Renungan Enam Bulan yang Gelap Gulita
Sudah begitu lama aku tidak menulis untuk pesan-pesan tersirat untuk diriku sendiri, lalu apa kabar kamu hari ini? Sudah enam bulan berlalu aku tidak bekerja dan beraktifitas fisik seperti sebelumnya sejak kecelakaam yang tidak sengaja itu. Hari-hari berlalu terlihat begitu biasa, tahun baru hingga lebaran kedua pun benar-benar terasa biasa sekali, sekarang baru saja aku memulai kembali untuk mengikuti organisasi di lingkungan dengan paha yang belum sepenuhnya pulih, sambil mencari info lowongan pekerjaan melalui Internet diarea terdekat dari jangkauan ku, iya benar aku sudah bisa berdiri kembali setelah terbaring cukup lama.
Bosan? ya pastinya sangat membosankan apalagi untuk kamu yang biasa pergi berlibur ke tempat wisata yang biasa kau kunjungi ketika hari libur tiba, lalu bagaimana lau menahan semua selama ini? walaupun kadang-kadang menggerutu tentang kehidupan ini semoga kau bisa melewati hal-hal yang mengecewakan atau yang tidak sengaja menyakitimu. Setidaknya kau masih percaya akan hal baik dimasa mendatang, siapa yang terus menyakinkanmu? yang pasti yang paling pertama adalah orang tuamu.
Lelah, kita semua pasti merasakanya, hari-hari yang kadang brengsek yang tak pernah ada di schedule milikmu, namun kau mungkin akan menertawakan semuanya, Semudah itu. Banyak momentum yang mungkin kau lewati tapi kau tetap saja merasa tidak peduli, dan ketika catatan ini tertulis mungkin disuatu hari di masa mendatang kau tidak merasa lelah lagi.
Bagaimanapun sebenarnya aku ingin tau kabarmu walaupun lisan ini begitu sungkan untuk bertanya, kamu terlalu tau diri untuk bertanya hal remeh semacam itu, sekarang kamu diam gelap gulita dan membiarkan enam bulan terus berlalu tanpa sehelai katapun. Tidak, yang memikirkan ini hanya kau sendiri, kamu sendirian dengan segala overthingking yang biasa kau renungkan.
Sebenarnya aku bingung apakah harus kembali ke tempat kerja dinandung atau melampirkan lamaran lagi, mengapa aku seperti ini, terus merasa tidak yakin dengan apa yang kulalukan, kamu sudah bertanya namun tidak jadi berangkat. Ada banyak hal yang masoh ku pertimbangkan untuk pergi merantau lagi, kamu masih takut atau mungkin kamu juga belum kuat?
Sekarang kamu sadar, jika tuhan sudah menyuruhmu pulang kau akan tetap pulang, dan jika tuhan sudah membuka jalan untukmu, kau akan melihat jalan yang sebenarnya.
Seperti yang sudah pernah aku katakan, kadang ada sebuah lagu yang ingin kau dengar tapi kau juga tak ingin lagu itu kau putar, kadang kau merasa muak tapi juga menginginkan arsip foto-foto itu kau buka dan kau lihat. Memang benar, hidup kadang serumit, atau mungkin hanya diriku yang terlalu idealis atau kamu yang sudah merasa amat sangat bodo amat soal kehidupan ini.
Kamu terlalu menganalisa satu orang, kau bilang ini yang paling terakhir. Kadang kau membuat imajinasi yang seakan-akan hal yang kamu pikirkan itu bisa menjadi kenyataan, dan beberapa minggu kemudian apa yang kamu pikirkan benar terjadi dan penuh kesialan, seperti kau bercerita kepadanya bahwa hari sialmu ada dihari minggu tapi kau tetap beraktifitas dan bepergian dihari tersebut, namun pikiranmu sudah mencoba untuk tidak percaya tapi kenyataan nya semua yang pernah kau ceritakan sungguh terjadi dan menjadi kenyataan bukan?
Ya begitulah kira-kira, walaupun sedikit memalukan tapi ini akan menjadi kisah yang lucu dan menghibur jika tuhan memberimu umur panjang dan kerabatmu bertanya “kau punya cerita hidup seperti apa?”