Memaafkan adalah tahta tertinggi dari personal branding
Seolah kita mampu memaafkan tapi luka itu tetap menganga. Entah siapa yang suatu saat mampu membuatnya pulih seperti sedia kala
Sade Olutola
🪼

Kiana Khansmith
One Nice Bug Per Day

No title available

roma★
Cosmic Funnies
Show & Tell
Not today Justin
almost home
taylor price
d e v o n

tannertan36
we're not kids anymore.

Product Placement
he wasn't even looking at me and he found me
sheepfilms
Jules of Nature
TVSTRANGERTHINGS
Game of Thrones Daily
seen from Nicaragua
seen from United States
seen from Spain
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Lithuania
seen from Germany
seen from United States
@athaleyahchavive
Memaafkan adalah tahta tertinggi dari personal branding
Seolah kita mampu memaafkan tapi luka itu tetap menganga. Entah siapa yang suatu saat mampu membuatnya pulih seperti sedia kala
Sedinamis itu hari-hariku
Hari ini susah tidur, esok tidur sepanjang hari
Hari ini malas makan, esok lapar sepanjang hari
Hari ini gapunya semangat hidup, esok tak gentar menghadapi setiap tantangan
Satu hal yang masih mampu kusyukuri....
Aku masih hidup
Penipu Ulung
Sadar nggak sih, orang dewasa itu adalah orang yang paling pandai untuk berbohong, entah berbohong kepada orang lain ataupun menipu diri sendiri. Saat ditanya, "Apa kabar?" jawabanya "Baik-baik saja". Padahal mungkin baru saja terluka. Seolah-olah menjadi dewasa itu dituntut untuk tampak baik-baik saja seterusnya, tak peduli seberapa hancur hidup kita. Padahal baru saja dihajar oleh pasangannya di rumah, kdrt. Padahal baru saja dimaki-maki atasannya di kantor. Padahal baru saja kehilangan sesuatu yang berharga.
Padahal pernikahannya sudah tak berjalan sebagaimana mestinya. Padahal banyak sekali hal yang ditakutkan dalam hidupnya, menjelma menjadi rasa khawatir yang terus menekan sebagai trauma. Dan tetap berusaha bertahan seolah semuanya baik baik saja. Tanpa bisa melawan, tersandera pada ketakutan-ketakutan hidup akan masa depan nanti seperti apa. Kepiawaian untuk menipu itu telah menjadi mahir. Seolah menjadi salah satu keterampilan yang memang harus dimiliki oleh orang dewasa. Hingga tidak terasa, semua itu telah melekat menjadi tabiat. Hingga setelah menjalaninya bertahun-tahun, menyadari betapa hilangnya diri sendiri. Diri yang dulu pernah ada dalam diri kita beberapa tahun lalu, saat menjadi anak-anak yang jujur, saat memiliki mimpi-mimpi yang besar, saat ketakutan dalam hidup tidak lebih dari gelapnya malam atau ke toilet sendirian. Sepandai itu hingga orang-orang di sekitarnya merasa bahwa kita beruntung. Dan kita membalasnya dengan senyum tipis sembari mensyukurinya. Benar-benar piawai sekali menipu diri. Takut dan malu jika orang lain mengetahui sisi terapuh, tak ingin seorang pun tahu apalagi menolong. Tak ingin semuanya tahu bahwa cita-cita yang dulu menjadi mimpi yang dibicarakan bersama, ternyata tidak pernah menjadi nyata. Justru menjadi luka-luka yang menganga. Menjadi trauma yang menggerogoti diri. Hingga tak lagi mampu membedakan antara kenyataan dan asumsi. Sungguh pandai orang dewasa menipu dirinya. Mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja. Tapi hidupnya penuh dengan rasa kalah. (c)kurniawangunadi
Kadang kala aku berpikir untuk menjadi seorang yang buruk hati. Mengapa seringkali kulihat orang jahat lebih mudahkan dalam segala urusannya? Yang kutau pasti, Tuhan maha adil. Satu pertanyaanku untuk Sang Maha Adil. Tidakkah Kau perhitungkan kebaikan, ketulusan dan kerja kerasku dalam hitung-hitungan keadilan-Mu?
Barangkali memang hidup yang bikin keluargamu tenang itu, hidup yang dijalani oleh sumber rezekimu yang baik.
Rezeki yang selama ini kamu pikir hanya membuat keluargamu cukup dan bertahan untuk hidup yang biasa-biasa saja.
Tapi bisa jadi disitulah letak keberkahannya, ketenangan mejalani ibadah rumah tangga dengan penuh rasa syukur.
Anak-anak dan keluarga yang sehat. Kedamaian berumah tangga tanpa begitu banyak pertengkaran dan kerelaan hati menjalaninya.
Bisa jadi hidup keluargamu yang biasa-biasa saja saat ini, adalah hidup yang dirindukan banyak orang diluarsana dengan segala keberlimpahannya.
Keberlimpahan yang hanya membuatnya sulit tidur dan tidak bisa membuat ruang keluarganya penuh tawa dengan segala kesederhanaannya.
Sering-sering periksa lagi, jika sumbernya baik mudah-mudahan mengalirnya juga jernih.
—ibnufir
Biasa...
Biasa kok kita bersama.. Melakukan banyak hal bersama.. Kesukaan, kesenangan, hobi, rutinitas, keseharian.. Bersama.. Dengan yang lainnya.. Yang kau dan aku anggap teman, kawan, sahabat.. Apapun kau boleh menyebutnya..
Tak ada yang terlalu menarik apalagi sampai menggetarkan hati. Hampir-hampir tak ada yang kau dan yang lainnya tak tau tentangku atau tentang satu sama lain. Oh ternyata kita sedekat itu. Dekat. Sangat dekat. Nyaman? Tentu saja. Kamu dan kalian semua membuat satu sama lain menjadi nyaman.
Hingga pada suatu ketika, disaat hanya ada kau dan aku tanpa kehadiran yang lainnya... Nampak sebuah perhatian yang berbeda tanpa direncanakan... Tanpa disengaja... Atau bahkan tanpa disadari... Ternyata kau dan aku...
Nyaman
Bagaimana dengan yang lain? Nyaman? Betul... Tetapi mengapa kali ini harus kuakui, berbeda. Disaat aku merasa jauh lebih aman, jauh lebih nyaman ketika kau benar-benar ada disampingku. Disaat untuk pertama kalinya aku menjadikan bahumu sebagai tempat kubersandar.. dan aku nyaman. Disaat untuk pertama kalinya tanganmu melingkar di pinggangku, menghangatkanku dari dinginnya malam itu.. dan aku nyaman. Disaat untuk pertama kalinya kau memanjakanku dengan ratusan perhatian.. dan aku nyaman.
Aku mengakui bahwa tak apa ketika yang lainnya tak ada... tapi saat dirimu yang tak ada, hatiku mencari dan menanti. Padahal bukankah seharusnya tidak perlu sampai seperti itu? Entah...
Bimbang... Takut... Karena ku tak mau kehilangan persahabatan ini. Kenyamanan berada di tengah kalian yang untukku adalah para malaikat pelindung. Lalu kemudian mungkin akan terpecah belah hanya karena tetiba saja muncul perasaan yang berbeda.
Ini tak adil untuk mereka. dan untuk kita. Aku dan kamu.
Ingin rasanya pura-pura tidak tau apa yang sedang terjadi diantara kita dan kembali seperti..... biasa... yang.. biasa saja.....
Tetapi tidak bisa. Kau dan aku seolah telah mengijinkan hati ini memiliki perasaan lebih dari sekedar berteman dan secara penuh sadar menjalani apa yang tidak bisa lagi disebut sebagai 'teman'.
Tak ada pengakuan, tak ada persetujuan, tak ada kesepakatan.
Tapi kita menjalaninya.
Untuk semua hal yang ku takutkan. Untuk semua pertimbangan. Ku harap keadaan akan selalu baik-baik saja
Sadar kalau kini ku kembali pada keadaan yang melukiskan kenyataan bahwa nyaman lebih berbahaya daripada jatuh cinta
Athaleyah Chavive
Terimakasihku untuk kesederhanaanmu yang mampu membangunkan tidur panjangku dari semua keletihan
Athaleyah Chavive
Mengertikah kamu setiap kali ku menutup mata dari segala kelelahanku sepenuh hari, waktu terasa berhenti sejenak saat mengingat pelukan hangat dan kecupan mesra yang tak pernah lupa kau berikan sesaat sebelum ku terlelap.
Athaleyah Chavive
Segala yg menyenangkan berawal dari pagi
Albizia ilyas
Of course!
Rindu
Kalau ada yang bilang rindu itu berat, aku sungguh setuju. Karena rindu membuat sang perindu tidak mampu melakukan apapun selain terdiam. Menikmati setiap kerinduan bagai menghujam tajam menembus benak di dada.
Tahukah? Aku selalu tersenyum setiap kali menikmatinya. Karena rindu yang berat itu ternyata menyenangkan. Membuatku menginginkanmu di setiap waktuku, walau seringkali tidak menjadi kenyataan.
Apakah sebutannya, akupun bingung. Tuluskah rindu yang kurasakan? Hmm.. Rindu yang tulus. Seperti apa bentuknya? Aku selalu mengira kau tidak merindukanku. Namun, aku tidak peduli seberapa tidak rindunya kamu setiap kali kita tidak bertemu. Rindu itu tetap kurasakan. Makin dalam dan makin dalam.
Aku sadar betapa tidak pantasnya aku memiliki rindu yang seperti ini teruntuk kamu yang tidak akan pernah jadi milikku. Aku sadar betapa bersalahnya aku membiarkan rindu ini tetap ada dan tinggal dalam hati teruntuk kamu yang tidak akan pernah bisa membuatku menjadi bagian penting dalam hidupmu.
Lewat secarik tulisan yang sungguh tidak penting, aku ingin sekali menyampaikan maafku yang terbesar dan berjanji rindu ini hanya akan ku simpan tanpa mengganggu hari-harimu.
Athaleyah Chavive
Malam yang begitu sepi dan gelap. Tanpa bintang dan tanpa hujan. Aku sendirian merindukanmu yang berjarak sungguh dekat. Aku merindukanmu di setiap senyuman dan canda. Aku merindukanmu di setiap peluk hangat. Aku merindukanmu di setiap kecupan mesra. Aku merindukan setiap penuh waktu yang ku habiskan denganmu. Aku merindumu.
Athaleyah Chavive
Rindu itu palsu. Di mulut terucap rindu namun pikirannya tak mengingat tentangku, hatinya tak menginginkan adaku.
Athaleyah Chavive
Pagi ini adalah tentang bagaimana memilih untuk tidak berhenti merindukanmu meski aku sadar membiarkan rindu ini terus ada akan sangat menyakitkan
Siang ini adalah tentang bagaimana memilih untuk tetap mendukung apapun yang menjadi impianmu meski sekarang kau berjuang meraih semua itu tanpa aku
Malam ini adalah tentang bagaimana memilih untuk mengenangmu sebagai sosok yang selalu mengerti caranya menjadi kuat bertahan dalam keadaan sesulit apapun
Hari-hariku hari-hari ini adalah tentang bagaimana memilih untuk tidak berhenti berlari, tidak berhenti bejuang dan tidak berhenti belajar untuk semua kebaikan hidup yang pernah kau ajarkan padaku saat dulu kau masih menjadi yang teristimewa
Terimakasih
Athaleyah Chavive
Aku ingin menjadi sunyi pada bibirmu, yang diam-diam menyebutku dalam-dalam. Aku ingin menjadi tenang pada matamu, yang bersembunyi menatapku dari kejauhan.
Apa yang telah kau perbuat sehingga membuatku mengagumi mu dan lalu ingin selalu bertatap muka denganmu
Apa yang telah kau perbuat sehingga membuatku begitu peduli dengan bagaimana keadaamu dan sangat ingin mengenalmu lebih dalam
Tapi apakah kebahagiaan bagiku jika kekagumanku pada sosokmu tidak menjadi penyemangat bagimu dan peduliku tidak menjadi penting buatmu
Ah... Mungkin aku saja yang terlalu berlebihan dalam hal mengungkapkan dalamnya sayang yang terlanjur kumiliki untukmu
Benarkah rindu yang selalu gagal ku hapuskan dari benak ku menjadi tidak berarti untukmu? Benarkah karena kenangan yang terlalu indah dalam hidupmu sampai kau tak lagi memiliki tempat untuk menyimpan semua rindu dan ketulusan yang kuserahkan padamu walaupun suatu saat nanti juga hanya akan tinggal kenangan?
Oh maafkan ketidaktau dirian ku...
Yang berharap mengenang tentangku masih memiliki ruang di hatimu
Atau mungkin saja
Jangankan menyimpan kenangan tentangku nanti
Membiarkanku masuk untuk sedikit saja menggeser kenangan hari-hari indahmu dan mengisinya dengan peduliku, sayangku, rinduku saat ini...
Kau seolah tak mengijinkannya
Aku mungkin tidak akan pernah bisa seindah yang sebelumnya pernah ada di hidupmu
Tapi aku mampu menjadi yang terbaik bagimu untuk suatu hari dapat kau kenang dengan senyuman
Athaleyah Chavive
Mendapatkan kabar buruk jauh lebih baik daripada tidak ada kabar
Athaleyah Chavive