perempuan paling cantik di dunia adalah perempuan yang bahagia karena dicintai.
(via prawitamutia)

Andulka
🪼
KIROKAZE
wallacepolsom
taylor price

blake kathryn

PR's Tumblrdome
Cosmic Funnies

❣ Chile in a Photography ❣
occasionally subtle

shark vs the universe

JVL
h
Lint Roller? I Barely Know Her
"I'm Dorothy Gale from Kansas"

Love Begins

ellievsbear
almost home

pixel skylines
AnasAbdin
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from T1
seen from United States

seen from Canada
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Brazil

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Canada

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Türkiye
@catatanfutuha
perempuan paling cantik di dunia adalah perempuan yang bahagia karena dicintai.
(via prawitamutia)
Menghadapi Masa Lalu
Saya pernah berada di suatu forum pelatihan yang membuat sesenggukan, pasalnya di forum tsb bapak trainernya meminta semua peserta forum untuk berdamai dengan masa lalu sebelum merancang masa depan yang kita harapkan.
“Kunci dari menghadapi masa lalu adalah mengikhlaskan, bukan hanya memaafkan, atau melepaskan.”
“Kalau anda masih merasa kesal, benci, sedih, berarti anda belum sepenuhnya mengikhlaskan.”
Waktu itu kami diminta melingkar berlima. Perempuan dan laki-laki dipisah. Kami bergandengan tangan, dan memejamkan mata. Sedangkan bapak trainer masih saja memberi wejangan.
Saya menangis tak henti, sesenggukan sampai lemas ingin duduk. Karena jujur pada saat itu saya sedang mencoba berdamai dengan masalah-masalah saya saat ini dan yang terjadi di masa lalu. Rasanya bayang-bayang itu terus datang dan mengacak-acak lagi pikiran positif saya. Saya bahkan sempat pergi ke psikolog sebelumnya. Tapi tetap saja, tidak ada perubahan berarti. Saya masih sering menangis sendirian.
Saat itu, saya begitu merasa tertampar. Berarti selama ini saya belum mengikhlaskan takdir itu terjadi kepada saya. Saya belum mengikhlaskan cara Allah untuk menyampaikan hikmah kepada saya. Saya belum benar-benar baik-baik saja. Seolah memaafkan, tapi masih memupuk benci.
“Mintalah izin kepada Allah, mintalah bantuanNya, untuk meringankan dan mengikhlaskan semuanya. Karena barangkali kita terlalu sombong seakan bisa menyelesaikan semuanya, padahal tidak sama sekali.”
Sejak saat itu saya minta sama Allah. Supaya saya lebih ikhlas. Supaya saya bisa…mengikhlaskan semua masalah-masalah saya di masa lalu. Meski makan waktu bertahun-tahun, bahkan sampai saat inipun saya masih belajar.
Tapi saya yakin, pada satu titik saya akan benar-benar bisa mengikhlaskan semuanya. Dimulai dari memaafkan, dipupuk dengan syukur, dijalani dengan sabar.
Ternyata, ikhlaspun butuh diperjuangkan.
Memperjuangkan ikhlas. Tidak hanya ikhlas memperjuangkan.
((Disability for Climate Change)) Disability for climate change is a series of activities undertaken by the El Nino Team-Youth Leadership Camp for Climate Change Indonesia team, under the auspices of UNESCO, UNFCCC, Youth for Climate Change Indonesia, and The Climate Creality Project Indonesia. Activities are filled with drawing competition for children with disabilities, with the theme "Me and My Environment", through this drawing competition, in addition to training motoric skills of children with disabilities, it is expected that they have a picture of what they think about the environment. It may contain hope of a beautiful environment in their eyes. Activities continued with video screenings and counseling on climate change. We think that socialization related to climate change can be done to anyone, including to children with disability, because they are a part of us. After that, activities continued with interactive games, closed by the announcement of drawing competition champions, and ended with singing together. How wonderful experience. You can see the activity videos I uploaded on youtube (link on bio). #ylccc #dfcc #climatechange #socialization #disabilities #empowering #children
Solilokui bangku-bangku kosong "Farhan sayang, taukah? Dulu semasa saya menempuh pendidikan formal, saya menjumpai banyak sekali tragedi penyelamatan ikan yang tenggelam. Pembenaran untuk membela diri sendiri, dan ideologi yang diremukkan begitu saja dengan alasan yang mereka namai "kekeluargaan". Padahal Farhan, satu hal yang harus kamu ingat, Nak... setiap orang memiliki kepentingan. Kita bisa menjadi bagian di dalamnya. Tapi sekali lagi, burung yang hinggap di dahan tidak boleh percaya begitu saja pada ranting yang ditumpanginya, burung itu harus percaya dengan sayap-sayapnya. Pun begitu. Penyelamatan ikan yang tenggelam. Tindakan yang sia-sia, sayang. Nanti semakin kamu beranjak dewasa akan kamu sadari, bahwa yang selama ini dianggap oleh banyak manusia sebagai hal yang "benar" adalah apa-apa yang mereka lakukan dan terapkan. Lama. Dari zaman dahulu hingga sekarang. Menjadi nilai dan adat. Makanya, jika ada hal yang menyimpang dari hal itu, dianggap sebagai kesalahan. Sayang, sayangnya isi otak manusia itu beraneka ragam. Jadi kita harus terbiasa dengan perspeksi. Farhan sayang, kebenaran yang hakiki adalah kebenaran dari Tuhan. Kamu bisa menempuhnya melalui berbagai cara, mungkin bisa dengan cara membaca dan mencari." Aku mengelus kepala Farhan, anak pertamaku yang masih berusia satu windu. Memperlihatkan foto ini kepadanya. Aku bilang, foto ini diambil 13 tahun yang lalu. Farhan tersenyum kepadaku. Dalam hati aku membatin, nanti akan kuceritakan hal yang sama pada calon adikmu, Farhana. Suamiku datang, mengecup keningku, aku bersalaman dan mencium tangannya. (Caption berupa mini prosa terinspirasi dari Al Alaq (96:1) dan Matius (7:7))
Saya ingin mengucapkan terima kasih yang seetulus tulusnya kepada para volunteer yang sudah bersedia meluangkan waktu, tenaga, fikiran, maupun materialnya untuk bersama-sama, berbagi dalam kegiatan ini. Sebelum saya posting video kegiatannya, Sekali lagi, tanpa kakak-kakak volunteer, kegiatan Disability for Climate Change tidak akan berjalan sesukses kemarin. Semoga kedepannya tetap bisa berkolaborasi dan bersinergi. "Tetaplah berhati tulus, sebab ketulusan akan mengenali ketulusan, dan mempermudah setiap urusan." #voluntary #sosialproject #dfcc #1 #ylccc (at Panti Asuhan Bina Siwi)
Padma, taukah arti namamu? Padma, benihnya tersemai di lumpur. Kotor. Tidak ada orang yang menginginkannya. Tapi dia terus tumbuh, mencuat ke permukaan, melawan kubangan nista itu, lalu mekar dengan indah. Bersih. Tidak semua orang ingin tau betapa keras metaforanya. Tidak semua orang mau menerima asal usulnya. Tapi kebanyakan orang akan tetap mengagumi keelokannya tiap kali ia merekah. Kawan, sebaiknya kau berhati-hati jika memiliki kekasih pecandu sastra. Sebab setiap kata dan ungkapan yang kau tulis ataupun terlontar, mereka mampu mencernanya dengan baik. Berhati-hatilah, sebab tiap puisi dan syair yang mereka tulis, kadang tidak dapat kau maknai. Ah, betapa romantisnya mereka. Padma yang mekar di tengah anggunnya anggrek. Jangan salah fokus.
Tak ada syaratnya
Bumi dan Langit Memeluk mimpi Cita dan kisah selalu abadi. Mimpi dan asa dibuai semesta Bumi berkata, Oh langit, mengertilah, aku tidak kuasa bila kamu berdiam saja Alam berkata, namun tak ada makna Langit berkata, Oh bumi, mengertilah seribu bahasa pun tak sanggup jelaskannya, sebab rasaku tak ada isyaratnya Tak ada syaratnya.
What’s Up for April 2017
Jupiter, the king of the planets, is visible all night long, and the Lyrids meteor shower peaks on April 22.
On April 7, Jupiter–the king of planets–reaches opposition, when it shines brightest and appears largest.
Jupiter will be almost directly overhead at midnight.
This is also a great time to observe the planet’s Galilean moons–Io, Ganymeade, Europa and Callisto. They can be easily seen through binoculars.
With binoculars, you can even see the Great Red Spot as the storm transits the planet every ten hours.
Looking east on April 22, look to the skies for the Summer Triangle, consisting of Deneb, in Cygnus, the Swan; Altair in Aquila, the Eagle; and Vega, in Lyre(the Harp).
Get ready for the Lyrids, the year’s second major meteor shower, as it pierces the Summer Triangle in the early morning hours of April 22. Since the shower begins close to the new moon, expect excellent almost moonless viewing conditions.
You can catch up on solar system and all of our missions at www.nasa.gov
Watch the full “What’s Up for April 2017″ video:
Make sure to follow us on Tumblr for your regular dose of space: http://nasa.tumblr.com
Sore Tak Biasa
Sore itu tak biasanya
perempuan di atap hati yang teduh
ditatap matamu
laki-laki diujung sendu
sekisah tanpa cerita
sekisah tanpa cerita
sore itu tak biasanya
I'm okay. #sketch #painting #pain #woman #feminist #rose #broke #break #fall
Biarpun nanti dia layu, tapi keindahannya akan selalu menggoda. Mawar merah. Bunga favorit saya.
Nizami dan Tumblrnya
Sekitar satu bulan yang lalu, saya dipertemukan oleh Tuhan kepada seseorang yang bagi saya asing. Asing? Karena saya belum kenal. Tidak tau menau asal muasalnya, kami berteman dengan baik. Nizami. Lulusan Teknik Perminyakan ITB. Saya bercerita kepada Mas Nizam tentang tumblr saya yang isinya curhatan semua dari zaman SMA. Malam ini, dia bercerita kepada saya bahwa ternyata dia memiliki tumblr dan pernah menulis di dalamnya. Isi tumblr itu sangat berbobot walaupun hanya satu postingan. Kemudian saya menyarankan supaya beliau kembali aktif menulis. Mengapa? Karena dengan tulisan, kebaikan-kebaikan yang tidak bisa disampaikan lewat lisan, dapat mengalir. Ada hal-hal indah yang lebih luas yang hanya dapat diungkapkan oleh tulisan. Selamat menulis, selamat membuat sejarah.
Membuat Orang Jatuh Hati: Sebuah Ketakutan
Saya selalu mengatakan bahwa mencintai seseorang itu tidak mudah. Memerlukan proses, harus ada penerimaan di antara dua entitas yang (akan) bersatu/disatukan. Tapi bagaimana dengan jatuh hati? Nah, kalau ini setiap orang memiliki prosesnya masing-masing. Memiliki "seleranya" masing-masing. Memiliki waktunya masing-masing. Tapi, membuat orang jatuh hati terhadap kita? Kuasakah kita untuk mencegah atau melarangnya? Tidak. Itu adalah hak mereka. Kita? Haruskah senang, haruskah sedih, haruskah khawatir, atau bagaimana? Mungkin sepertinya kita harus menyikapinya secara wajar, terlepas dari entah-kita suka, atau tidak suka. Mereka adalah sesama manusia-yang sudah sepatutnya dimanusiakan. Menjadi suatu ketakutan bila kita belum siap menerima itu semua. Khawatir. Takut jika nanti kita yang justru (dinilai) memberi harapan, atau... takut, jika... yang jatuh hati itu berhasil membuat kita jatuh hati, lalu pergi. Entahlah. Masalah hati memang acapkali menjadi misteri.
Quran 16:127 – Patience
وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ
Endure patiently, and your patience can only come through God.
Originally found on: norahabdulhadi
Selamat pagi. Semoga harimu menyenangkan. 🌹
Tuhan kan Maha Baik :)
Hari Esok dan Apa yang Kita Pikirkan
Hari esok? Siapa yang tau? Hal itu adalah salah satu bagian dari takdir. Bukankah begitu yang selama ini diajarkan? Tidak ada yang tau tentang hari esok, seluruh rencana dan kehendak Sang Maha Pengeksekusi. Ghaib. Begitulah sifatnya. Tapi manusia bisa apa? Manusia hanya bisa memikirkan dan menyusun rencana-rencananya, memikirkan, berangan-angan tentang apa yang terjadi esok hari. Tentang pekerjaan yang diterima atau ditolakkah, tentang hasil uji laboratorium bias besar atau tidakkah, tentang kelolosan beasiswa, dan tentang pikiran-pikiran apapun lainnya. Hingga akhirnya semua menjadi hablur. Yang ghaib dan yang nyata memang beriringan, tapi bukan berarti bisa dipaksakan menjadi sama. Pikiran kita, dan takdir. Esok hari? Mana kita tau. Tugas kita adalah melaksanakan hari ini dengan sebaik-baiknya. Beribadah setulus-tulusnya, berdoa sebenar-benarnya, berusaha setotal-totalnya.
#CeritaFutuha ((The Majesty of Volcanic Highland)) Dieng Volcanic Highland, nama yang bahkan ketika SMA asing di telinga saya, ketika kuliah masih saja begitu, sampai akhirnya Tuhan memberikan alur ceritanya, 2014 saya dan dua sahabat saya @aditwearsprada dan Windarti mensubmit paper mengenai degradasi lingkungan di Dieng kaitannya dengan tanaman Carica 2015 paper tersebut dimuat dalam International Journal of Environmental Science and Development, dan menjadikan kami selalu ingin bertumbuh 2016 Tim keilmuan @gscugm memutuskan untuk melakukan Riset Besar di wilayah tersebut, dan saya bergabung dengan keilmuan Atmosfer yang mengkaji tentang frost/embun beku. 2016 pula saya dan rekan, Aditya, Aida, Sani, dan Iim mengajukan proposal ke Kementrian Riset dan Teknologi-Pendidikan Tinggi untuk melanjutkan riset ini dan Puji Tuhan didanai melalui 2 proposal yang berhasil lolos Program Kreativitas Mahasiswa-Penelitian Eksakta 2017 saya mendapatkan tawaran long therm research selama 5 tahun di wilayah yang sama, dimulai ketika setelah saya lulus, bersamaan 2 minggu setelahnya pengumuman PKM. Di 2017 pula frost dikenalkan ke publik melalui Seminar Nasional Hari Meteorologi Dunia ke-67 di Tangerang dan berhasil mendapat saran, masukan, serta tambahan data-data yang memadai. Alam sebagai guru. Begitulah kodratnya. Tuhan sudah menciptakan seluruh ciptaannya tanpa kesia-siaan. Selamat menapaki indahnya ilmu!