Orangtuamu Akan Sempurna Ketika Masa Itu Tiba
Gw lupa baca dimana, di tulisan tentang kematian seorang laki-laki itu, penulis kira-kira bilang gini, “ketika dia pergi, aku baru menyadari bahwa dia adalah ayah yang sempurna bagi anak-anaknya.”
Begitulah sebagian manusia, meninggal kemudian hanya kebaikannya yang tertinggal. Gw dan bapak tuh sering banget berantem, di rumah gw lah yang paling ga sabar ngadepin bapak, jarang akur. Tapi sesekali telponan lama, kayak sahabat cerita macem-macem sampai beberapa jam.
Bapak sering ga mengerti pilihan-pilihan hidup gw yang ga sesuai dengan gengsinya. Kadang gw tertekan karena dia nampak kurang mendukung apa yang gw upayakan. Bapak pendukung 01 garis keras, gw sebaliknya, dan kami sering adu argumen.
Tapi ketika bapak meninggal pada awal Ramadhan lalu, semua kesalahannya menguap. Semua hubungan tak baik kami terlihat tidak penting. Yang terkenang cuma kebaikan-kebaikan dan kesempurnaannya sebagai ayah.
Bapak yang rela pinjam uang supaya gw bisa berangkat tes ke ITB, bapak yang selalu nungguin pengumuman masih dengan seragam ketika gw daftar SMP dan SMA favorit, bapak yang menggenggam tangan gw ketika gw koma di rumah sakit dan membuka mata untuk pertama kali melawan maut, Bapak yang selalu dengan bangga bilang gw S2 gratis tis, Bapak yang mendukung pernikahan gw dengan orang yang gw kira akan dia ragukan, Bapak yang berkaca-kaca menikahkan gw, Bapak yang selalu nganter dan nunggu bus malam mengantarkan gw ke Bandung, Bapak yang dengan semangat mau anter gw dan suami ke rumah mertua di hari kedua lebaran dan ngajak sekampung padahal mobilnya cuma Avanza, Bapak yang selalu mengupayakan yang terbaik buat gw meski itu diluar kemampuannya.
Kalau orang tuamu cuma bawel, melarang kamu menikah dengan si ini, cerewetin ini itu, ngelarang kamu kerja atau sekolah di tempat tertentu, nyuruh sholat mulu, inget ini :
Suatu hari, ketika mereka ga ada dan ga bisa kembali, yang bakal kamu ingat adalah kesempurnaan mereka sebagai orang tua. Kesempurnaan ini akan membuatmu tersiksa, karena sudah terlalu banyak mengeluhkan mereka, di saat mereka sibuk berbuat yang terbaik buat kamu.
Percaya deh, kekurangan mereka tidak akan ada artinya bagi kita ketika mereka sudah ga ada. Kita akan begitu mudah memaklumi kesalahan-kesalahan mereka, karena baru tahu bahwa kebaikannya luar biasa. Lalu kita akan berpikir, kenapa ga ketika mereka masih hidup kita memakluminya jadi punya hubungan yang lebih baik sama mereka?
Percaya deh, orang tuamu sudah melakukan hal terbaik yang bisa mereka lakukan. Mumpung masih ada, banyak - banyak maklumi kekurangannya. Sebelum kamu nyesel kayak gw.
Malam 1 Syawal, pertama kalinya tanpa Bapak. Yang dikira bakal fullteam sama 2 anak 2 mantu 1 cucu, ternyata jadi tanpa Bapak.