Something Stupid
Ini yang selalu aku bilang dari beberapa tahun yang lalu kalau ngeliat orang yang kecewanya berlebihan sampai berhari - hari nggak bisa senyum, lemah, lesu, nggak bertenaga, nggak ada nafsu makan sama sekali, dan dikit-dikit nangis,
“Berasa pengen mati? Berasa seperti korban yang paling di-dzolimi? Berasa orang lain nggak pengertian? Nggak usah berlebihan! Jangan mengasihani diri sendiri dengan kecewaan dan patah hati karena kalau orang yang udah bikin kamu kecewa dan patah hati bakal ngerasa menang melihat kamu depresi. Kasihanilah dirimu yang nggak bisa berubah dan terlalu larut dalam kesedihan. Tunjukkan pada orang - orang kalau kamu bisa berubah dan menjadi lebih baik dari apa yang telah mereka lakukan padamu. Buat mereka bertekuk lutut meminta maaf padamu!”
Terserah kalau kata - kata itu dianggap kasar, tapi itu caraku nyampaiin bahwa kamu terlalu berharga untuk menangisi sesuatu yang nggak ditakdirkan untuk kamu miliki. Rasanya nggak elit aja kalau diakhirat nanti kamu ditanyaan ama malaikat, “Kenapa kamu bisa mati?” dan kamu ngejawab, “Saya mati karena cinta.” atau “Saya mati karena kecewa pada sesuatu.”. Bagiku itu sama kayak mati ketabrak becak. Untuk apa sih mempertahankan sesuatu yang jelas-jelas susah dimiliki? Seperti tidak ada yang lain saja! Aku bisa ngomong kayak gini karena aku juga pernah mengalami kekecewaan yang besar, pernah patah hati, dan terlalu mengharapkan sesuatu dan berakhir dengan tidak menyenangkan.
Kamu baru berapa lama sih? Sebulan? enam bulan? Satu tahun? Satu setengah tahun? Aku empat tahun! Kalau aku terlalu mendalami patah hatiku, kamu nggak akan melihat aku berdiri di sini dengan dua ijazah sarjana di tangan, tapi sudah mati membusuk di salah satu kamar kosan di daerah Bandung Timur. Dan kamu tapi apa yang terjadi ketika akhirnya aku bangkit dan menjalani hidup dengan lebih bahagia?? Seseorang yang dulu mengecewakanku datang lagi, memohon untuk kembali, dan meminta maaf atas semua yang terjadi. See! Ini cuma salah satu contoh kalau kamu berhasil mengatasi rasa kecewamu, semua akan berbalik menjadi sesuatu yang tidak terduga bagimu.
Mau tahu caraku mengatasi kekecewaan? Banyak menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, seperti organisasi kampus dan kepanitian, jadi bisa nambah teman dan membuat kamu lupa untuk berfikir karena ada pikiran lain yang mendistraksi otakmu. Semakin mendekatkan diri pada Allah dengan banyak ngaji, solat, dan ibadah sunah lain. Menghindari lagu - lagu sedih dan film yang berakhir sad ending (cara ini alhamdulillah ini berhasil buatku jadi sampai sekarang aku nggak suka dengerin lagu sedih dan nonton film sad ending). Menghindari sosial media untuk beberapa waktu untuk mencegah kepo dan semakin kecewa, jadi kalau mau curhat, curhat di media lain yang nggak banyak temennya atau curhat ke temen yang bisa beri masukan yang baik, yang bisa jadi pendukung setiap kali pengen nyerah buat bangkit.
Ketetapan Allah pasti lebih baik karena itu pasti selalu ada hikmat yang bisa dipetik dari semua kejadian yang telah terjadi. BANGKIT! JADI SOSOK YANG BARU DAN MENAKJUBKAN!









