"My favorite things in life don’t cost any money. It’s really clear that the most precious resource we all have is time." - Steve Jobs

No title available
styofa doing anything
taylor price

Love Begins

titsay

izzy's playlists!
we're not kids anymore.

No title available
hello vonnie
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
$LAYYYTER
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★
Monterey Bay Aquarium
Xuebing Du
Game of Thrones Daily

@theartofmadeline

⁂

#extradirty

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Italy
seen from Singapore
seen from United Kingdom
seen from Syria

seen from Malaysia

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Colombia
seen from Senegal

seen from Hungary
seen from Paraguay
seen from T1
seen from Bolivia
seen from Tunisia
seen from Netherlands
@amankqldr
"My favorite things in life don’t cost any money. It’s really clear that the most precious resource we all have is time." - Steve Jobs
Everything you love is here
#about me
nicoleanell, this was sitting in my drafts folder for I don’t know how long, why did I let it languish so? :)
Travel far enough, you meet yourself.
David Mitchell (via observando)
Masjid in Shkoder, Albania.
Kalau perempuan tidak suka menunggu, kenapa perempuan tidak pernah menyatakan perasaan duluan? Karena…kulit perempuan dibuat dari gengsi.
Mutia Prawitasari dalam Teman Imaji (via kuntawiaji)
You know you’re in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself.
Ika Natassa dalam Twivortiare 2 (via kuntawiaji)
Listen to the people who love you. Believe that they are worth living for even when you don’t believe it. Seek out the memories depression takes away and project them into the future. Be brave; be strong; take your pills. Exercise because it’s good for you even if every step weighs a thousand pounds. Eat when food itself disgusts you. Reason with yourself when you have lost your reason.
Andrew Solomon (via observando)
Indeed, learning to write may be part of learning to read. For all I know, writing comes out of a superior devotion to reading.
Eudora Welty (via observando)
Edisi #random
Kita harus dorong orang baik masuk politik (Mas Anies Baswedan)
Saya kira ada yang kurang dari kalimat Mas Anies ini. Karena kalo masuk sekedar masuk tanpa persiapan mumpuni, akhirnya akan menjadi kacung dan hanya akan plintat plintut berada sistem politik nan keras itu.
Ya,...
Your time is your life, and your life is your capital: by it you make your trade, and by it you will reach the eternal bounties in the proximity of Allah. Every single breath of yours is a priceless jewel, because it is irreplaceable; once it is gone, there is no return for it. So do not be like the fools who rejoice each day as their wealth increases while their lives decrease. What good is there in wealth that increases while one’s lifespan decreases? Do not rejoice except in an increase of knowledge or an increase of good works. Truly they are your two friends who will accompany you in your grave, when your spouse, your wealth, your children, and your friends will remain behind.
[Imam al-Ghazali] (via islamicthinking)
Selama sepuluh tahun, beliau telah banyak mengubah Indonesia.
Menyimak Pidato Kenegaraannya di DPR yang terakhir seperti melihatnya melambaikan tangan, mengucapkan salam perpisahan. Mengingatkan tentang perjalanan panjang bangsa kita. Bahwa kita sebagai bangsa telah jauh berjalan bersama, bergandengan tangan, berjuang menjadi bangsa yang lebih sejahtera.
"Dari bangsa yang sewaktu merdeka sebagian besar penduduknya buta huruf, rakyat Indonesia kini mempunyai sistem pendidikan yang kuat dan luas, yang mencakup lebih dari 200 ribu sekolah, 3 juta guru, dan 50 juta siswa.
Dari bangsa yang tadinya terbelakang di Asia, Indonesia telah naik menjadi middle-income country, menempati posisi ekonomi ke-16 terbesar di dunia, dan bahkan menurut Bank Dunia telah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia jika dihitung dari Purchasing Power Parity.
Dari bangsa yang seluruh penduduknya miskin di tahun 1945, Indonesia di abad ke-21 mempunyai kelas menengah terbesar di Asia Tenggara, dan salah satu negara dengan pertumbuhan kelas menengah tercepat di Asia
Dari bangsa yang jatuh bangun diterpa badai politik dan ekonomi, kita telah berhasil mengonsolidasikan diri menjadi demokrasi ke-3 terbesar di dunia”
Sebagian orang mungkin berpendapat bahwa semua stabilitas dan perkembangan ekonomi negara kita adalah “kejadian alami”, yang terjadi karena hasil jerih payah rakyat sendiri.
“Ya itu kan memang karena Indonesia lagi punya bonus demografi”
“Ini memang karena kelas ekonomi menengah kita sedang kuat”
“Ini karena rakyat memperjuangkan perubahannya sendiri, bukan karena pemerintahan SBY”
Buat saya, pendapat seperti ini adalah pendapat pecundang. Mereka terlalu sombong untuk membuka mata dan menerima fakta, bahwa kita bisa mendapatkan semuanya karena kita berjalan bersama, dan kita berjalan di bawah pemerintahan SBY.
Tidak adil jika kita menyalahkan SBY atas semua kegagalan pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu, tetapi tidak memberikan apresiasi sama sekali ketika di bawah kabinet yang sama, terdapat begitu banyak prestasi.
Dan sungguh tidak adil jika kita membandingkan Indonesia dengan Amerika, Eropa, Korea, atau negara lainnya. Indonesia terlalu luas, terlalu besar, dan terlalu beragam untuk disamakan dengan negara manapun di dunia. Menjadi pemimpin sebuah negara dengan ribuan pulau, ribuan suku, ribuan bahasa, dan milyaran pemikiran yang tersebar dalam jutaan kepala adalah sebuah beban yang teramat besar, terlalu besar.
"Menjadi Presiden dalam lanskap politik dimana semua pemimpin mempunyai mandat sendiri, dalam demokrasi 240 juta, adalah suatu proses belajar yang tidak akan pernah ada habisnya"
Dan dia tetap memilih berani berdiri di sana, atas memimpin kita bertumbuh bersama.
"Setelah hampir 7 dekade merdeka, Indonesia di abad ke-21 terus tumbuh menjadi bangsa yang semakin bersatu, semakin damai, semakin makmur, dan semakin demokratis"
Saya mungkin bukan ahli politik, saya bisa jadi tidak mengerti sosial-ekonomi, dan saya barangkali tidak tahu banyak soal tata negara.
Tapi saya tahu pasti menjadi presiden bukanlah perkara mudah.
Saya sadar betul memimpin Indonesia bukan pekerjaan sederhana.
Saya semakin memahami bahwa presiden tak sepantasnya dengan mudah dicaci-maki, dibilang lamban, dicap tolol, diteriaki boneka asing, dan dijadikan lelucon.
Jika memang ia mengkhianati kita sebagai bangsa, saya tidak pasti tahu akan hal itu, sebagaimana Anda pun demikian. Jika memang SBY menjual negara kepada asing atas niatan berkhianat, saya pun tidak melihat dengan mata kepala saya sendiri akan hal itu, sebagaimana Anda pun demikian. Yang tahu pasti akan semua pengkhianatan itu, hanya dia dan Tuhan.
Tapi saya tahu pasti Pak SBY kurang tidur karena memikirkan Indonesia. Terlihat jelas lelah dan semua beban itu di kantung matanya.
Saya percaya Pak SBY mengusahakan perdamaian di negeri ini dengan seksama, agar bangsa kita yang begitu beragam agamanya, begitu berwarna keyakinannya, tidak saling mengadu dan tetap bisa bersatu.
"Dalam sepuluh tahun terakhir, saya telah mencoba mendedikasikan seluruh jiwa dan raga untuk Indonesia. Terlepas dari berbagai cobaan, krisis dan tantangan yang saya alami, tidak pernah ada satu menit pun saya merasa pesimis terhadap masa depan Indonesia. Dan tidak pernah satu menit pun saya merasa tergoda untuk melanggar sumpah jabatan dan amanah rakyat saya sebagai Presiden"
Dan dengan semua perjalanan panjang itu, Pak SBY dengan rendah hati meminta maaf secara terbuka.
"Merupakan kehormatan besar bagi saya menjadi Presiden Republik Indonesia. Saya adalah anak orang biasa, dan anak biasa dari Pacitan, yang kemudian menjadi tentara, menteri, dan kemudian dipilih sejarah untuk memimpin bangsa Indonesia.
Tentunya dalam sepuluh tahun, saya banyak membuat kesalahan dan kekhilafan dalam melaksanakan tugas. Dari lubuk hati yang terdalam, saya meminta maaf atas segala kekurangan dan kekhilafan. Meskipun saya ingin selalu berbuat yang terbaik, tetaplah saya manusia biasa”
Memikirkan ini semua, saya jadi membayangkan suatu saat nanti ketika saya punya kesempatan bertemu dengan beliau, apa yang akan saya katakan.
Saya teringat berapa banyak saya ikut mencaci beliau dan menjadikannya bahan lelucon, dan betapa sedikitnya saya mengapresiasi dan berusaha benar-benar memahami beban beratnya sebagai pemimpin bangsa Indonesia.
Saya mungkin tidak akan berbicara banyak.
Saya akan menjabat tangannya erat, menatap matanya lekat, dan memeluknya dengan hangat.
Saya hanya ingin meminta maaf dan berterima kasih.
Bapak, suwun. Terima kasih banyak. :”)
Terimakasih Pka SBY. :)
The whole of life is just like watching a film. Only it’s as though you always get in ten minutes after the big picture has started, and no-one will tell you the plot, so you have to work it out all yourself from the clues.
Terry Pratchett (via observando)
Kalaupun kita lupa untuk kembali. Ingat, ada kepergian yang selalu berikan kita kejutan di setiap langkah baru, hal baru, dan mungkin cinta yang baru.
- Amank Qadafi