Allah sedang online?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Always ❤
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

JVL
Game of Thrones Daily

No title available

shark vs the universe
h

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art

@theartofmadeline
Jules of Nature

No title available

JBB: An Artblog!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
No title available
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosimo Galluzzi
RMH
noise dept.
Cosmic Funnies

seen from Russia

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Bangladesh
seen from Brazil
seen from United States
seen from Austria

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Lebanon
seen from United Kingdom

seen from Mexico
seen from Tunisia
seen from Iraq

seen from Netherlands
seen from Sweden
seen from United States

seen from Türkiye
@auroraaaaaaaasblog
Allah sedang online?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Always ❤
Kerugian besar bagi kamu yang masih menghakimi masa lalu (buruk) seseorang yang kini telah berubah (lebih baik)
Terkadang bicaranya si pendiam bukan pada lisan namun tulisan
Sang Pemberi Obat
Sang pemberi obat telah datang, tak butuh waktu lama menunggu hingga luka kian parah, Tuhanmu begitu penyelamat! pendosa saja lukanya terobati tanpa harus penuhi persyaratan ini dan itu karena dosanya dimasa lalu,
Tuhan, Selamatkan jiwa ini.... Penuhi hidupku dengan keindahan tentangMu hingga aku belajar bahwa kau sembuhkan luka itu mudah tanpa aku harus kembali tergores pisau tajam (isi kepalaku sendiri) dari pikiran buruk dan ekspektasi
Aku Malu
Aku malu akan musibah dan ujianku yang ternyata tidak seberapa ketika aku mengetahui musibah dan ujian dari orang lain, Betapa kuat hati dan bahu mereka menerima kesakitan yang begitu luar biasa, aku yang baru membuka mata dan jendela hati rasanya seperti mendapatkan pukulan keras,
Ya Allah aku minta maaf aku terlalu cemen dalam menghadapi ketakutan ini, apa ini pertanda bahwa engkau telah hadirkan guru untuk aku belajar arti "sabar",
Ya Allah damaikanlah serta lapangkanlah hati saudara kami yang sedang dalam duka, kami semua milikmu, dan kepadamulah sejatinya kami akan kembali,
Aku minta maaf jika bahuku tak sekuat mereka, hatiku tak selapang mereka, sujudku tak selama mereka, hubunganku denganMu tak seindah dan seerat mereka,
Ya Allah semoga semua akan baik-baik saja ❤
Kereta Tuhan
Apa aku bisa sembuh?, apa aku bisa menjalani kehidupan layaknya manusia normal? Entah diwaktu kapan bait doa kan berakhir tak pilu, Tangisan tak lagi membasahi pelupuk mata,
Apa aku akan slalu melewati semuanya sendiri seperti ini? Beban ini begitu berat kupikul, Tapi jika kumengingati kebesaranMu aku malu untuk terus merasa pesimis,
Seperti dalam perjalananku naik kereta kemarin, Aku disuguhkan dengan sebuah terowongan panjang nan gelap, begitu setelahnya kereta tersebut membawaku lalui jalan terang dengan pemandangan indah nan menawan dari balik jendela penumpang,
Hidup tak selamanya membawa kita pada jalur duka, kereta Tuhan yang kan menjemput kita lalui jalur duka menuju sukacita.
Aku tahu siapa-siapa saja yang merendahkanku, menghinaku, menyudutkanku, dan mencoba menjatuhkanku,
dan aku belajar pula bagaimana cara Tuhan menebar kasih, walaupun hati telah terlukai karenanya, juga untuk tidak membalas luka serupa, karena tidak akan pernah ada istilah Tuhan libur untuk mencintai dan menyayangi hambanya,
Biarlah waktu berjalan dengan sendirinya, aku tidak akan menyalahkan siapa-siapa karena akupun tidak tahu ujung sebuah perjalanan, bisa saja manusia yang pernah menyakitiku lalu, sekarang, akan datang telah dan akan Tuhan beri hidayahNya, atau ini adalah cara Tuhan menguji kesabaranku atau cara Tuhan membalas perbuatanku dimasa lalu,
Tersadar "Apa yang kita tanam itu yang kita tuai", perbuatan baik dan buruk akan mendapat balasannya,
Semoga kebaikan senantiasa menyertai kita semua, semoga kita dapat saling memaafkan dan mendoakan satu sama lain, bukan saling memendam amarah dan kebencian,
Jika memang luka belum sembuh, berusaha memaafkan itulah jalan terbaik, karena Tuhanmu pun maha memaafkan walau sulit dan membekas trauma, dan akupun yakin Tuhan kan berikan obat bagi rasa sakit pun tak sembarangan,
"Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila ada hati yang pernah saya lukai atas lisan dan perbuatan yang mungkin masih membekas dihati teman-teman semua hingga sekarang, bahkan mungkin telah memoles trauma, semoga Allah senantiasa menyembuhkan luka dihati teman" semua oleh karena perbuatan zalim saya dimasa lalu, mohon doakan saya agar selalu dibukakan pintu hidayah, rahmat, serta ampunan Allah SWT atas diri yang tak luput dari banyaknya dosa ini, Semoga Allah senantiasa membalas kebaikan teman-teman semua dan berkah serta ampunan slalu menyertai, aamiin.
~Aku menyayangi teman" semua❤
Sekarang tak lagi peduli bagaimana aku pada cerita manusia, yang terpenting adalah berusaha introspeksi dan berbenah diri
Terlalu berambisi mengejar dunia dengan segala persiapannya tapi lupa mempersiapkan diri menuju yang pasti yakni "MATI".
Ya Allah, berikanlah kami keselamatan dunia dan akhirat, izinkan kami ya Allah untuk bertaubat sebelum ajal menjemput kami, wafatkanlah kami dalam keadaan husnul khatimah, mudahkan lisan kami untuk mengucap kalimatMu dalam hembusan nafas terakhir, semoga kami semua bisa dipertemuakan di surgaMu kelak, wafatkanlah kami tanpa tanggungan apapun di dunia, dan berikanlah penjagaan serta perlindunganMu bagi jasad dan ruh kami ketika mati, aamiin.
Aku yang tak lagi bersemangat mengejar dunia, menaruh harap dan menggenggam cinta kepada selainNya. kini mulai merenung pada masa depan yang pasti kan kulewati, adalah kematian yang masih berbentuk rahasia. Tuhan 23 tahun perjalanan entah kemana ujung? tak ada jaminan pula hingga usiaku menua.
dan Tuhan punya seribu cara menyelamatkan
Pendosa saja Allah masih mudahkan urusannya
Aku malu meminta sesuatu, sedang hubunganku dengan Tuhan tidak baik-baik saja
Ya Rabbi, jangan jadikan perkara dunia menyibukkanku
Korban ekspektasi manusia
Terkadang kita diam dan tidak menjelaskan apa-apa kepada manusia, tidak mengklaim diri sebagai manusia baik atau manusia jahat, mereka hanya memandangi karakter kita dari sudut pandang mereka masing-masing, ada dua sisi siapa kita pada cerita manusia, yang pertama, kita adalah "manusia baik", kedua kita adalah "manusia jahat". dan manusia sendiri yang memberikan image tersebut tanpa pertanggungjawaban yang jelas
Ketika kita keluar dari image baik yang mereka ekspektasikan seolah-olah mereka beranggapan bahwa semua manusia tidak boleh berbuat dosa, padahal manusia tempatnya dosa, mereka menganggap kesalahan kita sebagai suatu kehinaan padahal mereka juga sama dihadapan Tuhan adalah pendosa itulah tabiat manusia
Belajar dari sekarang untuk tidak menaruh ekspektasi berlebih kepada manusia, yang mungkin kita harus lakukan adalah untuk terus berprasangka baik dan mendoakan kebaikan bagi satu sama lain, kita tidak pernah tahu rahasia antara manusia dengan Tuhan, bisa jadi yang menurut kita sebagai "penjahat" sebenarnya dia memiliki kedudukan yang lebih tinggi dibandingkan kita dihadapan Tuhan, dan kita begitu direndahkan dihadapanNya karena dengan mudah terhasut untuk menjudge buruk seorang manusia yang kita tidak pernah tau alasan sebenarnya, kita hanya melihat dari satu sudut pandang saja
sumber gambar : boredpanda.com
Saya terinspirasi dari sebuah gambar ini yang diambil media pada saat kelahiran anak ketiga dari Pangeran William dan Kate Middleton
Jika gambar dilihat dari sisi depan terlihat Pangeran William yang sedang menunjukan tiga jari tangan kanannya seolah dia ingin menunjukan kepada media dan dunia tentang kelahiran anak ketiganya, namun terkadang ada saja media yang berusaha memanipulasi keadaan ketika mencoba menggeserkan kameranya kesamping seolah-olah Pangeran William sedang menunjukan jari tengahnya, hal ini memberikan pembelajaran kepada kita semua akan begitu bahayanya ketika kita hanya melihat kebenaran dari satu sisi yang terkadang kita tiada menemukan kebenaran yang sebenarnya tanpa melihat dari sisi yang lainya
Bijaklah dalam memberikan pandangan terhadap suatu hal, berfikirlah positif dengan tidak terburu-buru berburuk sangka, kelolalah ekspektasi kita dengan sewajarnya, belajarlah seperti Tuhan memandang manusia padahal Tuhan maha tahu segala perangai manusia namun Tuhan tetap berhusnuzan bahkan pura-pura tidak tahu akan dosa manusia, karena Tuhan hanya ingin membuka pintu ampunan bagi hambanya dan Tuhan selalu menutup rapat-rapat keburukan manusia tanpa memberitahukan kesiapapun juga.
Allah maha asyik, pendosa saja bisa diberi kesempatan untuk menulis keindahan tentangNya