5 Best Worst Copywriting in Social Media!
Dalam membuat konten di media sosial, sebuah teks menjadi salah satu poin penting yang berfungsi untuk memberikan informasi dengan jelas. Copywriting yang baik adalah yang memenuhi prinsip dasar A-I-D-A (Attention, Interest, Desire, Action)
Artikel ini akan membahas mengenai 5 Best and Worst Copywriting in Social Media!
Posisi pertama ditempati oleh akun edukasi Kok Bisa. Pada postingan 8 Februari 2020, Kok Bisa membahas konten dengan judul “Pahlawan Perempuan Dari Luar Angkasa” pemilihan kata untuk judul menarik perhatian dan rasa ingin tahu audiens. Penempatan dan konten informasi di visual pun tidak bertele-tele, disampaikan dengan gaya bahasa yang menarik sesuai dengan target audiens, terdapat beberapa trivia di visual dan di caption (memenuhi kriteria menarik pada prinsip A-I-D-A). Penyampaian informasi oleh “Kok Bisa” bisa menimbulkan keinginan audiens untuk bercita-cita menjadi astronaut juga.
Posisi kedua ditempati oleh akun jual beli kerudung online, Femme Outfit. Informasi yang disampaikan melalui caption sangat informatif, detail, dan menimbulkan rasa kepercayaan yang tinggi di audiens. Menarik perhatian dan rasa ingin membeli audiens disampaikan melalui konten “Why Kayla Shawl?”. Terdapat bagian Call To Action sehingga audiens bisa langsung tahu dan paham jika ingin memulai transaksi.
Posisi ketiga ditempatin oleh akun media informasi DBL Store. Konten informasi yang disampaikan mengikuti Trend yang sedang hype yaitu Wabah Virus Corona yang mengharuskan orang-orang meminimalisir kegiatan di luar rumah. DBL Store menawarkan informasi potongan harga untuk menarik perhatian dan meningkatkan keinginan audiens untuk membeli produk mereka (Attention dan Desire) disampaikan melalui gaya bahasa yang santai sesuai dengan target audiens. DBL Store menyertakan bagian Call To Action untuk memberikan informasi mengenai apa yang harus dilakukan audiens jika ingin bertransaksi (langkah-langkah dan kontak narahubung)
Selanjutnya, produk Sociolla dalam promosi di Instagram Story. Informasi teks disampaikan secara padat,singkat, namun informatif. Gaya bahasa yang persuasif dapat menarik perhatian dan ketertarikan audiens juga melalui visual yang ditampilkan di background tulisan. Sociolla juga menyertakan voucher belanja untuk meningkatkan rasa ingin audiens dalam membeli produk mereka. Call To Action melalui fitur Shop Now.
Yang terakhir adalah postingan dari Akun Line Kema Unpad. Informasi teks mengenai Wabah Virus Corona mengikuti trend saat ini dan aktual. Judul pada visual dan caption meningkatkan rasa ingin tahu audiens karena berkaitan dengan petinggi kampus. Informasi yang disampaikan sangat lengkap dan kredibel, terdapat Call To Action juga pada bagian link video terkait tanggapan pihak kampus mengenai Corona dan Peta Pesebaran Covid-19.
Postingan dari Liontivi_com mengenai berita keharuan BCL dan Anaknya. Informasi judul tidak terdapat di bagian caption, hanya di bagian visual dan terkesan hiperbola. Dalam caption pun tidak disampaikan informasi lengkap tetapi langsung diarahkan untuk swipe up story. Kurang dapat menarik perhatian audiens dan berdampak pada kredibilitas postingan yang meragukan.
Postingan dari rumpi_ttv tidak terdapat judul atau sub judul. Penulisan caption terlalu santai sehingga tidak memperhatikan kaidah penulisan yang baik dan benar. Tidak terdapat tulisan yang dapat menarik perhatian audiens untuk membaca/melihat postingan tersebut. Informasi yang disampaikan seadanya.
Postingan iklan di akun media hiburan Freaking True. Terlihat dari captionnya tidak melalui proses editing melainkan hasil copy-paste. Hal ini dapat menurunkan kredibilitas bisnis, lalu untuk informasi yang disampaikan pun tidak lengkap.
Postingan iklan Shopatbanananina di Instagram Story. Informasi yang disampaikan sangat sedikit. Judul kurang menarik. Audiens langsung diarahkan kepada website tanpa ada arahan informasi yang jelas dan cukup untuk meningkatkan rasa keinginan audiens untuk membeli produk tersebut.
Postingan dari akun bisnis mesz_id. Informasi yang disampaikan melalui caption sangat sedikit, tidak ada judul atau kalimat yang dapat menarik perhatian audiens, tidak ada setidaknya arahan informasi mengenai produk yang dapat membawa audiens untuk “swipe to see details” seperti apa yang disebutkan dalam caption.
Setelah membaca informasi diatas, sekarang teman-teman bisa lebih paham mengenai mana copywriting yang benar dan kurang benar yaa! Jangan lupa untuk terus belajar!