Bring Food Education Back Infographic ➡ http://www.ahealthblog.com/bring-food-education-back-infographic.html
DEAR READER
todays bird

⁂
Cosmic Funnies
cherry valley forever

Origami Around

Product Placement

#extradirty
tumblr dot com
wallacepolsom

No title available
No title available
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

izzy's playlists!

PR's Tumblrdome

Discoholic 🪩
trying on a metaphor

oozey mess
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
seen from Malaysia

seen from Czechia
seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Canada
@ayojadilebihbaik
Bring Food Education Back Infographic ➡ http://www.ahealthblog.com/bring-food-education-back-infographic.html
I do really miss the time when everything was still fine.
What to do when you lack discipline
1. Forgive yourself. You aren’t perfect. No one is. Recognise that that beating yourself up will only make things worse. It’s better to forgive yourself and simply move on.
2. Focus on motivation. Without motivation, you can’t do anything. Hence maintaining motivation is the key concept here. When things get tough, remind yourself of why you want to do this – for motivation is more powerful than self-discipline.
3. Make it easy. Discipline is tough so remove some obstacles. For example, if you’re having a hard time exercising, make it super easy, by only exercising for 5 minutes. If you can do that for 30 days in a row, you’ll have developed an exercise habit!
4. Focus on enjoyment. It’s hard to push yourself — and to have self-discipline — when you hate doing something, or you see it as a drag. So do whatever you can to create a sense of fun. For example, if you don’t like exercise, find some good music, or a workout partner, and focus on that part of the activity.
5. Repeat. You’ll almost inevitably slip up from time to time, no matter how good, and committed, you are. Just get up, get going, and keeping marching straight ahead.
Source: http://zenhabits.net/6-small-things-you-can-do-when-you-lack-discipline/ (Adapted)
Cerpen : Suara Itu
Aku pernah merekam, lebih tepatnya menjadi saksi perjalanan hidup seseorang. Suatu hari, sewaktu kami sekeluarga selesai menghadiri acara reuni di kampus istriku. Aku duduk di pelataran kampus di dekat gerbang utama, menemani si kecil yang asik bermain balon udaranya. Istriku sedang bercengkerama dengan rekan-rekan semasa kuliahnya tak jauh dari kami.
Sesekali rekannya itu berkenalan dengan kami, terutama putri kecil kami.
“Duh manisnya, siapa namanya?” tanya salah seorang dari mereka.
“Karismaning Mentari, Tante.” aku menyuarakan jawaban dari putri kecil kami yang memang belum lancar berbicara.
“Cantik sekali namanya,” ujar salah satu dari mereka. Istriku meraih putri kecil kami dan mencandainya.
Aku memerhatikan sekitar pelataran itu, bermaksud membeli sedikit makanan ringan yang dijual oleh kaki lima. Aku melihat temanku keluar, artis yang kini menjadi penyanyi yang naik daun. Teman lama yang ku kenal di organisasi kepemudaan semasa kuliah beberapa tahun yang lalu. Kami berpelukan dan saling sapa.
Aku yang memang sedang mengantri beli makanan ringan. Dia mengeluarkan uangnya untuk bersedekah ke bapak-bapak yang dari tadi duduk di sebelah gerobak jualan itu. Temanku berjongkok dan hendak memberikan sedekahnya.
“Terima kasih Nak, apakah kamu tadi yang menyanyi di panggung itu?” tanya bapak itu.
“Iya, Kek.” Jawab temanku.
“Siapa namamu?” tanya bapak-bapak itu.
“Utara, Kek.” Jawab temanku sambil tersenyum.
“Masyaallah, indah sekali suaramu itu Nak. Bayangkan betapa indahnya suaramu itu bila digunakan untuk melantukan ayat suci.” ujar bapak-bapak itu dengan ringannya. Sambil menepuk bahu temanku itu.
Temanku tidak menjawab sama sekali. Diam seribu bahasa. Aku yang sedang menunggu pesananku selesai pun ikut diam. Aku melihat raut muka temanku, semacam ada petir yang menyambar.
Hidayah itu memang datang dari hal-hal yang sederhana, lebih sering tidak terduga.
Ketahuilah, sejak hari itu aku tidak pernah mendengar lagi temanku itu bernyanyi. Tidak ada lagi penampilannya di panggung-panggung festival. Namanya hilang dari popularitas dunia hiburan. Namanya tenggelam seiring hilangnya dia dari peredaran. Sesekali dia main ke rumah kami, kalau aku minta menyanyi dia menjawabnya malu-malu. Saat Mentari sudah cukup besar, aku seringkali bercerita tentang paman Utara dan perjalanan hidupnya yang berubah besar hanya karena hari itu. Hari dimana ada orang yang tidak dikenal, berkata satu kalimat, dan segalanya berubah.
Paman Utara saat ini terkenal karena bacaan tartilnya yang indah. Beliau menjadi guru untuk bidang itu. Banyak orang belajar kepadanya. Aku termasuk salah satu muridnya yang payah.
Hati orang memang dalam kendali dan kuasa-Nya.
Yogyakarta, 17 Februari 2016 | ©kurniawangunadi
Seseorang pernah berkata seperti itu padaku. Dan sampai sekarang, jujur, kata-kata itu rasanya masih sering terbersit di benakku. "Suara kamu bagus banget. Pasti akan lebih bagus lagi kalau digunakan untuk tilawah (Al-Qur'an)." Sampai saat ini, aku belum sepenuhnya beralih seperti Paman Utara. Aku masih sesekali bernyanyi, meskipun tak lagi di paduan suara. Tilawahku pun masih belum indah. Ah, semoga suatu hari nanti, aku bisa melantunkan ayat-ayat-Nya lebih indah dari pada nyanyianku.
Faith is trusting Allah
Do'amu dijawab tidak sesuai jadwalmu, Dia akan menjawab, tetapi Dia akan memberikan apa yang terbaik untukmu, kamu bahkan tidak mengetahui apa yang terbaik untuk dirimu sendiri, Allah tau apa yang lebih baik untukmu
Dia akan menjawab dengan caraNya, dan caraNya lebih baik daripada caramu - Nouman Ali Khan
#quotes #nakindonesia #nakquote #NoumanAliKhan
O Allah. Here I am again.
Sinful as yesterday. Depressed as the other day. Ungrateful as 30 minutes ago.
O Allah. What is wrong with me? I can’t seem to breathe properly.
Too much pain, overflowing tears. Pillow moments, fragile scars, excruciating regrets. I cry so much it already pains my eyes. And now, I can’t even think straight, hurting is too abrupt, too rapid. It just kills everything inside. What a shame, the heart calls his name, but not His Name. Then I ask, why am I in such pain? _____ There, there, sweet soul. Cry out the pain, cry out the regrets, cry out everything. But cry it out all to Allāh, not to anyone else. Qadr. It may seem to be such a simple word but like love it has great impact, has so much to tell about a person who gets to experience it. When we part ourselves from the Qur'ān, we also part “a part of us” from Allāh, and when we part from Allāh, we part from a protection that specializes in our hearts. Our hearts need reminders, it’s just like our bodies that need food, it also needs Qur'ān, everyday. Parting away from the Qur'ān, is a stage of welcoming depression, anxiety and all these negative feelings. Qur'ān indeed is our heart’s protection. We always fail to realize that this very protection is and will always be the one that would heal us and rejuvenate our souls at the end of every pain we get from this dunya. So how to cope up? How to let go of the pain? Don’t let it go, embrace the pain that will make you a better and wiser person. Don’t keep telling people about what you feel, but tell Allāh. Remember the pain of the Sahabah RA when the Prophet ﷺ passed away, this pain that you have is not even an inch of what they had to go through, but look how Allāh protected and guided them.
They may have lost the Prophet ﷺ but not Allāh.
I myself is going through a lot right now, but indeed do not let such pain break you away from Allāh.
Let me tell you something beautiful that happened few moments before I started this blog entry.
Because in my heart, I told Allāh so much about that person, and He told me, I am Al Mujeeb, the One who responds to prayers.
Then, I told Allāh so much about that person, and He told me again, call upon Me and I will respond to You.
Again, I told Allāh so much about that person, and He told me, who can forgive sins except Him?
So again, I told Allāh so much about that person, and He told me, perhaps you hate a thing and it is good for you; and perhaps you love a thing and it is bad for you.
With tears in my eyes again, I told Allāh so much about that person, and He told me, I am with those whose hearts are torn.
Oh Allāh.
Not a moment did you leave me. Not a moment did you not send upon Your Mercy. Forgive me.
So at the end, tears are not for that person anymore but for Allāh, for whom it should always had been.
La Tahzan innAllaha ma'ana.
Indeed, sometimes Allāh places us on situations not to burden and hurt us but actually to remind us that He is in control of everything, that He actually is always there, that upon us is a responsibility for ourselves.
_____
And we pray that Allah eases all our affairs and keeps us all guided and protected.
Amīn
Zohayma
______
Note: When I say He told me, it means that I am reminded of what Allāh says in the Qur'ān. (Only sharing for the sake that it might also help others who are going through the same situation.)
requested by alphacyrusthecreator FB | TWITTER | QUOTURES LIST
Three Muslim students were killed tonight, with little to no media coverage. Syrian American medical student Deah Barakat, his Palestinian American wife Yusor Abu-Salha and her sister Razan were shot and killed in a Chapel Hill condominium on February 10, 2015.
I’d link to an article but I have yet to find one that goes past 7 sentences.
I Ask You For Jannah (Du`a’ on Animation of Tree, Sun Rays, and Birds)
اللهُمّ إنِّي أسألُكَ الجَنَّة وأستَجيرُ بكَ مِنَ النّار.
O Allah, I ask you for jannah (Paradise) and I seek refuge in you from the Hellfire.
Originally found on: ladyinblackhijab
It’s simple. The dependency on anything other than God will make you weak.
Yasmin Mogahed (via islamic-art-and-quotes)
For more posts like these, go visit psych2go
Psych2go features various psychological findings and myths. In the future, psych2go attempts to include sources to posts for the for the purpose of generating discussions and commentaries. This will give readers a chance to critically examine psychology.
gerypratama nickyluveeyore
Sedikit banyak agak mirip sama sekolah di Indonesia yang ngomongin zaman penjajahan melulu. Walaupun itu perlu tapi kita perlu yang lebih luas lagi.
Duh, logatnyaaa! Listening saya payah deh hahaha. Belum nonton sampe abis mbak, tapi lumayan nangkep sih poinnya di awal: kurikulum justru lebih menekankan what to think ketimbang how to think.
Macem dari dulu diajarinnya Indonesia dijajah mulu, padahal baru-baru ini saya baru tau dari temen saya bahwa, di masa jayanya, kerajaan Sriwijaya kekuasaannya nyampe daerah Indocina. (Kamboja ya mbak kalo ga salah? Daku lupa).
Mantep ini mbak! Terima kasih!
Lho emang iya kalo itu mah
Iya Dek ini logatnya emang gitu, tempatnya di Inggris kan ya? Ada teksnya kok, nyalain aja tombol CC-nya
Maksud si adek SMA yang protes itu sejarah mereka kok seperti cuma diposisikan sebagai korban. Jadi seperti ditanamkan pemikiran kalau dulu nenek moyang mereka itu didatangkan sebagai budak, padahal ternyata banyak orang kulit hitam yang berhasil dan gak kalah sama yang lain, kenapa gak dikasihtahu juga jadi seolah mereka ini cuma korban, penerima bukan pencipta
Itu yang saya bilang parallel sama Indonesia. Diulang-ulang gimana dijajah, Yogya hampir lumpuh waktu agresi militer dll, tapi di sekolah kita gak diajarin bahwa banyak raja-raja dan pahlawan yang jasanya besar. Sultan HB IX bayar PNS Yogya pakai uang pribadi keraton karena pas kota lumpuh gak ada yang bisa kerja. Soal zaman penjajahan ya perlu memang, tapi sebaiknya gak meninggalkan aspek lain karena sejarah kan gak cuma soal perang dan gak selalu juga kita ada di posisi di bawah. Coba tanya anak SMA, tahu gak dubes perempuan pertama di Indonesia yang akhirnya jadi dubes berkuasa penuh di Austria? Baru sampai tahun 80an ada lagi seorang Bu Dubes yang jadi Bu Dubes bukan karena suaminya dubes. Atau surat kabar etnis Tionghoa pertama terbit sekitar 1910, bosnya suka ditegur kompeni karena gak mau nurut. Atau konferensi orang keturunan Arab di Indonesia sekitar 1924 yang waktu itu mereka menyatakan tanah air mereka itu Indonesia. Atau Tielman bersaudara yang ibunya indo bapaknya bule, udah manggung sebelum ada The Beatles. Atau Mayor John Lie yang aktif ngelawan Jepang. Atau Tan Peng Liang yang asli (yang di buku Ca Bau Kan itu) diam-diam juga suka bantuin pejuang, makan ikan mentah kalo perlu.
Ini juga memperkuat persatuan karena bisa membagi perasaan kebangsaan yang sama, mau sukunya apa agamanya apa bagian dari Indonesia juga.
Ya. with Dianto – View on Path.
Allahul musta’an. – View on Path.
More facts