Naik gunung, untuk mengingatkan lagi. Kalau daya kita itu penuh keterbatasan, kalau upaya kita itu penuh kepayahan. Bahwa kita itu, makhluk yang kecil. :) Ungaran, 10-11 Mei 2018. (at Gunung Ungaran)
Show & Tell
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

blake kathryn

ellievsbear

@theartofmadeline
sheepfilms
todays bird
Sweet Seals For You, Always

#extradirty

if i look back, i am lost
🪼
Today's Document
Noah Kahan
Lint Roller? I Barely Know Her

Andulka

No title available
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
𓃗
will byers stan first human second

seen from Finland
seen from Australia

seen from Norway

seen from United States

seen from Ireland

seen from Singapore
seen from Canada

seen from Japan

seen from United States
seen from Austria

seen from Malaysia

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Venezuela

seen from Greece

seen from Malaysia
seen from Russia
@azmifaiq
Naik gunung, untuk mengingatkan lagi. Kalau daya kita itu penuh keterbatasan, kalau upaya kita itu penuh kepayahan. Bahwa kita itu, makhluk yang kecil. :) Ungaran, 10-11 Mei 2018. (at Gunung Ungaran)
Semoga kita senantiasa memiliki perspektif yang baik dalam melihat segala keadaan. Dalam mudah maupun susah, senang maupun sedih, lapang maupun sempit. Senantiasa beriring syukur maupun sabar. (at PLTU Tanjung Jati B, Jepara)
Yang tak sabar pun, pada akhirnya waktu untuk sampainya akan sama dengan yang bersabar. Tidak lebih cepat, yang ada hanya malah membuat diri menjadi resah.
Azmi Faiq
Cerita Senja
Seorang lelaki berhenti mengayuh sepedanya. Turunlah ia dari sepeda usang yang tiap hari digunakan untuk membawa dagangan.
Diraihlah handuk yang ia kalungkan dileher, diusapnya pada muka yang telah penuh dengan peluh keringat.
Langkahnya pelan, tubuhnya jelas terlihat lelah. Ia mengatur raut wajahnya agar terlihat segar, tapi senyumnya yang melebar adalah benar datang dari hatinya.
Seorang anak kecil berlari antusias kepadanya, sedang seorang perempuan keluar dari pintu tersenyum memperhatikan.
Hari itu bukanlah terik yang menjadikannya lelah. Ada hal yang lebih rumit, yang menjadikan harinya tidaklah mudah.
Setelah melihat senyum-senyum itu, ia memutuskan menyimpan dalam semua cerita. Ia tak ingin merusaknya, apalagi yang lebih membahagiakan baginya melainkan datangya senja dan hangatnya keluarga.
A: Cuacanya cukup panas nih akhir-akhir ini.
B: Iya juga sih.
A: Kayaknya ngaruh deh sama kondisi kesehatan. Bibirku pecah-pecah, sebabnya apa ya?
B: Situ kurang dzikir kali? Haha.
A: *jleb*. Iya kali ya. Astaghfirullah.
Mas, life path kita ini sudah ada yang mencetak. Jadi, jangan terlalu khawatir dalam menjalani hidup.
Pak Parnowo
Mohon ijin mengunggah foto diri. Sekian dan terima kasih. (at Yogyakarta)
Potret kebersamaan. Semoga tidak berhenti hanya pada kata bersama. Lebih dari itu, semoga dengan bersama setiap orang didalamnya dapat mencapai lebih. Dilebihkan dalam hal kebaikan tentunya. Kayak tagline yang terkenal itu loh. Together Everyone Achieve More. 📷: Team Building CJP - SN (at Yogyakarta)
Suatu hari, saat masanya sudah jarang untuk ketemu, saat semua sudah sibuk dengan kehidupan masing-masing, temuilah teman-teman yang dulu pernah bersama. Temuilah mereka, saat sudah pada kondisi menghidupi dirinya sendiri. Kita akan menemui banyak teman kita yang bertransformasi menjadi sosok yang baru. Perhatikanlah baik-baik. Paling tidak mulailah lihat dari penampilannya, yang paling umum saja lah, berat badan misalnya. Kelihatan kan perbedaanya? Sudah, cukup. jangan dibahas lebih jauh, yang ini terlalu sensitif. Hehe. Serius, perhatikan baik-baik. Orang yang kita kenal dulu, sudah tak lagi sama. Mereka mengalami semacam perubahan menjadi sosok manusia dewasa. Perubahannya juga tidak melulu hal-hal yang besar, kadang juga hal yang sederhana tapi tetap terasa. Kalau aku bilangnya sih, mencapai kematangan diri. Cobalah buka obrolan dengan mereka, nanti akan terasa perbedaannya. Orang tersebut seperti telah melalui sebuah pengalaman berharga yang mengantarkan dirinya menjadi seperti yang sekarang. Kalau tertarik, gali saja ceritanya, biasanya banyak hikmah yang bisa diambil dari apa yang telah dilaluinya. Boleh setuju ataupun tidak. Sejauh ini aku masih menyimpulkan, bahwa sejak seseorang masuk kedalam fase sudah harus menghidupi dirinya sendiri, sejak itu pula dia dapat mengerti utuhnya sebuah hidup. Karena seseorang mulai dituntut serius untuk mengeluarkan daya dan upayanya, menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Yang paling dasarnya, untuk tetap berjuang menyambung hidup, karena ada dapur yang harus dijaga tetap mengebul. Atau yang lebih dari itu, adalah adanya angan yang harus diwujudkan, untuk tidak berhenti hanya pada kata menghidupi diri. Maka ditempalah dia, yang perlahan merubahnya menjadi sosok manusia yang matang - menjadi sosok manusia yang dewasa. Bagiku, selalu menarik mengamati perubahan orang-orang yang pernah tumbuh bersama, pernah hadir dalam salah satu fase hidup. Dan tentunya, yang menyenangkan adalah mengetahui bahwa perubahannya adalah perubahan menjadi lebih baik. 📷: Para lelaki yang siap menghidupi dirinya dan ......... 😆 (at Sikunir Golden Sunrise Wonosobo)
Yakin profesi kita bakal bertahan lama? Dalam hangatnya perbincangan tentang perkembangan teknologi. Mungkin beberapa udah nggak asing lagi dengan fenomena sudden shifting yang disampaikan oleh Rhenald Kasali. Banyak perubahan yang kayak tahu bulat, bersifat cepat dan dadakan. Transportasi online misal, sekarang sudah merambah sampai tingkat kabupaten. Belanja online juga, tawarannya makin kesini makin menarik - praktis lagi kan. Yang lain nggak perlu disebut, banyak perubahan yang perkembangannya tidak bisa dibendung. Aku kira, aku juga perlu bersiap dengan profesiku. Pembangkit listrik sekarang sudah bisa ada dimasing-masing rumah. Sudah nggak asing dengan solar panel kan? Tinggal tunggu aja instalasinya menjadi terjangkau oleh semua kalangan ekonomi. Nah, soal bidang keselamatan. Disana-sini makin santer otomasi teknologi, tenaga manusia bisa saja akan banyak dikurangi. Logikanya, fokusnya untuk ningkatin technology safety dong? Bahaya pada industri juga mungkin nggak sebesar sekarang, teknologi terbaru akan membuat yang jauh lebih aman dan rendah resiko. Yang dulu teknologinya skala industri, kedepan bisa saja menjadi skala pribadi - simple, portable, dan jelas lengkap dengan fitur keselamatan yang mumpuni. Makanya nih, aku rasa penting dan perlu memetakan posisi diri saat itu terjadi, dan tentu menata langkah untuk bersiap dari sekarang. Perubahannya bukan tidak mungkin juga terjadi dengan cepat dan mendadak. Semua perubahan tersebut, tentu bukan hanya berlaku untuk yang bekerja saja. Yang berwirausaha aku kira tak kalah perlu untuk bersiap juga. Bisa diamati kok, saat ini banyak profesi baru yang cukup menjanjikan dan sebagian adalah yang sulit dipahami namun banyak menghasilkan. Yang kadang bahkan mengundang kecurigaan. Intinya sih bersiap-siap aja, untuk menghadapi perubahan dengan terus berinovasi, katanya sih begitu. Jadi, bagaimana dengan profesimu?
Janganlah pernah bersikap apriori. Saat mulai mengenal seseorang, mulailah segala sesuatunya dengan sikap positif. Agar diri kita dapat menerima potensi-potensi kebaikan yang orang tersebut miliki.
Parnowo Karso, Manager O&M Central Java Power, PLTU Tanjung Jati B.
Tentang Juang
Rasa lelah dalam berjuang adalah suatu hal yang wajar. Sebagai manusia biasa, kita memiliki keterbatasan tenaga. Yang setelah mencapai puncaknya, perlahan akan mengalami penurunan. Dan memang begitulah normalnya.
Kita bukanlah manusia super, yang memiliki energi tidak terbatas. Yang bisa menyelamatkan dunia hanya dengan kedua tangan, yang ketika selesai melakukan tetap bisa tampil menawan. Yang seberapa kuatpun lawannya, kemungkinan besarnya adalah menang.
Kenyataannya kita memang hanya manusia biasa, yang membutuhkan uluran tangan-tangan sebagai kekuatan bersama untuk dapat mewujudkan hal yang besar. Dan selalu, tidak ada jaminan tentang kemenangan dan kekalahan. Yang satu-satunya cara mengetahuinya hanya bisa ditempuh dengan jalan berjuang.
Perjuangan juga tetaplah tak akan mudah, peluh dan air mata tetap akan menjadi detail yang mewarnainya. Ekspresi perjuangan juga tidaklah akan selalu menawan, tapi bernilai lebih dari sekedar itu. Semangat, keberanian, ketakutan, kesedihan, dan ekspresi yang muncul lainnya adalah ekspresi terbaik yang akan memberikan kesan yang mendalam.
Dan berbicara tentang hasil perjuangan. Ekspresi kebahagian mungkin akan mudah ditemukan dalam kemenangan. Namun penerimaan akan kekalahan, ini yang tak mudah. Tapi jika kita mengingat dengan baik setiap perjuangan yang telah dilakukan, maka disana sudah tersimpan sebuah pemahaman. Meskipun kalah dalam laga, akan selalu ada ruang di hati untuk tetap menang.
Salut dengan perjuangan Tim Indonesia! Tetap semangat!
Hanya ada sedikit foto diri, begitulah konsekuensi kalau jadi seksi dokumentasi. Seperti acara kemerdekaan kemarin misalnya, ternyata tidak banyak fotoku yang ada. Foto ini pun ada karena diminta sebagai MC pengganti di tengah jalannya acara. Maka berterimakasihlah pada mereka yang bersedia jadi seksi dokumentasi. Hehe. Karenanya setiap momen terbaik jalannya acara dapat diabadikan pada gambar-gambar yang bisa dikenang. Bagaimana ya jika dalam keseharian? Setiap momen yang dilalui pasti selalu ada orang yang membersamai, yang terekam dengan baik hadir dalam bingkai-bingkai memori. Entah itu sebuah momen susah atau senang, kalah atau menang, dan apapun lainnya. Yang kita ingat, mereka terlihat dalam bingkai memori ikut serta tertawa, bersimpati, berjuang, dan senantiasa memberi dukungan. Orang-orang yang (tanpa atau penuh kesadaran) kita masukkan kedalam bingkai-bingkai memori terbaik. Coba geserlah sedikit sudut pandang, tentang orang yang tidak ada dalam bingkai untuk membersamai dalam setiap peristiwa. Yang tanpa kita tahu ternyata mengabadikan momen terbaik kita sebagai ingatan terbaiknya atau yang ternyata selalu mengupayakan agar kita dapat mewujudkan momen terbaik yang kita harapkan, meski mereka tidak hadir disekitar. Berterimakasihlah kepada mereka yang secara diam-diam atau terang-terangan memperhatikan ataupun mendoakan. Yang mungkin itu adalah ibu, ayah, saudara, sahabat, atau siapapun itu yang kita mungkin tidak tahu. Berterimakasihlah. 📷: Peringatan Kemerdakan Housing Colony CJP-SN (at Bandengan, Jawa Tengah, Indonesia)
Tidak ada yang spesial. Sore itu saya pulang dari Jogja untuk kembali ke Jepara, karena ini dalam rangka perjalanan dinas maka saya dijemput oleh driver perusahaan tempat saya kerja. Nama beliau Pak Suwadi, atau akrab dipanggil dengan Pak Wadek. Perjalanan Jogja-Jepara tidak bisa dihitung singkat, kurang lebih bisa memakan waktu sekitar 6 jam. Waktu itu kami berangkat dari Jogja pukul 16:30 dan sampai di Jepara pukul 22:30. Karena hanya berdua jadinya tidak ada pilihan lain sebagai lawan bicara, akhirnya banyak sekali topik pembicaraan selama diperjalanan. Saya jadinya mendapatkan beberapa pelajaran dari obrolan tersebut. Hal yang saya kira sederhana, tapi malah lebih seringnya mengena – Belajar dari pengalaman yang sudah dilalui orang lain.
Diluar profesinya sebagai driver perusahaan, Pak Wadek adalah seorang pengusaha rental mobil. Ini bukan usaha yang sederhana loh, banyak resiko didalamnya. Usaha yang saya ketahui membutuhkan banyak waktu dan tenaga, saya kira hebat beliau bisa membagi peran dan akifitasnya. Beliau bercerita banyak tentang lika-liku mengembangkan bisnisnya ini, dari awal merintis hingga kokoh seperti sekarang. Beliau juga bercerita banyak soal bagaimana mengelola keuangan usahanya, caranya mengembangkan aset kendaraan, hingga manajemen resiko seperti kehilangan kendaraan. Pelajaran seperti ini nih yang saya kira tidak bisa didapat setiap waktu, adanya pada moment tertentu saja. Saya akhirnya juga diberikan tips dan trik seputar pembelian maupun perawatan kendaraan, sampai pada rekomendasi jenis dan merek kendaraan – Ini info yang sangat bermanfaat sih. Diluar topik tersebut banyak pula topik lain yang dibicarakan. Saya juga banyak diberikan saran dan wejangan seputar keseharian – Soal prioritas yang perlu dipertimbangkan, hal yang baiknya saya lakukan selagi muda, dan yang hampir pasti tidak dilewatkan tentang rumah tangga!. Banyak lah pokoknya kalau soal saran dan wejangan, apalagi buat anak muda seperti saya – ya meski sudah nggak muda-muda banget lah, haha. Dari sebuah perjalanan saya jadi lebih mengetahui banyak hal dari kehidupan orang lain, jadi benarlah jika kita ingin mengenal lebih tentang seseorang salah satunya adalah dengan melakukan perjalanan bersama. Sederhana kan?, tapi bagi saya seringnya mengena.
Banyak sekali hikmah besar yang bisa diperoleh dari sebuah peristiwa yang mengambil banyak energi dan perhatian. Tapi kalau mau, banyak pula remah-remah berhikmah yang bisa kita jumput dari peristiwa sederhana dalam keseharian. :)
Berlarilah, Tapi Jangan Terlalu Kencang!
Meski saya tak sepenuhnya setuju, tapi katanya hidup itu adalah sebuah perlombaan. Dari pertama kita dilahirkan ke dunia, kita sudah masuk dalam sebuah perlombaan akbar umat manusia. Bahwa katanya hidup ini penuh dengan persaingan, maka jadilah seorang pemenang. Daripada kata bersaing, saya lebih suka dengan kata kolaborasi. Saya percaya bahwa kerjasama adalah jalan terbaik untuk mencapai hasil optimal, bahwa hidup adalah sebuah kolaborasi akbar untuk mencapai tujuan bersama.
Namun, dilain sisi saya juga percaya bahwa persaingan dan perlombaan adalah sebuah keniscayaan. Bahkan dalam sebuah kolaborasi pun dibutuhkan persaingan dan perlombaan sebagai sebuah trigger untuk mengobarkan semangat mencapai tujuan. Persaingan dan perlombaan merupakan salah satu mesin penggerak yang memberikan motivasi seseorang untuk memberikan performa terbaiknya. Perlombaan dan persaingan juga menjadi pengasah kemampuan menjadi lebih tajam. Maka, ikutlah dalam sebuah persaingan; Persaingan yang sehat. Terlibatlah dalam perlombaan; Perlombaan dalam kebaikan.
Jika benar hidup adalah persaingan dan perlombaan, barangkali kompetisi lari adalah salah satu yang cocok menggambarkannya. Sama halnya dengan kompetisi lari, dalam hidup masing-masing dari kita berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan. Tapi kita perlu mengingat, bahwa jarak yang ingin kita tempuh tak hanya 100 atau 200 meter saja. Bukankah kita ingin menempuh jarak hidup yang lebih panjang?. “life is a marathon, not a sprint”, mungkin pepatah tersebut adalah gambaran yang lebih spesifik bahwa kita sedang berada dalam perlombaan marathon akbar. Kita bisa saja berlari sekuat tenaga, tapi jarak yang kita tempuh sangatlah jauh. Untuk itu yang terpenting bukanlah seberapa kencang kita berlari, tapi seberapa kuat kita bertahan sampai di garis akhir tujuan. Maka tetaplah berlari, tapi jangan terlalu kencang!.
Ada kalanya kita perlu memelankan langkah kita, agar kita tahu kondisi sekitar. Bukankah kita tak bisa mendengar dan melihat jelas saat berlari kencang? Maka, mari pelankanlah langkah. Jika suatu saat kita sudah tak kuat berlari, barangkali kita juga perlu berhenti untuk sejenak menghela nafas. Atau barangkali jika kita tak ingin berlari, cukuplah dengan berjalan. Atau bila kita benar-benar tak punya tenaga, tidur dapat memulihkan. Ah sudahlah, barangkali marathon juga tak menggambarkan tentang kehidupan secara utuh. Jalani saja hidup sesuai dengan apa yang kita yakini. Tapi yang bisa kita ambil dari sini; Ada kalanya kita memang perlu untuk berlari marathon atau mungkin juga sprint, ada kalanya kita cukup dengan berjalan atau mungkin kita perlu untuk berhenti, ada kalanya pula kita perlu bersaing tapi kita juga perlu berkolaborasi, atau mungkin yang kita perlukan bukan pula hal - hal itu. Kita bebas berbuat sesuka hati, tapi ingat semua akan dipertanggungjawabkan. Dan sebaik-baiknya perbuatan adalah yang memberikan sebanyak-banyaknya manfaat.
Gambar dari sini
Kamu bisa menjadi apapun, tapi kamu tetaplah seorang anak dari Bapak Ibu mu. Kamu bisa berbuat apapun, tapi bakti pada orang tua tak kan lepas dari kewajibanmu. Kamu bisa sehebat apapun, tapi tanpa ridha orang tua semua tak kan berarti apa-apa.
Kebahagian seorang Ibu itu tidaklah rumit, melihat anaknya pulang ke rumah saja sudah bahagia. Sesederhana itu.