Patah hati yang terencana
Aku merasa makin tua, mencoba memilih bagian mana yang penting yang mana yang tidak. Menurutku urusan percintaan akan membuang energi dan mengurangi efektivitas kerjaku.
Di sisi lain, aku adalah seorang hopeless romantic yang terlalu mudah jatuh cinta dan terlalu sulit melupakan. Sehingga battleground dalam kepalaku semakin rusuh dan melelahkan sendiri.
Sebenernya mungkin jatuh cinta dan berhubungan romantis akan lebih mudah, tapi aku tidak boleh bergantung pada orang lain untuk kebahagiaanku sendiri. Aku harus mandiri secara emosional. Efek positivitasku, dariku dan untukku seorang.
Mulai dari sana, aku sudah patah hati kedua kalinya dengan terencana. Aku tidak berencana untuk menambah jumlahnya, karena untuk bangkit adalah hal yang paling sulit dan paling membebani.
Semoga saja di masa depan, perasaanku baik-baik saja, dan aku bisa belajar dewasa dengan cara yang lain selain hubungan romantis.
-dari dia yang masih butuh aktualisasi diri-















