Orang banyak bilang: kaya adalah privilege, okeh ada benarnya. Tapi ditakdirkan Allah menjadi orang yang tak terlalu kaya adalah privilege juga.
Gimana? Gini, sangat mungkin jika ada hamba yang dibuat kaya dia akan lupa sama Allah, maka Allah sayangi dia dengan hidup secukupnya.
Sudut pandang yang kaya begini akan sulit kita pahami kalau kita memakai kacamata hamba yang nganggep rejeki banyak tandanya Allah sayang dan rejeki seadanya disangka Allah murka.
Ya begitu kebanyakan manusia, Allah gambarkan dalam Al Fajr ayat 15-16. Mungkin kita salah satunya.
"Ada, hamba-hamba Allah yang lebih baik bagi mereka jika ditakdirkan tak kaya", tulis Al Hafizh Ibnu Katsir dalam tafsir beliau, "sebab jika mereka dikayakan, maka itu malah merusak agamanya."
"Tapi juga ada hamba yang lebih baik ketika ditakdirkan kaya, sebab jika mereka dimiskinkan maka agamanya akan rusak", lanjut beliau.
Dari situ kita tahu bahwa bahwa privilege itu bisa ada dalam kaya, bisa ada juga dalam keadaan cukup sekadarnya.
Karena, kawan, semua lini kisah kehidupan kita itu pasti skenario terbaik dari Allah.
Maka jika kita dikayakan, mari memohon agar itu mendekatkan kita pada Allah. Jika suatu kali kita diuji dengan keadaan sekadarnya, mari berprasangka baik bahwa itu jalan yang Allah siapkan agar kita terjaga.
Sebab kaya dan ala kadarnya, dua-duanya juga bisa berpeluang membuat kita hilang dari peredaran, luruh dari rasa penghambaan. Ibnu Katsir melanjutkan,
وقد يكون الغنى في حق بعض الناس استدراجاً، والفقر عقوبةً. عياذاً بالله من هذا وهذا
"Kadang kala kekayaan diberi pada hamba sebagai bentuk istidraj* buatnya, dan kefakiran diberikan sebagai hukuman. Kita berlindung pada Allah dari kedua-duanya."
Perenungan ini akan semakin kuat setelah kita membaca Al Isra ayat 30, di sana Allah berfirman,
﴿ إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا ﴾
"Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki); sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya."
*Istidraj : pembiaran dan pemberian kesenangan untuk orang-orang yang dimurkai Allah agar mereka terus menerus lalai.