Untuk Semua Ketidakadilan di Dunia Ini, Kita Jadi Sadar Kenapa Ada Akhirat
Untuk semua janji-janji yang dikhianati, ada harinya nanti akan dimintai pertanggungjawaban. Untuk semua kezaliman yang membuat seseorang merasa tinggi dan tak tersentuh mahkamah manusia, akan ada masanya mahkamah Allah yang Mahaadil itu bertindak tegas, lugas dan memutuskan dengan kebijakan paling paripurna.
Semua yang terjadi dewasa ini membuat kita sadar; apa yang tak selesai di dunia, dijawab di akhirat sana.
Kisah tentang Fir'aun, Namrudz dan Abrahah; mereka melakukan kezaliman bertahun-tahun. Yang mereka rasakan menjelang kematiannya sungguh belum setara dengan apa yang telah mereka lakukan pada umat manusia.
Di situlah orang-orang beriman yang merasakan kejahatan mereka mengatakan pada para tiran:
"...Maka putuskanlah yang hendak engkau putuskan. Sesungguhnya engkau hanya dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini...", sebagaimana penyihir Fir'aun yang bertaubat itu berikrar sungguh-sungguh.
Ayat surat Ghafir ke-17 itu membuat kepalaku dingin, "Pada hari ini (akhirat) setiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada yang dizalimi pada hari ini. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
Kisah Ghazzah belum selesai, keadaan negeri tak baik-baik saja; sementara kita tak tahu banyak mesti berbuat apa. Kegundahan mencekam, kekhawatiran membuat hati makin meradang.
"Kapan ini semua akan berakhir?", akal sehatmu mulai bertanya-tanya.
Tapi Allah sejak awal memastikan, lewat lisan Musa dalam ayat Thaha ke-52, "...Tuhanku tidak akan salah ataupun lupa."
"Sesungguhnya bersama kesulitan, ada kemudahan. Sungguh, bersama kesulitan itu ada kemudahan."
Mari menjalani kehidupan dan berbuat sesuai dengan kapasitas kita.
Tetap berjalan dan jangan biarkan pikiran berlebih membuat kita tumbang.
Ada harapan di balik masa sulit.
Ada bertumbuh di balik penempaan.
Ada pelangi indah setelah badai.
Itu, sudah jadi garis sunnatullah yang tak pernah terganti. Mari layakkan diri untuk dibersamai-Nya, yang tak pernah sekalipun ingkar janji. "...Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?" (QS Ar Taubah 111)