6 September 2016 - 6 September 2017 Satu tahun terdengar sangat lama jika hanya "membayangkan". Tapi, bagi kami @sm3tvigayolues satu tahun sangatlah cepat dan singkat. Berbagai benturan budaya saat 1-2 bulan pertama, konflik yang timbul tenggelam, berusaha mendekat dan belajar kekayaan lokal, memahami anak-anak dg keterbatasan bahasa, serta memutar otak untuk mengenalkan apa, dimana, dan siapa itu Indonesia... Yes they are! Merekalah yang bikin saya lupa dan nggak peduli apa itu followers, likers, story, instameet, update dsb Mereka yang bikin saya lupa gimana cara bikin itunerary, pesen tiket keret api, packing dll Mereka yang bikin saya (hampir) lupa dan belum kangen "nggunung", mblusuk, nyasar, nyungsep dll (gimana gak kangen wong hampir 1 tahun di hutan kawasan TNGLeuser) 😬 Dulu mereka tidak tahu kalau mereka tinggal di Pulau Sumatera, sedikit demi sedikit mereka mampu menyanyikan Indonesia Pusaka, tahu apa itu Sumpah Pemuda, Pancasila, Proklamasi, Sabang-Merauke. Perlahan tapi pasti mereka mulai mengenal Tanah Air-nya. Rasanya semua itu cukup untuk membuat air mata berlinang saat kami harus berpisah dg keluarga baru itu. Beberapa berpesan, "Terimakasih nak sudah mendidik anak-anak kami, maaf wawak nggak bisa kasih apa2 cuma bisa mendoakan supaya sukses dan cita-citanya tercapai." "Semoga nanti ada ganti yang seperti kalian lagi." "Tolong jangan lupakan kami ya Bu." Pesan ibu : Win etek jerohku, dalih besebuku, enti mongot ibu taringi. Ike ara waktu (ara sen🤣) ibu peh mra beh demu naeh urum win etekku. Enti lupe sungguhen belejer, rajin semiang, sara me, bekeber ike kahe i Lesten nge ara sinyal 😘❤️ (tapi kapan ada sinyal nya??) Terimakasih doanya Mak, Wak, Kak, win, tek, rasanya TIDAK MUNGKIN melupakan kalian. 🙏🏼🙏🏼Puspita Putri Arumdani🙏🏼🙏🏼 06/09/2017