“Setiap manusia, pasti ada saat dimana dia sudah merasa bosan dan cukup. Kemudian, akhirnya dia akan mencari yg dia “butuh””
— VieVie
No title available
noise dept.
Not today Justin
hello vonnie
🩵 avery cochrane 🩵
h
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Mike Driver
macklin celebrini has autism
he wasn't even looking at me and he found me
Claire Keane
Today's Document
𓃗

★
icyghini twinkie
I'd rather be in outer space 🛸
The Stonewall Inn

oozey mess
Fai_Ryy
seen from China

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia

seen from United States

seen from Malaysia

seen from Brazil

seen from United States

seen from Vietnam
seen from Vietnam
seen from United Kingdom

seen from T1
seen from Brazil

seen from United States

seen from United States

seen from China
seen from Germany
seen from Malaysia
@andromedaaaa
“Setiap manusia, pasti ada saat dimana dia sudah merasa bosan dan cukup. Kemudian, akhirnya dia akan mencari yg dia “butuh””
— VieVie
kak, apakah benar-benar ada pekerjaan yang menyenangkan, sesuai passion? aih,, bahkan passion saya sendiri saya tidak tahu. 3th setelah lulus kuliah saya sudah 4 kali berpindah tempat kerja,dengan alasan bosan dan harapan menemukan yang cocok. namun saya selalu melihat pekerjaan kemarin lebih baik dari pekerjaan sekarang. lantas apakah saya harus terus mencari, atau menerima saja?
Daripada di bingungkan passion, hobi, dan semacamnya. Langsung saya arahkan ke konsep IKIGAI ya. Kegemaran pada gambar = passion.
penjelasan lengkapnya di ambil dari http://sumber-kearifan.blogspot.com/2018/01/konsep-ikigai-untuk-apa-kita-hidup.html
Kalau hanya ditanya ada atau tidak pekerjaan sesuai passion. Jawabannya ada, tentu ada. Menyenangkan? Bisa jadi. Selalu menyenangkan? Pastinya nggak bakal. Lelah, jenuh, dan permasalahan-permasalahan lain tentu akan ada di dalamnya. Meski itu pekerjaan yang kita sukai sekalipun.
Kalau memang belum menemukan dunia dimana kamu menaruh hati sepenuhnya, Tidak ada jalan lain, cari sampai ketemu, kalau memang kamu benar-benar menginginkannya. Caranya, memang harus banyak mengexplore diri. Ikut berbagai bentuk kegiatan, komunitas, sharing sama yang lebih expert dll. Prosesnya seringkali memang nggak sebentar. (Atau bisa youtube Rene Suhardono - Passion, Purpose, Value. atau video2 setema yang lain.)
Tapi yang pertama-tama harus dilakukan adalah, bersyukur. Bersyukur dan menerima apa yang diberi dan bisa dijalani saat ini. Dan berdoa juga agar bisa mendapat/meningkat lebih dari yang sekarang. Bukan berarti serakah ya. Niatkan agar bisa jadi mukmin yang kuat, mandiri, bisa bantu keluarga, teman, dan orang lain.
Yang dianggap sebagai passion (ini belum di titik ikigai) apa harus pekerjaan utama? Nggak harus, bisa sampingan juga. Ada yang memang ia lakukan hanya untuk “menjaga kewarasan”, selow aja nggak sampai ngoyo. (Terlepas seperti apa keleluasaan dan pengaturan waktu orang tersebut)
Saya punya beberapa kenalan Dokter. Setelah ada pertanyaan ini, saya coba mengajukan pertanyaan pada teman saya ini.
"Apakah kalau hal lain yang kamu sukai bisa menghasilkan, profesi Dokter ini bakal kamu lepas?“ jawabannya “Nggak.” Karena baginya menolong orang baginya ya udah panggilan hati/amal aja. Yang kalau dikembalikan ke diagram Ikigai tadi, berarti mencakup 3 saja : Misi, Pekerjaan, Profesi. Dan it’s okay. Bagian passion tadi mungkin akan teman saya dapat nanti, dari bidang yang lain.
Ada juga Om Ario, Yang bisnisnya bergerak di bidang logistik. Ia bilang dalam podcastnya. “Mana ada sih, orang terlahir di dunia ini dengan passion logistik? Nggak bakal ada juga.” Penjelasan lanjutannya, “Bidang logistik ini bukan bidang yang Gue banget sebenarnya. Cuma hal yang Gue jadikan passion ada didalamnya. Seperti bertemu dan ngobrol dengan orang baru (klien),” Seterusnya saya lupa, Dan kebetulan beliau dan partnernya membahas hal ini di podcastnya. (Bisa kalian search di Spotify : Thirty Days Of Launch atau tap link : https://open.spotify.com/episode/53c4pPk2VWTOJYaFM7tMty?si=JIhyOyo1QCmmaJy8sbyE6g )
Kalau keadaanmu (atau siapapun yang membaca) saat ini masih membuatmu memiliki kesempatan untuk memilih, atau berganti. Karena masih ada back up dari suami, keluarga, orangtua, tabungan, atau hal lain. Jangan lupa bersyukur ya, di luar sana masih banyak yang lebih lelah dari pekerjaan kita, namun masih tidak berkesempatan untuk memilih hal yang lain.
Semoga sedikit menjawab, dan ini juga jadi pengingat untuk saya sendiri. Terimakasih :)
Nanti jika kita tak lagi saling tegur sapa, apakah kamu akan mengingatku sebagai orang yang pernah membuatmu bahagia? Nanti jika akhirnya kita tak berakhir berdua, apakah kamu akan mengenangku sebagai orang yang pernah berusaha untuk semua?
—wordhunter #wordhunterpost
Aku memang tidak sepandai yang kamu pikirkan, tidak pula sesempurna yang kau inginkan, tapi paling tidak aku bisa sedikit membahagiakan.
Terima kasih, pernah ada walau hanya sebatas maya
Terima kasih, karenamu aku belajar tidak berlebih dalam menaruh harap dan rasa
<b>Butir-renjana<b/>
Aku yang terpaksa pergi dari hidupmu, bukan karena aku sudah tak peduli denganmu atau bahkan tak ingin mengenalmu kembali, tidak, sungguh tidak begitu adanya, aku hanya ingin tau ketika aku pergi apakah dirimu akan mencariku? atau bahkan tetap membiarkanku pergi tanpa rasa salah sedikitpun? dan ternyata kau memilih tidak mencariku, mungkin selama ini aku menganggap semuanya berlebih pada harap yang ku tanam sendiri
Perjuangan terakhir seseorang yang setia adalah memilih pergi untuk tidak menyakiti.
Bahkan ada bahagia, pada teduhnya pagi karena sisa hujan semalam. Pada embun di dedaunan, pada tanah yang masih separuh basah. Melihatnya, menenteramkan hati.
Bahagia sesederhana itu. (via menyapamentari)
Jika kau mencintai sesuatu, lepaskan. Jika ia kembali padamu, ia milikmu.
Damankadar
(via mbeeer)
Kepergian yang paling jauh adalah kepergian dalam diam. Membuat tiap langkah untuk maju terasa ragu-ragu lantaran khawatir suatu saat kau kembali datang.
(via mbeeer)
:)
Hanya karena kita tak lagi dekat, bukan berarti aku berhenti peduli. Bukan berarti aku berhenti berdoa. Kau tetap seseorang yang selalu kudoakan baik.
(via mbeeer)
Tuhkan.
Saya nggak sedih, cuma lagi lupa aja caranya bahagia tanpa kamu tuh kayak gimana.
Kita adalah dua orang yang berbeda arah, tujuannya pun beda. Waktu itu kita hanya berpapasan, lalu singgah bersama di tempat yang sama hanya untuk beristirahat sejenak bukan untuk menetap. Dan seharusnya aku sadar akan hal ini dari awal, tapi nyatanya aku yang salah, aku terlalu nyaman singgah bersama. Sehingga saat kamu memutuskan untuk melanjutkan perjalananmu, aku hanya diam disini menangisi kepergianmu, dan parahnya aku justru kehilangan arah, aku kehilangan tujuan.
Andromedaaaa (via susyindahsari)
dia wanita yg susah untuk jatuh cinta. tapi sekali jatuh cinta dia setia.
itu aku. (via nisa-anissa)
Saya bukannya ingin kamu kembali, saya hanya ingin kamu menjelaskan mengapa kamu memutuskan tidak ingin bersama saya lagi.
A.W. (via surat-pendek)
Dicintaimu aku merasa cukup. Cukup tenang karena kau mampu menjaga kepercayaanku. Cukup nyaman karena kau tak mudah tergoda oleh mereka-mereka yang datang ketika aku tidak ada. Cukup berterima kasih karena dari semua yang pergi, kau adalah satu-satunya yang tetap tinggal.
(via mbeeer)
[pernah]
Sementara aku kapal yang berlayar, yang menjadikanmu sebagai peta. Hingga sejauh apapun aku pergi, hatiku selalu menujumu.