Kuharap, hari-hari pelik yang tengah terjadi tidak menghentikan langkahmu di titik ini. Tetapi membuatmu bertumbuh menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan nanti.
Penghuni Jejaring Biru
Page 33 of 365
Game of Thrones Daily

Kiana Khansmith
Xuebing Du
No title available
NASA

roma★
wallacepolsom

Kaledo Art
art blog(derogatory)

PR's Tumblrdome
Show & Tell
Monterey Bay Aquarium
Jules of Nature

Origami Around

#extradirty
$LAYYYTER
One Nice Bug Per Day
will byers stan first human second

No title available
styofa doing anything

seen from United States
seen from Australia

seen from Singapore
seen from Singapore

seen from T1
seen from United States

seen from Singapore
seen from United States
seen from Italy

seen from Singapore

seen from Netherlands

seen from United States
seen from Australia

seen from Germany

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Belarus

seen from United Kingdom

seen from Philippines
@akarlapuk
Kuharap, hari-hari pelik yang tengah terjadi tidak menghentikan langkahmu di titik ini. Tetapi membuatmu bertumbuh menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan nanti.
Penghuni Jejaring Biru
Page 33 of 365
Tak ada yang benar-benar membuatmu jatuh dan secemas itu terhadap masa depan dan hal-hal yang belum terjadi selain persepsimu sendiri.
@terusberanjak
"Tangan kita hanya dua, kita tak bisa menggenggam lebih dari itu. Maka, apabila ada yang hilang, tidaklah Allah ambil kecuali akan diberikan pula pengganti."
Bahkan saat tersedihpun, terkadang manusia belum tentu bisa menceritakan riuhnya kepada seseorang yang paling ia percaya. atau sekadar menulis dengan detail perihal apa yang dia rasakan. Barangkali dengan diam, mengambil jeda, mengatur nafas, hanya diam tanpa memikirkan apapun, sesekali menangis, adalah cara dia untuk bertahan hidup. Tidak semua kesedihan menemukan temannya. Namun satu yang pasti, Allaah tahu bahwa hatimu sedang rapuh, sekalipun hanya kau pendam sendiri tanpa mengatakannya.
Namun bukan itu sayang, jangan hanya dia saja. Alangkah lebih melegakan kala kau menceritakan semua sesak itu padaNya. Sekalipun hanya air mata yang jatuh. Sebab itu menunjukkan betapa engkau butuh pertolongan Allaah. Butuh agar Allaah menolong dan mengangkat kesedihanmu.
Jadi, alih-alih ingin terlihat kuat, sesungguhnya tidak benar-benar demikian. Maka cukup, sudahi ya. Tak apa menangis, menangis lah kala meminta kepadaNya. Sujudlah dan katakan semuanya padaNya. Sebab Allaah ada lebih dari apapun. Itu yang harus kamu ingat lekat-lekat.
"Tangan kita hanya dua, kita tak bisa menggenggam lebih dari itu. Maka, apabila ada yang hilang, tidaklah Allah ambil kecuali akan diberikan pula pengganti."
"Every child deserves a parent, but not every parent deserves a child."
“I hope you fall in love with someone who never lets you fall asleep thinking you’re unwanted.”
— Unknown
Usia kita terbatas sayang. Jika ada peluang kebaikan dihadapanmu, manfaatkanlah. Jangan biarkan ia lewat begitu saja.
Agar kebaikan itu terus mengalir, yang semoga menjadi pemberat amal kebaikan di akhirat kelak.
Semoga Allaah mudahkan dan mampukan kita dalam melakukan banyak kebaikan yang diridhoi oleh Allaah, Aamiin.
Kamu tidak boleh nyaman di dunia ini..
Tentang pernikahan.
Pict by @boohwanj
Sebuah pengingat untuk diri sendiri.
Dari beberapa nasihat yang diterima secara dadakan hingga diberi secara khusus oleh keluarga dan teman, maka lahirlah tulisan ini.
Pernikahan bukanlah penghujung akhir dari pertemuan sepasang manusia yang memutuskan searah dalam perjalanan, namun pernikahan merupakan sebuah garis awal dari perjalanan ibadah paling panjang dan kompleks seumur hidup.
Menikahi seseorang, artinya siap bertanggung jawab atas pilihan itu dan siap pula menerima ketidaksempurnaannya setiap waktu.
Pernikahan bukanlah sebuah taman penuh bebungaan yang tidak mengenal kata layu dan badai dadakan musim kemarau atau hujan. Pernikahan memiliki lebih dari seribu musim dan tantangan.
Pernikahan adalah sebuah ladang, dengan tanah kosong dan langit terbuka. Ladang yang siap di tanami dengan kebaikan-kebaikan, yang perlu disiriami dengan kesabaran, yang perlu dirawat dengan penerimaan, yang perlu dipupuk dengan banyak maaf dan pemakluman.
Kita bebas menentukan apa yang hendak kita tanam, dan kita pun berkonsekuensi menuai apa yang telah di tanam. Maka tanamlah kebaikan-kebaikan agar berbuah sebagai manfaat dan keberkahan.
Luruskanlah niat saat membenamkan benihnya, ikhlaslah menemani sepanjang waktu dalam proses bertumbuhnya dan genggamlah keimanan seumur hidup dalam menjalaninya.
Keberkahan dari sebuah pernikahan, hadir karena pemberian Allah, yang akan turun tergantung dengan bagaimana cara dan proses menjemputnya. Maka, jemputlah dengan cara yang hormat dan berharga.
Pernikahan bukanlah sebuah ketergesaan tapi bukan berarti terlena tanpa persiapan. Pernikahan adalah sebuah keputusan yang ketika kita memutuskan pilihan itu—harus penuh dengan kesadaran, kesiapan dan tanggung jawab.
Bersama seseorang yang tepat, perjalanan ini takkan salah tujuan dan tersesat.
Sosok yang tepat adalah yang sesuai kebutuhan, terlepas dari pertimbangan syariat. Kenal dulu diri sendiri, maka kau akan tahu, seseorang bagaimana yang tepat untukmu.
Mengutip kalimat dari ust.Felix, "Ketika kamu meluruskan niat karena Allah, maka harus dia itu, bukan karena Allah. Nafsu mudah sekali dengan mata, tapi pertimbangan-pertimbangan lain harus bebas daripada nafsu. Ideal boleh, tapi harus tahu, kapan harus bertahan dengan idealitas dan kapan harus bertahan dengan yang terbaik. Yang terbaik adalah yang sesuai kebutuhan dan bukan yang harus memenuhi semua idealitas kita."
Mengutip kalimat kak Rubahlicik, "Dulu saya menikahi orang ini karena X dan Y dan itu cukup membuat saya ridha."
Ya, carilah alasan kuat dan layak saat kau memperjuangkan seseorang, alasan yang takkan membuatmu mundur dan menyerah memperjuangkannya seumur hidup.
Tak apa waktunya lebih lambat dan prosesnya lebih rumit, lepas itu semoga Allah ridho, selalu menjaga diri dan melapangkan hati ini, Aamiin.
Jumat, 24 Juni 2022 12.44
[Inspirasi Hari Ini]
“Sesungguhnya Allah memberi dunia pada orang yang Dia cinta maupun tidak. Sedangkan iman hanya diberikan kepada orang yang Allah cinta.”
(Ibnu Mas'ud dalam Kitab Ad Daa’ wad Dawaa’)
___________
Sangat paradoks kondisi kita saat ini. Kita meletih-letihkan diri untuk mencari apa yang sebenarnya sudah tertakar dan tak akan lari. Kita bertarung menumpahkan banyak nilai untuk mengejar apa yang sebenarnya sudah diatur dan diukur. DUNIA..
Sangat paradoks kondisi kita saat ini. Apa yang abadi dan dibawa mati diacuh-acuhkan ditinggal pergi. Apa yang sejatinya menyelamatkan dan memberlanjuti keabadian diacuhkan serta tak pernah dipupuk dan ditingkatkan. IMAN..
Apa yang sedang kita cari? Apa yang sedang membuat kita terpenjara banyak kepentingan? Kita sejatinya tak pernah merdeka ketika hidup dibelenggu kecacatan sikap hidup yang hanya berkutat memenuhi jasad dan nafsu. Sifat-sifat nafsiyah kita bertumbuh, tetapi sifat-sifat robbaniyyah kita mati dan lusuh..
Bagaimana kita akan kembali pulang dengan kondisi _rodhiyatan mardhiyyah_ (ridho dan diridhoi) jika untuk urusan ‘perut’ kita masih mati-matian, sedangkan untuk urusan iman kita masih malas-malasan?
MINS: Muslim Inspirer | Spark the Kindness, Start with Bismillah
Minggu, 26 Juni 2022|10.00
"Seseorang hamba itu harusnya hidupnya semangat setiap hari, karena cita-citanya adalah bertemu dengan Allah, dan persiapannya ya sekarang di dunia."
—dr. Zaidul Akbar
|| 18. 6. 2022 ||
Meminta untuk menyerah
Adakalanya, lelah sekali menjalani kehidupan ini. Mengapa terasa begitu berat, mengapa terasa begitu melelahkan sampai-sampai ingin berhenti dan menyerah saja. Namun mengapa Allaah meminta kita untuk bersabar?
Ah, karena Allaah ingin menguji siapa diantara kita yang paling baik amalnya, siapa diantara kita yang paling yakin akan kuasaNya. Kala diri sendiri menyerah dengan keadaan, maka bunuh diri bukanlah suatu pilihan yang harus diambil. Sebab Allaah menginginkan kita untuk terus berjuang dan menumbuhkan harapan kepadaNya.
Berat memang, tapi hidup harus terus berjalan. Sebab Allaah yang menjadi keyakinan bahwasanya Allaah ada lebih dari apapun. Bahwasanya Allaah tidak akan pernah meninggalkan hambanya sedetik pun.
Allaah tahu betapa sesaknya batin kita, betapa banyak air mata yang jatuh karena lelahnya menjalani ini semua. Allaah tahu, sangat tahu akan hal itu. Namun sekali lagi barangkali Allaah ingin melihat seberapa luasnya hati kita dalam bersabar menjalani kehidupan yang tiada pernah mudah ini.
Kala ingin menyerah dan tidak ada siapapun disamping mu pada hari ini. Percayalah, kamu tidak pernah benar-benar berjalan sendiri. Allaah lebih dekat dari urat nadimu. Allaah bahkan lebih sayang kepadamu bila dibandingkan dengan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya.
Dalam sedihmu, engkau diminta untuk bersabar bukan sebab Allaah tak tahu air matamu. Semata karena Allaah mencintaimu dan Allaah ingin kau lebih tegar, lebih kuat dan lebih baik prasangkaan baikmu kepadanya. Sesungguhnya pertolongan Allaah itu dekat, maka mintalah pertolongan Allaah dengan sabar dan sholat..
Hidayah itu mahal, saudaraku. Ia tak untuk ditunggu, namun tak untuk dijemput jua. Ia hanya diberikan kepada yang berhak dan pantas—ia hanya diberikan kepada hati-hati yang mau menerima.
Hidayah itu mahal, saudaraku. Maka ketika terbesit dalam hati untuk berubah, sungguh berbahagialah! Jangan menunda-nunda, dan bersegeralah. Allah Maha Tahu atas segala hamba-hamba-Nya yang hendak berserah.
Hidayah itu mahal, saudaraku. Sungguh kebanyakan manusia memilih tertatih-tatih, menerka-nerka dan meraba dalam gelap gulita. Padahal dalam melangkah, tentu akan lebih mudah tatkala kita berada di bawah terangnya cahaya.
Hidayah itu mahal, saudaraku. Genggam erat-erat dan jangan berhenti. Sebab jika Allah berkehendak untuk mencabutnya dari sanubari, tentu rasa kehilangannya tak akan terpikirkan lagi—bahkan tak sempat untuk sekadar kita tangisi.
Larilah kepada Allah
Bila kau ingin lari, larilah kepada Allah. Bila kau ingin menenangkan hati, datanglah kepada Allah. Sungguh sayang semua kerumitan yang sedang kau jalani akan ada akhirnya.
Walau saat ini rasanya begitu teramat sulit sampai-sampai rasanya kau ingin pergi jauh ke tempat di mana tak ada satu orang pun di sana, tenang. Istighfar yang banyak. Allah tak pernah membiarkan hambaNya melalui semuanya seorang diri.
Allah tau manusia tak bisa apa-apa tanpa bantuan Allah. Untuk itu di saat ujian ini datang, Allah memberimu banyak-banyak kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan hati penuh keyakinan.
Bersama Allah kamu menjadi kuat. Bersama Allah hatimu menenang. Bersama Allah kamu akan kembali bersemangat menemukan jalan keluar. Sebab memang sejatinya jalan keluar itu sudah ada sejak awal ujian ini diberikan kepadamu. Allah hanya ingin kamu berlari kembali kepada-Nya dengan penuh keyakinan bahwa Allah-lah yang harusnya kamu upayakan sebegitu seriusnya.
Jadi, bila saat ini kamu ingin lari begitu jauh, larilah kepada Allah, sayang. Larilah dengan penuh keyakinan. Larilah kepada Allah dengan tekad ingin terus memperbaiki diri.
Larilah kepada Allah. Menenanglah..
@terusberanjak
Untukmu yang sedang tidak baik-baik saja, semoga imanmu tidak melemah. Allah tidak pernah pergi walau orang-orang terdekatmu pergi. Dia akan selalu peduli walau orang disekitarmu seakan tidak peduli. Saat kamu merasa tidak dimengerti, Allah mengerti. Sujudlah dengan khusyuk, curahkan semuanya.
Cukuplah Allah sebagai tempatmu bersandar. Bersama-Nya semua akan baik-baik saja. Percayalah tidak ada yang lebih menyayangimu kecuali Allah.
Kalau tujuanmu bukan Allah, dunia ini hanya terasa lelah dan fitnah.