DEMI KITA YANG BARU. #SajakBersambung 5. Lewat dua puluh empat purnama sudah. Hari ini, aku hanya bisa tersenyum menumbuhkan cemburu. Cemburu pada perjalanan menuju baikmu. Cemburu pada sebuah penemuanmu. Cemburu pada derap langkahmu yang sudah tak lagi sendiri. Akhirnya, malam ini, cemburu di mata menutupi cahaya purnama. Setidaknya, aku bersyukur cemburu ini masih tumbuh tinggi. Itu berarti, aku masih bergelora untuk lebih baik lagi. Sungguh tak ada yang harus di khawatirkan, sebab, perasaan inilah yang justru mamacu untuk membaikan keadaan. Ya, bukankah kita harus mengambil pelajaran di setiap kejadian? Sekecil dan seremeh apapun itu. Hidup kita, atau orang lain pun, kita harus mempelajarinya bukan? Sungguh tak apa, mau berlalu ribuan purnama pun. Cemburu itu memang harus tumbuh utuh pada siapapun. Pada kebaikan apapun yang orang lain miliki. Bercemburulah, menyelam lebih dalam pada kebaikan orang lain. Tapi, cemburu kita berbatas. Kita harus memagarinya agar tak terlalu jauh melewati. Maka, sebergelora apapun cemburu kita, ia tak harus sampai pada mengukur hidupnya pada hidup kita. Sebab, yang ditakdirkan milik kita memang hanya kita yang mampu menjalani. Bukan orang lain, dan tentu saja bukan dia. Bersambung. Ar Zu. 18.01.2019 #bukucinta #puisi #pathdaily #sajak #sajakrindu #bukupuisi #sastra #sastraindonesia #patahhati #bukubestseller @sajak_sejak #sebataspendaki #id_gunung #sahabatalam #id_pendaki #fotosantri #fotosantri #patakbanteng #vsco #id_pendaki #sekolahgunung #pendakiindonesia #hijrah @aruscerita #quotesoftheday #quotes #katabijak #baper #bikinbaper #melodydalampuisi #puisirindu #kartunmuslimah #sastra #cintadalamdiam https://www.instagram.com/p/Bsxn5xSnHw5/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=hkyb3m39qku5








