how to force your classmate into answering your original question 101
Monterey Bay Aquarium

JVL
Sade Olutola
Alisa U Zemlji Chuda

⁂

#extradirty
Xuebing Du

tannertan36

Product Placement
wallacepolsom
art blog(derogatory)

祝日 / Permanent Vacation
Mike Driver
d e v o n
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

Kaledo Art
noise dept.

No title available
Cosimo Galluzzi
h
seen from United States
seen from Nepal
seen from United States
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from Iraq
seen from Netherlands

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from United States
@anailafn
how to force your classmate into answering your original question 101
Kita ini, memang ramah atau sekadar pandai bersandiwara?
Yang tersenyum di luar tapi masam di dalam.
Yang banyak pikiran tapi ragu mengutarakan.
Yang berbeda pendapat tapi terlalu sungkan.
Yang ingin bicara tapi takut ditentang.
Yang lebih nyaman menggunjing di belakang dari pada lantang di depan.
Yang lebih memilih sepakat sambil menggerutu dari pada berdebat panjang.
Yang berteman tapi gemar menjatuhkan.
Yang memilih kompromi asal dapat bagian.
Taufik Aulia
uhuuu
I’m just a mistyped word, Deleted in a hurry, then forgotten.. “udah, move on :)” 15 Februari 2020 (di Surakarta) https://www.instagram.com/p/B9LWKK3grIzS-AcEolHU25uLUf8_Ce_IhUsKoU0/?igshid=ojdy9kck22uw
Sayangnya, dia bukan pengamat kehidupan. Seninya hanya untuk menghidupi dunianya-dunia kita. Dan lupa seni memungut hikmah itu penting.
Wednesday, 25 Des 2019.
Semoga ada perubahan dari energi yang kita usahakan, Surakarta, 27 November. (di Surakarta) https://www.instagram.com/p/B5XKtXaAGLiskHgRvfGmXzwNh6PhmLKWsXx-WY0/?igshid=15j4gmqdjwpj3
Planet Berorasi
By Ana Nailatul Maghfiroh
Aku adalah malam
Gelap tak berpenerangan Terusik penuh arang Iringi darah peperangan Terasingkan, Aku adalah bintang Muara sinar genggam jalanan Kerlip dalam tiap kejangan Dari pantulan kan kukenang Kunang kunang malam, Sang rembulan Aku adalah mentari Terik sinarku penuh pijar Tiada tara tanpa henti Capai dekap erat cahaya illahi Gumamku percaya dalam hati Aku pahami, Sedikit orasi mereka yang berotasi
1 Muharam 1441/ 1500
Ia tak berubah, ia hanya sedikit berbeda.
Hidup itu menyenangkan, kadang berakhir dengan temu bahagia, kadang juga dengan kepedihan. Tergantung bagaimana kita mengawalinya Tergantung mau yang susah dulu atau mudah dulu
Alloh itu adil, dan seadil adilnya keadilan… Aku suka mencerna kehidupan, kehidupan yang terjalankan oleh takdir yang menjanjikan.. Subhanallah.. Maha Suci Alloh Lidahku yang bercerita ini, adalah hasil dari keluh kesahku, dari kekecewaanku, dari keresahanku dahulu.
Kembalikan semua kpd Alloh,
20:38
Rasa, lara, malam, hujan, senja, fajar, intan, matahari, dst.
Sekedar mengabsen,
Aku tidak suka dengan kata, apapun.
Tapi aku suka rangkaian kata, beberapa.
Bagaimana tidak, mungkin aku ahli dalam merangkai kata. Nanti aku beri tahu caranya, tapi, aku cukup membutuhkan banyak property. Agar bisa melelehkan bibirku, mencairkan otakku, dan yang utama untuk membersihkan luka dari menjadi PENDOSA
Pada intinya ingin selalu dekat dengan penciptaku, Alloh. Maha pengasih lagi Maha Penyayang. Tinggalkan laman ini jika sulit me-,di- (paham)
Sampai jumpa pada titik tertinggi.
Kamu hanya cukup menyadarkan alur hati beserta akalmu. Tidak perlu berubah, perbaiki yang janggal. Alloh punya banyak jalan. Jangan terlalu sibuk dengan dunia. Seimbangkan keduanya,
Adakah ketidakmungkinan dihadapan ke Maha segalaan? //. (di Andong PEAK 1726 MDPL) https://www.instagram.com/p/B1CU-_6gz3J1YRW3H5CWD5gVt5ktmJIioRb_5w0/?igshid=1fny2a3mvtwvl
Senior High School
Pada lima April tahun ke-19
Tentang tiap ruas tulang yang sampai hari ini masih Engkau fasilitasi. Aku hamba-Mu yang penuh dosa. Syukurku tak henti terlantun untuk-Mu, Rabbku. Alloh jaga mereka serta anugrahilah slalu mereka. Sore ini dipenuhi rintik rindu hujan bulan April, aku ingin menggadu pada-Mu, pada-Mu Yang Maha Mendengar, Maha melihat, dan Maha Menjaga. Allohku… bagaimana aku menghadapi satu hal itu, meresahkan dan rasa lelah slalu mengiringi. Aku ingin merasakan ketenangan itu kembali, ketika aku bisa slalu berinteraksi dengan Mu. Aku rindu bagaimana Engkau menghiburku ditiap sepiku, aku rindu rasa bahagia ditiap senja setelah muroja’ah dahulu, aku rindu betapa kerasnya usaha menghafal semuka ayat suci-Mu saat kabut pagi masih menyelimuti, aku rindu dimana bangunlebih awal belajar untuk tryout esok bertepatan dengan juzziyyah, dan bagaimana rasanya menjatuhkan ribuan air mata tersebab cerita masa lalu kami, berjuang besama untuk terus kuat ada dalam ranting kebersamaan. Alloh, betapa indah cerita kehidupan ini, betapa sempurnanya takdir yang Engkau susun. Ini sangat indah… belum lagi Kau slalu memberi kabar gembira dengan kedatangan Ayah ku,