Setiap Kita Akan Menemukan Versi Sorenya Masing-Masing
Boleh jadi, orang yang tepat datang di waktu dan kondisi yang kita anggap tidak tepat
Kita tidak bisa memilih kapan waktunya kita “siap”, bahkan setiap harinya kita akan selalu dihadapkan dengan ketidaksiapan dan ketakutan akan hal yang baru ingin kita hadapi.
Setelah kita jalani, ternyata bukan perihal siap atau tidaknya, tapi tentang mau memaksa diri untuk bertumbuh atau tidak?
"Kamu janji jagain aku, bahkan dari diri kamu sendiri."
Di tengah maraknya orang pamer bodycount, S-Line, dsbnya, Sore hadir sebagai pengingat: menjaga diri sendiri adalah bagian dari menjaga orang yang kita cinta, karena sejatinya telah menjadi "kita". Telah menjadi satu.
Adanya batasan untuk hal yang merugikan itu diperlukan. Karena, waktu yang kita habiskan bersama orang yang kita cinta tidak akan terasa, jika ingin bahagia dan bersama sampai tua, maka perlu banyak yang dijaga. Mulai dari diri kita.
Bukan tentang "Apa yang mau kamu ubah kalau bisa kembali ke masa lalu?" Tapi soal "Apa yang mau kamu jaga dengan segala yang kamu punya saat ini?"
Tapi soal "Apa yang mau kamu jaga dengan segala yang kamu punya saat ini?"
Kembali ke masa lalu adalah harapan para utopis. Menelisik lebih dalam, Sore berpesan bukan tentang kembali ke masa lalu, tapi tentang menjaga apa yang kita miliki saat ini.
Jika menjaga baik-baik apa yang kita miliki saat ini, maka kita tidak perlu 'repot-repot kembali ke masa lalu' untuk memperbaikinya.
Keputusan yang benar adalah keputusan yang kita yakini sepenuh hati, keputusan yang kita siap menerima segala resikonya
"Kalau harus mengulang ribuan kali pun, aku akan tetap memilih kamu"
Kadang mungkin kita mempertanyakan kembali keputusan yang telah kita ambil, entah pilihan karir, pasangan, atau jalan hidup. Selama kita tidak yakin, selama itu juga kita akan terus goyah.
Sore pun mempertanyakan keputusannya kenapa menikah dengan Jo, tapi karena Sore meyakini bahwa itu adalah hal yang "pantas dan cukup", maka itu adalah keputusan yang benar untuk Sore. Keputusan yang tentu memiliki segala konsekuensi.
Menjaga keutuhan rumah tangga dan menjadi pasangan yang baik adalah pembelajaran sepanjang hidup
(Maaf karena saya rasa saya belum eligible untuk bahas ini, jadi lanjut ke bagian selanjutnya aja)
Satu-satunya yang masuk akal saat kita mencintai seseorang adalah tidak ada yang masuk akal
Kalau kata Alm Sapardi "Cinta itu menembus apa pun yang tidak bisa dipahami oleh pengertian pinggir jalan"
Pembuktian cinta selalu butuh pengorbanan, mungkin karena itu suatu keniscayaan jika telah menemukan orang yang dicintai, maka banyak perubahan dan perjuangan yang tidak masuk akal.
Berkali-kali Sore mengingatkan Jo, dan beratnya Jo meninggalkan segala ego yang hanya menguntungkannya adalah bentuk pengorbanan dan pembuktian. Tambahan lagi kata Alm Sapardi "Cinta tak bisa disidik dengan kata sekalipun berupa sabda. Cinta beriman pada senyap"