I posted 10 times in 2021
For every post I created, I reblogged 0.7 posts.
Longest Tag: 0 characters
Yang terbaik meneurut kita belum tentu yang terbaik menurut Allah
Duh apa kecepeten ambil kesimpulan hahaha
Semoga Allah nilai ikhtiarku maksimal,
Uda mentok pol rasanya, daripada justru saling menyakiti
1 notes • Posted 2021-01-07 00:52:15 GMT
Tidak pernah terbayang dalam diri, jika akan Allah rezekikan bisa pergi bertugas menjadi relawan di luar jawa. Pasalnya ayah dan ibu adalah tipikal orang tua yang protektif, dan lebih suka anaknya dirumah, tentunya juga khawatir karena anaknya seorang wanita.
Namun, atas kuasa Allah 2 minggu yang lalu, Allah berikan kesempatan kepada diri ini untuk bisa berkontribusi di tanah borneo untuk membantu masyarakat terdampak banjir disana.
Dalam perjalanan menuju borneo banyak sekali insight dan pikiran berkecamuk dalam kepala,
Salah satu yang paling mengena adalah
“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: Allah akan segera mengabulkan do’anya, Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal”.
Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdoa”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan doa-doa kalian.” (HR. Ahmad).
Ada tiga cara terkabulnya sebuah doa bukan?
Allah langsung mengabulkan doanya, Allah menyimpannya dan mengabulkan doanya di akhirat, dan Allah ganti dengan yang lebih baik.
Masih jelas sekali dalam ingatan, beberapa tahun yang lalu ingin sekali mengabdi dengan ilmu yang dipunyai dengan mengikuti berbagai program volunteer, namun saat itu orang tua belum memberikan izin. Ridho Allah , ridho orang tua bukan? Akhirnya mengalah dan memutuskan untuk memaksimalkan diri dengan apa yang ada di tempat tinggal.
Lalu dengan kuasa Allah, Allah kabulkan doaku terdahulu yang bahkan aku sudah lupa, karena sudah ikhlas , sebab rasanya tidak mungkin.
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’.” (QS. Mu’min :60)
Padahal sudah jelas janji Allah dalam ayat tersebut, dasar memang manusia dzalim dan bodoh ya.
Hal tersebut membuat aku berpikir kembali, betapa Allah Maha Baik dan Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Kita tinggal meminta lalu Allah kabulkan. Sederhana sekali bukan?
Kita hanya harus sabar, Allah pasti kabulkan doa kita tepat waktu.
Mungkin jika beberapa tahun yang lalu langsung Allah kabulkan, kemampuan ilmu, fisik, dan psikologi ku belum mampu. Dan tentunya kemampuan finansial ku belum mampu hahaha.
Allah memang Maha Tahu akan kebutuhannya hambaNya, kadang kita aja yang sok tahu dan gampang menyerah,
Padahal tepat waktu versi Allah adalah yang terbaik bukan?
PS : Kejadian ini membuatku bersemangat lagi untuk semakin pedekate sama Allah dan meminta Allah akan suatu hal yang sudah aku menyerah akan hal tersebut. Ingat Allah Maha Kuasa dan Allah gak pernah dzalimi kita.
2 notes • Posted 2021-12-01 00:47:16 GMT
Profesi ku menuntutku untuk 0 kesalahan
Human eror juga tidak ditolerir
Kadang mau banting setir saja dan menyerah
Karena sungguh tekanna dalam profesi ini dr Bawah atas kanan dan kiri
Kalau bukan Allah yg mampukan sungguh aku tidak akan mampu
Amanah sebagai khalifah di bumi ditambah amanah profesi ini seharusnya membuat diri ini tidak leha2 sibuk self reward
Semoga Allah bimbing diri ini untuk terus berdoa dan berikhtiar maksimal
4 notes • Posted 2021-03-25 17:35:20 GMT
"Lho ya emang kenapa kalo orang menilai dari profesi?”
“Kenapa kamu tidak mau dinilai dari profesi kalau kamu seorang dokter?
Bagiku, seorang pasangan haruslah yang mau menerima apa adanya, bukan ada apanya.
Memang boleh saja jika memang mau memilih berdasarkan profesi,
Namun, apa dalam diri seseorang tidak ada yang lebih bisa dilihat selain profesi diri? Misal karena kepribadiannya atau keimanannya.
Rasanya jika alasan utama mencari calon pasangan hidup adalah karena profesinya, seperti benar benar melihat sesuatu hanya dari tampilan luarnya saja
Misal sudah berikrar "Aku pengen cari yang dokter pokoknya"
Lalu datang seorang dokter namun dia tempramen dan shalat saat hari raya tiba saja apa ya kamu siap?
Semua preferensi dan pilihan memang,
Namun bukan kah lebih penting melihat seberapa kedekatannya dengan Yang Maha Penyayang?
Melihat bagaimana dia nantinya bisa membawa kita bersama semakin dekat dengan surgaNya?
Topik ini selalu sensitif memang,
Namun ingat alih alih sibuk memikirkan ina dan itu,
Jangan lupa waktu terus bergulir,
Jatah waktu kita semakin menipis,
Bisa jadi justru kematian dulu yang datang ke kita, daripada jodoh yang kita galaukan
4 notes • Posted 2021-01-31 00:08:48 GMT
"Kalo kamu bukan dokter, apa ya dia mau sama kamu? "
Jedyar, kata kata yang sungguh menyakitkan yang datang justru dari orang terdekat.
Ternyata nilai value ku dimata mereka hanya sampai disitu.
Atau aku yg selama ini memang ga punya nilai diri yang baik ya sampai hanya dinilai dari profesi ku.
Anggap aja obat yang bikin tambah sehat.
180 notes • Posted 2021-01-07 10:02:04 GMT
Get your Tumblr 2021 Year in Review →