2 Mei 2015, Malam Minggu, selamat Hari Pendidikan Nasional, Pole :)
Sudah dua hari setelah aku mengundurkan diri bahwa untuk tidak bekerja lagi di kafe Jl. Flamboyan no. 80, tempat dimana kamu mengajakku bekerja di sana dan kamu malah cabut duluan itu. Ah ya, aku mengikuti jalanmu pada akhirnya, meninggalkan kafe itu.
Setelah seharian jalan-jalan bersama ibuku, kakak perempuanku dan keponakan tertuaku, aku yang sudah janjian bersama teman-teman Jejepanganku akhirnya bertemu juga mereka, walau jauh dari waktu yang ditetapkan, Malam Minggu kali ini.
Aku cerita pada mereka bahwa aku sudah tidak bekerja di kafe itu dan mereka terkejut. Dan anehnya ternyata mereka belum tahu kalau aku bekerja di sana ya karena kamu, Pole.
Kata mereka kamu jahat, soalnya meninggalkanku duluan, terlebih lagi ada yang bilang jangan kembali lagi padamu, haha. Tapi pada akhirnya, kita sama-sama jahat, meninggalkan kafe itu. Cukup sedih sebenarnya. Hmm? Alasanku? Karena aku cuma mau istirahat saja alasan sederhananya, alasan rumitnya, salah satunya ingin cari kerja yang lain, atau cari suami mungkin? Haha, yang jelas aku cuma inginĀ āmenganggurā dulu, cukup lelah setelah hampir setengah tahun aku wisuda tapi belum ada rasa nganggur-nganggurnya, wira-wiri terus.
Sebelum semuanya cabut ke tempat masing-masing, kami berjanji untuk bertemu kembali, dan tiba-tiba ada yang nyeletuk kalau aku jahat, katanya akuĀ āngrasaniā orang yang mau nikah dengan jahatnya. Iyap, kau masih ingat Panji? Dia akan menikah, dengar-dengar diapun sudah melaksanakan sesi foto prewed, how sweet. Bagian jahatnya? Aku tertawa mengejek karena dengar-dengar pernikahannya tidak direstui orang tua pihak perempuannya karena belum S-3, wow, itās tough, isnāt it?
Dan kini aku terdampar di Platinum, wifi rumah mati, menikmati Malam Minggu sendiri dengan mendownload apa saja yang bisa didownload, kebanyakan emang komik yaoi. Sorry, but canāt deny Iāve been drown in this habit, again. Entahlah, bisa dibilang melarikan diri dari banyaknya realita, termasuk kamu yang kini sudah sulit dijangkau secara langsung. Maka dari itu, aku menulis curhatan di tumblr, yang (dulunya) adalah milik kita, bersama. Dan, kelihatan banget aku bukan orang yang move-on, jujur, aku baca-baca lagi private message kita di facebook, buat apa? Nggak tahu juga, tidak ada hal lain yang ingin dikerjakan atau mungkin ingin menjebakkan diri di masa lalu, bodoh ya?
Kenyataannya sekarang, di mikro blog ini, aku sendiri, menciptakan dirimu versi imajinasiku yang suatu saat akan membalas curhatan-curhatan labil umur 20an. Kinda clumsy but, this method is only I can do now. Kita sudah bukan siapa-siapa, sudah sangat tak mungkin untuk bertemu lagi, dan ah aku nulis meracau lagi...
Aku kangen mengobrol denganmu, Pole, dan aku merasa jahat karena hal itu.