Keni
RMH
Noah Kahan

blake kathryn

PR's Tumblrdome

★
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

roma★

❣ Chile in a Photography ❣
Game of Thrones Daily
Mike Driver

⁂
𓃗

Product Placement
🩵 avery cochrane 🩵
will byers stan first human second
art blog(derogatory)
almost home

@theartofmadeline
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
seen from Bolivia

seen from United States
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States

seen from United States
seen from Argentina
@amandakhaira
Meyakinkan Diri
Apa yang lebih menenangkan daripada hati yang lapang dan kepasrahan pada keputusan Allah? Bahkan pada waktu yang terhimpit dan sangat mustahil untuk terjadi pun akan mudah untuk mengikhlaskan, jika menempatkan "Bismillah, insyaalloh apapun yang terjadi nanti itu yang terbaik dari Allah" pada urutan kalimat pertama yang keluar dari hati dan lisan.
Yang kurang darimu bukanlah orang dalam, tapi keyakinan bahwa Allah yang memberikan rezeki. Yang lemah darimu bukanlah kekuatan atau uang, tapi tawakkal yang maksimal. Kamu tidaklah sedang berlomba untuk mengumpulkan dunia ini, tapi kamu sedang berlomba untuk berbuat kebaikan. Mencari penghidupan agar bisa beribadah dengan baik dan agar bisa berbagi juga bagian dari kebaikan. Perbaiki lagi niatmu jika hanya untuk mengumpulkan dunia.
Kelak, kamu akan menyadari bahwa yang benar-benar akan menolongmu itu bukanlah harta dunia, tapi amal kebaikan yang selalu kamu utamakan. Sebab dunia akan selalu menipumu.
Atur kemmbali niat, jangan sampai menuhankan atau menjadikan dunia sebagai tujuan. Ia hanya perantara dan kendaraan saja yang kamu pun bisa memilihnya atau tidak.
Selamat berjuang dan memperbaiki hati.
@jndmmsyhd
"Saat kamu merasa sendiri menjalani kehidupan ini; merasa tidak dimengerti, merasa tidak dihargai, merasa tidak dianggap. Belajarlah untuk tidak mempersalahkan dirimu sendiri."
-
Ferliana Harman
Hey, Kamu!
Tulisan ini berisi banyak larangan untukmu yang gengsi mengaku lemah, yang selalu merasa gila sendirian, yang gemar berpura-pura.
Jangan cemas jika kamu kebingungan apa alasan di balik setiap kesedihanmu. Berhenti merasa aneh hanya karna kamu sering menangis di pojok kamar sampai matamu sembab, pipimu memerah, tangan gemetar, dan tisu yang penuh dengan ingus. Jangan putus asa lantaran patah hati yang berkepanjangan.
Aku dan kamu, kita sama. Hanya letak lukanya saja yang berbeda.
Berhenti berpura-pura dan akui bahwa terkadang kamu memang lemah. Semakin sering kamu berlindung di balik tawamu, semakin lama kamu mengasuh pilu, semakin dalam kamu tenggelam.
Setiap kita memiliki timbunan perih, dan seberapa sakitnya hanya kita yang mengerti. Jadi, jangan selalu merasa dirimu yang paling sakit sendiri.
Ingatlah bahwa langit saja tak selalu biru dan cerah, kehidupan pun tak pernah menjanjikan kebahagiaan yang kekal dan hari-hari yang selalu indah. Berhenti menyalahkan dirimu dan takdir yang katamu buruk itu. Berhenti bertanya; mengapa?.
Karna memang ada masanya bagi setiap makhluk yang berjiwa, tergores hatinya.
Terkadang, kita perlu melepaskan topeng dan berhenti bermain peran. Mengakui ketidakberdayaan dan menunjukkan pondasi yang memang sudah rapuh tidak membuatmu menjadi seorang pendosa.
Selepasnya, lebarkan kelopak mata untuk memahami dunia dan seisinya bahwa bukan hanya kamu yang hatinya selalu sesak, yang menangis sampai suaranya serak, yang hari-harinya dijalani dengan tatapan samar.
Terlalu sering menyalahkan diri sendiri membuatmu lupa bahwa sebenarnya Tuhan selalu memeluk dan menabahkanmu. Terlalu sibuk memelihara luka, perlahan mengaburkan keinginanmu untuk bangkit dan berhenti berharap mungkin esok kamu akan sembuh.
Hey, Kamu!
Menjadi tidak baik-baik saja bukan hal yang memalukan. Hidup memang tak selalu mudah, namun juga tidak melulu rumit. Jangan takut kamu tidak akan menemukan secercah cahaya lagi. Jangan terlalu kalut hingga tersirat niat untuk menyudahi segalanya. Pondasimu yang rapuh masih bisa diperbaiki seiring dengan berprosesnya dirimu.
Dunia ini tidak sepi. Ada banyak jiwa yang sama terlukanya sepertimu. Kamu tidak sendirian, ada aku dan mereka.
11:32 pm. Thursday, 17 December 2020.
“Never ignore how your body responds to people.”
— STW
saling
untuk adik laki-laki saya:
dek, kalau kamu menikah nanti, "saling"-mu tidak cukup pada saling menyanyangi dan saling menerima saja. tidak cukup.
saling itu berarti kamu dan pasanganmu menjadi support system untuk satu sama lain. sebab dek, dunia tidak berputar hanya pada dirimu sendiri. pasanganmu adalah pendukungmu dan kamu juga harus menjadi pendukung pasanganmu.
tidak bisa kamu meminta istri yang mau ikut memperjuangkan mimpi-mimpimu kalau kamu tidak mau memperjuangkan mimpi-mimpinya juga.
tidak bisa kamu mengharapkan istri yang akan menganggap cerita-ceritamu menarik kalau kamu menganggap cerita-cerita soal mengurus rumah tangga biasa-biasa saja.
tidak bisa kamu menginginkan istri yang berbakti kepada kedua orang tuamu kalau kamu saja tak rajin menyapa kedua orang tuanya, keluarganya.
tidak bisa kamu mengharapkan istri yang penuh dengan kelembutan dan kehangatan kalau kamu sendiri dingin, kalau kamu cuek.
saling itu jauh lebih dalam maknanya dari hanya memiliki perasaan yang sama. saling juga berarti melakukan sesuatu yang sama--layaknya yang kita harapkan dilakukan oleh pasangan kita.
saling juga berarti sama-sama terus mengupayakan agar hal-hal baik itu tak putus diperbuat.
doa mbak, semoga kamu tidak pernah mengalami ini: berharap bahwa ke-saling-an itu ada, namun rupanya kamu adalah satu-satunya yang berusaha. entah bagaimana perihnya.
Gimana rasanya melihat orang yang pernah kamu anggap remeh sekarang bisa lebih sukses darimu? Itulah makanya, besok-besok gak usah berlebihan kalau gak suka sama orang. Gak perlu nyinyir, apalagi menghina.
— Taufik Aulia
Bahagia itu luas. Jangan hanya mengintip dari sela tirai. Buka jendelamu, buka pintu rumahmu. Bahagia itu luas. Jika tidak kamu lihat di posisimu yang sekarang, coba lah maju satu langkah dari tempatmu berdiri.
Poems & Words
mengapa kata-kata yang baik saja tidak cukup
terkadang yang membuat kata-kata menjadi tajam bukanlah apa kata-katanya, akan tetapi siapa yang mengatakannya atau bagaimana keadaannya.
terkadang kritik, saran, dan masukan lebih mudah diutarakan oleh orang yang tidak mengalami. berada di situasi yang sama, barulah dirinya sadar bahwa pengetahuan saja tidak akan menyelesaikan masalah. perlu strategi, kegigihan, dan ketekunan.
terkadang menerima ketidaksempurnaan lebih manusiawi daripada menunjukkan bagaimana seharusnya sesuatu berjalan.
terkadang seseorang hanya perlu didengarkan, bukan dijawab.
terkadang kata-kata yang baik disampaikan menjadi tak baik ketika diterima.
terkadang kehadiran yang paling penting bukanlah dalam bentuk sosok, melainkan dalam bentuk peran.
pastikan kamu selalu berkata baik kepada orang-orang terdekatmu: orang tuamu, pasanganmu, saudaramu, sahabatmu, anak-anakmu. pastikan bahwa kebaikan kata-kata itu ada tidak hanya ketika disampaikan, tetapi juga ketika diterima.
belajarlah menolong. kalau itu terlalu sulit, belajarlah memahami. kalau itu terlalu sulit, belajarlah mendengarkan. kalau itu juga terlalu sulit, belajarlah tak mengatakan apa-apa.
4 Hormon Kebahagiaan
4 Hormon yang menentukan kebahagiaan manusia.
1. Endorfin,
2. Dopamin,
3. Serotonin, dan
4. Oksitosin.
Penting bagi kita untuk memahami hormon-hormon ini, kita membutuhkan keempatnya untuk tetap bahagia.
Endorfin.
Ketika kita berolahraga, tubuh melepaskan Endorfin.
Endorphin membantu tubuh mengatasi rasa sakit. Kami menikmati berolahraga karena Endorfin ini akan membuat kami bahagia.
Tertawa adalah cara lain yang baik untuk menghasilkan Endorfin.
Kita perlu 30 menit berolahraga setiap hari, baca atau menonton hal-hal lucu untuk mendapatkan dosis Endorfin hari kita.
Dopamin.
Dalam perjalanan hidup kita, kita menyelesaikan banyak tugas kecil dan besar, melepaskan berbagai tingkat Dopamin.
Ketika kita dihargai untuk pekerjaan kita di kantor atau di rumah, kita merasa puas dan baik, karena itu melepaskan Dopamin.
Ini juga menjelaskan mengapa sebagian besar ibu rumah tangga tidak bahagia karena mereka jarang diakui atau dihargai atas pekerjaan mereka.
Sekali, kita gabung kerja, kita beli mobil, rumah, gadget terbaru, rumah baru dan sebagainya. Dalam setiap contoh, ia melepaskan Dopamin dan kami menjadi bahagia.
Sekarang, apakah kita menyadari mengapa kita menjadi bahagia saat berbelanja?
Hormon ketiga Serotonin dilepaskan ketika kita bertindak dengan cara yang bermanfaat bagi orang lain.
Ketika kita melampaui diri kita sendiri dan memberi kembali kepada orang lain atau kepada alam atau kepada masyarakat, itu melepaskan Serotonin.
Bahkan, memberikan informasi yang bermanfaat di internet seperti menulis blog informasi, menjawab pertanyaan orang di grup Facebook akan menghasilkan Serotonin.
Itu karena kita akan menggunakan waktu kita yang berharga untuk membantu orang lain melalui jawaban atau artikel kita.
Hormon terakhir adalah Oksitosin,
dilepaskan ketika
kita menjadi dekat dengan manusia lain.
Ketika kita memeluk teman atau keluarga kita, Oxytocin dilepaskan.
Demikian pula, ketika kita berjabat tangan atau merangkul bahu seseorang, berbagai jumlah oksitosin dilepaskan.
Jadi, sederhana saja, kita harus berolahraga setiap hari untuk mendapatkan Endorfin,
kita harus mencapai tujuan kecil dan mendapatkan Dopamin,
kita harus bersikap baik kepada orang lain untuk mendapatkan Serotonin dan akhirnya
peluk anak-anak kita,
teman, dan keluarga untuk mendapatkan Oxytocin dan kami akan senang.
Ketika kita bahagia, kita bisa menghadapi tantangan dan masalah kita dengan lebih baik.
Sekarang, kita dapat memahami mengapa kita perlu memeluk seorang anak yang memiliki suasana hati yang buruk.
Jadi untuk buat anak Anda semakin bahagia hari demi hari ...
1. Motivasi dia untuk bermain di tanah
-Endorfin
2. Hargai anak Anda atas pencapaian kecilnya yang besar
-Dopamin
3. Menanamkan kebiasaan berbagi melalui Anda kepada anak Anda
-Serotonin
4. Peluk anak Anda
-Oxytocin
Memiliki Hidup yang sangat Bahagia
` Selamat Petang...! 🕊
#tentangpernikahan: “Aku Kira...”
“Tadi setrikanya nggak dibawa?” “Nggak, kamu nggak pesen kok” “Ya kan aku kira bakal sekalian dibawa tanpa aku perlu bilang..”
–
“Tadi nggak beli telur sekalian?” “Nggak, orang kamu nggak titip” “Ya kan aku kira kamu udah tau kalo telur di kulkas habis…..”
Dan percakapan “Aku kira..” lainnya yang sebenarnya pembelaan dari akibat “aku lupa bilang”
Sounds familiar?
Sebagai wanita yang suka kepikiran buat “ah dibawa sekalian daripada..”, “ah beli sekalian daripada…” kadang suka gemes sendiri kalo kejadian begini, tapi ya salah kita juga yang kurang lengkap memberi petunjuk dan berharap lebih.
Percakapan di atas itu juga kayaknya kalo kondisi mood lagi adem ayem ya. Kadang bisa aja itu percakapannya jadi panjang dan dibumbui marah kecil yang bisa menjadi sangat besar. Sepele sih, tapi kalau dibiarin… Wah bahaya. Haha.
“Aku kira kamu ya kepikiran buat beliin, kan di rumah habis. Ah kamu gi mana sih nggak peka banget. Masa gitu aja ga tau… Masa gitu aja salah….”
Udah deh, kalo begitu bakal jadi runyam dan merusak ketentraman. Iya apa iya? Hehe.
Ku pikir, kata-kata “aku kira..” atau “aku pikir…” ini bener-bener perlu dihilangkan, dan kalau sudah terjadi tak sesuai harapan kita… Yasudahlah. Kita coba terima dan mencari solusi lain tanpa harus mengeluarkan jurus “Ah kamu sih, akhirnya jadi begini kan, akhirnya jadi rusak kann, akhirnya jadi blablabla”
Kalau sudah saling menyalahkan gitu, percaya deh, tidur malem bakalan gak tenang kalo belum maaf-maafan. Hahaha.
Menikah itu memang perlu sebuah seni, yang barangkali belum kita miliki atau kuasai pada awalnya. Ah gampang tinggal gak bilang gitu aja kan? Nyatanya susah, tak segampang itu, Esmeralda. Apalagi kalo udah kebiasaan nih kita suka nyalahin orang lain kalo ada yang gak bener dikit.
Tarik napas dulu deh.
Sebenarnya. Saling menyemangati adalah kuncinya. Support system ini penting sekali.
Beruntung kalau pasangan bisa saling mengerti dan belajar, saling mengingatkan tanpa menghakimi, dan bertekad untuk berubah. Sayangnya, banyak diantara kita yang komunikasinya kurang lancar. Sulit menyampaikan perasaan dan cenderung senang memendam. Hayo, ngakuuu..
Bener-bener deh ya, yang namanya bersyukur tuh harus diinget tiap detik tiap menit. Untukku yang masih belajar, hal seperti itu cukup sulit dilakukan. Tiap kesel dan pengen marah gara-gara suami nggak melakukan hal yang seharusnya dia lakukan atau yang kuharapkan, harus selalu inget “ayo bersyukur sudah dikasih suami, ayo bersyukur ngga boleh marah berlebihan”
Tapi ya, ya ampun, namanya godaan setan tuh subhanallah. Gampang banget dan mudah banget bikin kita nyalahin orang lain, menjadikan orang lain korban dan mengkambing hitamkannya.
Seakan-akan kita merasa jadi orang paling bener dan ga punya salah. Sayangnya, ini sesuatu yang gak bener dan harus kita hilangkan sebelum jadi penyebab hancurnya rumah tangga.
Cuma gara-gara “Aku kira…”
Tips paling ampuh nih buat temen-temen yang mungkin bisa diterapkan.
Kalau mau minta pasangan melakukan apapun, bilangnya sertai kata “tolong” dan akhiri dengan kata “terima kasih”, walaupun menurut kita itu adalah kewajibannya untuk dilakukan.
Kalau nyuruh beliin sesuatu, tulis yang lengkap, sekalian sertai gambarnya biar gak salah pilih. Oya, sekalian kalau nyuruh beli buah, tulis juga “pilih yang tidak busuk”. Apalagi buat laki-laki. Wajib hukumnya menuliskan segala sesuatunya tanpa terlewat.
Untuk menghindari segala ekspektasi, buat pembagian pekerjaan rumah yang jelas, kalau perlu ditulis dan ditempel di kamar, tulis juga dilakukan kapan, setiap berapa hari sekali, dan segala detailnya.
Ingat, bahwa kaum lelaki itu butuh kalimat perintah dan petunjuk yang jelas, tidak bisa menerawang apalagi menebak secara ajaib apa maksud kita kalau kita ngga pernah bilang. Dan kita kaum wanita, adalah insan-insan yang memang penuh rasa sensitif dan kebaperan. Hehe. Jadilah harus saling memaklumi.
Mungkin ada yang mau nambahin? Hahaha.
Sekian tulisan hari ini yang mungkin terlihat beda dari biasanya.
-
@shafiranoorlatifah Malang, 9 Juni 2020.
Sometimes you just need someone to sit with to wait for the sadness to pass. No need to talk (unless it helps!) either. : )
Chibird store | Positive Pin Club | Webtoon
Kita Gak Lagi Sial
"Apapun itu, seberat apapun ujian yang sedang kita jalani, kitalah orang yang terpilih untuk menjalaninya dari miliaran orang yang pernah hidup di dunia."
Kita gak lagi sial, kok. Kita juga gak lagi diprank sama yang namanya semesta. Tuhan gak sekurangkerjaan itu sama hamba-Nya. Gak mungkin kan manusia diciptain ke dunia cuma buat dikerjain.
Yang benar itu, kita lagi di uji sama ujian yang gak setiap generasi mengalami. Kita dipilih untuk dapat ujian ini.
Di lauhul mahfudz, ada nama kita dalam daftar orang yang lulus ujian ini dan yang enggak. Kita yang mana? Gak tau.
Namanya ujian, pasti dikasih untuk menaikkan derajat manusia. Kecuali kalau ini hukuman. Menurutmu, untukmu sendiri, ini lebih layak disebut ujian atau hukuman?
Jika menurutmu ini ujian, maka jalani dengan sabar. Cuma ini caranya biar bisa lulus terus naik tingkat.
Jika menurutmu ini hukuman, maka bertaubatlah dengan taubat yang sebenarnya. Cuma itu cara biar selamat dari hukuman.
Baiklah, ini bisa jadi ujian atau hukuman. Yang jelas bukan kebetulan atau sekadar kesialan.
© Taufik Aulia 2020
Menjauh dari kata tolong, terimakasih, dan maaf, itu cara instan memberi makan ego 🍽🍺
“Bukan bahagia yang membuatmu bersyukur, tapi bersyukurlah yang membuatmu bahagia”
— pesan dari grup WA FIM 15
“Berdiskusilah terlebih dahulu dengan Tuhan, dan nurani-mu. Sebelum kau memutuskan untuk MENCINTAI. Agar nantinya kau mampu bijak saat mencintai.”
— Satria Utama