Percaya atau tidak, manusia gemar menguji kekuatan hatinya dengan menampung luka-luka yang mereka balut dengan senyuman. Luka-luka yang mereka anggap akan semakin menguatkan hatinya agar tak mudah terluka lagi pada lain hari.
©antasmira
seen from Australia

seen from United States
seen from Iraq

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from India
seen from Germany
seen from United States
seen from China
seen from China
seen from Germany
seen from Germany

seen from India
seen from United States
seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from Germany
seen from Morocco

seen from United States
Percaya atau tidak, manusia gemar menguji kekuatan hatinya dengan menampung luka-luka yang mereka balut dengan senyuman. Luka-luka yang mereka anggap akan semakin menguatkan hatinya agar tak mudah terluka lagi pada lain hari.
©antasmira
Kapan terakhir kali kita merayakan kemerdekaan seperti waktu kita masih kecil yang telanjang dan sungai selalu siap menerima kita tanpa harus merasa malu?
Kita sedang dan selalu merindukan hal hal aneh semacam itu. Dengan demikian, kita tahu bahwa kemerdekaan itu adalah anak anak yang telanjang pada sungai kehidupan.
Seperti hari ini, aku adalah anak manusia yang telanjang di hadapanmu. Aku adalah musafir yang selalu dahaga akan kebaikanmu. Aku adalah musafir yang lapar akan kasihmu. Aku adalah musafir yang tak pernah puas merayakan kemerdekaan.
Aku adalah pemula yang abadi
Fian N
Petikan kata-kata (#Quotes) daripada buku Menuju Baik Itu Baik oleh Panji Ramdana (Melody dalam puisi). 📚 "Hargailah prosesmu bukan hasilmu. Menuju baik itu baik. Jika orang melihatmu berbeza. Yakinlah, engkau tidak terlihat berbeda di hadapan Allah." "Sesungguhnya dengan membantu orang lain, kita juga sedang membantu diri sendiri. Allah mencintai orang yang dermawan, melakukan dengan ikhlas tanpa paksaan." "Selalu berprasangka baiklah kepada Tuhan. Banyak nikmat yang tidak terlihat bagi kita namun itu adalah benar untuk kita." "Sehebat apa pun kamu merencanakan sesuatu hal, tetap Tuhanlah yang menentukan. Ikhtiar haruslah terus berjalan, tanpa pernah putus dan mundur." "Tetaplah tersenyum sebab itu kebaikanmu, seseorang yang melihat senyummu akan menjadi baik hatinya." "Tuhanku. Bantulah aku untuk menjadi manusia yang cukup kuat menghadapi diriku sendiri dan berani mengakui kelemahanku. "
Resensi Pilihan: Belajar Lucu dengan Serius
Ditulis oleh Iliana L. di http://iliana-illie.blogspot.co.id/2017/11/resensipilihan-belajar-lucu-dengan.html untuk program #ResensiPilihan di Twitter @bukugpu
Kita ini memang mudah baper menghadapi perkembangan zaman. Kita suka menghibur dan mengagumi diri sendiri dengan selfie, suka kepo dan lebay dalam menanggapi berbagai fenomena, suka cemen menghadapi persoalan, dan gampang dirundung php. Itulah colekan sajak-sajak gokil Hasta Indriyana, parodi mengenai situasi kekinian. (Joko Pinurbo) -------- Berisi 62 buah puisi yang bercerita tentang hidup dan kehidupan. Bertutur dengan gaya bahasa "zaman now" membuat buku ini terasa asyik, kocak, dan tidak kaku. Menariknya, buku ini mengangkat beragam isu dan dapat dijumpai di sekeliling kita. Tak hanya itu, judul-judul puisi di dalamnya juga menggunakan bahasa kekinian yang membuat puisi ini kian berwarna dan tidak membosankan.
Secara keseluruhan, puisi-puisi yang ditulis dari tahun 2013 hingga tahun 2017 ini, mengajak kita untuk berpikir lebih kritis melalui sudut pandang yang berbeda. Selain kontemplasi, penulis juga melayangkan kritik dan sindiran kepada pihak maupun suatu hal tententu. Sentilannya yang satire dalam beberapa puisinya, mengingatkan kita untuk menikmati hidup ini dengan ringan dan tidak terpaku pada fenomena atau persoalan yang dihadapi. Sebab, hidup ini terus bergerak dan diperlukan adanya keseimbangan dalam mengelola hidup agar menjadi lebih berarti.
Meski baru pertama kali membaca puisi-puisi karya Hasta Indriyana, saya sangat terpukau. Diksi-diksinya mencerminkan kepekaan penulis terhadap keindahan. Buku ini makin menarik perhatian saya karena dilengkapi dengan ilustrasi apik. Judul bukunya juga mewakili isi tulisan di dalamnya. Buku ini bisa menjadi pilihan yang pas bagi orang-orang yang kurang suka dengan puisi yang kelewat serius. Sementara untuk penikmat puisi, buku ini akan menjadi pengalaman sekaligus hiburan yang menyenangkan. Kendati bersifat jenaka, tak lantas menghilangkan amanat yang ingin disampaikan oleh penulis. Penulis sangat cerdas memasukkan jiwa hingga membuat buku kumpulan puisi ini begitu hidup bahkan menjungkir balikkan emosi pembaca.
Tak hanya itu, buku ini juga diperkaya dengan sajak-sajak pendek yang menggelitik seperti "LDR".
LDR Kalau sepi begini Yang kubutuhkan bukan wifi Tapi wife Satu puisi yang menurut saya sangat menarik adalah puisi yang berjudul "Penjual Jam". Penjual Jam Di toko besar penjual jam "Apakah toko ini menjual waktu?" Pemilik toko diam"Apakah toko ini menjual baterai abadi?" Pemilik toko diam"Apakah tik tok semua jam seperti detak nadi?" Pemilik toko diam"Apakah semua jarum disini seruncing maut?" Pemilik toko diam"Apakah toko ini sudah tua, setua waktu?" Pemilik toko diam"Apakah Anda bisa memperbaiki waktu saya Jika kelak rusak?"Toko seluas segala ruang itu senyap Tak mau menjawab
Tak hanya impresif, tiap baitnya membuat saya tercenung. Tentu saja waktu bukanlah sesuatu yang bisa diperjualbelikan. Kita semua memiliki jumlah waktu yang sama, yang berbeda hanya bagaimana cara kita memanfaatkan waktu yang kita punya.
Empat bintang saya berikan untuk buku ini.
Judul: Belajar Lucu Dengan Serius (Puisi) | Penulis: Hasta Indriyana | Terbit: 11 September 2017 | ISBN: 978-602-03-7596-0 | Tebal: 96 halaman
📚 Kita Yang Sebatas Pernah oleh Pena Kecil (Sarah Aulia). Menariknya buku ini sebab berwarna-warni. Ada puisi, pengalaman & curahan hati.
Antara petikan menarik dalam buku ini:
“Cinta tidak pernah datang dari hati yang memaksakan.”
“Bagaimanapun proses menemukan cinta, aku tetap percaya, jika segala hal datang tepat pada waktunya.”
“Kita hanya berjarak, bukan berpisah.”
“Hanya dengan doa, aku sanggup menyentuh seberapapun jauhnya.”
“Aku memahami, jika hukuman terbaik untuk pengkhianatan hanyalah berhenti memberinya kesempatan.”
“Bukan beerti patah hati membuat hati kita mati.”
Bertemu belalang karya @godyusnaat menjadi salah 1 dari 5 buku yang dipilih Tempo sebagai buku puisi terbaik pilihan tempo 2022. Peraih penghargaan kategori ini adalah @dewanto.nirwan. Dua paragraf dari redaksi terkait Bertemu Belalang yang menjadi Buku Sastra Rekomendasi untuk puisi, setidaknya ada dua pernyataan yang salah dan pengambilan gambar yang tampaknya dari google. Namun tentu tidak mengurangi apa-apa dari puisi-puisi yang terkandung di dalam buku ini. Buku ini bersanding dengan Tiga Kuda-nya Mardi Luhung dan Rahasia Kesaktian Raja Tua @hae.zen dan Pertempuran Lain Dropadi karya @triwikromo. Meski tidak disebut, tetap selamat untuk penerbit @penerbitbasabasi @penerbitkpg, @padraobooks dan tentu saja penerbit kesayangan kita eh kami: @penerbitjbs 😁 Jika berminat pada keempat buku ini, dan tentu juga 2 buku terpilih yakni Dua Marga, dan Kereta Semar Lembu karya @omzakzak jangan segan-segan mengontak kami. Selamat akhir pekan, Sahabat JBS. #Buku #bukusastra #bukupuisi #bertemubelalang #godyusnaat (di Jual Buku Sastra-JBS) https://www.instagram.com/p/Cn_HjmnhZrQ/?igshid=NGJjMDIxMWI=
© 2014—2022 • Perajinkata™ Yang hendak merantau, pastikan pamit secara baik-baik dengan keluarga. Minta restu dan doanya. Sebab, merantau bukan hanya soal bepergian ke kota orang. Namun, juga soal pulang ke kampung halaman atau pulang ke pangkuan Tuhan. Yang pernah merantau pasti merasakan ini. Tidak sabar bertemu kawan-kawan di lembar virtual. Dapatkan segara, buku SONDIA karya Agoy Tama melalui bit.ly/posondia (PO: 16—23 Des 2022). Unduh SNEAK PEEK-nya di sini: linktr.ee/sondia. Narahubung: wa.me/6283834672910 (Admin Rusa) #perajinkata #agoytama #prapesan #bukupuisi #sondia #ruangrasaproject (di Universitas Negeri Malang - UM) https://www.instagram.com/p/CmTu2HipBT2/?igshid=NGJjMDIxMWI=
#1 SONDIA adalah proses merapal harap, menjadikan mimpi-mimpi menggenap. Bagian dari upaya menengadahkan tangan ke langit, menapakkan kaki ke bumi. Jika kamu hendak memulai perjalanan, tetapi minus pengalaman. Barangkali, kamu orang yang tepat untuk menemani saya kembali membaca catatan-catatan puitis ini. Ia bisa menjadi pelengkap perjalanan yang menghibur sekaligus membuat siapa saja termenung. Perihal hidup, cinta, dan hal-hal remeh-tapi-berharga di keseharian. Jika kita benar-benar memperhatikan, hampir semua hal-hal besar itu mulanya adalah hal-hal kecil. Ya, hal-hal kecil yang diupayakan secara terus-menerus. Buahnya adalah hal-hal besar yang ranum dan siap untuk dipetik-dinikmati. Kuncinya adalah sabar dan syukur. Sabar menikmati proses, syukur menerima progres. Tidak sabar bertemu kawan-kawan di lembar virtual. Dapatkan segara, buku SONDIA di linktr.ee/sondia (KLIK tautan di bio). Unduh SNEAK PEEK-nya di sini: linktr.ee/sondia & PESAN melalui bit.ly/posondia Periode Prapesan: 16—23 Des 2022 Narahubung: wa.me/6283834672910 (Admin Rusa) #prapesan #bukupuisi #sondia #agoytama #ruangrasaproject (di Universitas Negeri Malang - UM) https://www.instagram.com/p/CmNfoizh1yj/?igshid=NGJjMDIxMWI=