Film Dokumenter tentang kegagalan sistem E-voting di AS, "HACKING DEMOCRACY"
-dibagikan oleh Zaid Perdana
Lint Roller? I Barely Know Her
Interview Vampire Daily

Jar Jar Binks Fan Club

titsay
No title available
d e v o n
Cosimo Galluzzi
Cookie Run:Kingdom Official!
hello vonnie
sheepfilms
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
NASA
★
Sade Olutola
tumblr dot com
EXPECTATIONS
Monterey Bay Aquarium

bliss lane
The Stonewall Inn
Not today Justin

seen from United Kingdom

seen from Morocco

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from China

seen from Peru

seen from South Africa
@beritafed-blog
Film Dokumenter tentang kegagalan sistem E-voting di AS, "HACKING DEMOCRACY"
-dibagikan oleh Zaid Perdana
Saya tidak akan menyalahkan KPU jika gagal melakukan multi chanel voting dlm pemilu IA-ITB tahun ini, tetapi ini adalah kegagalan kepemimpinan bung Hata Rajasa selaku ketua IA-ITB untuk menunaikan amanah konstitusi dari IA-ITB -seru Ipung Purwandono
dibagikan oleh Andre Legoh
dibagikan oleh Mohamad Ridwan Surono
Voting Tokoh Migas Tanah Air
Rekan2 alumni ditengah diskusi hangat e-vote kita, punten intermezzo, ijin ngajak voting tokoh migas tanah air. Silahkan memilihnya melalui http://www.facebook.com/groups/energynusantara/ Berikut ini adalah metode polling/ penentuan Tokoh Migas - KMI Award. 1. Pemilihan Kandidat oleh Dewan Juri Dewan Juri terdiri dari unsur pengurus (2 orang), kepanitiaan kegiatan (4 orang), dan juri tamu (1 orang). Dewan juri akan menggodok dan menentukan kandidat yang layak untuk dicalonkan sebagai penerima KMI Award. Kemudian akan dikonfrmasi kesediaan dari masing-masing kandidat sebelum diputuskan. Kriteria pemilihan kandidat dari ke 4 kategori dinilai berdasarkan: a. Tokoh yang berperan penting dalam kemajuan industri migas yang meliputi: i. Unsur Pemerintahan Tokoh yang pernah menjadi penentu kebijakan industri migas saat ini dan 8 tahun lalu ii. Unsur Kontraktor Kontrak Kerja Sama Tokoh yang memiliki kebijakan-kebijakan yang berpengaruh terhadap dunia migas iii. Unsur Masyarakat Tokoh yang berperan penting dalam organisasi migas, mereka bukan pelaku dunia migas tapi berkonstribusi besar dalam kemajuan dunia migas b. Tokoh beprestasi Tokoh yang berperan secara spesifk di industri migas dengan spesifkasi seperti: i. Industri Hilir ii. Industri Penunjang c. Srikandi Migas Wanita yang berkecimpung di dunia migas dan memiliki posisi / jabatan penting dan berpengaruh. d. Cross Culture Expatriate yang memberikan kontribusi untuk dunia migas Indonesia 2. Penetapan Kandidat Kandidat akhir akan diumumkan di Milis Migas Indonesia supaya anggota mengetahui dan memilih. 3. Metode Pemilihan Pemilihan dilakukan secara online, dengan sistem polling dari website. Anggota diberikan waktu selama 2-4 minggu untuk memilih, dengan menggunakan sandi email masing-masing yang terdaftar sebagai anggota Milis Migas Indonesia. 4. Metode Penentuan Pemenang Hasil akhir dari pemenang ditentukan dengan perhitungan : Hasil Polling 100%, untuk kemudian ditentukan kandidat yang memiliki suara dengan bobot tertinggi. 5. Pengumuman Pemenang dan Penyerahan Award Pengumuman pemenang sekaligus penyerahan KMI Award, akan dilaksanakan pada tanggal yangdi tentukan oeh panitia.
Demokrasi macam apa yang ujung pangkalnya duit?
copas dari komentar sy di grup "Amir Sambodo untuk Ketua Umum IA-ITB : KolaborASi Untuk Negeri" (https://www.facebook.com/groups/247512671950205/) | untuk jadi ketua IA ITB harus bermodal ratusan juta rupiah. Ini kan tradisi hanya yang berduit yang bisa masuk: untuk diterima kuliah di ITB perlu modal puluhan juta rupiah. Sarjana macam apa yang mau dihasilkan oleh kampus macam ini? Demokrasi macam apa yang mau dibangun kalau di pangkalnya saja sudah duit dan ujung-ujungnya juga duit (UUD)...?! Pantas politik di Indonesia gak pernah progresif!
Apa IA-ITB cuma untuk ikut milih, makan2, hahahaha, ramai2?
Apakah forum ini membicarakan e-voting doang? Kapan membicarakan struktur IA-ITB yg mau di reformasi? Peranan IA-ITB dalam masyarakat Indonesia?, dan sumbangsihnya ke Almater, serta apa manfaatnya untuk anggota? Saya hadir, dan jadi saksi perhitungan suara pada waktu Cacuk, Waktu Laksamana juga saya hadir, sayang tidak dikasih kesempatan berbicara, waktu Hatta juga saya hadir. Acara alumni buka puasa, atau ada acara kampus saya hadir. Apa IA-ITB cuma untuk ikut milih, makan2, hahahaha, ramai2? -tanya Bakhtiar Muin Tiga
Kesombongan manusia sangat tak masuk akal
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 2.0 Generic License.
Alam semesta yang bisa diamati saat ini katanya berdiameter 95 milyar tahun cahaya. Jumlah galaksi sekitar 170 milyar, dan jumlah bintang sekitar 300 milyar trilyun. Dimana bumi dan manusia di alam semesta yg begitu maha luas ? Karenanya kesombongan manusia di hadapan Allah swt adalah sangat tidak masuk akal, sangat bodoh, dan sangat menggelikan. Wallahu'alam
Kalo mo nglamar bantu panitia kongres kemana ya? katanya rada seru. Spesialisasi merchandise & kuliner - tanya Miko Djalu
Jangan tiap Ketua IA programnya bikin katalog alumni melulu dong...
"Koin Prita" tahun lalu menunjukkan "the power of people thru (social) media". Kemudian 1.5jt dukungan utk Bibit-Chandra hanya dalam 2 minggu. Bayangin kalau 35.000 alumni ITB "get connected" and "make a movement"? Jangan tiap Ketua IA programnya bikin katalog alumni melulu dong...
-sentilan Andi Waryanto
Jangan sampai 10 tahun lagi gue malu sama FeD
Semua orang yang rajin menunjuk hidung pemerintah di forum ini sebaiknya bersiap-siap untuk menjadi bagian dari pemerintahan atau anggota dewan. Gue bakal bener-bener kecewa kalau kualitas kerja elu pade sama tidak bagusnya. Mungkin gue bakal lebih sebal dibandingkan dengan rasa sebal gue pada senior-senior yang ketularan gak bener atau 'sunyi senyap' saja setelah duduk dikursi empuk. (jauh banget dengan suara mereka yang lantang di LAPANGAN BASKET dulu.... malu banget gue dengan lapangan basket itu). Jangan sampai 10 tahun lagi gue malu sama FeD. Bang Erick Ridzky Bang Aulia Prima Kurniawan, mendingan ditutup aja ini forum kalau cuma menghasilkan orator 'lapangan basket'.
-sentilan Dadang Kadarusman
Tantangan terbesar Demokrasi di negri ini adalah tentara - Ipung Purwandono
Ketidakpedulian institusi pendidikan terhadap daerahnya?
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 3.0 Unported License.
Sudah lama sekali tidak melihat detail tataran Lembang & Bandung Utara. Tetapi sekarang ibaratnya tiap jengkal ada villa & bangunan2 baru yg tidak ada hubungan dgn aktivitas awal penduduk lokal. Banyak penduduk lokal sudah berubah menjadi buruh di sisa-sisa halaman villa. Tanah retak-retak, berdebu di musim kemarau, pohon2 tinggal satu dua. Kira-kira belasan kilometer dari situ ada Pusat Kebijakan & Pusat Pemerintahan Propinsi, Kabupaten & Kota, juga institusi Pendidikan Teknik yg terkenal untuk dengan judul2 Geologi Tata Lingkungan, Ekologi Bentang Alam, Ilmu lingkungan, Meteorologi Mikro, Hidrologi, Urban Planning atau apa lagi? Tetapi sepertinya semua tidak mampu menolong degradasi lingkungan Lembang & Bandung Utara.. hiks - Budi Suhartono
e-vote, apakah pengurus 'kurang welcome' dengan ide ini?
Setelah berdiskusi panjang soal e-vote, teknologi, tata cara, perubahan ad/art, plus minus dll, tidak ada komentar apa pun dari pengurus IA ITB di forum ini. Apakah ini pertanda pengurus atau panitia pemilihan 'kurang welcome' dg ide ini?
-Budi Hartono
Pernahkah IA-ITB memberikan solusi konseptual masalah-masalah kebangsaan kepada DPR dan Pemerintah?
Ada yang tahu? -tanya Erick Ridzky
PETA "REAL PROBLEM" YANG DIHADAPI BANGSA INDONESIA.
Semua ini berawal dari adanya sebuah KEPENTINGAN yg BERNAFSU senantiasa ingin MENDOMINASI setiap eksploitasi Sumber Daya, tidak hanya ALAM saja, namun juga SOSIAL POLITIK, SOSIAL EKONOMI mau pun SOSIAL BUDAYA. Hingga tiba lah pada suatu MOMENTUM yang penuh Rakhmat Illahi, 17 Aguistus 1945, di bumi Indonesia ini, dari perjalanan sejarah yang panjang, berkobar lah sebuah SEMANGAT menjadi Bangsa Indonesia dan kemudian mendirikan Negara Republik Indonesia, yakni sebuah SEMANGAT yang membara buah dari pletikan-pletikan api CITA-CITA BERSAMA YANG RELATIF SAMA segenap warga yang ingin memastikan tetap terjaganya MARTABAT, KEMASLAKHATAN dan KEMANUSIAAN bagi segenap warga di setiap Eksploitasi Sumber Daya, adalah yang kemudian dirumuskan oleh para Bapak Pendiri Bangsa sebagai PREAMBULE UUD 1945 dan PANCASILA-BHINNEKA TUNGGAL IKA. Maka, sejak saat itu lah, KEPENTIGAN itu sangat RISAU dan GERAM kepada SEMANGAT menjadi Bangsa Indonesia dan kemudian mendirikan Negara Republik Indonesia itu, yang kemudian dengan segala pendekatan, senantiasa berupaya mengelupas SEMANGAT termaksud dari perikehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia. Dan sejarah telah mencatat, sejak itu pula lah dan berlangsung hingga hari ini, silih berganti, persoalan-persoalan dari yg bersifat SEKTARIAN, PARTISAN, KEMANUSIAAN bahkan juga yg KRIMINAL, menggoncang perikehidupan berbagsa dan bernegqara di bumi Indonesia ini. Sehingga, SEMANGAT itu pun, mampu berjalan agak tegak hanya hingga ketika MAKLUMAT X digulirkan. Sesudah itu, nasib SEMANGAT itu, berjalan terseo-seok dan menjadi makin tidak jelas karena diucek-ucek habis agar lekas luntur. Hingga pada tahun 1959, Bung Karno mencoba berupaya menegakkan, namun ternyata ada konsekuensinya yg menyebabkan beliau hanya mampu bertahan 6 tahunan saja. Dan begitu masuk Rezim Orde Baru, praktis SEMANGAT itu sudah dalam genggaman kendali KEPENTINGAN termaksud. Dengan modus Pengaburan-pengaburan, Program Pengelupasan SEMANGAT itu dari perikehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia pun menggulirnya makin sistematis. Dengan diawali AMANDEMEN UUD 1945, pada dasarnya, era REFORMASI hingga pemerintahan SBY-BUD sekarang ini, memang diproyeksikan sebagai SENTUHAN AKHIR dari Program Pengelupasan SEMANGAT itu dari perikehidupan berbangsa dan bernegara di bumi Indonesia. Ada pun dalam upayanya mensukseskan program-programnya, KEPENTINGAN itu rajin menjaring Anak Bangsa yang sekiranya tipis Integritas. Kemudian, merekayasanya sedemikian rupa sehingga dipercaya Rakyat mengemban Mandat Rakyat sebagai Elite Bangsa. Untuk selanjutnya, dengan melakukan Kompromi-2, Elite Bangsa tersebut didorong menjadi Begundal Bangsa yang senantiasa siap menjadi fasilitator KEPENTINGAN tersebut dalam setiap menjalankan program-2nya. Dari Kompromi-2 itu lah Begundal Bangsa memperoleh Deal-2 yang menggiurkan bagi kehidupannya. Dan Deal-2 itu lah yang merupakan EPISENTRUM dimana menjalarnya gelombang Kegaduhan Politik, Ekonomi, Sosial Budaya bahkan Korupsi mau pun Pelanggaran HAM.
Memangnya apa manfaat IA-ITB ya? - Budi Rahardjo