Aku baca bukunya kak henry ini bener-bener salut dan menakjubkan dari filosofi teras atau stoa. Dimana yang aku tangkap adalah cara kita mengendalikan segala hal yang berkaitan dengan hidup kita. Gimana cara kita menyikapi kegalauan, resah, bahkan bahagia, sampai kekhawatiran itu terangkum dalam buku tersebut.
Filosofi yang mengajarkan kita "Santai aja kali" dalam menyikapi suatu hal. Tentang si Zeno yang kehilagan semua dagangannya dan malah terdampar di suatu pulau yang entah dia gak atau apa nama pulau tersebut. Tapi dia tetap enjoy it dalam menghadapinya, gak diambil pusing, dan yang aku cerna nih.., dia itu selalu berpositive thinking dengan apa yang menimpanya. Dia gak lihat dari sisi negativ karna dia terdampar itu. Akhirya apaa??
Yeah... Dia nemuin banyak filsuf di pulau tersebut dan dia belajar banyak hal. Hingga akhirnya dia jadi guru <maybe kalo di islam itu bisa di sebut dai> hehe. Dia sering mensyiarkan apa yang udah dipelajarinya lewat teras/serambi istana dan di dengerin banyak orang. Dan kerennya, dia baru menyadari bahwa dia itu pintar dibidang komunikasi. Padahalkan awalnya dia seorang pedagang kan:v
Ada yang lebih bikin aku KAGUM KAGUM LAGI dari baca buku Filosofi teras ini..,
Aku bukan kagus ke Marcus Aurelius, Epictetus, atau bahkan Seneca selaku para filsuf Stoa ini.
Yang lebih aku kagum itu adalah: Aku semakin kagum ke Islam-nya. Padahal jelas-jelas kak Henry ini gak sama sekali bahas dalam sudut pandang Islam.
Dan ketika aku baca buku itu, aku selalu bergumam di setiap temanya dengan "Loh loh, ini kek yang di ajarkan sama Islam". Kek contohnya dalam BAB 1, stoa ini menjelaskan tentang survei khawatir nasional. Bagaimana cara kita menyikapi kekhawatiran dalam diri. Jelas, dalam hadits Muslim bahwa:
عَجَبًا لأَمْرِ المُؤْمِنِ، إنَّ أمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وليسَ ذاكَ لأَحَدٍ إلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إنْ أصابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكانَ خَيْرًا له وإنْ أصابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكانَ خَيْرًا له
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya itu baik, dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh seorang mukmin. Apabila dia mendapatkan nikmat, dia bersyukur dan itu baik baginya. Dan apabila dia mendapatkan musibah, dia sabar dan itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)
Bahkan disertai tips-tips mengahadapi kecemasan itu, KOMPLIT.
Seorang mukmin sejati juga akan merespon berbagai hal yang tidak menyenangkan, kesedihan, kecemasan, dan kegalauan dengan cara melawannya jika hal itu bisa dilawan, atau meminimalisir jika bisa diminimalisir, atau bersabar dengan sabar yang indah jika memang hal tersebut tidak bisa dilawan maupun diminimalisir. Dengan seperti itu, dia akan mendapatkan banyak manfaat, seperti kuatnya jiwa, besarnya kesabaran, dan balasan pahala dari Allah Ta’ala.
Tentang kematian. kullu nafsin dzaaiqotul maut. Tentang mencintai sesama, Islam Rahmatan lil alamin. dan lainnya dan lainnya yang kalo aku tulis ini udah jadi satu buku kali:v
JAdi kagumnya tuh kek "Whatt... Islam udah ada jauh sebelum filosofi stoa ini muncul, bahkan sebelum para filsuf itu lahir. dan para filsuf itu of chourse bukan islam, karna mreka emang para tokoh Romawi kunoyang aku tauu.
Like a..., Islam keren banget sih, semua ada di islam dan semua terkandung di dalamnya. Hal sekecil apapun itu.
MAKIN CINTA SAMA ISLAM DAN AJARANNYA:")