Sudah terlalu banyak kabar yang mewarnai perjalananmu, untuk kemudian meminta kesabaran dari hatimu. Kini di depanmu, tertata 76 lembar untuk ditulisi sekali lagi, seba'da evaluasi.
Malam ini, mari kita sejenak bercerita pada nurani. Bukan tentang banyak atau sedikitnya jumlah bilangan lembar yang akan digoresi. Akan tetapi sejauh mana rasa syukur mengaliri hati, mendekap setiap hikmah yang dibawa berlari.
Kamu pernah merasa gelisah, sebab kabar-kabar baik yang dirimu nanti tak kunjung berdatangan. Kamu pernah berulangkali menyerah, atau lebih tepatnya pasrah, sebab apa-apa yang kamu upayakan tak jua menghadiahimu sesimpul senyuman. Ya, seminimalnya menghadirkan lega di bilik hatimu.
Malam ini, mari kita berbagi sejenak. Sebagaimana anak kecil yang selalu senang berbagi kisah dengan ayah bundanya, keluguan tingkahnya menjadi penghibur hati kedua orang tuanya. Pertanyaan ataubahkan jawaban sederhana yang ia lontarkan, mampu menyimpul bahagia dengan cara sederhana. Iya, ternyata berbagi kisah tak selalu berakhir rumit ya, asal bersama yang tepat.
Malam ini, mari kita menelisik hati, menyimpul titik-titik sederhana yang telah dilewati. Agaknya, dari sinilah akan lahir garis masa yang melegakan hatimu; ada banyak hal sederhana yang membuatmu sampai pada fase ini, tanpa peduli batas yang kamu bangun sendiri. Ternyata kamu cukup kuat ya, karena Allah yang menguatkanmu. Ternyata banyak perubahan baik yang lahir ya, karena Allah menginginkan kebaikan untukmu dari perjalanan ini. MasyaaAllah tabarakallah.
Malam ini, mari menepi sejenak. Kita tata lagi lembar-lembar ke depan. Kita tulisi lagi hal-hal baik yang harus dibiasakan. Kita nyalakan lagi lentera azzam yang hampir padam. Bismillah, semoga Allah berikan kita kesempatan untuk semakin mendekap taat.
Malam ini, mari kita mulai lagi; dari hal kecil, dari makna yang paling sederhana, dari senyum tulus penuh arti, dari udara dingin yang menggelitiki, dari nano-nano rasa yang menghatur kecukupan di hati, atau mungkin dari masa yang masih berstatus menanti. Semangat :) semoga kabar-kabar baik menghampirimu setelah ini. Aku tunggu cerita-ceritamu.