Di 2026 ini ada yg masih mampir ke Tumblr gak sih
#2026

@theartofmadeline
Lint Roller? I Barely Know Her
h

PR's Tumblrdome
will byers stan first human second
todays bird
Sweet Seals For You, Always

Origami Around
Show & Tell

JBB: An Artblog!

No title available
TVSTRANGERTHINGS

Kaledo Art
🪼

pixel skylines
Today's Document

JVL

Discoholic 🪩
$LAYYYTER

祝日 / Permanent Vacation

seen from China

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from France

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Singapore

seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye
seen from China

seen from Italy

seen from Romania
seen from United States

seen from Malaysia
@pem-ba-ca
Di 2026 ini ada yg masih mampir ke Tumblr gak sih
#2026
Entah kenapa setiap denger lagu, ini aku merasa lagu ini memang untuk aku
kita usahakan punya pasangan yang mau belajar dan tumbuh bersama itu.
bukan yang; "aku emang begini orangnya".
kita usahakan juga bangun hubungan yang setara itu.
bukan hanya mengikuti kemauan masing-masing.
Sekarang ngerti kenapa harus "setara".
Bukan soal materi, pendidikan, atau achievement, itu semua bisa dikejar.
Tapi soal pemikiran, mindset, energi atau effort "setara" ngebuat kamu ngga merasa too much and too less.
Agar impianmu tidak dianggap remeh, dan pencapaianmu juga berharga untuknya.
Atau mungkin lebih simplenya agar nangismu tidak dianggap beban dan perhatianmu tidak dianggap obsesi.
Seumur hidup itu lama, maka bersamalah dengan orang yang sejalan.
Pemalang, 19 April 2024.
Ya Allah, deketin aku sama orang-orang yang orientasinya cuma akhirat. Bener-bener udah cape banget tersungkur berkompetensi sama hal-hal keduniaan. Lembutkanlah hati ini ya Allah agar bisa meluruhkan mimpi-mimpi itu. Jagalah diri ini yaa Allah sebab fitnah itu ternyata dahsyat goncangannya bagi iman diri yang masih rapuh :"
Sempat baca di salah satu postingan gitu,dan akan kuabadikan di tulisan tumblrku, sebagai kenangan.
"Kalo kamu udah ga bisa mikir lagi sama jawaban atas permasalahanmu, tandanya Allah meminta kamu untuk menyerah,,berserah sama Allah untuk diselesaikan masalahnya"
Tidak semua orang yang tidur karena merasa mengantuk. Barangkali ada di antara mereka yang menjadikan tidur sebagai penjeda antara mereka dan kesedihannya. dan aku salah satunya.
Çapek banget sumpah pengen risegn😭😭😭
Capek, ya?
Dewasa ini, aku melihat bahwa hidup semakin membuatku merasa lelah, jenuh dan payah. Berbeda dengan semasa kecil dahulu, setiap hari aku antusias menjalani hari-hari, penasaran rasanya menjadi dewasa dengan tubuh yang semakin tinggi dan besar.
Inilah, masa dewasaku, seperempat abad telah berlalu. Ku dapati kehidupan terus menampakkan hakikatnya. Ku dapati betapa rumit bentuk emosi setiap manusia dan betapa tak terduganya banyak hal yang seringkali bertentangan dengan angan dan rencana.
Pada beberapa titik-titik hidup, ada fase dimana aku merasa tenang dan lapang, namun seusai fase itu aku akan dihadapkan kepada ujian-ujian kehidupan. Selesai satu-muncul satu lagi-selesai lagi-lalu muncul ujian lagi.
Awalnya dari sudut pandang dangkal, aku merasa aneh dengan pola ujian itu, namun seiring waktu aku mulai memahami dari sudut pandang spiritual bahwa dari pola itu tergambar jelas perihal "kesementaraan atau ketidakabadian". Melalui ujian yang datang silih berganti, aku mulai menerima bahwa hidup sedang menampakkan wajah kejujurannya. Kita kan cuma mampir sebentar disini, sebentar yang terasa lama dan sebentar yang terasa fana saat mencoba melihat kilas balik apa yang sudah-sudah terjadi.
Dalam segala keterbatasan kuat dan banyak lelahnya diri, dalam segala nyeri dan banyaknya keluh kesah yang menyertai. Aku sadar, inilah hidup dengan segala kejujurannya. Tempatnya capek, tempatnya berjuang, tempatnya bertahan, tempatnya ujian sabar dan tempatnya belajar ikhlas yang sukar sekali.
Kalau hidup ini isinya kesenangan-kesenangan terus, mana bisa menguji kelapangan hati? Kalau hidup ini isinya santai-santai terus, nanti kita lupa kan, bahwa pada akhirnya kita pasti akan pergi dari sini?
Selamat memperbarui rasa syukur dan lapang dalam segala keadaan.
Selamat menenun rasa sabar dan baik sangka pula dalam setiap hembus nafas kehidupan.
Pengingat pertama, 2 Januari 2023
Kadang yah kita tuh cuma butuh di puk puk, dikasih waktu, didengerin aja karena ngga banyak orang yang mau begitu. Di hari yang ngga semuanya bisa dijalani dengan tenang dan senang, kita ngga bisa hidup sendirian 🙂
Karena terkadang memang ada beberapa hal termasuk seseorang yang sepatutnya tidak kita dekap dalam perasaan, dalam hati.
Tuhan selalu punya cara
Dulu, aku pernah meminta agar debar itu disegerakan sirna. Tapi Tuhan memperlakukanku seolah tidak pernah mendengar pinta itu.
Ia membiarkan debar itu semakin penuh pada ruang yang tidak begitu luas. Mempersilahkan aku untuk jatuh cinta sejatuh yang aku bisa. Membiarkan aku bergembira pada kabar dan halu yang aku buat. Hilang kendali, dibuat senang oleh prasangkaku sendiri.
Sampai suatu ketika, Tuhan mendatangkan kejadian untuk menyampaikan suatu pesan yang paling menyakitkan. Mengiris habis hati yang penuh dengan harapan. Membakar bayangan yang menjadi memori paling bodoh untuk disimpan. Ketika itu, jatuh cinta menjadi bagian terpahit bagi manusia yang dibunuh oleh prasangkanya sendiri.
Sampai disini aku paham, bahwa Tuhan selalu punya cara terbaik untuk menjawab pinta seorang hamba-Nya. Tuhan tidak hanya menghilangkan debar itu saja, tapi membuatnya tidak akan kembali datang. Menginginkan agar debar itu tidak lagi punya kesempatan untuk dikenang kembali dengan perasaan senang.
“Karena menjadi dewasa itu tidak mudah, saya sengaja menyediakan ruang untuk kebahagiaan2 kecil di masa kanak2 saya dulu, agar saat ujian menghujam dari segala arah, saya bisa membuka dan berdiam diri disana sembari mengumpulkan kembali mental yang beberapa saat lalu runtuh.”
— @namanyayani
Tidak selalu siapa yang cepat ia yang dapat, tidak selalu juga siapa berani ia yang pasti memiliki. Kamu tahu? Ada banyak hal yang tidak bisa dijangkau oleh tangan dan akal kita. Dari mulai karir, rezeki, bahkan soal pasangan hati. Sebab apa yang sedari awal bukan ditakdirkan untukmu, selamanya kamu tidak akan pernah memilikinya, meskipun kamu cepat dan berani.
Tangan kita tidak mungkin selalu bisa menggapai apa yang kita inginkan, begitulah cara Tuhan mengajarkan sabar dan doa pada hamba-Nya.
Akal pikiran, hati dan otak kita tidak akan pernah kuat jika harus berpikir dan merasakan segala hal, ujung-ujungnya pasti akan tumpah dengan air mata. Karena itulah mengapa Tuhan mengajarkan agar tidak bersandar pada pundak manusia.
Sudah, usia yang bertambah ini seharusnya menjadikanmu semakin dewasa dalam menyikapi. Tidak terburu-buru dan tidak pula segala hal harus kamu respon. Beberapa ada yang sebaiknya cukup kamu baca kemudian biarkan, tanpa berkomentar dan memikirkannya.
Dewasa itu mulai menyaring mana yang menjadi prioritasmu, mana yang sebaiknya kamu lakukan terlebih dahulu. Jadi, jangan selalu berpikir harus selalu "cepat" agar bisa "dapat", mulailah dengan cara yang baik, konsistenlah dengan kebaikan yang ada, lakukan dengan cara yang baik, berdoalah dengan doa yang baik, maka nanti Tuhan akan mempertemukanmu dengan apa yang ditakdirkan untukmu.
@jndmmsyhd
November,
Kepada november yang beberapa kali ku dapati sebagai hujan yang turun lebat, lalu terselip terik yang menyengat, juga pancaran gerhana bulan yang berkabut dan jingganya senja yang pekat.
....waktu terasa melesat begitu cepat, saat kita menikmati sebuah momen dalam kehidupan. Pun sebaliknya, waktu terasa berjalan melambat saat kita menggerutu terhadap suatu takdir yang menimpa diri dan berusaha melawan dan tak menerima ketetapan-Nya.
...sebenarnya, waktu selalu bergerak konstan, namun perasaan kita lah yang membuat waktu terasa cepat atau pun melambat saat melaluinya diiringi oleh takdir yang bekerja dalam pergerakan yang rahasia yang sering membuat kita penuh tanya jika tidak berserah diri dengan sebenar-benarnya.
Kali ini, takdir dari-Nya...menuntunku untuk kembali pergi. Mengemban amanah yang mesti ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Sumpah telah terucap dan gelar di depan nama telah tersemat. Berat rasanya pundak ini menjalankannya jika hanya berpegang pada diri sendiri. Namun lapang rasanya hati jika terus menyadari bahwa gelar ini dipercayakan karena izin-Nya dan ringan langkah ini bekerja jika bersandar penuh pada kekuatan-Nya.
Tak henti-hentinya ku rapal dalam doa..semoga Dia selalu menolongku dalam setiap detik titian amanah yang aku jejaki ini, tak henti-hentinya juga aku mengingatkan diri sendiri agar jangan berlaku dzolim selama menjalani peran ini.
Perlahan-lahan ku tata kembali ketegaran hati, untuk kembali membentang jarak antara rumah dan tanggung jawab sebuah amanah. Mimpi yang sempat terjeda begitu lama...kini kembali dikayuh lebih jauh. Rindu yang sempat padam lalu menjelma abu, kini mulai menimbulkan percikan nyala yang rapuh.
Peran sebagai orang dewasa, masih tertatih-tatih kujalani. Pada beberapa titik, aku masih mendapati diriku kekalahan melawan keadaan, aku yang begitu menyukai keheningan namun mesti menjadi orang dewasa begitu rentan dengan tuntutan ekspektasi dan kebisingan.
Pesan untuk diriku sendiri di penghujung tahun ini: Titik keberhasilan setiap orang akan berbeda, begitu pula ujian yang meliputi setiap diri tidaklah sama. Namun di tengah segala perbedaan itu, ingatlah; selalu ada hikmah dalam setiap kejadian dan pertemuan yang terjadi.
Manusia menalarkan masa depan berpegang pada akalnya yang begitu terbatas dan faqir. Sedangkan Allah menggariskan takdir berdasarkan pengetahuan-Nya dan hikmah-Nya yang meliputi segala sesuatu yang gaib dan yang nyata. Percayalah penuh pada apa yang Allah sudah tetapkan untukmu, jangan ragu-ragu. Allah sudah mengaturkan segalanya untukmu dengan terbaik. Yaa hayyu yaa qayyum.
Selamat menempuh arus takdirmu kali ini diriku, jangan ditentang. Nikmati, resapi dan syukuri—maka keberkahan pun akan turut meliputi diri. InsyaAllaah.
H-6 menuju internship dan di rumah sedang turun hujan, 17 November 2022 20.51
"Kamu adalah yang sempurna dimata orang yang mencintaimu. Nanti ada saatnya kamu menjadi matahari untuk seseorang"
@menyapamakna1
Guys, kalau lagi capek, nggak papa buat istirahat... Istirahatlah...
Kalau keadaan memang menuntutmu untuk menangis, juga nggak papa, nangis sekenceng-kencengnya... Tidak perlu memaksakan keadaan seakan baik-baik aja...
Jangan dipendam sendirian kalau itu memang berat... Ceritain aja... Lagi-lagi jangan dipaksakan seakan semua ini tanggungjawabmu seorang...
Istirahat dulu barang sejenak... Sampai kamu benar-benar siap buat jalani itu...
Nggak perlu buru-buru juga, tenang aja kamu nggak akan ketinggalan dari siapapun...
Nggak perlu merasa lemah juga, semua orang ada kalanya memang butuh buat mengambil jeda kok, jadi it's okkay...
Semangat ya! Ur life is so precious! ✨️