Cara terbaik untuk sabar dan ikhlas adalah mau belajar dan berusaha. Karena didalamnya ada makna pencapaian dan kegagalan. -Asep S-
Xuebing Du
$LAYYYTER

⁂

No title available
Misplaced Lens Cap

Andulka
DEAR READER
will byers stan first human second
Stranger Things

JBB: An Artblog!
tumblr dot com
occasionally subtle
YOU ARE THE REASON
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
almost home

祝日 / Permanent Vacation
cherry valley forever
styofa doing anything
h
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Uruguay
seen from Türkiye
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from United States
seen from Austria
seen from Lithuania
seen from Australia
seen from Germany

seen from United Kingdom

seen from Brazil

seen from Spain
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from Türkiye
@aseps
Cara terbaik untuk sabar dan ikhlas adalah mau belajar dan berusaha. Karena didalamnya ada makna pencapaian dan kegagalan. -Asep S-
Pandai sekali kamu bersandiwara
Dekat dengan siapa pun
Tapi menutup hati untuk satu orang
Kamu punya hati
Tapi tidak punya otak
Hidup & Mati adalah Harapan
Kita diberi harapan terbesar sebelum tidur.
Dan kita diberi kesempatan terbesar setelah bangun.
Gunung yang dingin dan Laut yang hangat.
Aku dan kamu dipertemukan diwaktu sore menuju dinginnya malam saat di Gunung. Saling menyapa ketika sore itu berlanjut untuk saling memperkenalkan diri, tidak sampai disitu. Waktu sore yang lumayan dingin menerpa badan namun tidak membuat aku dan kamu memutuskan untuk tidur lebih awal saat di camp area. Waktu malam tiba, namun obrolan aku dan kamu masih terasa hangat disana. Padahal baru saja saling mengenal diwaktu sore tadi.
Obrolan hangat terhenti oleh sebuah rencana dimana team kamu dan team aku memiliki rencana untuk bangun lebih awal karena akan melanjutkan pendakian menuju puncak dan menikmati sunrise disana. Setelah malam yang begitu sunyi karena tidak ada lagi obrolan disekitaran camp area membuat langit malam semakin sayang jika harus ditinggalkan untuk tidur. Namun keadaan menutut keinginan, dan akhirnya aku dan kamu saling berpamitan untuk kembali ke tenda.
Setelah pertemuan, perkenalan dan ada janji sebelum pamit pulang. Janji itu kamu sampaikan kepadaku jika kamu ingin mengunjungi tempat wisata didaerahku. Saat siang itu, kamu lebih awal untuk bersiap turun dari Gunung dan aku masih mengemas barang setelah makan siang. Aku tidak pernah mengira jika perkenal di Gunung yang dingin membawa aku dan kamu ke Laut yang hangat. Sehingga perkenalan dan pertemuan terus berlanjut hingga di tahun kemarin.
Aku dan kamu dipertemukan dibulan Februari 2017. Gunung adalah tempat dimana perkenalan berlanjut pada pertemuan, dan Laut menjadi tempat kedua dari perkenalan menjadi pertemuan. Obrolan semakin hangat saat di Laut, padahal. Suasana Laut sudah begitu hangat pada malam itu. Namun aku dan kamu membuat kehangat menjadikan suasana dan keadaan bertambah. Ini tidak direncanakan dan tidak dibuat-buat.!! Setelah Laut, pertemuan berlanjut di pendakian Gunung. Gunung yang berada didaerah kota kelahiranku, kamu sudah merencanakan ingin mendaki gunung dan menyampaikannya kepadaku.
Setelah pendakian Gunung bersama, pertemuan berlanjut di Laut. Pertemuan kali ke tiga setelah Laut, Gunung, dan Laut. Sampai saat ini, aku belum memahami maksud dari perkenalan aku dan kamu di Gunung yang dingin itu. Ataukah ada rencana lain dari pertemuan awal di Laut?!. Aaah.. sudahlah, aku sudah tidak ingin mengira-ngira apa yang diluar batas kemampuanku. Yang aku yakinkan, Tuhan selalu memberikan keindahan peristiwa meski selalu tidak sesuai keinginan dan harapan.
Di tahun 2017 di bulan Juni. Laut telah menjadi tempat untuk pertemuan ketiga yang memberi banyak kesan dan perubahan ketika aku dan kamu saling menyampaikan harapan dan keinginan diwaktu malam dan pagi hari itu. Dan setelahnya, aku dan kamu memutuskan untuk melanjutkan perjalanan untuk mendatangi Titik Nol KM Anyer. Setelah bulan Juni di Pantai, tidak ada pertemuan yang begitu cukup lama menurutku; dua tahun empat bulan tanpa pertemuan. Waktu yang begitu lama tanpa pertemuan membuat diriku menyiksa akan segala keadaan yang padahal aku bukan siapa-siapa kamu. Namun aku sadar sikapku terlalu berlebihan dalam menyikapinya saat itu.
Setelah lamanya tidak ada pertemuan dan aku hanya bisa mengetahui keadaan kamu melalui sosial mediamu, dari mulai story whatsapp, instastory, sampai postingan foto diakun instagram. Dimana kamu sedang belajar sedikit demi sedikit untuk mewujudkan harapan dan keinginan kamu. Melihat itu semua, aku ikut senang. Semoga apa yang kamu harapkan dan inginkan selalu tercapai meski tidak mudah untuk mendapatkannya, dan semoga kamu dijauhkan dari sifat yang mudah untuk putus asa dan kecewa. Karena aku tahu kamu, meski aku belum lama mengenalmu akan tetapi kamu adalah wanita yang memiliki ambisi yang begitu terukur. Aku tahu itu karena pengalaman yang sudah banyak kamu lalui.
Tahun dua ribu tujuh belas dibulan Februari. Aku dan kamu saling berkenalan, gunung yang menjadi tempat pertemuan itu terjadi dan tentu semua itu adalah rencana Tuhan. Dan ditahun yang sama, perkenalan berlanjut menjadi pertemuan. Di bulan Maret pertemuan di Laut, April di Gunung dan Juni di Laut. Setelahnya tidak ada pertemuan hingga awal bulan November 2019.
Dibulan November. Pertemuan yang begitu banyak memberikan kesan dan pelajaran. Dibulan itu, kamu ingin mendaki dua Gunung diwaktu dua hari. Namun keinginan dibatalkan karena rasa lelah sudah datang lebih awal setelah selesai mendaki satu Gunung dihari sabtu pagi, dan setelahnya turun dari Gunung diwaktu sore hari. Kamu lebih memilih ke Pantai. Akhirnya, aku mengajak kamu dan temanku untuk bermalam di satu acara anniversary yang berlokasi di kaki Gunung Pulosari. Dimana jika ingin ke Pantai saat minggu pagi tidak terlalu jauh jarak yang harus ditempuh.
Dua hari-tiga malam waktu yang kamu habiskan untuk berlibur didaerahku. Namun obrolan kamu dan aku tidak seakrab seperti tahun sebelumnya. Jumat malam aku jemput kamu di stasiun Rangkasbitung. Sempat tidak habis pikir akan bertemu kembali, dan pertemuan kali ini membuktikan akan segala harapan dan keinginan yang pernah disampaikan ditahun sebelumnya. Kamu sudah berhijab. Saat aku menjemput kamu, aku sempat tidak mengenali kamu dan aku perhatikan dari kejauhan sebelum mendekati kamu. Di perjalanan sempat ada tawa karena kamu masih mengingat satu tempat dimana kamu merasa pernah singgah disana, namun lupa dengan siapa. Padahal saat itu kamu dengan aku, hanya aku tidak memberi tahu kamu dan malah sebaliknya aku memberikan tanya kepada kamu dengan siapa. Seketika itu pula kamu ingat jika pernah singgah dengan aku ditempat itu. Obrolan yang biasa namun membuat tertawa.
Dihari sabtu pagi saat memulai untuk melakukan pendakian. Obrolan dibuka dengan biasa saja. Setelah lama waktu pendakian kurang lebih 3 jam, ada penyampaian dari kamu yang sulit hati ini untuk menerima. Seketika keadaan seperti mengurungku setelah mendengar penyampaian darimu. Hati mulai takut kehilangan namun pikiran mencoba untuk membuat tenang kembali keadaan. Selama naik dan sampai kembali turun ke basecamp diwaktu sore hari, penyampaian darimu terus terdengar ditelingaku, terus terpikirkan dalam otakku, dan membuat hati berat menerimanya dan takut kehilanganmu. Padahal, aku bukan siapa-siapa kamu.!! Tapi entah dari mana perasaan ini seketika berat untuk menerimanya. Sehingga liburanmu saat itu membuat aku semu. Terpikirkan sampai saat ini.!!
Ditahun 2020. Aku mencoba mengambil sikap. Menyimpan harapan baik kepada Tuhan dari segala sikapku yang semoga mendapatkan jawaban dari Nya. Disini aku bukan untuk menghindar darimu, tapi memperjuangkan.!! Jika pun harus kehilangan aku percaya bahwa Tuhan pemilik rencana yang Maha bijaksana. Untuk saat ini, mungkin pertemanan aku dan kamu hanya di Instagram. Aku hapus kontak nomermu bukan karena keegoisan, tapi ini sikap yang aku pilih. Apapun yang terjadi aku sudah pasrahkan kepada Tuhan. Namun doaku tetap sama, semoga kamu selalu dalam lindungan Nya.
(Mungkin tulisan ini akan saya lanjutkan disuatu hari nanti. -Rasa Berbicara-) 12:32am - 9 Januari 2021 atas nama Asep Saepullah.
Saya masih belum berani memperkenalkan perempuan kepada Ibu.
Karena setiap kali berbicara tentang perempuan di hadapannya, Ibu selalu terdiam seperti cemburu dan ketakutan.
Mungkin wajar saja jika Ibu bersikap seperti itu. Ibu mana yang rela melepaskan anaknya jika dikemudian hari anaknya sedang terjatuh, namun ditinggalkan oleh perempuan yang menurutnya sangat baik.
Maka dari itu. Ibu lebih tahu bagaimana cara menilai namu tidak berkomentar, mencintai namun tidak harus menyampaikan.
Kalimat diatas berlaku juga untuk seorang Bapak yang selalu menjaga anak perempuannya dari serangan serigala.
Untuk saudaraku yang sudah ditinggalkan oleh salah satu atau kedua orang tuanya. Sungguh, kalian adalah orang hebat karena mampu tegar menjalankan hidup sampai saat ini dengan baik.
Karena bukti cinta anak kepada kedua orang tua adalah selalu mendoakan nya setelah melaksanakan kewajiban kepada Tuhan (ALLAH SWT).
[Tulisan ini telah ditulis ulang oleh penulis (Asep Saepullah), dan ada penambahan dari setiap kalimatnya. Oktober-Desember 2020]