
No title available
he wasn't even looking at me and he found me
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
art blog(derogatory)

gracie abrams
Monterey Bay Aquarium
One Nice Bug Per Day
Today's Document
RMH
Lint Roller? I Barely Know Her
Show & Tell
ojovivo

❣ Chile in a Photography ❣
No title available
EXPECTATIONS
🪼

★

No title available
Claire Keane

blake kathryn
seen from United States
seen from United States

seen from Thailand
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from Singapore

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Singapore
seen from Kenya
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Vietnam
@anakgadisketiga
"Makin hari makin merasa kalau hidup tidak seriuh dulu. Hanya tersisa bagian-bagian kecil. Bagian yang semakin menggenggam, ketika bagian yang lain melepaskan genggaman. Mungkin benar, seleksi alam akan selalu ada. Itulah kenapa, lingkar kenalan kita semakin sempit, karena kita hanya akan berkumpul dengan orang-orang yang satu frekuensi."
-aksara.njoo
Tak ada sapaan paling romantis daripada doa, maka berdoalah meski aamiin ku dan aamiin mu tak serentak.
-ꪖ᥅ᦔꫝ꠸ꪶꪶꪖꫝ ꫝꪖ᥅ꪻ꠸ꪀ꠸-
CUKUP SENDIRI
Suatu saat, mungkin kamu akan memilih untuk tidak lagi menyimpan cerita pada orang lain. Tidak ada telinga yang ingin kamu percayai. Tidak lagi terlintas seseorang yang ingin kamu bagi perasaanmu kepadanya tatkala sedih, bahagia, atau kekhawatiran.
Bukan karena rasa kecewa, bukan juga karena hilang harapan. Kamu hanya sekedar merasa cukup untuk menyimpannya sendirian. Merasakan bahwa dalam hidup ini, kamu harus bisa untuk tidak bergantung dan menaruh apapun pada seseorang.
Cukup dengan menjaga kepercayaan dan keyakinan dalam hidup. Tidak berusaha menahan dan mempererat sebab ia terasa menjadi keegoisan. Biarkan lepas, hilang dan memilih jalannya sendiri.
Pernah ga sih kalian merasa ga pantas untuk dicintai ? Merasa ga berguna, ngerasa kalau keberadaan kalian ga dianggap atau cuma sebatas angin lalu aja..
.
Perasaan2 itu akan muncul kalau orientasi kita adalah dunia. Berharap dihargai oleh manusia, berharap dicintai oleh manusia, berharap kalau orang2 merhatiin kita. Itu semua akan kita rasakan kalau kita menjadikan Dunia sebagai tumpuan harapan.
.
Pertanyaan nya Disaat kita bisa memilih untuk bahagia, kenapa kita malah memilih untuk menyiksa diri ? Banyak hal didunia ini yang bisa dikerjakan, tapi kita malah fokus dengan hal-hal yg berada diluar kekuasaan kita.
.
Percayalah teman-teman, Ridho Allah jauh lebih utama dari dunia dan se-isinya ini. Bahkan kata Allah perumpamaan dunia ini tidak lebih berharga dari sehelai sayap nyamuk. Lantas apa yang kita kejar dari dunia ini ? Beralihlah pada yang lebih abadi, pada yang lebih menjanjikan kebahagiaan haqiqi. Di syurga-Nya nanti insyaallah sebaik-baik tempat kembali.
Definisi kuat versi "Dunia" adalah seseorang yang bisa melakukan semuanya sendirian. Yang tidak menangis, yang tidak pernah meminta bantuan pada siapapun.
Dan definisi kuat "Dalam pandangan Nya" adalah seseorang yang cukup rendah hati untuk mengakui bahwa dia tidak bisa melakukan nya sendiri, bahwa dia membutuhkan kekuatan dari Allah, bahwa dia bisa menjadi lemah dihadapan Nya, dan dia menyerahkan seluruh persoalan nya pada Allah yang lebih kuat.
Romantis adalah tatkala seseorang yang ketika bersama rindu-rindunya, ia sudah tak lagi berani mengetukmu lewat pintu sapanya. Melainkan ia yang dengan segenap sabarnya memilih merawat semua rindu-rindu tersebut di dalam hening doa-doanya.
Ya, tanpa ada satu pun makhluk yang mengetahui isi hatinya. Ia lebih mempercayai Rabbnya sebagai pendengar yang paling baik dan yang paling ia butuhkan. Sebab ia tahu, segala hal harus dengan izin dan keridhoan-Nya. Maka tentunya, yang harus ia utamakan adalah Rabbnya. Ada hal yang harus ia lakukan ketimbang menyampaikan rindu. Adalah memperhatikan bagaimana rindunya terhadap Rabbnya. Jangan sampai rindu kepada makhluknya melebihi kerinduannya pada Rabbnya. Naudzubillah.
Ya Rabb, jika ia takdirku. Permudahlah langkahnya untuk menujuku dengan cara yang ahsan. Jangan dekatkan hamba dengan ia lagi melalui cara yang tidak Engkau ridho.
Biarlah kisah ini seperti Kisah Sayyidina Ali dan Sayyidatina Fatimah.
Jagalah hatiku ya Allah. Jatuhkanlah hati ini pada yang nantinya akan hamba sebut, "Suami". Jangan sampai jatuh pada yang bukan takdirnya untuk bersamaku. Hadirkanlah seseorang itu ya Rabb, seseorang yang dengan kehadirannya, membuat diri semakin mencintai-Mu, bertambahlah ketaatanku kepada-Mu, dan ia menuntunku pada Syurga-Mu. Aamiin Allahummaa Aamiin.
Hai diriku, mari berlatih untuk jangan terlalu perasa. Dirimu tahu itu sangat menyiksa, padahal orang pikir itu hal biasa.
Rumah, 27 Ramadhan 1441 H
Rajuami
Menjumpai pagi yang bicara dengan warna dan gradasi mentari dalam setitik embun.
Lalu mulai menerka-nerka puisi apa yang ia bisikkan kepada mentari yang mulai meninggi dan akan membuatnya menghilang tersebab teriknya nanti.
Ada berjuta alasan untuk mengucap rasa syukur, bahkan melebihi batas-batas angka.
Termasuk ketika kita dibangunkan dipagi hari.
Dan kamu, semoga semakin suka dengan peranmu hari ini.
Untuk memilih menjadi versi terbaik dari dirimu sendiri. Yang menuliskan, dikutip dari
- kak satria @gsatria
Menjadi Perempuan Sederhana
Belajarlah untuk menjadi sederhana,
Sederhana dalam segala hal.
Keindahan letaknya bukan semata-mata
pada kemewahan, tapi keindahan itu letaknya ada pada dirimu sendiri.
Semakin sederhana dirimu, semakin cantik dan istimewa pulalah engkau.
Belajarlah untuk menjadi wanita yang tidak banyak mau.Sesuaikan dengan kebutuhan dan kesanggupan kita. Tidak semua apa yang kita inginkan harus kita penuhi.
Belajarlah qona'ah (rela menerima dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki).
Belajar untuk hidup dalam kesederhanaan, walaupun Allah memberikan banyak harta kepada kita.
Ketahuilah, harta, kecantikan, dan jabatan, itu semua adalah titipan dan kelak akan ditanyakan oleh Allah tentang semua itu. Di pertanggung jawabkan kelak diakhirat. Baarakallahufiikum.
-Repost (unknown)
jambi, 16 dhzulhijjah 1439H.
Potret Diri
Kita selalu punya banyak peranan di tempat yang berbeda. Dan peran itu menjadi potret diri yang tergambar di mata lainnya tanpa kita kira.
Ada yang berusaha merendah sehingga keberadaannya tak terasa. Padahal di baliknya dia telah berusaha sekuat tenaga.
Ada pula yang terlihat sinis saat berbicara di depan lainnya. Padahal di baliknya dia sedang berusaha adil pada siapa saja. Ada pula yang selalu ceria dan jenaka tanpa ada batasnya. Hingga orang mengira dia tak punya malu atau semisalnya. Padahal sejatinya dia sedang berusaha mencairkan suasana manusia di sekelilingnya.
Maka memberikan penilaian pada sebatas apa yang kita lihat rasanya sungguh hina. Karena hak menilai adalah ranahnya Allah Sang Pencipta.
Fokus pada potret diri adalah jauh lebih baik daripada menghakimi sifat manusia lainnya. Bukankah Allah sudah berfirman bahwa kita dicipta untuk saling kenal-mengenal? Bukan untuk saling kenal lalu menilai yang tampak dari visual.
Aku cemburu, pada mereka yang luar biasa baik hatinya, cerdas pikirannya, senang ketika mereka bisa membantu memudahkan urusan banyak orang, dan mereka memilih untuk tidak dipandang dan tidak memandang.
"Ketulusan itu, tidak menuntut perhatian, kan?" katanya.
Aku cemburu, pada mereka yang cantik dan tampan, dan memilih untuk tidak menunjukkannya.
"Cukup bagiku untuk meninggalkan kebaikan pada setiap orang yang aku kenal. Aku ingin diingat karena kebaikan yang aku lakukan, bukan selainnya," katanya.
Aku cemburu, pada mereka yang memiliki kemampuan yang lebih, dan tidak ingin menunjukkannya pada dunia.
"Aku ingin menjaga hati banyak orang, yang mungkin tidak se-beruntung diriku. Aku cukup untuk membantu mereka, tidak untuk memamerkannya," katanya.
***
Mereka mengajarkanku, bahwa definisi cantik tidak berhenti hanya pada paras dan permukaan.
Kecantikan, lebih dari itu!
Kecantikan juga terletak pada lembutnya tutur katamu, santunnya caramu dalam memperlakukan orang lain, baiknya kamu dalam menghargai dan menghormati orang lain, cerdasnya kamu dalam berpikir, tegasnya kamu dalam membuat keputusan, pandainya kamu dalam menempatkan diri, sopannya kamu dalam menyampaikan hal saat kamu merasa tidak setuju dengan orang lain, dan baiknya kamu meski kamu berada dalam gejolak emosi sekali pun.
Kamu cantik dengan segala kebaikanmu.
Nanti, bukan lagi penampilanmu yang berbicara, sebab, jika pada dasarnya kamu adalah sosok yang cantik, maka kamu akan tetap menjadi cantik, sampai kapan pun.
Dengan atau tanpa diketahui orang lain pun, itu tidak akan mengurangi kadar kecantikan dan kebaikan hatimu. Banyak hal yang akan menjadi baik, kala kita tahu kapan harus menunjukkannya dan kapan harus menyimpannya.
Terlepas dari itu, bukankah bagimu,
Allaah tahu, dan itu cukup?
***
Ajarkan aku untuk menjadi seperti itu, ya?
—Atika Meilani.
12.18 am • Feb 7, 2020.
Seni dari menulis itu, tidak selalu terletak pada apakah gagasan atau topik itu sudah pernah dituliskan atau belum, tapi terkadang juga terletak pada bagaimana penulis memilih diksi dan permainan kata yang ia berusaha sampaikan hingga pesan tersebut dapat tersampaikan dengan baik di hati pembacanya.
Bismillah, semoga apa yang sedang diikhtiarkan hari ini untuk esok dan kedepan dilakukan dengan ikhtiar yang baik dan penuh kesadaran dan kesabaran.
Bismillah, semoga kelak jika Allah telah menetapkan hal tersebut dalam hidup kita. Selalu dibarengi dengan rasa penuh kesyukuran.
Bismillah, semoga nanti bisa memulai dengan kata Alhamdulillah.