Sulung
Berjiwa kosong tapi pemberani, katanya
Pikirannya sibuk menggeluti seribu impian
Lebih tepatnya, tuntutan
Waktu yang tak pernah berhenti
Dan dunia selalu berteriak berisik
Sulung,
Semoga pundakmu sekuat baja
Kepalamu tahan akan benturan
Dan hati tak akan mudah teriris
Hidup orang ada padamu
Baik buruk bahagia sengsara
Semua ada padamu
Bahagia? Bisakah setahun saja?
Atau dua hingga tiga tahun?
Atau bahagia tidak diukur dengan waktu?
Jika tidak, bisakah saat ini sudah bahagia?
Mungkin sudah berdewasa yang paham
Sedang aku, hanya 'merasa' jauh tak mendekati
Bertahanlah,
Jika suatu hari nanti kamu bisa memenuhinya
Senyum mu tak akan hanya selebar daun kelor
Jiwamu akan terisi
Hati dan pikiranmu mengukir jejak dan memori
Akan tangguhnya dirimu, kuatnya tubuhmu
Dan keringatmu tak akan meninggalkanmu
Selamat berjuang, Aku!
Si anak sulung.
Magelang, 9 Juni 2020













