with Aditya, Puspita, Bimmo, I Gusti Bagus Kus, Yories, Tami, Fariz, Tyo, dewa, Alfian, Nina, rafli, Yuzar, Kukuh, and Septri Nur at Grand Depok City Cluster Acacia – View on Path.

shark vs the universe

oozey mess

No title available
Keni
🩵 avery cochrane 🩵
Three Goblin Art
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
tumblr dot com
Sade Olutola
he wasn't even looking at me and he found me
we're not kids anymore.
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium

Kaledo Art
wallacepolsom

blake kathryn
official daine visual archive
cherry valley forever
Mike Driver

⁂

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Chile
seen from United Kingdom

seen from United States
@arinyarnedy
with Aditya, Puspita, Bimmo, I Gusti Bagus Kus, Yories, Tami, Fariz, Tyo, dewa, Alfian, Nina, rafli, Yuzar, Kukuh, and Septri Nur at Grand Depok City Cluster Acacia – View on Path.
Jarak diantara kita tetap sama. Tidak menjauh, pun tidak mendekat. Yang berbeda hanyalah bagaimana cara rindu menghampiri kita.
(via mangatapurnama)
Katakan rindu dengan titik RINDU.
Coba deh sekali-kali berpikir apa yang ia inginkan, bukan apa yang kita inginkan. Apa yang ia harapkan, bukan apa yang kita harapkan. Apa yang ia rasakan, bukan apa yang kita rasakan.
Coba sekali-kali bayangkan jadi dia. Biar tak melulu menuntut dan menyalahkan.
Hehe
Diingatkan~
Firasat perempuan itu ketajamannya nomor satu.
Kau bisa mengatakan semua baik-baik saja, tetapi saat feelingnya berujar sebaliknya, ia akan tetap teguh. Dan saat waktu bergulir membuka kenyataan sebenarnya, matamu kan terbelalak; ia, perempuan, yang lebih benar firasatnya. Kautahu kenapa? Karena ia calon ibu, harus menerka apa saja kejadian yang menimpa anak-anaknya. Karena ia calon ibu, memiliki naluri melindungi apapun yang ia sayangi. (via krisanyuanita)
Hiburlah hatimu, siramilah ia dengan percikan hikmah. Seperti halnya fisik, hati juga merasakan letih.
Ali bin Abi Thalib (via kafilahdarilangit)
Enjoy your sun(ny)day~ with Aditya – View on Path.
“ Women are like the police. They can have all the evidence in the world, but they still want the confession. ”
https://twitter.com/goodquoteco (via thelovenotebook)
(via thelovenotebook)
Women are alike
(via dindingkamarmu)
Bisakah disebut jahat saat aku merasa bahagia pada apapun yang bisa membuatmu menderita? Jujur saja, kebaikan hati yang kumiliki telah habis kaukeringkan bersama penghianatan. Bagiku tetap saja kau adalah pihak yang lebih bersalah.
Jadi, jangan salahkan aku (via krisanyuanita)
Tetap Saja Kau
Semua orang boleh bertanya perihal cinta Sampai ke detail-detail kecil dan remeh Atau barangkali, perihal apapun Akan kupersilakan Tanpa pengecualian
Karena jawabannya selalu sama Tetap saja kau, pada akhirnya.
Medan, 28 Juli 2016
- Tia Setiawati
Hati-hati ketika kamu melewatkan orang baik, karena jumlah mereka tidak banyak :)
Kurniawan Gunadi
Semoga aku tidak melewatkanmu :’)
Terimakasih karena tidak melewatkanku, terimakasih sudah menetap denganku, terimakasih karena tetap menjadi yang terbaik bagiku sedari awal, sedari aku belum mencarimu, tapi kita saling menemukan dan bertahan
Ada orang-orang yang tulisannya terasa tak sama dengan sebelumnya. Mungkin dia kehilangan orang yang selama ini jadi ruh aksaranya, mungkin juga rasa di hatinya telah berubah. Tak lagi utuh, tak lagi penuh. Mungkin.
(via krisanyuanita)
Aku mulai menulis malah sejak hati ini mulai tergores tercongkel bahkan ketika lukanya sudah sampai bernanah... Semenjak itu aku mulai menulis
Aku adalah nyamuk, Tak tahu warna lain, selain hitam dan putih. Aku tak peduli! Yang kutuju hanya satu; pori-pori. Lantas bila nanti aku berbisik di telingamu, percayalah, aku sungguh sangat ingin mencumbumu. Dan satu tepukan tanganmu, akan menjadi penentu takdirku.
Hidupku sesederhana itu. Mati, dalam genggamanmu.
Nyamuk Jakarta, 2016
Koplak 😅😅😅
Ada dosa masa lalu yang ingin ditebus. Ada rencana masa depan ingin diwujudkan
Masa depan denganmu salah satunya :3 (via rubahlicik)
Kak Satria, boleh ga kalau kita meminta hidup yang bahagia sm Allah? Kita boleh meminta apa saja kan sama Allah, tapi bagaimana caranya kita meminta tanpa memaksa? Terimakasih, kak.
Boleh, insya Allah. Malah, kalau kita enggak biasa meminta lewat doa takutnya tergelincir sama kesombongan. Selama yang diminta itu baik, memintalah. Dinukil dari “Lapis-Lapis Keberkahan” nya Ustadz Salim A. Fillah, kisah Nabi Musa di Al-Quran ngajarin tiga nilai penting tentang doa:
Pertama, hanya kepada-Nya kita bisa bersimpuh atas kedermawanan yang mutlak dan terjauh dari kehinaan, kekecewaan juga kenistaan. Kedua, bertatakrama pada-Nya saat berdoa juga perlu diutamakan. Dengan sesama manusia aja kalau mau minta pake tatakrama, sama Allah SWT harus lebih. Nabi Musa merundukkan diri dan berlirih hati dalam doanya, “Duhai Rabbi, Penciptaku, Penguasaku, Penjamin rizqiku, Pemeliharaku, Pengatur urusanku, sungguh aku terhadap apa yang Kau turunkan diantara kebaikan, amat memerlukan”. Indah betul cara Nabi Musa berdoa.
Ketiga, Allah SWT tentu lebih paham apa keperluan kita ketimbang diri kita sendiri. Termasuk tentang makna “hidup bahagia” buat kita kaya gimana. Nabi Musa nunjukin kalau berdoa bukan memberitahu-Nya dan mendaftar apa aja hajat kita, tapi berbincang mesra dengan Allah SWT supaya Ia ridhai semua yang dilimpahkan, diambil atau disimpan untuk kita.
Saya sendiri masih belajar untuk enggak mendikte Allah SWT tentang wujud kebahagiaan yang saya mau. Allah SWT mutlak lebih paham. Cara meminta tanpa keliatan maksa sesederhana dengan bersopan santun, berbicara dengan rendah hati dan membekali diri dengan kelapangan dada. Enggak memaksa artinya kalau enggak dikasih atau dikasihnya bukan yang diminta pun enggak apa-apa kan ya? Makanya, minta kebahagiaan dengan keliatan maksa jadi ciri kefakiran pengetahuan dan kekerdilan kita atas ilmu-Nya yang Maha Luas.
Kita sering simak terjemahan surat Al-Baqarah ayat 216 yang isinya, “…Boleh jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”. Yakinlah kalau Allah yang Maha Penyayang enggak pernah sekalipun mendzalimi makhluk-Nya. Yakinlah kalau Allah yang Maha Cermat enggak pernah sekalipun salah perhitungan tentang kecukupan ciptaan-Nya.
Last but not least, kita juga sering denger ayat 28 di surat Ar-Rad yang isinya luar biasa, “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. Kunci kebahagiaan adalah ketenteraman dan ketenangan hati. Keduanya enggak pernah jauh dari genggaman-Nya. Maka, berbahagia juga artinya kita enggak pernah menjauhkan diri dari mengingat-Nya lewat beribadah atau gaul bareng orang-orang saleh. Selamat berbahagia. Wallahu a’lam bishawab.
Telah Kusiapkan
Ada yang selamanya bersedia menjadi pendampingmu Selamanya ada di sisimu Itu aku.
.
Telah kusiapkan dua telingaku Agar dapat kauceritakan segala hal Agar hanya aku, yang mampu mendengar Dan tidak kehilangan kabar
Telah kusiapkan jemariku Untuk kaugenggam Karena kau pasti butuh berpegang Pada yang setia sampai akhir jalan
Telah kusiapkan tubuhku Untuk kaupeluk Agar tak ada yang lain Dengan goda berlekuk
Telah kusiapkan bibirku Untuk mengecup segala lirihmu Agar yang hilang hanya gelisah Bukan bahagia
Telah kusiapkan dada ini Untuk menerima pasrahmu Melupakan segala ego Tanpa ada ragu apalagi malu
Telah kusiapkan semuanya Semuanya…
Kecuali satu : Kesiapanku, atas pergimu.
Medan, 23 Juni 2016
- Tia Setiawati
Di bulan Ramadhan ini, kadang-kadang kita menemukan orang-orang Muslim yang merasa bangga karena mereka tidak berpuasa. Mereka mengatakan sudah makan ini dan itu, atau ‘sahur’ di siang hari, atau menunjuk-nunjuk hidung orang lain sambil bertanya sudah bolong berapa hari puasanya. Di tengah orang-orang seperti itu, kadang ada di antara kita yang pura-pura bahwa kita juga tak berpuasa. Seperti mereka. Apakah puasamu memang memalukan untuk diakui? Apakah kau merasa lemah jika beriman dan taat? Seharusnya orang-orang yang tidak berpuasa yang malu pada mereka yang berpuasa. Seharusnya orang yang lemah imannya yang gemetar berhadapan dengan mereka yang bangga dengan iman dan ketaatan. #selfreminder
(via fahdpahdepie)
😌😊