tanpa rasa sakit yang menyesakkan
Pada segala yang usai bagaimanapun akhirnya, aku ingin merelakan dengan sungguh
Pada tiap manusia yang Tuhan hadirkan dengan segala yang pernah melekat, aku ingin mengenang baiknya saja
Pada segala yang terasa menyakitkan, aku ingin menerima dengan ikhlas seikhlas-ikhlasnya hati dengan kesadaran diri
Sadar bukan pemilik atas apa yang Tuhan hadirkan dalam perjalanan hidup entah dengan waktu yang cukup lama atau singkat, aku ingin tidak lagi merasa kehilangan untuk segala yang sudah terlepas, sebab setiap kisah selalu ada selesainya
Tuhan, tolong mampukan aku menerima apa yang harus ku lalui
Inget ini;
Kalau kamu bantu orang sekali, orang tsb akan berterima kasih.
Kalau kamu bantu orang ke-2 kali, orang tsb akan mulai mengantisipasi kamu.
Kalau kamu bantu orang ke-3 kali, orang tsb akan mulai berfikir kamu pasti akan bantu.
Kalau kamu bantu orang ke-4 kali, orang tsb akan merasa berhak atas bantuan kamu.
Kalau kamu bantu orang ke-5 kali, orang tsb akan menganggap bahwa sudah kewajiban kamu untuk membantunya.
Dan saat kamu berhenti untuk membantunya lagi setelah itu, orang tsb akan membencimu & mengingatnya sepanjang hidup.
Gak percaya? Coba aja..
Dunia Jahat
Berubah sesuai kebutuhan
Tenang saja kawan..
Kamu akan dianggap baik kalau kamu masih bermamfaat buat mereka dan sebelum mereka menemukan target atau orang yang membuat mereka nyaman bermamfaat. ada beberapa faktor yg membuat mereka berubah: 1. keuangang: ketika mereka masih mendapat suplai, mereka kan tetap tinggal dan memamfaatkan, kalau tidak ya akan berubah dan pergi
2. kenyamanan: 4. materi dll