I just published "Bravo" of my story "Phosphene". http://w.tt/1Vy3LtY

Product Placement

JVL
he wasn't even looking at me and he found me
No title available

Kaledo Art
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

tannertan36
$LAYYYTER
Lint Roller? I Barely Know Her
DEAR READER
almost home

❣ Chile in a Photography ❣
NASA
taylor price

izzy's playlists!

#extradirty
Sweet Seals For You, Always

No title available

pixel skylines
Not today Justin
seen from United States
seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Belgium
seen from United States

seen from Maldives

seen from Germany
seen from South Africa
seen from South Africa
seen from South Africa
seen from South Africa

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
@alightmosphere
I just published "Bravo" of my story "Phosphene". http://w.tt/1Vy3LtY
I just published "Alpha" of my story "Phosphene". http://w.tt/1VxZ5nS
I just published "Prolog" of my story "Phosphene". http://w.tt/1Rf5MIn
I just published "Stratopause" of my story "Atmosfer". http://w.tt/1RZTUHQ
I just published "Stratosfer" of my story "Atmosfer". http://w.tt/1XGFVeb
I just published "Tropopause" of my story "Atmosfer". http://w.tt/1PlMdtq
I just published "Troposfer" of my story "Atmosfer". http://w.tt/1R8SIWh
I just published "Prolog" of my story "Atmosfer". http://w.tt/1TZVijx
I just published "Februari, 2020" of my story "Phosphenes". http://w.tt/1Vi5ZgW
I just published "Prolog" of my story "Phosphenes". http://w.tt/22qIWlX
“Minggu depan pada datang?” desisku, berharap tak ada yang mendengar.
“Datang dong! Kamu datang kan Aei?!” sahut Octa. Aku hanya hening.
“Itu event gratis, siapa cepat dia dapat tiketnya seperti biasa” Acha menambahkan.
“Semoga dapat ya, aku dengar-dengar itu limited” Fuji menyahut sambil mengunyah. Aku masih tergeming.
“Aei, kamu datang kan?!” kini giliran Marlene yang menghadangku.
“Inshallah”
“Kok ini anak tumben nggak berselera”
“Dari kemarin emang dia agak aneh, Ta”
“Kamu cerita dong sama kita kalo ada masalah” Fuji menghampiri dan menepuk bahuku.
Cerita, ya aku harap aku mampu menceritakan semua ketakutan akan keadaan keluargaku. Tapi aku tidak bisa, karena mereka tidak akan mengerti. Aku mengambil ikan bakar dengan potongan paling kecil, aku sedikit tahu diri dengan patungan sepuluh ribu. Aku menyandarkan tubuhku di tembok dan hanya menyaksikan ikan bakarku berbaring cantik di piring.
“Aei ada telepon tuh!” teriak Octa menunjuk HP-ku yang sedang di-charge. Aku menghampiri. Nama Enggar tertera disana.
“Hallo”
“Aei! Ke rumah Ge dong! Gabung sini”
Ge?.
“Ada apa emang?” tanyaku berlagak rileks. Suara disana berisik sekali.
“Kita barbeque-an” Perasaanku anjlok. Rasanya aku ingin pulang dan berkumpul bersama mereka.
“Yah, aku juga ada acara disini”
“Yah.. kirain di rumah. Yaudah deh”
“Hm”
“Eh sebentar! Ada yang mau ngomong” jantungku tiba-tiba bergemuruh cepat.
“The Casual Vacancy…” kata suara begitu berat di balik telepon ini. Kebisingan tak terdengar lagi. Aku gugup bukan main, Charger HP kutanggalkan dan menjauh keluar rumah.
“Sebenarnya kurang setuju Miles Morrison menang, tapi Krystal cukup mempesona –“ tambah si suara berat. Tiada henti aku tersenyum sendiri. Aku menghela nafas berusaha rileks.
“Lalu, berapa rating dibandingkan dengan Dunia Sophie?” kataku berlagak rileks, kemudian menelan ludah, nafas aku atur mati-matian.
“Hm – empat banding…”
“Tiga setengah” Aku tertawa dan dia juga, aku tidak menyangka dia tertawa, tak sedatar yang kukira.
“Sudah dapat Dunia Sophie?”
“Belum” Mencari saja aku belum.
“Minggu depan ada event di kawasan Pejaten, tiket sudah ready semua termasuk kamu. Nanti aku bawakan”
“Iya, terima kasih” Telepon putus begitu saja. Aku senang bukan main, aku kembali ke kerumunan dengan wajah terpaut sumringah.
“Minggu depan jadi ya! Awas pada nggak!”
My on-going novel. It titled Atmosfer. To be continued.
Kakiku sedikit jingjit dan tangan aku julurkan, aku hampir berhasil, tiba-tiba seseorang tanpa dosa meraihnya. Aku terperangah.
“Suka Novel ginian juga?” desis seorang laki-laki dengan vokal begitu berat tanpa menoleh ke arahku. Jantungku berdegup cepat sekali kala melihatnya. Seorang laki-laki yang kutemui sepulang sekolah di depan rumahnya, seorang laki-laki yang mengemudikan mobil kala diriku diselamatkan oleh segerombolan kecil semalam. Dia masih mengenakan pakaian yang sama yang kulihat tadi siang. Atau memang saat kita bertemu tadi, dia akan menuju kesini.
Tapi entahlah rasa-rasanya aku tidak dapat bernafas normal. Terlebih kami terlihat sangat match dengan atasan hitam-hitam seperti ini. Dia terpaku menatap cover belakang The Casual Vacancy, dan aku terpaku memandanginya. Earphone tak lepas dari telinganya sama persis dengan yang kulihat semalam. Sekarang jantungku sudah berdetak normal, begitu juga nafasku. Seumur hidup aku tak pernah merasakan fenomena seperti ini. Astagfirullah aku lupa bahwa dia sempat bertanya padaku. Aku menarik nafas cepat.
“Iya” hanya itu yang bisa kujawab. Dan sepertinya lelaki ini sudah tidak ingat dengan pertanyaannya. Aku kembali canggung. Dia menoleh padaku dua detik lalu membuang pandangannya pada rak buku lain.
“Bagus?” tanyanya tiba-tiba, lagi-lagi tanpa menoleh ke arahku. Aku kembali terperangah tak menjawab.
“Bagus ceritanya?” tanyanya lagi, kini menoleh padaku.
“Iya” lagi-lagi hanya itu yang kujawab.
“Pernah baca Dunia Sophie?” Aku berpikir keras, bacaan yang baru aku dengar. Dia masih memperhatikan tiap-tiap rak buku yang ada di bagian Novel Fiksi, dan aku berlagak mengambil sebuah buku dan menelaahnya. Aku hanya berlagak.
“Nggak”
“Coba dibaca, itu juga bagus. Novel filsafat”
Apa? Filsafat? Apa itu?.
“Karya Jostein Gaarder, nggak semua toko buku ada”
“Kebetulan, aku lagi cari bacaan baru” kataku, hanya berlagak. Dia tersenyum sesaat aku menjawab. Aku tidak tahu dia tersenyum karena jawabanku, atau karena melihat buku-buku di rak itu, atau musik di Earphone-nya. Tapi aku suka sekali senyumnya. Dia berhenti melihat-lihat dan kembali mengalihkan pandangannya pada The Casual Vacancy yang ia pegang.
“Semoga buku kegemaranmu lebih bagus dari Dunia Sophie” katanya lagi. Aku kembali menoleh.
“Duluan ya Aei”
Aei?.
My on-going novel. It titled Atmosfer. To be continued…
Artist Documents Tender Notes Over Acrylic Illustrations From Her Travels on a Moleskine Notebook
American artist Missy H. Dunaway documents her travels across the US, Europe, Turkey, and Morocco with extreme romanticism and poetry. Dunaway illustrates on her Moleskine journal a beautiful scenery with acrylic paint from her time in a specific location, then autographs each painting with a sweet excerpt of nostalgia.
She often composes goodbye notes on her journals, as she bids adieu to each city. Each cityscape portrait reveals a tender thought or memory of heartbreak or a desire for wanderlust.
Some of the lovely anecdotes read:
“Standing in Asia. Looking at Europe. Thinking of New York.”
“I moved to Istanbul (alone). I’ve been looking out my window more than usual.”
“I’ve discovered I have the gift to feel at home jus about anywhere.”
“I’ll press you in a book.”
“I was staring at the blinking lights of an airplane and waiting for sleep when a shooting star passed across my view, clear as day. I haven’t seen a shooting star in a whole decade.”
We highly urge everyone to click on each image to read the stunning passages. You can find these notebooks and more of her original work in her Etsy shop.
View similar posts here!
perhaps, all Ive been passing wasn't that easy. some times I dont understand why these coming up to my life, and some times this is so cruel. I wake up and down and wake up then and finally down over, its like a game which is never end. but, when I wake up, everything's gonna be more difficult, and so does when I am down. Many things came and gone without asking permission, and those was hurted, really. I do lean by Allah, and it makes me stronger. but some times I feel almost giving up. Thousand prays I prohibited, and until now I have waited still. I've never chosen this journey. Allah drags me here, with all torment, hurt, teardrop, sadness, and feeling alone. but I do believe Allah has best plan for me. and I also believe that Allah knows I am tired and feel no raise anymore. that's why I do think positively and having another goal onto my dreams. then, it was more difficult. I give in. Now, I'm just living without the old atmosphere which I always cheer up. what should I do? should I stop right now? . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . I KNOW I WON'T
Gelap langit dunia, air mata bencana, mengiring langkah sepi ini kepadaMu. Wajah-wajah tlah lelah, hampa dan penuh duka, ribuan doa terucapkan sudah. Hari-hari meraba penuh salah dan dosa. air mata sujud memohon hapuskan duka. Dan kembali padaMu, harap akan cintaMu, tengadah tangan memohon padaMu.
Ampun ya Rabbana, maafkanlah semua. Hapuskanlah lelah, hapuskan air mata. Cukupkanlah semua duka yang menari di udara, Hadirkan cahaya terangi sang jiwa.
Hadirkan cahaya, terangkanlah resahnya jiwa. Terangi langkah hapuskan duka wahai Sang Maha Pemurah.....
I’ve really been on a bender and it shows... so why don’t you blow me a kiss before she goes?
Gimme a shot to remember, and you can take all the pain away from me. A kiss and I will SURENDER, the sharpest lives are the deadliest to lead. A light to burn all the empires.. So bright the sun is ashamed to rise and be, in love with all of these vampires, so you can leave like the sane abandoned me...........................
terkadang ketidakbodoamatan memang patriot sementara sih
~alter ego is coming now~
The holiday season is a time for reflection. Every year, we have asked for stories about what you have learned – about life, about change, about love and about yourself.
Instead of asking you to fill out a form or tweet us your thoughts, we want to collect your stories and reflections as voicemails.
This month, we want to know what you have learned.
Listen to some of the previous messages we’ve received, and be inspired by their stories:
From Patricia
From Rachel
From Jordan
To leave us a message, call in to (314) 643-6152. When prompted, leave us a message: all we need is your name and the story you want to share.
They’re already posting your calls over at @thisyearilearned, and they’re pretty damn great. Listen, call, tell your story, feel good, make other people feel good. That’s your good-vibes to-do list.