Sepertinya aku tidak pernah meminta pada Tuhan untuk menang undian. Tapi mengapa aku selalu merasa beruntung bisa bertemu denganmu?




#interview with the vampire#iwtv#the vampire armand#assad zaman

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from France
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United Kingdom

seen from Oman

seen from France
Sepertinya aku tidak pernah meminta pada Tuhan untuk menang undian. Tapi mengapa aku selalu merasa beruntung bisa bertemu denganmu?
beruntung.
siapa yang lebih beruntung di antara kita?
apakah mereka yang di pagi harinya bisa menikmati matahari terbit? apakah mereka yang setiap pagi punya tujuan untuk menjemput rezeki? atau kah mereka yang setiap pagi bisa sarapan pagi yang hangat dengan yang mereka sayangi?
pagi tadi di pelabuhan aku bertemu dengan seorang bapak yang qadarullah Allah sudah ambil nikmat penglihatannya. tertatih-tatih beliau berjalan ke loket pembelian tiket hanya untuk menukarkan uang kembalian jualannya. sekembalinya dari loket tersebut, beliau kehilangan arah. tidak tahu di mana pembelinya tadi. beliau tanya satu-satu orang yang dia temui di depannya, adakah si pemilik uang yang beliau pegang.
aku hanya terhenyak melihatnya. karena terburu-buru pula, tidak sempat membantu. sepulang dari pelabuhan, yang terpikir di benakku hanyalah betapa beruntung bapak itu. memang yang terlihat manusia, beliau kebingungan mencari orang sedangkan tidak bisa melihat sama sekali. tapi, lihatlah, betapa beruntung beliau karena matanya tidak perlu Allah hisab. pun dengan kesulitannya insyaAllah Allah mudahkan selainnya, juga berikan pahala bersabar.
lagi-lagi, Allah tunjukkan betapa kurangnya rasa syukurku sebagai manusia untuk melihat hanya yang baik-baik. terlalu banyak kufurku sebagai hamba-Nya untuk melihat hanya yang Allah ridha. ya Allah, semoga Engkau ampuni kami...
bisa jadi, beruntung menurut bapak tadi, akan sangat berbeda dengan beruntung menurutku. bisa jadi, menurut bapak tadi, beruntunglah aku karena masih diberi nikmat melihat laut yang biru, juga matahari pagi yang hangat. sedangkan menurutku, celakalah aku jika nanti penglihatanku justru akan menjauhkanku dari surga-Nya. naudzubillah.
karenanya, beruntung, sebagaimana bahagia, menurutku akan lebih bermakna ketika dikembalikan lagi ke sebenar-benar Pemilik keberuntungan. apakah hari ini, untuk kita, lebih mendekatkan diri kita ke Allah? apakah hari ini memperdalam hubungan kita dengan Allah? maka, untuk menjadi beruntung juga perlu usaha yang sungguh-sungguh. sekuat apa kemauan kita untuk lebih mendekat kepada Allah? segigih apa doa kita untuk lebih mencintai Allah?
jadi, siapa yang lebih beruntung di antara kita?
Orang-orang yang punya masa lalu sulit, yang selalu dibenturkan banyak kenyataan pahit. Ia akan tumbuh menjadi menjadi sosok yang kuat. Yang tak mudah dihancurkan lagi oleh apapun.
Sekalipun ia wanita. yang dianggap lemah dan tak bisa apa-apa. Jangan lihat fisiknya, lihat saja berapa banyak kepayahan yg sudah ditaklukkan. Bisa jadi banyak lelaki yang tak kuat jika dihadapkan dengan fase yang sama.
Tak perlu malu, kamu beruntung.
Betapa beruntungnya kamu jika menemui hati yang tidak pernah menuntut apapun darimu selain melihatmu dalam keadaan baik
selamat pagi...😊
Menjadi Orang Paling Beruntung !
Kadangkala pada sesuatu yang kumerasa mampu, Allah tak mengizinkanku berdaya disitu. Meski awalnya kumerasa itu jalanku, pilihanku, jalur pendidikanku, passion dan keahlianku... Nyatanya bukan disana tempatku, seringkali aku gagal, kehilangan kesempatan, sekalipun dapat, ada rintangan, tak bertahan lama. Selalu ada yang lebih beruntung dan lebih kompeten dariku di bidang itu.
Tetapi bukan berarti tidak ada kesempatan bagiku untuk jadi orang beruntung dalam hal lainnya. Sebab Allah bilang "bila kamu bersyukur, niscaya kamu adalah orang paling beruntung" dan aku ingin sekali jadi orang seperti itu. Keberuntungan itu seperti keajaiban. Orang beruntung mungkin hanya orang biasa, tetapi keberuntungan kadang bisa mengalahkan kecerdasan , kekayaan, dan berbagai macam sumber daya yang dimiliki orang2 hebat sejak lahir. Dan keberuntungan itu kalau dinalar dengan akal seperti misteri, ibarat mengundi nasib tak bisa dipastikan, tak bisa terjadi dengan sendirinya, kecuali ada yang mengaturnya. Maka keberuntungan pasti terjadi karena ada tangan2 yang Kuasa yang merancangnya, membantu seseorang sehingga pada akhirnya ia bisa menjadi orang beruntung.
Faktanya kadang, pada hal2 yang aku merasa tidak kompeten di bidangnya, yang kulakukan dengan iseng bahkan setengah hati, yang kuikhtiarkan di sela2 kesibukanku,yang kuusahakan hanya di sela2 waktuku saja. Allah justru memberiku kesempatan, menunjukan jalan keluar dari permasalahanku, membuka pintu untukku mewujudkan harapanku. Jadi adakalanya aku juga beruntung, terutama pada hal2 yang aku ga mampu sombong. Habis apa yg bisa disombongkan, Ketika aku ngerasa ga banyak berbuat apa2, yang aku lakukan sama sekali ga berarti tapi justru saat itulah Dia memberi? Apa hebatnya aku? Dia-lah yang Hebat, yang bekerja atas semua itu. Ketetapan yang telah dia rencanakan untukku ...Sekeras apapun aku mencoba bertahan lurus di satu jalan. Pada akhirnya aku dibelokanNya pada apa yang menjadi taqdirku.
Menurutku setiap orang itu pernah dan pasti berkesempatan menjadi beruntung, hanya tak semua menyadari bahwa ia beruntung, karena belum mengenal makna syukur yang sebenarnya... Atau mungkin keberuntungannya tertahan karena ketiadaan rasa syukur itu.
Dan nyatanya keberuntungan tak selalu mendapat pekerjaan yang kita senangi, harta yang kita inginkan. Banyak keberuntungan lain yang tidak kita sadari sehingga jarang kita syukuri seperti memiliki keluarga yang utuh, terlahir dari keluarga yang muslim, memiliki pasangan yang baik, anak2 yang soleh, memiliki cukup makanan yang halal, rumah yang layak huni, kaki yang bisa melangkah, mata yang mampu melihat, bahkan nafas yang berhembus itu keberuntungan. Disaat begitu banyak orang diluar sana tengah berjuang bahkan ada yang masih kesulitan untuk memiliki semua itu. Ternyata kehidupan itu sendiri adalah keberuntungan...
Tetapi keberuntungan itu berderajat derajat dan keberuntungan tertinggi adalah ketika hati juga raga kita tertuntun mudah untuk melakukan amal saleh, sehingga kita mampu bersyukur dan bersabar dalam keadaan apapun.
Dulu, kupikir bahwa syukur itu biasa dilakukan ketika menerima nikmat "rasa dan ungkapan bahagia yang secara otomatis memuji Allah" ketika sedang senang dan berlimpah barulah... muncul motivasi untuk berbagi. Sedekah lebih mudah, beramal lebih lancar. Aku berusaha memaksimalkan syukur karena Allah juga bilang "bila kamu bersyukur maka Allah akan menambah2 karunianya disamping karunianya yang telah ada"
Tapi ternyata syukurku yg seperti itu standar sekali, belum ada apa2nya. Ada syukur yang lebih sempurna. Syukurnya orang paling beruntung ... karena yang namanya keberuntungan itu tak terbatas pada tambahan2 karunia saja sebagai balasannya. Syukur orang paling beruntung itu selalu mendatangkan jalan keluar, menyelesaikan permasalahan disamping mendatangkan nikmat yang tak terbatas.
Dan ternyata bukan semata nikmat yang mendatangkan syukur. Tetapi syukurlah yang kelak akan mendatangkan nikmat dan pertolongan.
Jadi harus seperti apa syukur itu agar kita menjadi orang paling beruntung? Hakikat syukur yang sempurna yaitu seseorang baru dikatakan ahli syukur ketika dalam keadaan sempit dan sulit ia masih bisa mengenali dan mengingat2 nikmat Allah sehingga itu menjadikannya ridho pada segala ketetapan, tidak mengeluh tidak pula menyerah.
Kebalikan syukur adalah kufur ada contoh kisah yang patut kita ambil pelajaran.
Ingat sejarah Bani Israil setelah Allah selamatkan mereka dari kejaran Firaun dan bala tentaranya. Ceritanya ga berhenti sampai disitu, ketika mereka terlunta2 dan sedang mencari tempat tinggal baru dalam kondisi lapar, maka mereka diuji dengan kesempitan. Sayangnya begitu mudah mereka mengeluh dan kembali kufur, padahal baru saja ditampakan dihadapan mereka kekuasaan Allah yang sangat besar saat Allah menenggelamkan Firaun dan pasukannya di lautan. Lalu apa kata Nabi Musa menanggapi keluhan dan kesulitan yang dihadapi kaumnnya saat itu? Nabi musa mengingatkan mereka untuk menjadi orang bersyukur bahkan disaat sulit, namun karena mereka selalu durhaka maka pada akhirnya dijadikannya mereka umat yang dihinakan hingga kini.
"Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari pengikut-pengikut Fir'aun; mereka menyiksa kamu dengan siksa yang pedih, dan menyembelih anak-anakmu yang laki-laki, dan membiarkan hidup anak-anak perempuanmu; pada yang demikian itu suatu cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat, Lalu Musa berkata, Jika kamu dan orang yang ada di bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji." (QS. Ibrahim 14: Ayat 6-8)
Sungguh Allah sama sekali tidak membutuhkan syukur kita. Bila kita bersyukur maka itu untuk kebaikan kita sendiri, seandainya seluruh manusia tidak mau bersyukur dan mengingkari nikmat Allah, maka tidak akan berkurang, kekuasaan, kekayaan dan kemuliaan Allah. Dialah Allah tetap Maka Kaya dan Maha Terpuji.
Bila kamu masih penasaran tentang menjadi orang beruntung coba buka aplikasi Quran kamu dan buat pencarian dengan kata "BERUNTUNG" kamu akan menemukan banyak petunjuk dan FirmanNya yang sangat dahsyat.
Hari 4
Ada yang sadar kah kalau hari ini adalah hari 4? Bukan bermaksud menebar konspirasi atau bagaimana, tapi aku menemukannya unik dan seru. Hari ini, tanggal 4 bulan 4 tahun 2021 yang apabila dijumlahkan, jumlahnya 4. Dan hari ini adalah minggu ke-13 (yang kalau dijumlahkan 1+3 = 4, kan?) Seru, bukan?
Angka 4 seringkali diartikan sebagai angka sial. Angka yang buruk. Hal itu datang dari fengshui China. Lalu kemudian setiap negara merasakannya. Sampai-sampai, kalau ada tempat publik seperti mall, hotel, bahkan bandara akan meloncati angka 4 dan 13, atau menggantinya dengan 3a, 3b, dan lain sebagainya.
Padahal, pernah kah kamu benar-benar merasa sial dengan angka itu? Aku justru seringkali menemukan sebaliknya. Seringkali aku merasa bahwa aku beruntung sekali dengan adanya angka itu. Tak jarang juga keberuntungan benar-benar berpihak padaku dalam angka itu. Contohnya hari ini. Lalu, jika memang angka itu adalah angka sial, coba bayangkan jika dia jadi manusia, bukankah semua orang hanya akan jadi pembully?
Bahwasannya, angka 4 tidak selalu membawa sial, dan angka lain tidak selalu membawa keberuntungan. Manusia memang hobi sekali disibukkan dengan angka-angka, ya?
Memang sih, filosofi dan fengshui tentang sial-nya angka 4 atau 13 tidak mungkin tidak didasari dengan sesuatu. Pasti ada kesadaran hebat dibaliknya. Tapi balik lagi. Perihal keberuntungan dan kesialan, tidak ada yang benar-benar tahu. Bisa saja, menurutmu kamu mendapatkan kesialan, tapi ternyata kesialan itu mendatangkanmu keberuntungan di masa depan? Tidak ada yang benar-benar tahu.
-Sastrasa
Di dunia; sering sekali kita merasa sangat nyaman jika berada disebuah perkebunan yang dipenuhi buah-buahan, lalu berada di pinggir sungai didalam hutan yang airnya begitu jernih, serta duduk di dipan-dipan yang disuguhi pemandangan.
Nanti jika kita beruntung; kita akan merasakan kenyamanan itu lebih nikmat, lebih dasyat.
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya.” (QS. Al-Mu’minuun: 1-5).
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya meminum khamar, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah: 90).
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104).
Hai orang-orang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya dan berjihadlah pada jalan-Nya, supaya kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al Maidah: 35).
Tidak Apa-apa
Tentang penyakit orang-orang yang menghafal Qur’an memang satu: malas.
Tidak apa-apa. Elus dada, lapangkan hati, terima saja. Tidak ada apa-apa. Itu lumrah, itu sebuah kewajaran. Kenapa lumrah, kenapa wajar? Karena setiap orang yang menghafal Al-Qur’an pasti mengalami hal tersebut. Kamu mau menghafal Qur’an, merasa tenang bersama Qur’an, rindu ketika lama tak menyentuh Qur’an, it’s a exquisite gift dat can’t be paid for all of thing in dis world.
Terkadang sehari bisa saja nderes sampai berjuz-juz. Tapi setelah itu, di hari lain berikutnya, sama sekali tidak nderes.
Look! Kamu sudah sangat memahami bahwa yang lebih penting dari seberapa banyak nderes, adalah seberapa konsisten kamu nderes. Jadi kalau sudah memahami, tinggal diusahakan penuh-penuh saja implementasinya, praktiknya.
Kata para sesepuh, lebih baik sedikit asal konsisten.
Berdoalah terus setiap hari, setiap waktu. Semoga dimampukan merawat Qur’an. Semakin bertambah umur, semakin rajin menyirami ayat-ayat Qur’an yang hampir kering di dalam dada.
Karena dengan Qur’an, seseorang bisa hidup beruntung. Mintalah diberikan hidup yang beruntung. Tak hanya di dunia saja, tapi di kehidupan selanjutnya.
Tentu saja minta beruntung bukan berarti tidak berusaha, lalu hanya leha-leha. Kita harus berusaha sampai habis tenaga. Tapi tetap saja usaha setiap manusia itu ada batasnya. Sedangkan doa-doa tidak ada batasnya.