Baru menyadari bahwa ketika LDR itu menekan rindu berkali-kali lebih sulit dari pada menghilangkan rasa curiga

seen from United States
seen from Peru
seen from United States

seen from Peru
seen from China
seen from Saudi Arabia

seen from Poland
seen from Türkiye
seen from China

seen from United States

seen from Poland

seen from Japan
seen from Venezuela
seen from United States
seen from Peru
seen from United States

seen from United States
seen from Peru
seen from Poland
seen from Mexico
Baru menyadari bahwa ketika LDR itu menekan rindu berkali-kali lebih sulit dari pada menghilangkan rasa curiga
ini cerita tentang senja kemarin, digaris lurus yang sama, kita eh maksudnya aku dan kamu menatap pada satu titik fokus yang sama. titik dimana matahari perlahan tenggelam meninggalkan pesona langit jingga diantara awan yang kian memadat. meninggalkan kesan berbeda pada setiap penikmatnya. awan itu bagaikan orang-orang yang duduk dibawah kaki senja dan cahaya jingganya seperti aku dan kamu.
iya kita berada pada satu garis lurus yang sama, tapi tak bergandengan. tak ada rencana apalagi harapan. namun aku percaya Tuhan selalu punya kejutan, seperti kemarin. aku dipertemukan denganmu dari sekian rindu yang telah kulewati dengan hebat, setelah rindu itu berhasil kupupuk dengan waktu. kemarin di kaki senja kita kembali beradu tatap walau sekilas. tak ada senyuman, hanya tatapan canggung yang beradu. antara ingin menyapa dan menunggu disapa. dan alhasil masing-masing ego tak ada yang mengalah sehingga aku dan kamu kembali pada tujuan masing² tapi sama; menatap pancaran cahaya matahari yang menyisakan keindahan langit jingga. namun tak ada yang perlu kusesali, hal ini sudah lebih dari cukup. rinduku telah terbayar tuntas,
aku kamu dan senja telah bertemu pada satu titik walau dengan keadaan yang berbeda.
Jadikan aku cahaya yang kau sukai,Yang menyelimutimu dari ruang gelap nan hampa🍁
-Cahaya Mu-
Dan pada akhirnya aku mengerti, perpisahan paling menyakitkan bukan tentang yang ditinggalkan atau yang meninggalkan, melainkan tentang bagaimana harus saling merelakan walaupun sama sekali tak ingin melepaskan.
— Relung Kata
Selarik pelangi
Pernah aku dijemput malam nan sunyi
Tidurku tak sempat mencatat indurasmi
Sementara nalarku tak mengenal siapa lagi
Siapa pemilik diri
Pemilik atma yang nestapa ini
Daksaku gelabah dalam jeruji
Dalam derai buana sedari
Aku adalah arunika yang arumi
Merapah menuju penghujung negeri
Merangkai waktu yang kian pergi
Merantai widya pada kesekian kali
Pada rintik sendu kian menanti
Agar sebelum senja melipat hari
Dapat ku lukiskan selarik pelangi
Di sudut hatimu yang paling sepi.
Kenangan yang menghantui lewat hujan. Aku ingin kembali datang...
Tetap berjuang kawan!
°
Tag someone!
°
Mohon dukungannya untuk follow akun instagram 🙏🏻 :
@_sajakaja
@_sajakaja
°
Follow Instagram :
@_sajakaja
°
~Terima kasih buat teman teman yang sudah rela berkorban memberikan dukungan kepada akun ini🙏🏻
Dia serupa angin
Bergerak tanpa tahu arah
Tidak juga bermuara
Semaunya saja
Sesukanya saja
Karena dia tidak bertuan
Entah kepada siapa
Rindu siapa?
Milik siapa?
Dia hanya tiba-tiba menyelinap
Mengendap dalam sunyi senyap
Dia datang ditengah malam
Hadir diantara kelam
Kacau..
Dia mengacau dalam hening berkepanjangan
Rindu ini miliki siapa?
Dimana tuannya?
Rindu ini…
Kepada siapa?