Sampai jumpa
Aku pulang
Pada ranah tua tak bertuan
Pada dinding bersimetris
Pada negri nan jauh disana
Tak lepas kagum pada
Kau termaktub mempesona
Mencintaimu haruslah menjelma
Menyelamimu pun aku tak kuasa
Aku melihatmu
Tersedu di pelupuk matamu
Bersenandung nada dan harsa
Bukanlah sekedar kata
Tapi rasa yang termaktub dalam jumawa
Aku pergi
Pergi dengan asa
Asa yang kemudian mempertemukanku
Pada sebuah titik heksagonal
Titik yang sudah termaktub itu
Titik kerinduan, titik lelah, dan titik temu,
Sampai jumpa di lain waktu
Kamu.












