Ada saatnya kita memasuki ruang tanpa suara, membiarkan pikiran bergaung pada dirinya sendiri. Ia berlari, berbelok, lalu lelah dalam sunyi, dan justru di keheningan itulah kita temukan, jawaban-jawaban kecil yang tak pernah berteriak.
seen from Türkiye
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Maldives
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from China
seen from United States

seen from Netherlands

seen from France

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Malaysia

seen from Germany
seen from China

seen from South Africa
seen from Canada

seen from Norway
seen from United States
Ada saatnya kita memasuki ruang tanpa suara, membiarkan pikiran bergaung pada dirinya sendiri. Ia berlari, berbelok, lalu lelah dalam sunyi, dan justru di keheningan itulah kita temukan, jawaban-jawaban kecil yang tak pernah berteriak.
Waktu memang akan menjawab banyak hal, tapi tak semua tanya dan kejadian itu punya jawaban di ujung waktu.
Kadang, yang tersisa hanyalah diam, dan kita belajar menerima tanpa pernah benar-benar mengerti.
Meskipun kamu berusaha untuk bersabar, tapi ini bukan kehidupan seperti dalam sinetron dimana yang sabar yang pasti menang.
Sebagian dari kejadian yang kamu pilih di kehidupanmu yah hanya untuk kau lalui, meskipun kau berusaha untuk pahami tanpa kata atau dengan kata yaah pada akhirnya kau hanya mampu bersembunyi di balik kata memperbaiki diri. Ironis bukan?
Ada banyak sekali alasan untukmu mundur dan tidak bertahan denganku. Mungkin karena mulutku yang berbisa. Mungkin aku yang tidak sebaik itu. Mungkin karena keluargaku yang sangat problematik. Atau rupaku yang tidak semenarik itu. Latar belakangku yang sungguh tak mengesankan. Kau punya alasan-alasan itu. Menolakku dan memilih jalan takdirmu yang lain.
Tetapi kau memilih jalan kesukaran bersamaku. Kau memilih kisah hidup denganku yang berliku. Kau menerimaku dengan segala yang ada pada diriku. Kemiskinanku, keburukanku, ketidaktampananku dan hal-hal lain yang bisa saja kau pilih untuk dijadikan jawaban.
Aku yang terbiasa dicampakkan sungguh kepalang beruntung memilikimu. Aku yang berkekurangan, sungguh tak habis fikir, semesta mengirimkanmu di hidupku.
Jalan hidup yang akan kita lewati masih panjang dan melintang banyak ujian. Semoga kita mampu melaluinya hingga akhir. Terimakasih telah melalui masa demi masa yang berlalu. Aku bersyukur kepada Allah atas keadaan kita sekarang. Apapun bagaimanapun.
Menerima takdir terbaik dariNya dan menjalaninya dengan sukacita. Sungguh kita berdua perlu merayakannya.
Kuharapkan hal-hal baik untukmu selalu.
Akhirnya, diriku menyadari bahwa tak perlu meminta penjelasan lagi. Memang benar bahwa tidak semua pertanyaan itu ada jawaban, bahkan yang tak ada jawaban pun juga merupakan sebuah jawaban. Lantas, untuk apa memikirkan hal itu lagi? Lepaskanlah.
Tranquility
Izinkan pikiranmu menjauh dari ingar bingar.
Biarkan ia berdialog, berduaan denganmu saja.
Lama kelamaan, kamu akan mendapatinya mempertanyakan ini dan itu.
Awalnya mungkin akan tidak terstruktur.
Atau mungkin akan menjelajahi hal remeh temeh.
Kamu pun akan tidak nyaman dan kebosanan.
Namun, cobalah tenang dan bersabar bersamanya.
Bukan dalam hitungan menit dan jam, melainkan dalam hari dan pekan.
Hingga pertanyaan-pertanyaan yang lebih penting menyeruak: apa yang aku inginkan dalam hidup?
Bagaimana seharusnya aku mengisi hidup?
Di mana aku bisa menemukan tujuan hidup?
Apakah aku harus punya tujuan hidup?
Dan ribuan pertanyaan filosofis lainnya.
Selamat, kamu sudah memasuki alam pikiran baru.
Demi mencari konformitas, reaksi pertama kita biasanya ingin menutup pertanyaan-pertanyaan itu dengan apa yang telah diajarkan kepada kita sejak kecil.
Namun, tidak perlu buru-buru.
Tahan dulu. Biarkan saja semua pertanyaan itu menganga.
Karena, jangan-jangan, apa yang otomatis keluar sebagai jawaban bukanlah sesuatu yang benar-benar kita pahami.
Beri ruang bagi pikiran kita untuk berdialektika.
Apa yang aku inginkan dalam hidup? Aku ingin A.
Mengapa A? Apa lagi selain A? Apakah A adalah keinginan yang layak dipertahankan? Bagaimana kita tahu bahwa aku benar-benar menginginkan A? Apa yang sumber 1 bilang tentang hal ini? Bagaimana dengan sumber 2 dan 3? Dan seterusnya, dan sebagainya.
Bisa jadi kita sudah memiliki jawabannya, bisa jadi kita perlu belajar lebih lama lagi untuk menemukan jawabannya.
Ini adalah perjalanan untuk menjadi manusia yang merdeka.
Manusia yang punya prinsip dan filosofi hidup.
Yang punya fundamen atas semua pilihan hidup.
Yang tetap berpijak saat ujian menggoncang hidup.
Yang tidak silau dengan gemerlap kepalsuan.
Yang tidak reaktif atas apapun kejadian.
Ini adalah jalan menuju ketenteraman.
Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu menggunakan akalmu? (6:32)
Assalamualaikum kak, menurut kakak bagaimana caranya sembuh terhadap luka pengasuhan? Tidak ingin menjadi durhaka, tapi sering kesal sekali saat bersama ayah sendiri.
Bismillah. Lakukan semua karena Allah. Jaga niat berbakti kepada orang tua karena Allah suka dan cinta sama hamba yang berbakti sama orang tua, karena Allah menjanjikan pahala, karena ada tujuan kita yaitu surga. Insya Allah sesakit apapun kita dengan manusia, sekecewa apapun kita dengan manusia, maka hati kita akan lapang dan memilih untuk tetap berbakti dan berbuat baik kepada orang yang barangkali membuat kita kecewa. Walau pada awalnya barangkali akan berat, tapi lama-lama insya Allah akan meringan. Kenapa? Karena takaran kita tetap berbuat baik kepada manusia adalah karena Allah suka banget sama orang yang berbuat baik kepada orang lain karena Allah. Dan selalu ingat ketika kita berupaya melakukan sesuatu karena Allah, pasti Allah bantu. Gak mungkin engga insya Allah. Jadi, jaga niatnya dalam hal apapun, kegiatan apapun, aktivitas apapun itu semata-mata untuk membuat Allah jatuh cinta dan semakin jatuh cinta kepada kita.
Kedua, ingat salah satu amal yang paling dicintai Allah adalah berbakti kepada orang tua.
Abu 'Abdirrahman 'Abdullah bin Mas'ud RA, dia bercerita: "Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, 'Amal apa yang paling dicintai Allah Ta'ala? 'Beliau Rasulullah SAW: "Sholat pada waktunya.'Lalu apa lagi', tanyaku. Beliau pun menjawab: 'Berbakti kepada kedua orang tua.' Kemudian apa lagi,'tanyaku lebih lanjut. Maka beliau menjawab: "Jihad di Jalan Allah.' (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Sekali lagi lakukan semua aktivitas murni karena Allah. Lakukan semua karena kita ingin cari perhatian Allah biar Allah cinta sama kita.
Bukankah kalau kita cinta pada seseorang kita akan melakukan dengan sepenuh hati apapun yang disuka oleh orang yang kita sayangi?
Maka tumpahkan perasaan seperti itu kepada Allah. Jadikan Allah cinta paling tinggi di dalam hati, insya Allah kita akan dengan senang hati melakukan apapun yang Allah suka termasuk berbakti kepada orang tua sepenuh hati. Bayangkan Allah tersenyum melihat kita berbakti kepada orang tua kita, bayangkan Allah bahagia melihat kita semaksimal mungkin menjadi anak yang baik untuk orang tua kita, bayangkan Allah senang ketika kita mendoakan sepenuh hati kebaikan-kebaikan untuk keluarga kita. Bukankah kita senang kalau melihat orang yang kita cintai bahagia karena kita? Maka sekali lagi lakukan itu kepada Allah (dan memang sudah seharusnya begitu).
Yang ke tiga, berdoa kepada Allah untuk dilembutkan hati orang tua kita kepada kita dengan penuh keyakinan bahwa hati kedua orang tua kita adalah memang Allah yang memegangnya. Jadi, bila Allah sudah berkehendak luluh, maka org tua kita akan luluh. Jangan pernah lelah berdoa.
Yang ke empat, barangkali dengan ini Allah ingin kamu terus dekat dengan Allah. Allah ingin kamu terus berdoa dengan khusyu kepada Allah. Allah ingin kamu terus bergantung kepada Allah. Allah ingin kamu terus dekat dengan-Nya.
Yang ke lima, tetap percaya bahwa sekecewa apapun kita terhadap orang tua, yakinlah orang tua kita tak pernah bermaksud melukai kita, tak pernah bermaksud menyakiti kita sebagai anak, tetap yakinlah kalau orang tua kita menyayangi kita dan mengharapkan yang terbaik untuk kita walau barangkali di mata kita itu terlihat lain. Tapi yakin orang tua selalu memberikan yang terbaik apapun yang mereka punya untuk kita.
Yang ke enam, dengan melalui ini kamu jadi tau bahwa misal nanti ketika kamu membangun keluarga atas izin Allah, maka pola asuh yang seperti apa yang kamu ambil🌼
Insya Allah setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, mengharapkan yang terbaik untuk anaknya dan terus lakukan semua aktivitas kita murni untuk Allah.
Wallahualam bishowab. Afwan ya kak kalau ada kekurangan atau kurang berkenan. Semuanya murni karena kefakiran ilmu saya 🙏
Semangat kak🌼🙏
@terusberanjak
Gimana ya rasanya disayang sama ibu yg melahirkan kita?
- Pertanyaan di hari ibu.
Kadang kita harus melihat dari sisi lain, ketika harapan tidak berpihak pada kita; Ya! harapan yang pupus.
Tahukah? Tuhan punya alasan pasti kenapa kita tidak dipersatukan dengan mereka yang kita inginkan.
Tahukah? Terkadang dia yang menurutmu baik; belum tentu dia baik untukmu.
Semua memiliki alasan tersendiri, ketika diawal bahagia, lalu merasa kecewa, ketika diawal selalu ada jawaban, lalu tidak pernah ada jawaban lagi.
Jangan menunggu terlalu lama, kamu tidak akan pernah tahu keindahan lain menunggumu diujung sana.
Jangan pernah menunggu jawaban yang tidak pernah datang; karena tidak ada jawaban juga merupakan sebuah jawaban.