Berbahagialah tanpa alasan
taylor price
YOU ARE THE REASON

izzy's playlists!

Kaledo Art

Kiana Khansmith
will byers stan first human second
hello vonnie
art blog(derogatory)
🪼

Origami Around
$LAYYYTER

titsay

if i look back, i am lost
Alisa U Zemlji Chuda
noise dept.

@theartofmadeline
One Nice Bug Per Day
wallacepolsom

★
Sweet Seals For You, Always

seen from T1
seen from Türkiye

seen from Chile

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia

seen from T1
seen from Brazil
seen from India

seen from United Kingdom

seen from Iraq
seen from Côte d’Ivoire
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@ayuwulanndari
Berbahagialah tanpa alasan
Sayang, maaf aku numblr; aku ga maksud untuk ga cerita ke kamu dulu atau bahkan nyindir. Aku gak mengibarkan bendera perang biar kita beranteman. Kamu lagi sibuk, aku cuma ga tahan ga cerita seharian. Aku nggak “menyerang” kamu dan menyalahkan ketidakhadiran. Aku cuma nggak tahan ga cerita seharian. Maaf, ya.
Aku tau kamu super capek dan sibuk banget, dalam setiap senangnya kamu disela kesibukanmu itu; aku ikut seneng. Nggak sekalipun aku merutuki kenapa kamu harus sibuk dan sampe ga ada waktu. Aku juga tau kamu suda berusaha sebisa mungkin untuk ngabarin dan tetep ada. Akunya aja yang emang bangsat kurang bersyukur. Maaf, ya.
Dari pagi aku uda coba buat nggak rewel sama sekali. Walopun kamu balesnya lama banget aku ga ngambek, kan? Aku tungguin. Semenit, sejam, tiga jam, berapa lamapun aku tungguin. Sampe pengen ketiduran. Sampe kecewa hp bunyi tapi bukan kamu. Sampe badmood juga dikit. Tapi aku ga ngambek. Gak badmoodin kamu juga. Aku harap sih itu termasuk hitungan kamu untuk ngga nyalahin aku rewel.
Malem ini, aku seneng banget kamu dah nyampe kamar. Dah bisa rebahan. Kita sama-sama udah lama, udah bukan levelnya aku pengen ditanyain udah makan apa belom. Bukan kastanya tiap detik harus ngabarin. Kamu ilang ilangan aku gapapa. Tapi mungkin karena udah seharian nahan aja gitu, rewelku pecah. Aku juga pengen ditanyain hari ini abis ngapain aja. Pengen didengerin. Pengen ditanggepin ceritanya……
….tanpa mengurangi pengertianku atas capekmu, tapi kamu langsung tidur, hhh. Sebel aja gitu. Separuh aku meng-iya-kan “iya gih tidur, seharian udah cape”, separuh yang lain “anzeng, dianggurin gua, tanyain kek apa gitu, pen di notis juga, pen cerita sambil dibalesnya gausah nunggu biar kaya ngobrol face to face. halo. samlekum?” tapi kamu dah kepalang bobo.
Terakhir kali kaya gini, kita beranteman. Masalahnya sama; aku yang kampret banget haus perhatian. Tapi gimana. Ada yang merhatiin juga aku gamau, maunya kamu.
Salah gue?
Salah temen temen gue?
Eh maaf yang, dibajak Marsyanda.
Sebenernya aku gamau numblr gini tuh. Selain alay, ini memicu huru hara juga. Kamu bisa jadi marah. Jalan amannya, aku harus diem aja. Tapi aku ga kuat. Engap banget di dada tuh. Orang mah pen iphone, pen vans, pen kaya, pen sugih, aku tu cuma pen ngobrol :(
Kalo kamu marah, hidupku jadi berkasus. Kayak ngerasa ga aman aja gitu. Kalo udah ga aman aku suka overthinking, benci sama diri sendiri, pait paitnya pen mati. Tapi please, jan marah. Jangan buat jadi konflik. Aku pen mecahin rekor 2019 tanpa pengen mati kaya biasanya. Boleh ya? Aku cuma curhat aja.
Ah, kalo tar pagi kamu jawab “aku emang ga pernah cukup buat kamu, kamu boleh cari yang lain biar bisa cerita, biar ga menderita”, kayak waktu kapan pas aku rewel kamu malah bilang gini. No no. Jangan. Selain memperkeruh keadaan, membuat q merasa tak diinginkan, itu juga akan menghapus cita cita 2019 tanpa pengen mati q. I beg your mercy, ya. Maafin partnermu yang luar biasa rewel dan haus perhatian ini.
Cepet pulang. Biar gak aku rewelin mulu. Aku kangen. Tugasku banyak, mana ga ngerti. Aku pen ngeluh sambil diusap usap.
Cepet pulang, aku tau walopun rewel rewel gini kamu juga sayang aku.
Hehehe...
Pola
Hai kamu
Maaf aku bikin kaya gini hehe
Aku tau pasti aku bakal dibilang alay
Gapapa
Yg penting aku jujur sama diri aku
Hmm
Dari dulu, dari pertama kali kenal
Pertama kali berbincang sama aku
Kamu selalu ngajarin aku tentang sebuah kejujuran
Ya aku sangat menyukai prinsip kamu itu
Dan aku sangat menghargai konsisten kamu yang selalu bicara jujur sampe sekarang
Tapi kamu tau?
Ini mungkin terdengar sebagai alasan
Hanya saja
Menurutku, itu ga berlalu padaku
Kamu tau kan
Sebuah hubungan itu
Adalah sebuah interaksi yang dilakukan dua arah kan ga satu arah saja
Tapi
Itu ga terjadi sama aku
Aku merasa selama ini aku belum jujur sama kamu
Tentang siapa aku
Aku selalu di posisi untuk berpikir berkali kali untuk menunjukkan ke apa adanya aku sama kamu
Karna gatau kenapa
Tapi sebuah kejujuran itu mahal bnget terkikis sama ke khawatiran atas dampak dari kejujuran itu sendiri
Apa aku salah?
Sebenernya bukan sedang mencari siapa yang salah ataupun siapa yang benar
Namun
Aku hanya ingin melakukan hal yg sama dengan apa yang kau lakukan
Aku ingin mengatakan apapun yang aku mau tanpa khawatir akan ada yang tersakiti atas hal yang aku katakan
Aku ingin melakukan apapun yang aku mau
Aku ga ingin membatasi diri
Aku ingin melakukan semuanya sesuka ku
Karna kamu tau?
Aku belajar sesuatu dari
Beberapa waktu yang telah aku lalui
Aku menemukan satu pola
Yang membuat diri ini ga nyaman
Pertama
Jujur, perlakuan manis yang kamu lakuin saat kita pdkt dulu sangat membekas hingga kini
Perhatian kamu, semuanya.. tak terlupakan
Hingga mungkin
Itu yang membuat aku terbiasa
Dan akhirnya tak sadar lama lama aku sampai di fase mengantungkan kebahagiaan aku sama kamu
Jadi mungkin
Lama lama kesalahpahaman itu terjadi
Aku akan kecewa saat
Semua tak berjalan sesuai ekspektasi aku
Dan akhirnya
Dengan sadar aku menyalahkan kamu atas harapan yang aku buat sendiri
Gimana?
Kesal kan?
Kejujuran itu memang mengesalkan hehe
Aku baru sadar pola itu terus
Berlangsung selama ini
Kamu tau kan?
Dari tadi aku sudah bilang
Aku tidak mencari siapa yang benar siapa yang salah.
Jadi aku tidak menerima perdebatan apapun.
Sekarang aku cuman ingin diberitahu
Apa sekarang aku boleh sejujur ini?
Seperti apa yang selalu kamu lakuin
Ketika isi kepala menunggu telinga ternyaman untuk di dengarkan
Selamat atas lahirnya anak pertama di watpadd, good luck!
Membiarkanmu melakukan apa yang kamu ingin lakukan, bukan tanda aku tidak menaruh peduli lagi.
Sebenar-benarnya, itu adalah caraku yang terakhir untuk memperbaiki kesalahan; beruntung jika itu juga bisa membuatmu bahagia dalam satu waktu yang sama.
-@dedesisi
Anggap saja aku salah tapi saat semua kekhawatiran termuntahkan, Apa aku hanya mencari pembenaran?
Kau tau?
Ketika dunia mulai gila
Aku cemas egomu kan terluka
Karna rasa tak pernah salah
Ku ijinkan asamu berkelana
Berlari mengejar sang saka
Semua takdir tlah menjadi suratan
Aku tak keberatan bagaimana akhirnya
Selama mencintaimu adalah anugrah
Sampai nanti senjamu kau bawa pulang
Ku kan menjaga semesta kita
Kepada resah aku berserah
Ini pelajaran untuk tidak serakah
Karena hati takan pernah salah
Biarlah ku ikuti kemana melangkah
Demi nalar yang merasa benar
Dan.. demi nurani yang sungguh suci
Ku labuhkan diriku pada sebuah penerimaan
Dimana kemungkinan tak teringga kan dilahirkan
kenapa menuntut?
Kadang waktu kita bersosialisasi kita hanya menuntut umpan balik yg positif dari orang lain Ada pepatah yang bilang : Kalau kamu baik sama aku, aku bakal lebih baik sama kamu Kalu kamu jahat sama aku, aku bakal lebih jahat sama kamu Itu sih sama aja kaya bunglon yang lagi terinfluence sama daerah yg dipijakinya. Labil, cuman ngikutin arus, ga punya pendirian, ewwwh.
So pandangan kita terhadap kebaikan tuh masih di tahap menimbang nimbang, memilih milih siapa sih yg berpeluang besar ngasih feedback yg baik kalo kita berbuat baik juga sama dia. Pokonya semua perbuatan, sikap, tingkah laku kita hanya beralasan untuk dibalas kembali oleh yang lainnya.
Pertanyaannya, kenapa sih dalam berbuat kebaikan kita masih aja menuntut untuk dibalas kebaikan serupa? Padahal tuntutan seperti itu tuh sebenernya bisa dibilang pamrih loh, engga ikhlas. Ngomong ngomong ikhlas, ikhlas itu apa sih? Sulit mendefinisikan ikhlas, yg pada kenyataanya juga sulit untuk dipraktekan. Tapi yang pasti ikhlas tuh mahal. Ya yg paling sederhananya aja, Ikhlas senyumin dosen killer misalnya *eh Hayoloh siapa yg berani?
Jadi, kembali ke pertanyaan tadi. Hmm sebenernya sederhana aja, kalau teori ekonomi bilang sih “profit oriented” Untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya dengan usaha yang sekecil kecilnya, aren’t you?
Haha salah penempatan woyyyy… Teori kaya gitu ga berlaku untuk sebuah interaksi sosial.
So stop!! Stop berharap!! Stop berharap dibaikin ama orang karna yang udah udah juga cuman bikin kecewa aja, yaelah baver kan jadinya haha ga deng
Jadi intinya berbuatlah baik meski ga diliat ama orang lain, meski ga dibales sama orang lain, meski ga dianggap sama orang lain, karna sebenernya kamu terlalu mulia untuk meminta serpihan receh sementara Allah sudah menyiapkan sekantung berlian untuk membalasmu :)
P.s : sebenernya ini lagi ngomong ama kaca aja sih hehe
Bahkan dalam rasa khawatir terliar pun, tetap mampu kucintai kau dengan tenang yang memeluk doa-doa kebaikan.
Tia Setiawati (via karenapuisiituindah)
Oleh karena aku hanya ingin menuntun dan tertuntun olehmu dijalanNya, maukah kau berubah?
Melodydalampuisi
Agar Tidak Mati
Sekarang begini, jika aku menenggelamkan diri dalam percakapan yang kau suguhkan, yang mampu membuatku bernafas adalah saat kau mengijinkan aku untuk didengar. Lalu, jika aku mengenggelamkanmu dalam setiap resah di ceritaku, yang membuatmu tetap bernafas adalah saat kau tetap mau mendengar. Dan ketika kita sama-sama tenggelam dalam nada disetiap rindu, disekap resah yang bertanya-tanya, yang membuat kita tidak mati adalah saat kita berhenti mempertanyakan kenapa kita tenggelam.
Mesin waktu
"Kamu terlihat lebih muda pakai baju itu" "What?" Jadi ceritanya sore itu aku jalan jalan, beneran jalan pake kaki maksudnya engga berkendaraan terus nongki nongki cantik di mall tengah kota, malesin gila, bandung macet engga kaya dulu hufft... Eh ngomong ngomong tentang dulu, aku lagi jalan jalan menyusuri gang masa kecil dulu, zaman sekolah itu loh. Waktu itu pulang sekolah sering lewat sini, aku liat liat sih masih sama, pemandangannya masih sama, letaknya masih sama, bahkan pedangang asongannya pun masih sama. Lah yang beda apanya dong? Sesosok gadis kecil pun muncul pada pantulan cermin. Ia tengah asik berjalan dengan tas gandongnya, sembari sesekali membenarkan poni rambutnya, ia melangkah penuh semangat. Terik mentari pun tak mengganggunya tuk mengembangkan senyum manis khas anak remaja. Aku penasaran. Kudekati gadis kecil itu, perlahan kuikuti langkah kakinya. "Dek... Dek..." Gadis itu pun menoleh. "Iya ka?" "Semangat banget sih jalannya, kalau boleh tau ntr udah gede mau jadi apa emangnya?" "Yang jelas engga mau jadi kaya kaka" ... "What?" "Iya kamu keliatan lebih muda pake baju itu hehe.. Udah ah jangan ngelamun, yuk pulang"
Malu Kuadrat
Allah nguji kamu? Tandanya Allah pengen denger keluhan, permintaan dan doa kamu 😊 -uknown Judulnya tuh engga sengaja lagi beres beres kamar nah terus nemuin semacem buku catatan gitu, yaaa karna penasaran, liat liat dikit gapapa lah yah... Tapi setelah beberapa lembar, eh keterusan hehe terus akhirnya berhenti di satu halaman yg tulisannya quote yg diatas itu. What the hell r u writing?? Yang ada dibenak saat itu adalah ngerasa malu setengah hidup(?) LOL😂 Iya setengah hidup itu maksudnya saking frutasinya gue ampe ngerasa mati dan pas liat quote itu merinding gue ngerasa ingin hidup lagi hahaa *abaikan teori ngaco tingkat mahasiswa semester akhir Sampe dimana tadi? Oiya malu banget. Iya gue malu kuadrat sumpah, pasalnya itu coretan siswi kelas 3 smp yg lagi ujian dan 'sorry' *lagi fight with her ilness😭 Tiba tiba kaya ada yg ngebisikin gue. "Parah loh ***(nama gue) masa ujian idup gitu doang udah nyerah, ngerasa frustasi, ga ada apa apanyalah dibanding yg lain, masih ada yg lebih berat dari lo, tp mereka tetep semangat!" Betapa ga bersyukurnya kaan gue😑 So, masih mau ngeluh ? Inspirasi bisa dateng dari mana aja, kapan aja... Okedah lanjoooot begadang
Bikin baper
Kawasan bandung sudah memasuki musim penghujan rupanya. Setelah fotocopy materi yg dosennya hari itu ga ada-_- kamvret emang sama dosen aja diharkosin gimana sama kamu *abaikan akhirnya aku “ngiuhan” diperpus. Terus akhirnya aku duduk samping doi yg tengah asyik bercumbu dengan laptonya. Krik… Krik… (2) Krik… (3) (9999999) ??? Resah dan gelisah karna keheningan mulai melanda pikiran dan hatiku/? Si doi ga asyik nih gabisa diganggu kalo lagi sibuk-_- terus aku pergi aja deh keluar
Tapi sebelum keluar aku terhenti when he say “dipake jaketnya!” sembari tetep anteng dengan layar 14 inc nya itu. Hihi :) nyengir kuda dan langsung kabur gitu aja karna speechless.
Jadi ngerasa whoaaa….ternyata hal remeh temeh gitu aja berarti besar buat orang lain yah. Ya buat aku pribadi sih, seneng banget, karna itu nunjukin berarti ada yang merhatiin atau bahkan khawatir sedetail itu sama kita.
So dipake jaketnya. Saling mengingatkan itu baikan?
Kegilaan dimulai ketika kamu sering tersenyum pada layar kecil yang takluput digenggam sepanjang jam. Lalu, mulai rindu pada lelucon konyol dan kalimat sapa yang padahal biasa saja.
(via kotak-nasi)