Hatiku Kabur!
Dan ia takmau ke sisiku lagi,
Bila lepas pandang dari batin,
Cepat dicabutnya, dan parasnya
Bagai kelasi renung lautan;
Celakanya! hatiku yang bangsat,
Kau cuma laungkan omong-kosong,
Sampai kurindunya bisik senyap
Di gelap-gelita yang merangsang;
Rasa berkelahi di bawahnya
Bola pantul yang kian berputaran,
Dansa-disko lalui bayang kelir,
Bintang di mukamu berkerdipan;
Hatta jatuh kembang dada itu,
Hidu bau badanmu sampai inti.











