Mencintai adalah penerimaan secara utuh. Menerima dengan segala kelebihan dan kekurangan. Kita akan saling melindungi, saling mengisi, saling berbagi dan saling menerima.
Mencintaimu itu, membuat diriku begitu ingin tahu segala hal tentangmu. Bagaimana kabarmu di tempat kerja hari ini? Bagaimana perasaanmu hari ini? Apakah kamu juga memendam keingintahuan yang sama seperti diriku padamu?? Itu juga salah satunya.
Mencintaimu itu penuh drama dan intrik, dramanya ketika aku bertanya 'mau makan apa hari ini?', jawabmu 'terserah' tapi tidak satupun pilihan yang aku berikan menjadi pilihanmu. Intriknya ketika apa yang aku anggap penting hanyalah hal sepele bagimu. Itu membuatku jengkel dan kesal, tapi bagimu biasa saja tuh.
Mencintaimu itu membuat diriku ingin mempersembahkan yang terbaik, penampilan terbaik, tutur kata terbaik dan sikap terbaik ketika sedang bersama. Namun tidak begitu bagimu, kamu hanya ingin aku tampil apa adanya dihadapanmu. Begitu sederhana dan menawan, cukup dengan wajah tanpa riasan sedikitpun, polos dan menggemaskan.
Mencintaimu itu tak bisa dibendung, cinta menuntut perhatian, cinta meminta tatapan hangat dan cinta menginginkan sikap yang nyata.
Sehingga membuatku tersadar, kita akan menemukan kesulitan jika berjauhan dan kita akan mudah menjaga cinta ketika selalu berjumpa dan berdekatan. jangan memaksakan diri menerima seseorang untuk dicintai jika tidak mampu mendampingi raganya atau melepas dan menyambut kepulangannya dalam jangka waktu yang tidak lama. Ya, tidak lama adalah ukuran waktu yang tidak baku bagi setiap orang bukan. Jika tidak mampu, maka rindu akan bekerjasama dengan prasangka untuk menggerus cinta dan menghabisi berat badan dalam sekejapan.
Catatan kecil di tanggal 14 Januari 2020 setelah banyak disunting malam ini. Foto ketika pertama kali kamu ke rumah, 02 Januari 2022.











